
Saat ini Risha sedang berada diruang pak Daniel untuk mengkonfirmasi masalah fotonya dan Diaz yang tersebar luas dikantor.
"Bu Risha, ada perlu apa anda sampai datang keruangan saya? Sepertinya ada masalah penting" Daniel bertanya pada Risha dengan nada bicara dan tatapan yang sinis
"Pak Daniel, apa maksud anda membuat gosip kalau saya mendapatkan posisi ini karena naik keatas tempat tidur petinggi perusahaan? Dan kenapa juga anda menyebarkan foto saya dan pak Diaz? Sepertinya saya tidak memiliki masalah apapun dengan anda?" Risha bertanya dengan sikap yang tegas.
"Bagaimana bisa anda menuduh saya yang telah melakukan hal seperti itu? Apa anda punya buktinya?" Daniel pun menanggapi dengan sikap yang tenang dan senyum yang terkesan mencibir Risha.
"Saya tahu hal itu dari salah satu karyawan disini yang mengatakan kalau anda yang pertama kali memberitahu mereka setelah melihat saya dan pak Diaz makan siang bersama. Apa anda termasuk orang yang berpikiran sempit mengenai kedekatan orang lain?" Risha tetap berusaha tenang menghadapi sikap Daniel yang menyebalkan. Dia bicara dengan sikap yang tegas dan elegan.
"Hah ... anda langsung percaya begitu saja tanpa adanya bukti yang jelas? Bagaimana jika dia yang berbohong? Lagipula saya tidak suka ikut campur dengan urusan orang lain " Daniel tetap bersikap tenang, dia justru berusaha menyudutkan Risha dengan ucapannya
"Eum ... saya rasa anda tidak bisa menuntut saya dengan tuduhan pecemaran nama baik, karena saya bertanya langsung pada anda dan tidak mengatakan hal apapun pada orang lain. Berbeda dengan anda yang langsung mengatakannya pada orang lain tanpa mengkonfirmasi dulu kebenarannya pada saya. Jika yang saya katakan ini benar, maka saya yang bisa menuntut anda atas pencemaran nama baik, perlakuan tidak menyenangkan dan juga fitnah" Risha bicara dengan penuh percaya diri dan senyum yang manis
"Bukti apa yang anda miliki untuk menjerat saya?" Tanya Pak Daniel yang kembali menantang Risha
"Bukannya anda mengambil foto saya? Anda masih menyimpannya diponsel anda kan? Saya rasa itu bisa djadikan bukti. Kalaupun saya tidak memiliki bukti nyata, saya bisa membuat bukti itu ada" Risha kembali bicara dengan senyum tipis dibibirnya meskipun kata-katanya penuh dengan ancaman
"Anda pikir saya takut? Saya sama sekali tidak takut dengan ancamam anda. bu Risha" Daniel menanggapi dengan sikap yang mulai kesal
__ADS_1
"Haah ... Begini saja. Bagaimana kalau kita bertaruh saja?" Daniel memicingkan mata menunggu Risha menyelesaikan ucapannya
"Saat ini kita sedang mencari investor untuk produksi film terbaru kita. Bagaimana kalau kita bertaruh untuk mendapatkan investor itu? Jika anda mendapatan investior itu lebih dulu, maka saya akan melakukan apapun yang anda minta, Tapi jika saya yang mendapatkan investor lebih dulu, maka anda harus mengklarifikasi pada semua orang kalau gosip yang beredar di dikantor itu salah besar dan saya memang memiiki kemampun untuk menduduki posisi ini. Bagaimana?" Risha terdiam dengan senyum percaya diri menunggu jawaban Daniel yang terlihat sedang mempertimbangkan apa yang tawarkan Risha
"Heum .. baik, saya setuju. Berapa lama batas waktu yang ditentukan untuk mendapatkan investor ini? Anda tahu sendiri kan kalau film baru kira tidak akan bisa dimulai tanpa investor? Bagaimana kalau kita lakukan dalam satu bulan kedepan? Tidak, satu setengah bulan saja, karena kita juga harus menyusun proposal penawaran terlebih dulu" Daniel menyarankan dengan penuh pertimbangan
"Emn ... baik saya setuju. Siapa dari kita yang mendapatkan investor sebelum satu setengah bulan kedepan, maka dia pemenangnya" Risha dan Daniel pun saling berjabat tangan menyetujui kesepakatan mereka
***
Safira sedang bersama dengan Tiara dan Mona dirumahnya. Mereka sedng membicarakan mengenai karir safira kedepannya
