Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Tentang Identitas Kenzo


__ADS_3

"Apa?" Awalnya Kenzo terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh rektornya, tapi kemudian dia tersenyum


"Bapak tahu kan saya ajukan beasiswa untuk apa? Saya dapatkan beasiswa ini setelah ikut tes dan saya bisa lulus tes itu dengan nilai terbaik. Saya sama sekali tidak menggunakan status saya untuk dapat beasiswa ini" Kenzo terlihat santai namun serius.


"Iya saya tahu, tapi jika kamu anak konglomerat, maka beasiswa itu bisa diberikan kepada orang lain yang butuh kesempatan itu" Jawab Rektor dengan sikap yang tenang


"Bapak tahu dari mana kalau saya anak dari seorang konglomerat?" Sikap Kenzo yang sebelumnya sopan kini terlihat biasa saja kepada rektornya. Bahkan lebih terkesan dingin


"Ada mahasiswi yang memberitahu saya" Rektor tidak ingin memberitahu siapa sumber informasinya


"Ilana?" Tanya Kenzo untuk memastikan dengan mata mendelik sinis


"Ehm... ya, dia memberitahu saya kalau kamu telah menutupi identitasmu yang sebenarnya untuk masuk kampus ini. Apa itu benar?" Ujar rektor dengan sikap tenang


"Saya tidak pernah menutupi identitas saya yang sebenarnya. Bapak tidak pernah memeriksa data pribadi saya? Padahal disana saya menuliskan dengan jelas siapa orang tua saya. Saya hanya tidak menggunakan nama belakang saya untuk hal yang umum. Tapi dalam profil pribadi saya tertulis jelas siapa saya. Dan untuk beasiswa, saya memang ingin membuktikan kalau saya bisa masuk universitas  ini dengan kemampuan saya sendiri. Jika memang saya menggunakan status sosial saya. Saya bisa masuk kemana saja. Bahkan saya bisa membeli kampus mana saja yang saya inginkan" Kenzo menjelaskan dengan sikap acuh tak acuh


Pak rektor mendengarkan penjelasan Kenzo dengan seksama.


"Apa benar kamu mencantumkan nama orang tua kandungmu?"


"Tentu saja. Bapak bisa buktikan sendiri" Kenzo terlihat sangat yakin dengan apa yang dia katakan. Pak rektor pun segera membuka komputer miliknya dan mencari data pribadi Kenzo. Disana tertulis jelas nama Kenzo Osterin Anggara. Dengan nama ibu kandung Chevania Sayna Krisnajaya dan ayah Erliansyah Anggara.


"Kamu ...? Putra dari Cheva anak dari Jingga dan Edward? Kamu salah satu cucu dari Tuan Yudha Arya Kusuma?" Rektor itu sepertinya cukup terkejut dan tidak percaya dengan apa yang telah dia baca mengenai identitas Kenzo


"Ya. Semua itu benar" Jawab Kenzo tenang


"Bukannya kamu bilang, ibumu hanya wanita kantoran dan ayahmu pelukis?" Tanya rektor lagi dengan gugup

__ADS_1


"Mami saya memang wanita kantoran, mami sekarang memegang kendali semua perusahaan Kusuma. Sedangkan papi ... bukannya sudah jadi rahasia umum kalau papi saya seorang pelukis dan juga pebisnis? Anda sendiri pasti tahu kalau papi memiliki 2 perusahaan. 1 dinegara ini, dan satu lagi dinegara A. Papi juga memiliki beberapa galeri seni di negara A" Kenzo menjelaskan dengan sikap yang tenang


"Kamu benar. Apa kamu sengaja menyembunyikan identitasmu?" Tanya Rektor lagi memastikan


"Apa bapak ingin kampus ini heboh karena tahu saya kuliah disini? Jika itu yang bapak inginkan, ya silahkan saja lakukan apapu yang bapak inginkan. Tapi saya tidak suka direpotkan dengan semua orang yang bersikap baik dan terlalu menghormati saya. Karena itu saya tidak pernah menggunakan nama belakang keluarga saya seenaknya. Itu sangat menjengkelkan!" Kenzo bicara dengan sikap acuh tak acuh. Dia benar-benar sudah tidak mempedulikan rektornya lagi.


"Tidak tidak. Jika memang itu yang kamu inginkan, maka saya juga tidak akan menyebar luaskan kalau kamu adalah keturunan dari keluarga Kusuma" Rektor tersenyum canggung saat bicara dengan Kenzo


"Apa masih ada yang ingin bapak tanyakan lagi pada saya?"


