Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Kedatangan Kenzie Kerumah Pak Arseno


__ADS_3

Seperti yang telah direncanakeun sebelumnya, Kenzie dan Meisya langsung pergi mengunjungi pak Arseno setelah mereka pulang kerja.


"Papa, kenapa Papa meminta kami datang kemari? Apa telah terjadi sesuatu?" Meisya langsung bertanya pada pak Arseno begitu mereka memasuki rumah. Disana terlihat pak Arseno yang sedang duduk disofa sambil menikmati teh dah membaca sebuah buku ditangannya.


"Duduklah dulu. Papa hanya ingin menanyakan sesuatu pada kalian" Pak Arseno yang sedang membaca langsung mengalihkan pandangannya dari buku begitu mendengar suara putri cantiknya. Dia menatap Meisya dan Kenzie yang berjalan ke arahnya dan bicara dengan sikap yang tenang.


"Sebenarnya ada apa, Pah?" tanya Meisya lagi yang semakin penasaran dengan tujuan sang ayah memanggilnya.


Pak Arseno pun meletakkan buku ditangannya dan meraih ponsel miliknya yang tergeletak diatas meja dan menunjukkan sebuah postingan pada Kenzie.


"Tolong jelaskan maksud dari postingan ini? Ini kamu kan?" tanya pak Arseno sambil menunjukkan ponselnya pada Kenzie. Dia terlihat sangat serius dan juga kesal.


"Ini …" Kenzie terkejut saat melihat foto Kenzo dalam postingan itu.


"Zo? Apa dia sengaja mengungkapkan ini? Kenapa dia tidak mengatakannya padaku lebih dulu?" Pikir Kenzie yang menatap layar ponsel pak Arseno dengan tatapan bingung dan dahi berkerut.


"Sebenarnya … itu …" Zie terlihat ragu-ragu saat akan menjelaskan pada pak Arseno mengenai kebenarannya.


"Kenapa? Kamu takut karena kamu ketahuan bersalah?" ujar pak Arseno dengan nada mencibir


"Bagaimana bisa kamu ada dinegara F dan juga disini? Selama ini kamu membohongi kami?" Pak Arseno terlihat bingung saat dia bicara pada Kenzie


"Saya sama sekali tidak takut. Yang ada dinegara F itu bukan saya, melainkan saudara kembar saya, namanya Kenzo. Memangnya anda tidak membaca namanya? Disini tertulis amanya Kenzo Osterin Anggara, sedangkan nama saya, Kenzie Lutherin Anggara. Kami hanya berbeda beberap menit saja" Kenzie menjelaskan pada pak Arseno dengan sikap yang tenang mengenai dirinya dan Kenzo


"Lalu, kenapa kamu membohongiku? Kamu sengaja ingin mempermainkan aku?" Pak Arseno terus bertanya dengan sikap yang sinis pada Kenzie


"Saya sama sekai tidak membohongi anda. Kami memang menyembunyikan identitas kami dari semua orang sebelum kami bisa memegang kendali perusahaan. Orang tua kami sengaja melakukan itu agar bisa melindungi kami dari orang-orang yang hendak berniat buruk" Kenzie kembali menjelaskan dengan sikap yang tenang


"Apa kamu juga sudah tahu ini Mei?" Pak Arseno kini beralih pada Meisya dan menanyakan tentang identitas Kenzie


"Ya, aku sudah tahu Pah. Aku sempat bertemu dengan semua anggota keluarga Kusuma. Waktu itu, saat aku dan Kak Zie pergi ke negara F, kami menghadiri pernikahan Kenzo dimana semua aggota keluarga Kusuma juga berkumpul disana" Meisya pun menjelaskan pada sang ayah apa yang telah dia ketahui

__ADS_1


"Hah, jadi kalian berdua mempermainkanku sejak awal?" Pak Arseno mendengus kesal dengan senyum mencibir dibibirnya.


"Kami sama sekali tidak ada niatan untuk mempermainkan anda. Saya memang berencana memberitahu anda jika identitas asli saya sudah diungkapkan oleh keluarga saya. Sekarang saya memang memegang kendali perusahaan cabang Kusuma, tapi orang tua saya berniat mengungkapkan identitas saya saat saya masuk ke perusahaan utama Kusuma. Ternyata Kenzo malah mengungkap semuanya lebih awal. Semua jadi berantakan gara-gara dia".


Kenzie menjelaskan dengan sikap yang tenang kemudian dia kembali tersenyum santai menanggapi pak Arseno.


"Kalian … kembar?" Pak Arseno kembali bertanya seakan dia tidak percaya dengan apa yang dikatakan Kenzie.


"Benar. Kami berdua kembar. Anda bisa lihat sendiri kalau wajah kami sama persis. Anda …masih tidak percaya?" Kenzie memicingkan mata saat dia berusaha meyakinkan pak Arseno.


