
Kenzo dan yang lainnya langsung bergegas menuju restoran yang sudah dipesan oleh Kenzo sebelumnya untuk makan malam mereka.
"Zo, apa kamu memesan 1 restoran untuk acara kita?"Safira bertanya dengan mata mendelik curiga
"Tidak, kalian tenang saja. Aku hanya memesan 1 ruang pribadi saja untuk kita sekarang, tapi sepertinya hari ini restorannya memang penuh?"
Kenzo menjawab dengan sikap yang tenang. Mereka pun menoleh kesana kemari saat memasuki restoran, dan ternyata memang restoran sedang dalam keadaaan yang ramai, sehingga kedatangan mereka menjadi pusat perhatian pengunjung lain. Terlebih lagi banyak orang yang sudah mengenal Kenzo sebagai programer muda yang handal di negara F. Jadi ketika mereka melihat Kenzo secara langsung, tentu banyak orang yang memperhatikannya dan mengambil fotonya. Mereka juga seakan membicarakan Kenzie yang ternyata saudara kembar Zo
"Kenapa aku juga merasa jadi orang terkenal ya? Semua orang seakan memperhatikan aku. Apa karena aku saudara kembarmu?" Kenzie bicara dengan nada yang tenang, dia juga bertanya pada Kenzo seakan merasa bangga
"Ya mungkin karena kamu saudara kembar dari programer handal sepertiku" Kenzo menjawab dengan acuh tak acuh dan juga bangga
"Cih, narsismu semakin parah sekian harinya" Kenzie berdecih kesal melihat sikap narsis Kenzo
"Sepertinya mereka juga bertanya-tanya tentang gadis yang ada disampingmu? Terlihat jelas diwajah mereka kalau saat ini meraka sangat penasaran dengan gadis seperti apa yang jadi pacarmu itu" Rendra bicara dengan sikap yang tenang sambil menatap pada Kenzo dan Safira secara bergantian
"Mungkin jika mereka tahu siapa gadis yang sedang kamu gandeng sekarang... akan terjadi keributan besar disini" Noey menanggapi dengan acuh tak acuh
"Jika Safira melepaskan maskernya, acara makan malam kita akan berubah jadi jumpa fans" Kenzo pun menanggapi dengan sikap yang dingin
"Kamu benar. Itu akan mengganggu waktu kebersamaan kita" Safira pun ikut berkomentar mendengar percakapan Kenzo dan lainnya
"Ini ruangan anda" Pelayan restoran yang menunjukan arah berhenti tepat di depan ruang pribadi yang disediakan untuk Kenzo dan yang lainnya
"Terimakasih" Safira mengucapkan terimakasih setelah pelayan itu membukakan pintu dan mempersilakan mereka masuk
"Jika anda sudah siap memesan, anda bisa membunyikan bel yang ada didalam"
"Baiklah"
"Permisi" Kata pelayan itu lagi sebelum dia pergi
__ADS_1
"Tempatnya lumayan juga" Kenzie bicara setelah masuk dan memperhatikan sekeliling
"Waah ... apa ini sengaja di dekor untuk kita?" Risha pun terpesona setelah melihat sekeliling ruangan yang dihiasi oleh bunga dan lilin
"Yaah hanya sekedar ingin membuat kita mengingat malam ini sebelum aku menikah dengan Safira" Kenzo bicara sambil menatap Safira dengan tatapan penuh kasih dan senyum yang terlihat sangat tampan
"Terimakasih. Oh iya, kamu bilang kita akan ke butik? Jadi kapan kita akan kesana? Tadi kami ingin kesana lebih dulu, tapi kamu tidak memberitahu butik mana yang sudah kamu pesan untuk gaun pengantinku" Safira mengerucutkan bibir saat dia bertanya dengan nada yang manja
"Besok kita akan pergi kesana untuk mencoba gaun pengantinnya. Kamu harus lebih bersabar lagi sekarang"
"O iya, kalian kenal dimana pria yang tadi itu?" Kenzo yang masih penasaran dengan Salim bertanya dengan sikap yang tenang
"Tidak. Dia yang menyebabkan aku jadi begini. Jika saja dia tidak tiba-tiba muncul diarena lintasan ski, maka tidak akan terjadi kecelakaan semacam ini. Tanganku jadi seperti ini karena menghindari dia. Aku tidak ingin membuat orang lain celaka. Untungnya aku cepat dalam mengambil keputusan, jadi aku mengubah arah kakiku. Sayangnya pendaratanku tidak sempurna" Risha menjelaskan bagaimana tangannya bisa terkilir dengan nada mengeluh dan sangat antusias
"Kedepannya jangan lakukan hal seperti itu lagi! Aku tidak suka jika kalian berada dalam bahaya" Kenzo bicara dengan sikap yang dingin dan tegas. Dia sama sekali tidak bisa diajak bercanda. Suasana pun menjadi terasa sangat dingin dan menyeramkan
"I-itu ... sebaiknya kita pesan makanan sekarang saja. Aku sudah lapar" Noey berusaha mencairkan suasana setelah sebelumnya terasa canggung dan mencekam.
