Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Kami Pacaran Satu Kantor


__ADS_3

Hari ini Meisya cuti bekerja. Dia sedang berada di restoran dan menunggu orang suruhan ayahnya.


"Selamat siang nona. Lama tidak bertemu" Ujar seorang pria paruh baya yang datang bersama beberapa orang dengan setelan jas hitam.


"Lama tidak bertemu paman Har" Meisya menjawab dengan senyum elegan yang terlihat dipaksakan


"Nona sudah bertahun-tahun keluar dari rumah, tapi sepertinya nona baik-baik saja?" Har bertanya dengan sopan dan senyum lembut


"Paman Har, meskipun sudah lama aku tidak pulang kerumah, bukannya paman Har selalu memantau pergerakanku ya?" Meisya bicara dengan senyum mencibir di bibirnya


"Saya tidak bisa membiarkan nona berkeliaran diluar begitu saja. Tuan besar selalu mengkhawatirkan anda" Har bicara dengan senyum dan sikap yang tenang


"Paman, bukannya papa sendiri yang ingin aku mandiri dan mencari pemuda baik-baik? Kenapa sekarang malah memintaku pulang? Aku tidak mau, paman. Apalagi jika papa ingin menjodohkanku dengan pria yang sama sekali tidak aku kenal. Aku … sudah punya pacar" Awalnya Meisya terlihat tenang, namun lama kelamaan dia terlihat gugup


"Nona sudah punya pacar? Apa nona serius?" Pak Har menatap Meisya penuh curiga


"Sudahlah paman, selama ini aku sudah biasa hidup sederhana. Jadi papa tidak perlu mencariku. Dan aku juga tidak mau pulang!" Meisya beranjak pergi dari restoran dan meninggalkan Har sendiri


"Tunggu nona! Nona tidak bisa pergi! Nona harus ikut pulang dengan saya! Jangan biarkan nona pergi!" Har berteriak memanggil Meisya yang hendak pergi meninggalkannya


"Minggir kalian! Aku tidak ingin menggunakan kekerasan!" Ujar Meisya berusaha lolos dari anak buah sang ayah


"Maaf nona, kami tidak bisa melakukan itu!"


Bag bug bag bug


"Kalian menyebalkan!" Meisya pun berlari setelah melawan beberapa pengawal yang dibawa Har


"Bukankah itu Meisya? Siapa yang mengejarnya? Kenapa dia bisa dikejar-kejar begitu?" Kenzie sedang berada diluar kantor. Dia melihat Meisya sedang dikejar beberapa orang.


"Sudahlah kalian menyerah saja dan pulang!"


Meisya bicara sambil melawan mereka satu persatu, namun pengawal tidak benar-benar melawan, karena mereka tidak bisa melukai nona mereka.

__ADS_1


"Tidak bisa nona"


Kenzie yang tidak tega melihat Meisya melawan beberapa pengawal akhirnya turun dari mobil dan berniat membantu Meisya


"Hentikan! Jangan beraninya melawan wanita!" Ujar Kenzie yang langsung turun dan menghadang pengawal di depan Meisya


"Pak Kenzie? Apa yang anda lakukan disini?" Tanya Meisya dengan wajah bingung


"Kamu mengambil cuti kerja hanya untuk berkelahi dengan mereka yang tidak jelas ini?" Kenzie dan Meisya sama-sama dalam posisi kuda-kuda. Mereka berjaga-jaga jika orang-orang dengan setelan jas hitam itu menyerang mereka


"Saya tidak merencanakan ini semua. Tapi sedang apa anda disini dan malah ikut berkelahi dengan saya?" Tanya Meisya lagi bingung


"Hentikan! Anak muda, siapa kamu? Kenapa kamu ikut campur urusan kami?" Har melewati kerumunan anak buahnya dan bertanya dengan lembut namun sorot mata seakan mengancam Kenzie


"Aku punya ide. Tidak mungkin papa memaksamu pulang lagi setelah aku menunjukkan kalau aku punya pacarkan? Jadi aku bisa minta bantuan pak Kenzie" Pikir Meisya dengan senyum licik dibibirnya


"Paman Har, bukannya aku sudah bilang kalau aku punya pacar disini? Karena itu aku tidak mau pulang. Dia ini pacarku dan kami satu kantor" Meisya menjawab dengan senyum lembut sambil menggandeng tangan Kenzie


"Apa?!" Kenzie sangat terkejut dengan mata menatap tajam pada Meisya


Pak Har yang melihat Meisya dan Kenzie saling menatap, menyangka kalau mereka memang benar-benar pacaran.


