
Prang!!!
"Aaah!" Saat malam terasa hening, terdengar sebuah batu memecahkan kaca jendela Arumi
"Arumi, apa kamu baik-baik saja?" Sang ayah langsung berlri ke kamarnya setelah mendengar suara pecahan kaca dan teriakan putrinya
"Papa!" Arumi yang terkejut langsung memeluk sang ayah
"Kamu tidak papa? Tenanglah, sekarang sudah tidak ada apa-apa" Ujar sang ayah yang kini memeluk Arumi
"Apa itu?" Gumam pak Tegar yang melihat sebuah kertas membungkus batu . Dia berjalan dan mengambil gulungan kertas itu
"Ini baru permulaan. Kamu telah membuatnya celaka dan membuat nyawanya hampir melayang. Akan aku buat hidupmu seperti di dalam neraka" Pak Tegar mengernyitkan dahi membaca pesan yan tertulis dalam secarik kertas itu
"Rumi, apa maksud pesan ini? Apa yang telah kamu lakukan sampai membuat seseorang membencimu seperti ini?" Tanya pak Tegar dengan raut wajah bingung
"Ak-aku tidak melakukan apa-apa pah. Aku tidak mengerti apa yang papa maksud" Arumi yang masih panik berusaha menyembunyikan apa yang dia lakukan pada sang ayah
"Bacalah ini!" Pak Tegar pun memberikan kertas itu pada Rumi agar doa membcanya sendiri
"Ini ... aku tidak tahu pah. Aku sama sekali tidak mengerti dengan apa maksud dari orang ini. Ini pasti pekerjaan orang iseng yang membenciku. Aku tidak tahu kenapa tapi aku tidak melakukan kesalah apapun" Jawab Arumi sambil menggelengkan kepala berkali-kali disertai tetesan air mata yang mulai jatuh membasahi kedua pipinya
"Apa kamu bicara yang sebenarnya? Kamu tidak menyembunyikan papun dari papa kan?" Tanya pak Tegar dengan tatapan curiga
"Benar pah. Aku sama sekali tidak berbohong pada papa. Aku memang tidak melakukan apapun" Arumi berusaha tersenyum meskipun itu terlihat canggung
"Karena kaca jendelanya pecah, sebaiknya kamu gunakan kamar lain dulu saja. Besok papa akan meminta tukang untuk memperbaiki jendelanya" Ujar Pak Tegar dengan nada bicara yang lembut
"Baik pah. Papa juga istirahatlah, aku sudah baik-baik saja" Ujar Arumi pada sang ayah
"Ya sudah papa temani ke kamar lain" Arumi mengangguk setuju menanggapi ucapan sang ayah. Mereka pun beranjak pergi ke kamar lain
"Kamu benar baik-baik saja?" Tanya pak Tegar yang maish sangat khawatir meninggalkan Arumi dikamar lain sendiri meskipun sekarang jarak kamar mereka tidak jauh
__ADS_1
"Iya pah. Jika ada sesuatu aku pasti panggil papa" Arumi berusaha untuk tersenyum dan menenangkan sang ayah
"Ya sudah. Kalau begitu papa akan kembali ke kamar. Selamat malam"
"Selamat malam pah" Pak tegar pun mulai beranjak pergi dari kamar Arumi untuk kembaili kekamarnya
"Sebenarnya siapa yang melakukan ini? Apa Risha yang melakukan ini padaku? Tapi dia pasti masih dirawat dirumah sakit, bagaimana mungkin dia bisa menerorku? Apa dia meminta seseorang datang menjemputku untuk menerorku seperti itu? Awas kamu Risha, aku tidak akan diam saja setelah kamu melakukan ini padaku" Gumam Arumi dengan sorot mata penuh kebencian
***
Keesokan harinya Rendra datang ke resort milik pak Tegar untuk menginap disana
"Kenzo sialan. Dia selalu saja seenaknya padaku. Ku kira saudara kembarnya juga akan mendukungku, ternyata mereka sama saja. Mereka sekarang malah menjadikan aku umpan untuk kepentingan mereka. Menyebalkan!" Rendra menggerutu karena Kenzo dan Kenzie tetap memintanya untuk menginap di resort milik Arumi dan membuat keonaran disana
Tuut tuut tuut
"Halo"
"Ren, kamu sudah berada dikamar belum?" Tanya Kenzo dengan nada bicara yang datar
"Kamu rusak shower untuk pengaturan air panas dan dinginnya" Pinta Kenzo lagi dengan sikap yang tenang
"Setelah itu kamu pergi ke kamar sebelah dan rusak juga sesuatu di kamar itu. Rusak sebanyak apapun yang kamu bisa. Tapi aku yakin kalau kamu bisa melakukan ini. Ini pekerjaan mudah untukmu, iya kan? Secara kamu ini kan pembuat onar" Kami lni Kenzo bicara dengan nada acuh tak acuh, seakan dia merendahkan Rendra
"Hei hei, bukannya yang pembuat onar itu kamu? Kamu kan yang selalu memintaku untuk membuat keributan?" Rendra dengan sikap sinisnya kembali berdebat dengan Kenzo
"Hentikan, sekarang lakukan yang aku minta. Tapi sebelum itu aku akan merusak dulu CCTV yang ada disana. Jangan melakukan apapun sebelum aku memberikan instruksi untuk melakukannya!" Ujar Kenzo dengan sikapnya yang tegas
"Ya ya baiklah" Kenzo dan Rendrapun mengangguk setuju kemudian mematikan sambungan telepon diantara mereka.
