Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Kekaguman Meisya Pada Kenzie


__ADS_3

Kenzie dan Meisya sedang makan siang bersama. Mereka sudah mulai terbuka dengan hubungan yang sedang mereka jalin. Hanya saja karena gosip promosi kenaikan jabatan Kenzie yang sedang menyebar saat ini membuat mereka berdua terus menjadi pusat perhatian karyawan kantor. Meisya menoleh kesana kemari memperhatikan orang-orang yang seakan memandang mereka dengan tatapan heran dan mencibir.


"Sya, tidak perlu diperhatikan lagi. Sebaiknya habiskan saja makan siangmu" Kenzie bicara dengan manis pada Meisya


"Tapi kak, tatapan mereka yang seakan sedang mencibirmu itu terasa sangat mengganggu. Lihatlah, mereka seperti merendahkanmu karena promosi jabatan yang begitu cepat. Bukankah harusnya mereka kagum ya karena kamu lebih cepat naik jabatan? Itu berarti kakak pantas dan layak untuk mendapatkan promosi" Meisya terlihat sangat kesal saat dia membicarakan orang-orang dengan tatapan mencibir itu.


"Semua orang itu punya pendapat masing-masing, jadi biarkan saja" Kenzie  menanggapi dengan sikap yang tenang dan senyum yang lembut. Dia terlihat sangat dewasa dan berwibawa


"Kak Zie, Kenapa tidak buka identitas kak Zie saja?" Meisya menyarankan dengan senyum ceria seakan dia memiliki ide cemerlang.


Kenzie yang sedang makan langsung berhenti dan meletakkan sendok yang dia pegang.


"Sya, aku mau tanya. Kenapa kamu juga tidak membuka identitasmu yang sebenarnya?" Tanya Kenzie dengan senyum lembut.


"Karena aku tidak ingin semua orang mengatakan kalau aku adalah seorang tuan putri yang tidak memiliki kemampuan apapun, tapi karena status papa aku jadi bisa mendapatlan semua yang aku inginkan. Aku tidak mau itu. Aku ingin diakui dengan kemampuanku sendiri, bukan dengan status yang aku miliki sebagai putri dari pebisnis sukses" Meisya menjawab dengan penuh keyakinan


"Itu maksudku. Aku ingin menunjukkan kalau aku pantas menjadi pemimpin dan penerus perusahaan Kusuma karena kemampuanku. Bukan hanya karena aku adalah keturunan dari keluarga kusuma. Aku ingin membuka mata orang-orang yang menganggap remeh kemampuanku. Aku akan menampar mereka dengan kemampuanku, bukan hanya dengan statusku"


Meisya menatap Kenzie dengan tatapan terpesona


"Sampai kapan kamu akan menatapku seperti itu? Aku juga bisa malu jika kamu terus menatapku begitu" Kenzie bicara dengan sikap yang tenang dan senyum yang lembut. Meisya langsung memalingkan wajahnya karena malu


Drrt drrt drrt


Disaat keduanya sedang serius menikmati makan siang mereka, ponsel Kenzie berdering dan itu panggilan dari Risha


"Risha menghubungiku. Sebentar ya, aku terima dulu" Ujar Kenzie sebelum dia menerima telepon dari Risha. Meisya pun setuju dan menganggukkan kepala.


"Halo"

__ADS_1


"Kenzie ... bisa-bisanya kamu mengatakan tentang hubunganku dan Rendra pada papi!" Risha langsung berteriak pada Kenzie ketika dia menerima teleponnya. Sampai-sampai Kenzie menjauhkan ponselnya dari telinga


"Ya ampun Risha, apa kamu tidak bisa memelankan sedikit suaramu? Aku yakin kamu sedang berada ditempat umum sekarang. Apa kamu tidak malu?"  Kenzie langsung menegur Risha yang bicara dengan keras padanya


"Aku kesal padamu. Aku marah sampai-sampai ingin mencekikmu langsung" Risha menanggapi Kenzie dengan nada kesal  yang manja


"Memangnya apa kesalahanku sampai membuatmu kesal seperti itu?" Tanya Kenzie dengan sikap yang tenang


"Kamu yang mengatakan pada papi mengenai hubunganku dengan Rendra?!" Risha lansung bertanya pada Kenzie dengan nada sinis


"Em… itu ... aku tidak sengaja mengatakannya pada om Diaz saat hubungaku dan Meisya terbongkar oleh mami" Kenzie menjelaskan dengan sedikit ragu sambil mengusap kepala bagian belakangnya sendiri


Meisya memperhatikan Kenzie dan tersenyum melihat sikapnya saat ini


"Jadi kamu mengkhianatiku hanya karena hubunganmu dan Meisya terbongkar? Kamu sama sekali tidak setia sepupu!" Risha terus saja mengomeli Kenzie karena dia kesal