"Jadi, tuan ini pacarnya non Meisya?" Tanya Har dengan senyum lembut dibibirnya. Kenzie menoleh pada Meisya yang menatapnya dengan tatapan penuh harap


"Haah … Baiklah, aku akan membantumu" Kenzie menghela napas panjang dan mengalah atas permintaan Meisya


"Saya Kenzie Lutherin. Kami memang pacaran satu kantor" Kenzie menjelaskan dengan tenang pada pak Har sambil merangkul Meisya


"Kalau begitu, kami akan mengundang anda untuk makan malam bersama kapanpun anda bersedia" Ujar pak Har dengan senyum yang tak pernah hilang dari wajahnya


"Tentu, suatu kehormatan untuk saya" Kenzie pun menanggapi dengan ramah


"Kalau begitu kami permisi. Nona muda, saya harap anda pulang bersama kekasih anda dan memperkenalkannya pada tuan secepatnya" Ujar Har dengan senyum sopan

__ADS_1


"Iya, iya. Aku mengerti paman" Meisya menjawab dengan acuh tak acuh. Har pun pergi bersama anak buahnya


"Kamu berhutang sebuah penjelasan padaku" Kenzie menatap Meisya dengan sorot mata tajam namun tetap dengan senyum dibibirnya


"Pak Kenzie apa pernah ada yang bilang sesuatu pada bapak?" Tanya Meisya dengan senyum dipaksakan dan sedikit ragu-ragu


"Bilang apa?" Tanya Kenzie dengan wajah datar


"Bapak kalau tersenyum seperti itu terlihat … menyeramkan" Meisya pun menundukkan kepala dengan mata yang tetap melirik Kenzie untuk melihat ekspresi yang ditunjukkan olehnya


"Kamu berani bilang aku menyeramkan setelah mengatakan kalau aku ini pacarmu, hah?" Kenzie bertanya dengan ekspresi serius


"Maafkan aku, jika aku tidak mengatakan itu, mereka akan memaksamu pulang dan bertunangan dengan orang yang tidak aku kenal" Jawab Meisya dengan ragu


"Siapa sebenarnya mereka? Ku pikir mereka itu penjahat, karena itu aku berniat menolongmu. Sepertinya aku salah paham?"


"Apa tidak sebaiknya kita bicara sambil makan?" Tanya Meisya karena mereka masih berdiri di pinggir jalan


"Baiklah, kita pergi ke kafe itu saja" Kenzie menunjuk sebuah kafe dan mereka pun berjalan kesana


"Sekarang ceritakan padaku. Ada apa sebenarnya?" Kenzie melipat kedua tangannya disana dan bertanya dengan sikap yang tenang


"Yang pria tua itu orang kepercayaan Papaku dan mereka pengawal. Aku memutuskan keluar dari rumah saat masuk SMA karena ikut dengan mamaku setelah orang tuaku bercerai. 1 tahun yang lalu mama meninggal dan papa memintaku pulang kerumah. Aku selalu menolak, meskipun aku harus hidup sederhana, tapi aku senang karena memiliki banyak teman.


Tapi akhir-akhir ini papa semakin sering memintaku pulang karena ingin menjodohkanku dengan anak temannya. Karena itu tadi aku bilang kalau pak Kenzie pacarku, jadi papa tidak akan memintaku pulang kerumah lagi" Meisya menunjukkan beberapa ekspresi saat bercerita pada Kenzie


"Jadi sekarang kamu memanfaatkan ketampanan ku untuk urusan pribadimu?" Kenzie bertanya dengan sikap yang tenang


"Pak Kenzie … aku baru tahu kalau bapak ini ternyata narsis sekali. Tapi mau bagaimanapun terimakasih karena tadi sudah membantuku. Aku berhutang budi pada pak Kenzie" Ujar Meisya dengan senyum lembut


"Bukan masalah, tapi apa yang akan kamu lakukan sekarang? Apalagi kamu mengatakan kalau kita ini pacaran" Kenzie bertanya dengan tenang sambil menunggu jawaban Meisya


"Tidak ada apa-apa. Paman Har tidak ada disini, jadi ini tidak akan jadi masalah lagi" Meisya menjawab dengan sikap acuh tak acuh sambil mengangkat kedua bahunya bersamaan

__ADS_1


"Oh baguslah kalau begitu. Aku tidak suka sesuatu yang merepotkan"


"Bapak tenang saja. Ini tidak akan terjadi lagi"


__ADS_2