Kenzo mulai mematikan satu persatu CCTV dari laptop miliknya. Dia begitu cekatan sampai tidak membutuhkan waktu yang lama untuk melakukan itu
"Sudah aku matikan semua. Kamu bisa bergerak sekarang! Lakukan secepat mungkin sebelum mereka sadar kalau CCTV di resort mereka mengalami kerusakan!" Tulis Kenzo pada pesan singkat yang dikirimnya pada Rendra
__ADS_1
"Haah ... merepotkna sekali" Gumam Rendra yang kemudian mulai mengendap keluar resort. Dia mengawasi kamar disebelahnya lebih dulu
"Kebetulan sekali. Mereka malah keluar saat malam-malam begini" Gumam Rendra pada tamu dikamar sebelah. Dia pun lebih leluasa melakukan semua yang harus dia lakukan.
"Rusak ini saja lah" Gumamnya melihat remot AC yang tergeletak. Akhirnya dia merusak remotnya
"Kamar selanjutnya" Gumamnya sembari mengendap keluar untuk mencari kamar lain
"Sekarang apa yang harus aku rusak?" Pikir Rendra dengan sebelah tangan menyangga dagu setelah dia berada dikamar selanjutnya. Dia menoleh kesana kemari mencari apa yang harus dia rusak
"Aha! tempat tidur" Rendra membuat sedikit sobekan dengan pisau buah yang ada di meja kemudian mrobeknya jadi lebih besar
Breeek!!
Ceklek
"Wah ada yang datang" Dengan cepat Rendra melompat ke jendela yang masih terbuka, lalu menutupnya dengan hati-hati
"Apa keluhan dari 3 kamar sudah cukup?" Pikir Rendra sebelum kembali ke kamarnya
"Tambah 1 kamar lagi saja" Rendra beranjak menuju kamar lain yang berjarak sekitar 4 kamar dari kamarnya
"Yang ini saja" Gumamnya berada di depan kamar lain. Rendra kembali mengawasi situasi kamar itu sebelum mulai rencananya. Terdengar suara air yang sedang mengalir
"Sedang mandi. Harus cepat!" Rendra kembali membuka jendela secara hati-hati untuk masuk kedalam kamar
"Kali ini apa?" Pikirnya lagi sebelum merusak sesuatu yang mudah disadari tamu resort
"Pengering rambut dan piyama" Rendra melihat pengering rambut di atas meja rias dan juga sepasang piyama yang tergeletak di tempat tidur. Diapun merusak kabel pengering rambut dan membuat lubang pada piyama tersebuh
"Selesai. Sekarang kamarku sendiri" Ujarnya yang hendak kembali ke kamar lalu merusak shower dan juga tempat buang air. Rendra memasukkan kain untuk menyumbat saluran airnya
"Sudah selesai. Aku sudah merusak barang-barang di empat kamar, termasuk kamarku. Karena sekarang sudah malam, mereka mungkin akan mengajukan pengaduan pada kamar mereka besok" Tulis Rendra sebagai balasan pesan untuk Kenzo
__ADS_1
"Akhirnya, aku bisa tidur nyenyak setelah hari yang melelahkan itu" Gumam Rendra yang berada di kamarnya lagi. Karena merasa lelah, Rendra langsung melemparkan tubuhnya ke atas tempat tidur
"Haah... kuharap kamu tidak menggangguku kali ini" Gumam Rendra sambil memejamkan mata