Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Kekesalan Risha


__ADS_3

"Hah menyebalkan. Sombong sekali dia! Dia pikir dia itu siapa berani bersikap sombong dengan mengaku memiliki saudara yang mengenal om Lian?!" Risha masih saja kesal mengenai Lusi yang sangat sombong dan berani merendahkannya


"Tenanglah. Kamu sudah menamparnya tadi, apa itu masih belum cukup?" Kenzie bertanya dengan sikapnya yang lembut


"Tentu saja itu belum cukup. Yang pasti aku sangat yakin kalau orang seperti dia itu mudah menyimpan dendam. Dia pasti akan mencari cara untuk membalasku karena telah menamparnya didepan banyak orang" Ujar Risha dengan sangat yakin


"Kalau kamu tahu begitu, kenapa menamparnya?" Tanya Kenzie dengan senyumnya yang tipis


"Karena rasanya tanganku gatal ingin menamparnya. Ingin ku cakar-cakar dia agar tidak berani bersikap sombong lagi. Mentang-mentang dia seorang selebgram lalu bisa bertingkah seperti itu. Huh aku bertaruh kalau tidak ada yang menyukai sifat aslinya. Dia hanya bisa menunjukkan sikap yang baik saja!" Risha masih saja menggerutu meskipun mereka sudah menjauh dari Lusi


"Kamu tidak lelah terus menggerutu? Aku saja lelah mendengarnya" Ujar Kenzie dengan nada menggoda Risha


"Tidak. Aku yakin kalau besoklah pasti akan membuat masalah denganku dikampus!"


"Kalian  berdua sedang apa disini?" Risha dan Kenzie langsung menoleh begitu mendengar suara Lian


"Hai pih"


"Halo om" Risha dan Kenzie menyapa Lian secara bergantian


"Tumben kalian kemari. Ada apa? Kamu kenapa terlihat kesal seperti itu, Sha?" Tanya Lian pada Kenzie dan Risha


"Biasa om, Kenzie punya penggemar baru yang menyebalkan. Dan aku jadi sasaran karena. berada disamping putra om yang ramah ini" Risha menjawab dengan tenang sambil menyindir Kenzie


"Kamu yang setuju kalau aku kesini dengannya. Sekarang kenapa menyalahkan aku?" Kenzie dan Risha pun kembali berdebat


"Sudah hentikan. Sebaiknya sekarang kalian pulang. Ini sudah sore" Ujar Lian dengan sikapnya yang tenang dan dingin


"Baik pih. Sampai jumpa dirumah"


"Daah om" Kenzie dan Risha pun mulai beranjak pergi dari galeri Lian


***

__ADS_1


"Aku senang karena masalah ini cepat selesai. Maafkan aku ya Ra. Aku harusnya tidak menandatangani kontrak dengan pak Gustian. Tapi, sekarang apa yang harus kita lakukan? Kita tidak bisa begitu saja membatalkan kontraknya dan lagi ... istri pak Gustian pasti akan ikut campur karena masalah ini" Mona terlihat bingung saat dia sedang merundingkan masalah yang dihadapi oleh Safira


"Kita tidak bersalah. Aku yakin kalau istrinya mau mendengarkan penjelasan kita" Safira berusaha bersikap tenang menghadapi keluhan Mona sambil membaca naskah drama yang akan dia take sekarang


"Safira!" Safira dan Mona langsung menoleh begitu mendengar suara seseorang memanggil namanya dengan nada kesal


"Kamu yang menyebarkan video ini kan? Kamu sengaja menyebarkan ini untuk mendapatkan peran utama dalam film yang diproduseri oleh pak Gustian, iya kan?" Yulita yang sedang kesal datang ke lokasi syuting Safira dan marah-marah padanya


"Kamu punya bukti apa sampai menuduh kalau aku yang menyebarkan video itu?" Safira bersikap tenang dengan kedua tangan dilipat di dada saat menanggapi Yulita


"Aku tahu dari pak Gustian sendiri. Dia bilang kamu menyebarkan video palsu tentang kami" Yulita langsung menjawab dengan tegas


"Berarti kamu memang berhubungan dengannya ya?" Safira menjawab dengan senyum tipis dan tenang


"Siapa bilang? Kami tidak punya hubungan apa-apa!" Yulita terlihat panik saat Safira bertanya padanya


