
Karena Kenzo dan Fredi tak kunjung sampai ke lokasi akhir balapan, akhirnya beberapa orang teman Fredi mencarinya dengan menyusuri lokasi balapan untuk mengecek apa yang terjadi.
"Itu Fredi!" Salah satu dari mereka berteriak dan menunjuk ke arah Fredi yang tergeletak dipinggir jalan dengan posisi kaki tertimpa motor yang ringsek.
"Cepat panggil ambulance! Bantu singkirkan dulu motornya!" Salah satu temannya pun memanggil ambulance dan yang lain memindahkan motor yang menimpa kaki Fredi.
"Tapi, kemana pembalap satu lagi pergi? Apa dia yang melakukan semua ini?" Mendengar apa yang dikatakan temannya, mereka mulai menoleh kesana kemari dan mencari keberadaan Kenzo.
Saat ini Kenzo sudah dalam perjalanan kembali ke hotel. Dia tersenyum sepanjag perjalanan hingga tak lama dia tiba dihotel tempatnya dan Safira menginap. Kenzo langsung naik ke kamarnya setelah dia memarkirkan motor. Dia berjalan dengan sangat tenang dan gagah. Yang berjaga di hotel malam hari hanyalah karyawan pria, namun melihat ketampanan dan gaya berjalan Kenzo, tentu saja para pria juga tak bisa memalingkan wajah mereka begitu saja dari Kenzo.
Ceklek
Kenzo langsung masuk ke kamar menggunakan kunci cadangan karena dia tidak ingin mengganggu waktu istirahat Safira. Namun begitu dia masuk ternyata Safira masih terjaga dan menunggunya.
"Akhirnya kamu kembali.. Aku sangat cemas padamu" Safira langsung berlari kepelukan Kenzo ketika dia mendengar suara pintu terbuka.
"Kamu belum tidur? Ini sudah sangat larut, kenapa masih menungguku?" Kenzo bertanya dengan lembut. Safira pun melepaskan pelukannya pada Kenzo
"Aku menunggumu. Aku takut terjadi sesuatu padamu" Safira menatap mata Kenzo dengan raut wajah khawatir. Mata Kenzo yang hitam seperti mengeluarkan cahaya, Safira tenggelam dalam kelembutannya. Mata itu sangat cantik seperti sebuah manik-manik.
"Aku sudah janji padamu kalau aku tidak akan terluka, jadi kamu harus percaya padaku" Kenzo mengusap lembut pipi safira sambil tersenyum
"Setelah urusanku selesai, kita akan mencari dokter terbaik untukmu. Aku ingin kamu mulai pengobatan"
Safira langsung menundukan kepala sedih mendengar permintaan Kenzo.
"Tapi Zo, bagaimana jika setelah operasi selesai, aku malah melupakanmu? Aku tidak ingin hal itu terjadi, karena itu aku lebih memilih untuk tidak operasi dan mengingat semua tentangmu sampai akhir"
Mata Safira mulai berkaca-kaca. Tidak bisa terbayangkan jika harus melupakan orang yang paling berati dalam hidupnya.
"Aku sudah bilang, meskipun kamu melupakan aku dan semua tentang kita, tapi aku mengingatmu dan semua kenangan kita. Aku akan menceritakan kembali semua kenangan kita dan bila perlu, aku akan membuat kenangan yang sama lagi agar kamu juga memiliki memory yang sama" Dalam dekapannya yang hangat, Kenzo mengecup pucuk kepala Safira.
"Bagaimana jika aku terus melupakannya lagi dan lagi?"
"Maka aku akan mengulangnya lagi agar kamu mengingatnya. Selain itu aku akan membuat kenangan indah yang baru agar kamu juga tidak terfokus pada kenangan lama"
"Zo, terimakasih. Aku bersyulur karena aku memilikimu. Aku tidak bisa bayangkan jika aku tidak memilikimu disampingku. Mungkin aku tidak akan memiliki semangat hidup. Aku ... aku ..."
"Hentikan. Sudah cukup. Aku tidak akan membiarkanmu pergi meninggalkanku.. Meskipun kamu ingin menjauh, aku akan mengejarmu. Meskipun kamu bersama laki-laki lain, aku tidak peduli, karena aku akan menghabisinya agar dia tidak bisa bersama denganmu. Aku akan tetap ada disampigmu, bagaimanapun caranya"
Kenzo kembali menarik Safira yang menangis dalam dekapannya. Membiarkan sang kekasih meluapkan semua ketakutan yang sekarang ini dia miliki
"Sudah malam, sebaiknya kita istirahat. Besok kita akan pergi kerumah sakit untuk melihat kondisi Fredi. Entah dia selamat atau tidak, yang pasti kita akan tetap kesana" Safira mengangguk dalam dekapan Kenzo
__ADS_1
***
Wiu wiu wiu
Fredi dilarikan kerumah sakit setelah kecelakaan motor. Dia dibawa dengan ambulance dan teman-temannya mengikuti dari belakang.
