
"Sayang, ada apa ini? Kenapa rumahmu berantakan sekali? Kamu habis melempar bom diruangan ini? Bahkan ini lebih kacau dari kapal pecah" Kenzo menatap Safira penuh tanya. Dia tidak terbiasa melihat rumah Safira yang berantakan seperti sekarang.
"Anu, itu ... aku ... aku bosan jadi aku main game sambil ditemani makanan dan minuman" Safira menjawab dengan wajah panik hingga dia terbata-bata. Senyum yang biasanya terlihat manis kini terlihat sangat dipaksakan dan tidak tulus
"Kamu bermain game dengan 2 stick? Lalu siapa lawan mainmu? Tiara sepertinya tidak ada disini" Kenzo memicingkan mata curiga melihat sikap Safira yang terlhat sangat aneh
"Itu ... aku main sendiri tapi bergantian" Jawab Safira lagi asal
"Sayang ... apa terjadi sesuatu saat aku tdak ada?" Tanya Kenzo dengan nasa penuh curiga
"Ti-tidak! Semua baik-baik saja" Fira menjawab dengan cepaf sambil menggelengkan kepala dengan cepat juga, senyum kakunya juga tidak hilang dari wajahnya
"Lalu, apa maksud semua ini? Aku tahu kalau kamu itu pemalas, tapi tidak pernag sampai sekacau ini" Kenzo menunjuk pada keadaan rumah Safira lagi
"Aku baik-baik saja. Sayang, ini masih jam kantor, sebaiknya kamu kembali ke kantor sekarang! Aku tahu kalau kamu pasti sibuk. Kasihan asistenmu jika harus merubah kembali jadwal kerjamu yang padat. Lagipula besok kamu akan mulai cuti kan?" Safira bicara dengan senyum yang manis sambil mendorong tubuh Kenzo agar keluar dari rumahnya
"Kamu benar-benar aneh. Sebenarnya apa yang kamu sembunyikan dariku?" Kenzo berbalik dan menatap Safira penuh tanya
"Tidak. Tidak ada apa-apa. Aku hanya tidak ingin mengganggumu dan aku juga ingin menghabiskan waktu sendiri sekarang" Safira terlihat panik kemudian dia menarik napas panjang sebelum bicara
"Haaah ... kita akan menikah dalam 3 hari lagi. Setelah itu aku akan menghabiskan setiap waktuku denganmu. Jadi, tidak papa kan kalau aku ingin sendiri saat ini?" Kini Safira terlihat tenang saat dia bicara meskipun sebenarnya dia gugup dan tangannya juga gemetar. Ini berbeda rasanya dengan akting saat syuting.
Kenzo masih diam dengan mata menatap tajam pada Safira. Kemudian dia menunjukan seringai tipis dibibirnya
"Jadi begitu. Baiklah, aku tidak akan mengganggumu. Aku akan kembali ke kantorku. Jika ada sesuatu, kamu harus langsung menghubungiku" Kini Kenzo terlihat tenang meskipun entah apa yang ada dipikirannya
"Ya, aku pasti akan langsung menghubungimu" Safira mengangguk setuju dengan senyum ceria menanggapi apa yang dikatakan Kenzo
"Kalau begitu aku pergi dulu" Kenzo menciumm kening Safira kemudian berbalik hendak pergi dari rumahnya
"Hati-hati dijalan" Ujar Safira yang kini merasa tenang
"Aku tahu kamu menyembunyikan sesuatu. Kamu pikir aku tidak akan tahu. Baiklah, kita lihat saja, apa yang kamu sembunyikan dariku" Kenzo berkata dalam hati diiringi senyum tipis dibibirnya. Diapun meninggalkan rumah Safira
"Apa dia sudah pergi?" Risha sedikit mengintip untuk memastikan keberadaan Kenzo
__ADS_1
"Ya dia baru saja pergi. Sepertinya dia tidak curiga karena langsung pergi begitu saja" Safira menanggapi Risha dengan sikap yang tenang
"Aku tidak yakin mengenai itu" Rendra terlihat tidak percaya dengan Kenzo yang langsung pergi begitu saja padahal tadi dia sangat panik
"Tidak perlu banyak berpikir. Yang pasti, dia sudah pergi sekarang dan kita bisa kembali bersenang-senang" Risha bicara dengan senyum yang ceria.
Mereka semua kembali bersenang-senang dengan bermain game yang tadi tertunda karena Kenzo
Ting nong ting ning
Semua kembali menoleh dengan serempak mendengar suara bel
"Apa Kenzo kembali lagi?" Ujar Risha dengan wajah panik
"Biar aku lihat ke depan!" Kini Safira yang berniat membuka pintu
"Oh, kalian tenang saja. Ini bagian keamanan komplek yang datang" Safira sedikit berteriak dan memberitahu Risha juga yang lainnya mengenai tamu yang datang
Ceklek
"Ada apa ya pak?" Safira bertanya pada satpam yang menekan bel
"Z-Zo, bukannya kamu sudah pergi ya?" Tanya Safira dengan wajah pucat dan sikap yang canggung
"Terimakasih pak sudah membantu saya. Ini sedikit untuk membeli kopi" Kenzo mengabaikan Safira dan berterimakasih sambil memberikan sedikit uang pada satpam yang membantunya
"Sama-sama pak. Ini hanya masalah kecil saja" Satpam itu pun berbalik pergi meninggalkan Kenzo dan Safira
Setelah Satpam Itu pergi Kenzo pun masuk ke dalam rumah lebih duliu. Dia tidak memberikan kesempatan pada Safira untuk lebih dulu masuk dan memberitahu pada yang lainnya kalau Kenzo kembali lagi.
