
Seperti biasanya Kenzo, Kenzie dan Risha akan bercerita mengenai apa yang terjadi pada mereka saat siang hari. Saat ini mereka sedang melakukan video call
"Sha, ada apa denganmu? Sepertinya kamu terlihat kesal?" Tanya Kenzo setelah melihat raut wahah Risha yang ditekuk
"Entah dia kesal atau sedang bahagia Zo. Saat ini dia sedang dekat dengan dosen muda nan tampan yang jadi incaran banyak mahasiswi dikampus" Kenzie mengejek Risha dengan senyum di wajahnya yang tampan
"Diam kamu Zie! Jangan dengarkan dia Zo. Yang dikatakan Zie itu tidak benar" Risha membantah apa yang dikatakan Kenzie pada Kenzo
"Lalu yang benar apa?" Zo bertanya dengan raut wajah datar dan sikap acuh tak acuhnya
"Yang benar adalah untuk pertama kalianya aku ditampar seseorang" Jawab Risha dengan raut wajah kesal
Seketika raut wajah Kenzo berubah kesal
"Apa? Siapa yang berani menamparmu? Memang apa gunanya Kenzie ada disampingmu?" Ujar Kenzo dengan sikapnya yang dingin
"Hei hei jangan salahkan aku. Aku ini bukan body guardnya ya" Kenzie menolak disalahkan untuk apa yang telah dialami oleh Risha siang tadi
"Setidaknya kamu bisa melindungi seorang perempuan. Dimana harga dirimu ketika melihat gadis disampingmu ditampar orang lain? Kamu tidak malu karena tidak bisa menjaganya? Terlebih dia itu sepupumu" Kenzo mengomeli Zie dengan wajah serius. Risha hanya tersenyum mendengar Zo mengomel. Sudah lama mereka tidak berdebat seperti sekarang ini
"Puas Sha? Puas?" Ujar Zie yang kesal karena melihat risha tersenyum saat Zo sedang mengomel padanya
"Sudah Zo, ini bukan salahnya. Saat itu kami baru saja turun dari mobil, jadi tidak sadar kalau ada seorang yang membenciku mendekati kami. Jika sebelumnya aku sadar kedatangannya maka aku juga pasti bisa melindungi diriku agar tidak ditampar oleh sembarangan orang" Setelah puas melihat Zie yang diomeli Kenzo akhirnya Risha membelanya
"Memangnya siapa yang berani menamparmu?" Kenzo kini terlihat penasaran dengan orang yang berani menampar Risha
"Namanya Arumi, dia itu tunangannya dosen kami" Risha menjelaskan dengan tenang
"Tunangan dosen? Apa hubungannya denganmu? Kenapa dia bisa tiba-tiba menamparmu?" Zo semakin penasaran dan bingung mendengar ucapan Risha
__ADS_1
"Risha sedang dekat dengan tunangannya, jadi dia cemburu" Ujar Kenzie menyela diantara mereka
"Oh, dosen yang dikatakan Zie tadi?" Zo tersenyum menggoda Risha
"Itu tidak benar! Aku dan pak panji hanya sebatas dosen dan mahasiswa yang mengerjakan makalah bersama saja. Aku hanya senang dengan wawasan pak Panji yang begitu luas. Aku bisa membahas apa saja dengannya" Risha tersenyum membicarakan panji
"Apa benar hanya suka saat berbincang saja? Kamu juga bisa membahas masalah perasaan dengannya jika dia masih muda" Zo kembali menggoda Risha dengan wajah datarnya
"Aku serius. Zo, apa kamu tahu kalau Zie memiliki banyak sekali penggemar dikampus? Dia kembali populer setelah membelaku dari Arumi"
"Itu tidak heran karena kami memang tampan" Risha mengerucutkan bibirnya mendengar apa yang dikataan Kenzo
"Ih sungguh narsis! Kamu tidak berhenti mencari kesempatan untuk memuji diri sendiri ya?"
"Apa salahnya? Wajahku dan dia kan sama persis. Jika bukan karena wajah kami yang tampan, lalu apa lagi? tidak mungkin ada yang suka padanya karena sikapnya yang konyol" Kenzo mencibir Kenzie sambil menggelengkan kepalanya
"Apa maksudnya sikapku konyol? Aku lebih menyenangkan dari pada sikapmu yang dingin dan kaku itu" Kenzo dan Kenzie kembali berdebat karena apa yang dikatakan Kenzo
"Sudah-sudah. Kenapa kalian jadi berdebat terus seperti ini?" Risha merasa heran dengan sikap kedua sepupu kembarnya yang terus saja berdebat jika bersama terlalu lama
"Oh iya Zo, bagaimana dengan Ilana? Apa dia membuat masalah denganmu lagi?" Risha mengalihkan pembicaraan dan menanyakan perihal Ilana agar mereka berhenti berdebat.