Kenzie pun merogoh saku jasnya dan meraih ponselnya, lalu dia menghubungi Kenzo melalui video call.


Tuut tuut tuut


"Ada apa Zie?" Tak lama terlihat Kenzo yang muncul dari layar ponsel Zie


"Zo, kamu sudah lihat kan akibat dari perbuatanmu itu?" Kenzie bicara dengan nada yang kesal


"Apa maksudmu? Jangan menggangguku dengan urusan yang tidak jelas!" Kenzo menanggapi dengan sikapnya yang dingin.


"Postingan? Postingan apa?" Kenzo semakin bingung dengan apa yang dikatakan Kenzie karena dia tidak melihat postingan yang dimaksud.


"Itu, postingan tentang kamu yang mengungkapkan identitasmu. Bukannya kita belum boleh mengungkapkan semuanya? Kenapa kamu sudah membuka identitasmu?" Kenzie terlihat semakin kesal dengan Kenzo yang terus saja bersikap tenang.


"Oh, itu. Itu bukan masalah kan? Lagipula... Kita sudah memimpin perusahaan. Apa lagi yang harus ditakutkan?" Kenzo menanggapi dengan sikap tenang dan acuh tak acuh.


"Apanya yang bukan masalah? Sekarang ini aku sedang terkena masalah karena ulahmu itu"


"Kenapa kamu malah menyalahkan aku? Itu salahmu sendiri yang tidak bisa menyelesaikan masalah" Kenzo pun menanggapi dengan sikap acuh tak acuh


"Kamu ini!" Kenzie sudah sangat kesal dan kehabisan kata-kata untuk menanggapi ucapan Kenzo. Pak Arseno dan Meisya yang berada disebelah Kenzie terlihat bingung dengan hubungan kedekatan diantara keduanya.

__ADS_1


"Haah. Sudahlah. Lupakan. Sekarang aku butuh bantuanmu untuk menjelaskan sesuatu pada ayahnya Meisya" Kenzie kembali bersikap tenang setelah dia menghela napas panjang karena kesal.


"Siapa?". Kenzie tidak menjawab pertanyaan Kenzo, melainkan langsung mengarahkan kameranya pada pak Arseno


"Anda siapa?" Kenzo bertanya dengan sikap yang dingin pada pak Arseno


"Saya Arseno Wilandra, papanya Meisya" Pak Arseno pun menanggapi dengan sikap yang tenang.


"Oh, saya Kenzo, saudara kembar Kenzie" ujar Kenzo yang langsung memperkenalkan dirinya


"Jadi … kalian memang benar-benar kembar?" Pak Arseno bertanya kembali pada Kenzo untuk memastikan kebenarannya.


"Tentu saja. Memangnya Kenzie tidak memberitahu anda?" Kenzo kembali bertanya dengan bingung pada pak Arseno


"Sudah. Hanya saja saya tidak yakin. Karena itu saya kembali bertanya pada anda" pak Arseno terus bicara pada Kenzo dengan sikap yang sopan


"Sekarang anda sudah yakin kan kalau kami ini kembar? Apa ada lagi yang masih ingin anda tanyakan pada saya?" ujar Kenzo dengan sikap yang tenang dan dingin


"Apa kalian benar-benar putri dari bu Cheva?" Pak Arseno terus bertanya pada Kenzo untuk mendapatkan kepastian


"Benar. Kami adalah putra dari Cheva dan Lian. Apa anda juga butuh bukti yang mengatakan kalau kami bagian dari keluarga Kusuma?" Kenzo memicingkan mata saat dia bertanya pada pak Arseno


"Tidak, tidak perlu. Saya sudah percaya kalau kalian berdua anak bu Cheva dan pak Lian" Pak Arseno pun tersenyum canggung menanggapi sikap Kenzo yang dingin


"Zie, apa sudah selesai? Kamu sudah menyita waktuku dengan Safira" Kenzo kembali bersikap dingin pada Kenzie.


"Ya, maafkan aku, tapi ini tidak akan terjadi jika kamu tidak mengungkapkan semuanya sekarang" Zie pun menanggapi dengan sikap yang mencibir.


"Ya. Maafkan aku. Tapi mulai sekarang kamu harus bersiap untuk menghadapi para penjilat yang akan menempel padamu. Tut tut tut".


Kenzo langsung menutup teleponnya tanpa menunggu tanggapan dari Kenzie.

__ADS_1


"Haah … selalu saja seperti itu. Dasar saudara kurang ajar" ujar Kenzie yang mengeluh setelah Kenzo menutup telepon begitu saja


"Ternyata kamu dan saudara kembarmu benar-benar bertolak belakang. Kalian hanya memiliki wajah yang sama. Tapi tidak dengan yang lainnya" ujar pak Arseno senyum mencibir


__ADS_2