"Kak Mona, aku tahu kalau kakak pasti sedih, tapi sebelum kak Fira operasi, dia sudah memberitahukan kemungkinan ini akan terjadi padaku. Kak Fira hanya tida ingin kakak sedih dan khawatir saja. Kak Fira kan sebelumnya memberitahu kak Mona kalau kemungkinan sembuhnya hanya 10% saja. Jika itu tidak berhasil, maka hanya ada 2 kemungkinan saja yang bisa saja kak Fira alami. Kehilangan nyawa dan kehilangan ingatan. Aku bersyukur kalau kak Fira hanya kehilangan ingatannya saja" Tiara menjelaskan dengan derai air mata membayangkan bagaimana perjuangan safira untuk sembuh dan juga bagaimana kondisi safira saat menerima pengobatan
"Fira, sekarang aku ingin bertanya padamu. Apa kamu masih ingin menjadi artis atau tidak? Kamu memang memiliki bakat dalam akting namun sekarang semua terserah padamu karena kamu tidak bisa lagi mengingat semua itu. Jika kamu masih ingin menjadi artis maka kita adakan konferensi pers untuk memberitahu semua orang mengenai bagaimana kondisimu" Mona bertanya pada Safira setelah dia menghapus air matanya
"Aku … tetap ingin jadi artis" Safira menjawab dengan penuh keyakinan dimatanya
"Bagus, kalau begitu. Kita akan mulai dengan mempersiapkan konferensi pers dan bertanya pada investor, apa mereka masih mau menggunakanmu sebagai artisnya atau tidak. Mungkin sekarang kamu bisa santai dulu. Setelah konferensi pers digelar, kamu pasti akan sangat sibuk" Ujar Mona sedikit menjelaskan
__ADS_1
"Tapi kak Mona, Mungkin … Aku dan Kenzo akan segera menikah"
"Apa?! Kamu sudah yakin? Saat ini kan kamu tidak bisa mengingat apapun?" Mona sangat tekejut mendengar keinginan Safira untuk menikah muda
"Benar, aku tetap ingin menikah. Sekarang aku sudah tidak memiliki ingatan apapun. Aku juga tidak tahu apa-apa sama sekali, dan Kenzo bilang … dia akan mengisi kembali semua ingatanku dengan kenangan yang indah. Lagipula, Kenzo sangat tampan dan baik, sayang sekali jika aku tidak segera memiliki dia sebagai pendampingku, bisa jadi dia berlari kesamping gadis lain nantinya" Safira bicara dengan senyum tipis dibibirnya dan nada yang sedikit menggoda Tiara dan Mona
"Tidak mungkin kalau Kenzo berpaling ke hati yang lain. Meskipun kalian belum lama pacaran, tapi kalian sudah lama saling mengenal satu sama lain" Ujar Mona meyakinkan Safira
"Benar. Kak Zo selalu berada disamping kak Fira, aku yakin kalau kak Zo tidak akan pernah mengkhianati kak Fira nantinya" Tiara pun ikut berpendapat mengenai Kenzo
"Ya aku tahu itu. Karena itu meskipun aku tidak mengingat dia, tapi aku yakin kalau aku akan hidup bahagia dengannya" Safira terlihat sangat yakin saat dia menceritakan tentang Kenzo. Senyum manis pun tidak pernah hilang dari wajah cantiknya
"Kapan kalian akan menemui kakek dan nenekmu? Tapi mungkin sebelum kamu pergi bertemu mereka, kita akan merilis dulu kabar tentang penyakitmu. Banyak tawaran film yang datang padamu, tapi aku tidak akan menjawab mereka dulu. Aku ingin mereka tahu dulu mengenai kondisimu sekarang. Kurasa itu lebih baik untuk menghindari konflik nantinya. Secara ada beberapa artis yang tentunya akan mencari kesempatan untuk menjatuhkanmu" Mona menjelaskan mengenai tindakan apa yang akan dia ambil nantinya
"Ya, aku menyerahkan itu pada kak Mona. Terimakasih. Aku tidak mengingat apapun tentang kalian, tapi kurasa aku tidak memiliki masalah dan aku merasa nyaman dengan kalian berdua" Ujar Safira dengan penuh rasa terimakasih
"Oh ya, kamu harus ingat untuk berhati-hati dengan artis yang bernama Catherin. Dia adalah teman lamanya Yulita. Tiara, kamu ingat kan apa yang harus kamu lakukan jika ada teman Yulita di dekan Safira? Kamu harus menjaga dan menjadi ingatan untuk Safira kedepannya" Kini Mona berpesan pada Tiara dengan wajah serius
"Ya kak, aku sudah lama disamping kak Safira, tentu aku tahu mana rekan sesama artisnya yang baik dan juga yang tidak baik"
__ADS_1
"Bagus. Kalau begitu aku bisa tenang meskipun Safira tidak mengingat apapun"