"Baiklah, panggil pelayannya kemari" Kenzo pun kembali menenangkan dirinya dan meminta Kenzie memanggil pelayan agar mereka memesan makanan.
Mereka menikmati makan malam mereka dengan canda tawa dan saling berbincang dengan membicarakan banyak hal. Mereka tidak tahu kalau saat ini media sosial dihebohkan dengan berita kalau Kenzo memiliki saudara kembar dan juga telah memiliki kekasih yang identitasnya dirahasiakan.
"Jadi dia punya saudara kembar? Mereka sangat mirip, tapi apa mereka memiliki pemikiran yang sama? Aku penasaran dengannya, bagaimana kalau kita menemui dia nanti?" Steve membaca berita dia media sosial dan bicara sendiri dengan senyum mencibir
"Maaf pak. Kenapa anda ingin melawannya? Bukankah kita memiliki kerjasama dengan perusahaannya? Kita membutuhkan kerjasama ini karena akan berdampak baik bagi perusahaan kita. Perusahaan Anggara kini banyak dilirik karena mereka memiliki pemimpin yang cerdas dan terkenal berani mengambil resiko. Jika anda berurusan dengannya ... kemungkinan kita akan mendapat masalah nantinya" Asisten Steve berusaha mengingatkannya agar tidak melakukan hal yang dapat menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan mereka
"Dia itu hanya anak ingusan yang tidak memiliki pengalaman sama sekali. Kamu tidak perlu sekhawatir itu. Lagipula kita bukan perusahaan sembarangan. Kita bisa melakukan apa saja diluar nama perusahaan. Kamu juga tahu kan kalau perusahaan hanya kedok saja?" Steve bicara dengan santai disertai senyum dengan penuh percaya diri
"Tapi pak, tetap saja kita harus menghindari konflik dengan perusahaan besar agar kita terhindar dari masalah. Dan lagi, pak Kenzo itu seorang programer. Dia adalah ahli dibidang komputer, tidak menutup kemungkinan dia bisa tahu semua hal tentang perusahaan kita"
Plak!
__ADS_1
Steve menampar asistennya dengan keras begitu dia mengingatkan tentang apa yang harus dia lakukan
"Kamu itu hanya bawahan saja! Tidak perlu bersikap seperti kamu tahu segalanya!" Steve berteriak kesal pada asistennya yang kini hanya bisa diam dan mendengarkan dengan sebelah pipi memar
"Maafkan saya pak. Saya sudah lancang bicara pada bapak" Asisten Steve kini menundukkan kepala dan tidak mengatakan apa-apa lagi
"Bagus jika kamu paham posisimu. Ingat kalau kamu tidak berhak mengguruiku. Aku sudah lama menjadi pemimpin perusahaan ini dan kakakku adalah ketua dari kelompok kita. Kamu harus ingat itu!" Steve memperingatkan asistennya agar tidak ikut campur dalam urusannya
"Baik pak, saya mengerti" Ujar asisten Steve mengangguk setuju
"Apakah Kenzo menyelidiki kita?" Tanya Steve setelah dia mulai tenang lagi
"Tidak pak. Saya sama sekali tidak menemukan pergerakan dari perusahaan Anggara" Asisten Steve menjawab dengan sopan
"Baguslah kalau begitu. Aku ingin kerjasama ini berjalan lancar sehingga kita bisa mendapatkan keuntungan dari perusahaan itu. Kita bisa mendapatkan sebuah pengakuan jika kita berhasil kerjasama dengan perusahaan itu. Kita tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan yang ada" Steve bicara dengan sorot mata yang tajam
***
Kenzo dan yang lainnya baru saja kembali setelah makan malam. Mereka bermaksud untuk kembali menghabiskan waktu dengan karaoke
"Ini masih jam 8 malam. Bagaimana kalau pergi karaoke?" Risha menyarankan dengan senyum yang ceria
"Tidak ini sudah cukup. Kota harus pulang sekarang. Besok masih harus mencocokkan gaun pengantin" Kenzo menggelengkan kepala dengan tegas kalau dia menolak rencana Risha
"Kita bisa mencocokkan pakaian pada siang harinya kan?" Risha bersikeras untuk pergi ketempat karaoke
"Tidak bisa. Tanganmu terluka dan Meisya pun belum pulih betul. Kalian masih ingin menghabiskan malam seperti ini?" Kenzo bicara dengan sikap yang dingin
"Tapi Zo... "
"Tidak ada tapi-tapian. Aku ingin keadaan semuanya fit saat hari pernikahanku"
__ADS_1