"Ya maafkan aku. Tapi yang benar itu setia kawan, tidak ada istilah setia sepupu" Kenzie berusaha menahan tawa dengan sikap Risha yang menggemaskan


"Ya terserah kamu saja. Memangnya om Diaz menghubungimu? Kenapa kamu sampai marah padaku seperti ini?" Kenzie merasa bingung karena Risha tiba-tiba mengomel padanya


"Bukan hanya menghubungiku. Papi bahkan sampai datang kemari dan menanyakan langsung hubungan kami" Risha kembali menjelaskan meskipun dengan nada sinis


"Om Diaz datang kesana? Heh... aku tahu kenapa, sepertinya itu bukan karena tahu mengenai hubunganmu dengan Rendra kan? Tapi karena kamu diminta pulang, iya kan?" Kenzie bicara dengan senyum mencibir kemudian menebak tujuan Diaz menemui Risha


"Kamu benar. Papi memintaku untuk pulang kerumah utama. Kamu juga sudah tahu masalah ini?" Nada bicara Risha langsung melembut pada Kenzie


"Ya, aku sudah tahu masalah ini. Mereka meminta kita mulai mengambil alih perusahaan. Tapi kamu dan aku lebih beruntung daripada Kenzo"


"Ya, kamu benar. Kenzo harus mengambil alih 2 perusahaan sekaligus. Dan dia tidak bisa menolak sama sekali" Ujar Kenzie dengan nada bicara yang rendah

__ADS_1


"Aku masih memiliki kesempatan memilih. Papi memintaku memilih antara perusahaan Sanjaya dan Taeson Elektronik, tapi tentu saja aku lebih memilih perusahaan Sanjaya"


"Jadi, kapan kamu akan kembali kerumah? Aku bosan selalu dirumah sendiri" Kenzie bertanya dengan nada yang lembut


"Entahlah, mungkin setelah keadaan Rendra membaik. Aku juga harus membicarakan ini dulu dengannya. Karena setelah aku pulang, kami akan memiliki hubungan jarak jauh" Risha bicara dengan raut wajah sedih


"Meskipun jarak jauh, tapi tetap masih bisa dijangkau. Cuma beda kota saja, bukan beda negara" Kenzie bicara dengan nada mencibir


"Hehe iya, aku masih bisa menemuinya meskipun tidak terlalu sering. Hah sudahlah, aku mau masuk kerja. Sampai jumpa" Risha langsung menutup teleponnya dengan Kenzie tanpa menunggu tanggapan darinya.


"Haah anak ini seenaknya saja menutup telepon" Kenzie mengeluh karena Risha menutup telepon begitu saja


"Sepetinya hubungan kalian bertiga sangat dekat ya?" Meisya bertanya dengan senyum tipis sambil menikmati jus buah yang dia pesan


"Ya, kami bertiga dibesarkan bersama dengan didikan yang sama. Tentu saja hubungan kami akan dekat" Kenzie membenarkan dengan nada yang sedikit sombong


"Yang aku tahu sebagai saudara itu selalu ada selisih paham dan sangat jarang sekali saudara yang tinggal satu rumah tapi sangat akrab. Seperti kalian ini"


"Hemn... mungkin karena kami tidak pernah bergaul dengan orang lain? Jadi mau tidak mau selain sebagai saudara, kami bertiga juga sebagai teman" Jawab Kenzo dengan sikap yang tenang


"Memangnya kalian tidak diizinkan bermain dengan anak lain?" Meisya semakin penasaran mengenai hubungan Risha, Kenzo dan Kenzie


"Tidak seperti itu. Awalnya aku dan Risha selalu bermain dengan teman sekolah kami, tapi setelah cukup lama, kami menyadari kalau mereka hanya memanfaatkan kami saja. Kalau Kenzo, dia memang tidak terlalu senang bergaul dengan yang lain. Dia lebih suka sendiri dan bermain dengan game online miliknya" Kenzie menjelaskan tentang kehidupan masa kecilnya.


"Jadi Kenzo memang suka komputer dan game sejak kecil?" Meisya bertanya dengan tatapan tak percaya


"Ya, dia selalu bilang kalau dia ingin jadi programer dan ternyata itu bisa dia wujudkan" Kenzie tersenyum bangga saat menceritakan Kenzo


"Aku iri dengan hubungan kalian bertiga. Karena aku anak tunggal, dan juga papa selalu sibuk jadi aku selalu merasa kesepian" Karena itu aku tinggal diluar rumah

__ADS_1


"Tidak perlu iri karena kamu akan jadi pasanganku. Jadi, Risha dan Kenzo juga akan jadi saudaramu. Kamu akan tahu bagaimana menyebalkannya mereka berdua nanti"


__ADS_2