"Kita butuh donor darah. Pasien kehilangan banyak darah!" Dokter dak suster sedang panik dengan kondisi Fredi yang kritis
"Baik dok" Suster pun bergegas ke bank darah untuk meminta darah yang dibutuhkan. Dia membawa 3 kantong darah untuk Fredi
"Dimana kakakku?! Katanya dia kecelakaan?!" Pricilla bertanya dengan panik dan berderai air mata pada teman-teman kakaknya
"Dia sedang diruang operasi. Kami tidak bisa menunggumu karena Fredi butuh penanganan secepatnya" salah satu temannya menjelaskan kondisinya
"Sebenarnya apa yang terjadi? Bagaimana bisa kak Fredi mengalami kecelakaan?" Pricilla kembali bertanya untuk menghilangkan rasa penasarannya
"Dia … mengikuti balapan liar"
"A-apa?! Balapan liar?!" Pricilla terkejut dan tak percaya mendengar apa yang dikatakan teman kakaknya itu
"Ya, hadiahnya 500jt. Jadi Fredi menerima tantangan itu. Kami tidak tahu bagaimana dia nisa mengalami kecelakaan dan pembalap yang menantangnya juga tidak ditemukan"
Kaki Pricilla tiba-tiba terasa lemas. Belum sembuh ayahnya dari insiden yang menimpanya, sekarang kakaknya pun mengalami kecelakaan
***
Keesokan harinya Kenzie mendapatkan promosi untuk kenaikan jabatan. Cheva sengaja melakukan itu agar dia mulai mengambil alih perusahaan
"Kamu sudah dengar? Katanya pak Kenzie akan mendapatkan promosi kenaikan jabatan. Menurutmu bagaimana ini bisa terjadi? Dia belum lama masuk ke perusahaan ini sebagai manajer produksi. Apa iya dalam waktu singkat begitu dia langsung naik jabatan?"
"Aku juga tidak mengerti. Jelas-jelas karyawan di perusahaan ini sangat sulit untuk naik jabatan. Mereka benar-benar harus kompeten agar bisa menempati posisi jabatan di perusahaan ini. Apa dia main belakang ya?"
"Bagaimana caranya dia main belakang? Jelas-jelas pak Kenzie memang memiliki leadership yang tinggi dan juga pandai dalam mengatur strategi. Dia bisa menaikkan hasil produksi kita dan mengurangi jumlah kerugian"
"Lagipula bu Cheva tidak akan membiarkan ada kecurangan diperusahaannya. Kalian tahu sendiri kan bagaimana bu Cheva?"
"Benar, benar. Tidak mungkin pak Kenzie main belakang. Jika dia melakukan itu masa depannya bisa hancur"
"Apa kak Kenzie sudah dengar apa yang menjadi pembicaraan utama hari ini?" Meisya sedang berada diruangan Kenzie dengan sebuah dokumen ditangannya
"Apa yang sedang mereka bicarakan sekarang?" Kenzie bertanya dengan senyum lembut sambil memeriksa dokumen yang dibawa Meisya
"Katanya kakak main belakang untuk bisa naik jabatan. Kenapa mereka bisa berpikir begitu? Bukannya terdengar aneh jika laki-laki main belakang? Atau mereka melihat kak Kenzie sebagai pria penggoda?"
__ADS_1
Kenzie terkejut matanya membelalak menatap Meisya.
"Pria penggoda? Apa maksudnya itu? Jangan hanya karena aku tampan jadi kamu bilang aku begitu?" Kenzie bertanya dengan nada yang menggoda Meisya
"Ya, mungkin saja, dibelakangku kak Kenzie itu menggunakan wajah kak Kenzie untuk menggoda perempuan" Meisya bicara dengan acuh tak acuh. Dia menggoda Kenzie dengan sesekali mengangkat kedua bahunya bersamaan.
Kenzie berdiri dari kursinya dan berjalan memutari meja mendekati Meisya
"Seumur hidupku, aku tidak pernah menggoda gadis manapun. Aku hanya pernah menggoda satu gadis saja. Itupun gadis yang begitu berani mengatakan kalau aku pacarnya jadi aku kembali menggodanya agar dia benar-benar jadi pacarku. Aku hanya pernah menggodamu saja. oh tidak. Aku pernah menggoda gadis lain"
Wajah Meisya yang sebelumnya tersipu, langsung berubah kesal
"Gadis lain?"
"Ya, gadis itu tumbuh bersama denganku dan Kenzo. Kami makan bersama, tidur bersama. menghabiskan waktu bersama, semuanya kami lakukan bersama"
"Siapa gadis itu? Dimana dia sekarang? Kenapa kalian tidak sama-sama lagi?!" Terlihat wajah Meisya yang kesal, wajahnya merah karena dia berusaha menahan emosinya yang meluap.
Kenzie tersenyum. Dia menatap wajah Meisya yang merah.
"Apa kamu cemburu?" Kenzie bertanya dengan senyum menggoda
"Ma-na ada? Aku sama sekali tidak cemburu" Meisya memalingkan wajahnya dan berusaha menangkis apa yang dikatakan Kenzie. Namun wajahnya yang panik justru membuat Kenzie samikin ingin menggodanya.
"Aku bersama dengannya selama beberapa tahun. Bahkan hampir seumur hidupku aku bersamanya. Yang pasti aku sangat menyayanginya. Selain mami, dialah yang wanitayang paling dekat denganku di dunia ini"
Wajah Meisya semakin kesal. Tangannya mengepal dengan keras mendengar Kenzie menceritakan gadis lain dihadapannya
"Hahaha ekspresimu sangat lucu hahaha" Kini Meisya bingung demhan Kenzie yang tiba-tiba tertawa
"Apanya yang lucu?" Tanya Meisya bingung dan juga kesal
"aku baru tahu kelau ekspresimu saat cemburu sangat menggemaskan. Hahaha... Tidak perlu khawatir. Posisimu tidak akan mungkin tergantikan oleh gadis manapun. Aku hanya memiliki 1 hati dan itu sudah sepenuhnya untukmu"
Kini Meisya menatap Kenzie dengan tatapan haru
"Lalu siapa gadis yang kamu ceritakan?" Meisya kini sangat penasaran dengan gadis yang dimaksud Kenzie
"Mau tahu siapa dia?" Meisya mengangguk dengan sangat antusias menunggu jawaban Kenzie
"Gadis itu adalah … Risha"
"Hah?!"
__ADS_1