"Tidak, kamu sudah boleh pergi sekarang"


"Kalau begitu saya permisi dulu pak. Selamat siang"


"Ya, silahkan" Kenzo pun berdiri dari duduknya dan mulai beranjak pergi meninggalkan ruangan rektor


"Ilana, sepertinya kamu memang ingin bermain-main denganku" Gumam Kenzo dengan sorot mata yang tajam penuh dengan kemarahan. Kenzo pun berjalan pergi meninggalkan ruang rektor dan mencari Ilana


"Apa kalian melihat Ilana?" Tanya Kenzo pada salah satu rekan fakultas Ilana


"Oh, dia disana!" Tunjuk gadis itu pada Ilana yang sedang bersenda gurau dengan rekannya yang lain


"Terimakasih" Kenzo langsung melangkahkan kaki berjalan mendekati Ilana


"Ilana, kita perlu bicara!" Ilana yang sedang berbincang langsung diam dan tersenyum ketika mendengar suara Kenzo


"Oh, Kenzo. Ada apa? Sekarang kamu sudah mau bicara denganku?" Tanya Ilana dengan senyum manja dibibirnya

__ADS_1


"Tidak perlu banyak bicara. Ikut denganku sekarang!" Tanpa basa basi, Kenzo yang sedang kesal langsung menarik tangan Ilana dan membawanya ke salah satu sudut taman kampus yang sepi


"Kenapa zo? Apa sekarang kamu benar-bnear ingin menjalin hubungan dengaku? Apa yang aku katakan benar kan? Kalau kamu pasti akan jadi milikku. Kamu hanya boleh dekat denganku saja. Tidak boleh dekat dengan orang lain. Baik itu teman apalagi pacar. Kamu hanya butuh aku saja" Ilana tersenyum saat mengatakannya pada Kenzo


"Wah, kamu benar-benar sudah gila. Tapi, apa kamu sudah tahu siapa aku sebenarnya?" Kenzo mencibir Ilana kemudian bertanya dengan sikapnya yang dingin


"Tentu aku tahu. Kamu anak dari seorang pelukis dan ibumu seorang wanita kantoran. Aku tahu kalau kamu sama sekali tidak bangkrut kan? Tidak mungkin orang kaya dengan rumah yang begitu megah bak istana bisa bangkrut dengan mudah" Ilana sangat percaya diri begitu dia mengatakan kalau dia tahu identitas Kenzo yang sebenarnya


"Baiklah kalau begitu, karena kamu sudah tahu siapa aku yang sebenarnya maka akan aku tunjukkan apa yang bisa aku lakukan padamu karena sudah mengusik kehidupanku. Aku terima undanganmu untuk bermain denganku" Kenzo melipat tangan di dada dan bicara dengan senyum tipis dibibirnya yang terlihat sinis


"Ap-apa maksudmu?" Sorot mata Kenzo yang tajam membuat Ilana merasa terintimidasi dan mulai gemetar


"Kamu ingin bermain denganku, kan? waktu itu aku memberikanmu kesempatan dengan hanya menembakkan tembakan peringatan di dekat kakimu. Sekarang, aku tidak akan melakukan itu. Akan kuhancurkan keluargamu sampai kamu merangkak dihadapanku" Ujar kenzo yang langsung beranjak pergi dari hadapan Ilana


"Apa yang dia katakan? Harusnya dia bersamaku agar rahasianya tidak terbongkar kan?" Gumam Ilana yang masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi.


Kenzo mulai membuka laptopnya dan mencari semua informasi mengenai Ilana


"Hemn... harus aku apakan kamu ya? Kamu sangat terobsesi denganku. Apa harus aku ambil semua milikmu? Atau … membuatmu melihatku dengan gadis lain?" Kenzo berpikir sambil membaca informasi mengenai Ilana


Tring


Saat Kenzo sedang memikirkan cara membalas Ilana ponselnya bergetar, Ada sebuah pesan masuk ke ponselnya


"Apa kamu bekerja hari ini? Sebentar lagi acaraku dimulai. Kamu bisa nonton langsung siarannya" Kenzo tersenyum ketika membaca pesan itu kemudian membalasnya


"Aku bekerja nanti sore, saat ini aku masih berada dikampus. Aku akan lihat acaramu"

__ADS_1


__ADS_2