"Jika tidak punya hubungan apa-apa cukup klasifikasi melalui konferensi pers saja. Apa susahnya?" Safira sangat tenang menanggapinya


"Kamu yang menyebarkan ini jadi kamu yang harus bertanggung jawab untuk masalah ini!" Yulita semakin kesal saat bicara dengan Safira


"Aku … aku tidak tahu apa-apa. Itu sama sekali tidak ada hubungannya denganku!" Jawab Yulita dengan gugup


"Kalau begitu ini juga tidak ada hubungannya denganku. Sudahlah, berhenti menggangguku! Aku harus kembali syuting!" Safira berbalik dan meninggalkan Yulita yang kesal


"Huh dasar gadis murahan!" Ujar Yulita saat beranjak pergi meninggalkan lokasi syuting Safira


"Apa kamu bilang!"


"Sudah, sudah!" Safira yang mendengarnya langsung kesal, namun Mona menahannya agar tidak menyerang Yulita dan membiarkan dia berjalan pergi


"Kenapa kakak menahanku?! Padahal aku ingin sekali menjambak rambutnya itu!" Ujar Safira dengan nada kesal


"Kamu harus segera take, cepat hapalkan dialogmu!" Ujar Mona menenangkan Safira

__ADS_1


***


Keesokan harinya Safira datang ke restoran tempat Kenzo bekerja dan memesan ruangan biasa. Kenzo masuk keruangan itu dengan membawa buku menu. Disana terlihat Safira sedang melamun sambil menatap kearah jendela dengan wajah sedih


"Jika wajahmu ditekuk sambil menatap jendela begitu, itu terlihat seperti kamu baru saja diputuskan pacarmu" Ujar Kenzo mengejek Safira dengan nada bicara yang datar


"Hu … uu … aku memang baru saja diputuskan. Bukan oleh seorang pria melainkan oleh sponsor. Ada seseorang yang memboikot dramaku yang tidak lama lagi akan tayang. Entah siapa dia, tapi yang pasti dia punya keksuasaan sampai bisa melarang dramaku tampil" Safira bercerita sambil merebahkan kepalanya diatas meja dan bibirnya mengerucut manja


Kenzo tersenyum dan duduk didepannya


"Drama yang mana? Apa yang syuting dikampusku itu?" Tanya Kenzo dengan sikap yang tenang


"Benar. Kami sudah bekerja keras dalam membuat drama itu, tapi tidak bisa ditampilkan. Entah sampai kapan itu. Haaah" Keluh Safira sambil menghela napas panjang


"Apa kalian sudah bicara dengan sponsor itu? Bukankah lebih baik menemuinya dan menanyakan alasan dia melarang dramamu tampil?" Ujar Kenzo dengan tangan dilipat didada


"Sutradara sudah menanyakannya namun tidak ada yang bisa melarang sponsor itu. Dia investor terbesar untuk drama ini dan sekarang dia yang melarangnya"


"Bukankah dia akan rugi besar karena dramanya tidak tayang?" Kenzo mengernyitkan dahi heran


"Aku tidak tahu, sepertinya dia tidak suka karena aku yang jadi pemeran utamanya. Mungkin ada hubungannya dengan foto-fotoku sebelumnya sehingga dia menilaiku sebagai artis penuh skandal" Kenzo menganggukkan kepala berkali-kali menanggapi cerita Safira


"Kalau begitu nanti kita temui investor itu dan tanyakan langsung alasan kenapa dia melarang dramamu ditayangkan"


"Apa?!" Safira sangat terkejut sampai dia mengangkat kepalanya dan menatap Kenzo secara langsung


"Kamu yakin mau menemui investor itu? Sutradaranya saja tidak berhasil membujuknya bagaimana mungkin kita bisa berhasil membujuk dia?" Safira terlihat bingung saat Kenzo mengatakan akan menemui investor itu


"Kita tidak akan tahu jika kita tidak mencobanya secara langsung" Ujar Kenzo dengan kedua bahu diangkat bersamaan


"Kamu benar. Kalau begitu akan aku tanyakan alamatnya pada sutradara. Jadi besok kita bisa menemuinya untuk membahas masalah ini"


"Tentu, besok aku akan cuti agar bisa menemanimu pergi"

__ADS_1


"Baguslah kalau begitu. Kalau begitu aku pesan makanan dan minuman. Aku sangat lapar" Safira pun mulai memesan makanan dan minuman untuk makan siangnya


__ADS_2