"Ah iya aku lupa cerita pada kalian kalau wanita gila itu menghasut semua orang dikampus dan mengatakan kalau aku seorang penipu" Kenzie dan Risha saling menatap satu sama lain mendengar apa yang dikatakan Kenzo
"Menghasut? Apa maksudmu?"Tanya Kenzie dengan raut wajah serius
"Dia mengatakan kalau aku telah menipu pihak kampus. Katanya aku ini anak konglomerat yang sengaja merahasiakan identitasku, jadi aku tidak pantas mendapatkan beasiswa. karena itu tadi siang rektor memanggilku keruangannya" Kenzo bicara dengan sikap tenang meskipun sebenarnya dia sangat kesal mengingat Ilana
"Kamu sampai dipanggil rektor? Lalu apa yang terjadi?" Kini Risha yang bertanya karena penasaran
__ADS_1
"Aku mengatakan semuanya. Toh aku tidak menipu mereka, data diri yang ada di kampus tidak ada yang diutupi. Aku hanya tidak mengatakan nama belakng keluarga kita jika ada yang bertanya saja, Dan aku juga mendapatkan beasiswa bukan karena aku orang miskin, tapi karena aku telah melewati tes kelayakan beasiswa itu" Kenzo menjawab dengan sikapnya yang acuh tak acuh
"Benar-benar gila. Rasanya ingin ku jambak rambutnya sampai semua tercabut dari kepalanya" Risha terlihat sangat kesal dengan mengepalkan tangannya greget
"Lalu apa yang akan kamu lakukan Zo? Kamu masih akan membiarkan dia begitu saja? Ini sudah keterlaluan, dia bisa saja melakukan hal yang lebih buruk dari ini" Ujar Kenzie karena khawatir dengan keadaan saudara kembarnya
"Tidak. Aku sudah memeriksa semua informasi mengenai keluarganya. Orang tuanya memiliki perusahaan kecil di negara A dan disini mereka memiliki sebuah pabrik tas. Kurasa aku akan mulai menjatuhkan mereka ke tanah. Aku tidak peduli dengan keluarganya meskipun hanya Ilana yang bersalah padaku. Akan kubuat dia merangkak dijalanan sampai tidak bisa kembali bermimpi indah. Aku sudah muak dengan apa yang dia lakukan" Sorot mata Kenzo terlihat dingin dan begitu tajam. Terlihat jelas di matanya kalau dia sangat marah pada Ilana
"Jika kamu butuh bantuan kami, katakan saja. Kami pasti akan membantumu"
"Ya, kamu tahu kalau kami juga akan selalu membantumu. Kita akan selalu saling bantu dan melindungi, kan?" Risha dan Kenzie berkata sambil senyum dan saling mendukung satu sama lain
"Terimakasih. tentu aku tidak akan pernah lupa janji kita untuk selalu ada satu sama lain"
***
"Apa maksudmu perusahaan kita collaps? Bukannya kemarin masih baik-baik saja?" Seorang pria sangat terkejut ketika mendengar perusahaannya sedang mengalami penurunan . Dia adalah Rudi, pengusaha dari sebuah perusahaan yang selama ini cukup stabil dan tidak pernah mengalami kerugian besar
"Benar pak. Kami juga tidak mengerti kenapa bisa begini. Tapi kami sudah mencari penyelesaiannya, hanya saja belum berhasil" Ujar sang asisten
"Bagaimana dengan bisnis kita di negara F? Apa ada masalah dengan itu?" Tanya Rudi lagi dengan raut wajah khawatir
"Pabrik tas itu masih stabil. Kita sedang mencari designer baru untuk model tas yang akan keluar. bahan baku yang di sediakan juga cukup mudah kita dapatkan" Terang sang asisten pada atasannya
"Kalau begitu, saya akan pergi kesana untuk memeriksa sendiri kondisinya sekaligus menjenguk putri saya yang kuliah disana" Ujar Rudi dengan senyum mengembang dibibirnya
"baik pak. Saya akan atur penerbangan anda nantinya" Jawab asistennya lagi
"Terimakasih. Kamu boleh pergi"
__ADS_1
"Permisi"