"Ooh ... jadi sedang ada tamu tak diundang disini? Pantas saja sikap calon istiku jadi sangat aneh. Ternyata sudah terkontaminasi oleh kalian" Kenzo berjalan dengan gagahnya dan bicara dengan sikap yang dingin dan senyum tipis di bibirnya
"Ken-zo, bukannya kamu sudah pergi?" Risha bicara dengan senyum kaku dibibirnya
"Zo, ternyata kamu tidak sibuk sampai bisa datang kesini" Kenzie pun bersikap yang sama seperti Risha
__ADS_1
"Apa yang kalian lakukan dirumah calon istriku?" Kenzo menatap Risha dan Kenzie dengan sorot mata yang tajam. Meskipun ada senyum dibibirnya, tapi tubuh mereka seakan meriding karena ditatap oleh aura yang gelap
"Kami hanya ingin menemui Safira sebelum dia berubah menjadi saudara kami. Itu saja ko" Risha menanggapi dengan sikap yang manja
"Risha benar. Safira kan tidak mengingat kami lagi, jadi kami ingin memperkenalkan diri secara langsung pada Safira" Kenzie pun ikut menanggapi apa yang dikatakan Risha
"Aku mengerti sekarang. Jangan-jangan dari kemarin kamu mengabaikan aku ... itu semua karena rencana busuk mereka, iya kan? Sayang, sudah aku bilang kalau kamu tidak boleh sembarangan bergaul.. Apalagi dengan saudara seperti mereka. Itu membawa pengaruh buruk untukmu" Kenzo bicara dengan senyum manis namun matanya mendelik tajam pada Kenzie dan Risha
"Apa maksudnya membawa pengaruh buruk? Kami ini baru bertemu lagi setelah sekian lama. Terakhir bertemu kan saat kalian ke negara A, apa salahnya jika kami bermain bersama? Kamu justru yang keterlaluan, menikah tapi tidak memberitahu kabar baiknya pada kami lebih awal. Kalian memberitahu kami tepat dihari-hari akhir" Risha mengutarakan apa yang dia pikirkan dengan wajah kesal dan nada bicara yang manja
"Lagipula yang memberikan Safira pengaruh buruk sepertinya bukan kami. Tapi kamu yang malah membuat dia selalu bermain game. Jangan-janganĀ kamu juga mengajarkan dia untuk bermain trik?" Kini Risha menatap Kenzo dengan tatapan curiga
"Ya aku sangat bersyukur karena menjadi panutan Fira untuk bertahan hidup. Terlebih lagi untuk melawan kalian. Kalian pikir bisa mengelabuiku begitu saja?" Ujar Kenzo dengan senyum bangga
"Ya ampun ... ada ya manusia super narsis dan percaya diri seperti dia?"
"Entahlah, bagaimana bisa aku punya saudara kembar seperti dia"
"Safira sepertinya kamu harus menyiapkan mental untuk menghadapi Kenzo setelah menikah nanti. Dia tidak akan mudah dihadapi" Risha, Kenzie dan Rendra saling mengeluh dengan sikap Kenzo yang narsis dan super percaya diri
"Aku baru sadar, ternyata si anak yang hilang mau ikut datang kemari?" Semua menoleh dan mengikuti arah pandangan Zo yang tertuju pada Noey
"Setelah lama kamu tahu aku hilang, tapi kamu baru mencariku sekarang" Noey pun menanggapi Kenzo dengan sikap yang sinis
"Mau bagaimana lagi. Aku lupa kalau aku punya teman yang hilang. Yang aku ingat, temanku selalu mengikutiku meskipun aku tidak menyadarinya. Aku yakin sebelum aku menemukan kembali kontakmu, kamu selalu mengawasiku" Kenzo berjalan mendekati Noey dengan sikapnya yang tenang
"Yaah, itu karena aku bukan orang yang tidak tahu terimakasih dan lupa membalas budi" Noey pun berhambur memeluk Zo
"Bagaimana kabarmu? Aku senang bisa melihatmu lagi Noey"
"Aku juga senang, akhirnya kamu memanggilku kembali Zoester" Ujar Noey dengan senyum tipis dibibirnya
"Ren, bagaimana dengan kakimu?" Zo melepaskan pelukannya dengan Noey dan berjalan mendekati Rendra
"Aku sudah lebih baik. Aku sudah bisa berdiri dan berjalan sedikit. Hanya saja, aku belum bisa terlalu lama melakukannya" Rendra menjelaskan dengan sikap yang tenang mengenai kondisi kakinya
__ADS_1
"Syukurlah kalau begitu. Aku sudah tidak sabar melihatmu kembali berjalan" Ujar Kenzo dengan sikapnya yang tenang
"Baiklah, aku tidak bisa bermain dengan kalian karena pekerjaanku masih banyak sebelum aku cuti besok. Tapi setelah pulang kerja nanti, kita akan bersenang-senang dan makan malam bersama di sebuah restoran. Sampai jumpa" Kenzo pun berbalik dan mendekati Safira. Dia kembali mengecup keningnya dan pergi meninggalkan rumahnya