Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Niat Radit Meninggalkan Rumah Utama Kusuma


__ADS_3

"Kenapa kalian terus saja tersenyum begitu?" Kenzo bertanya pada saudara kembarnya dan juga Risha, karena mereka terus saja tersenyum setelah pulang sekolah. Mereka berdua terlihat sangat bersemangat dan terus bernyanyi.


Nanana


"Tidak ada apa-apa" Risha menjawab singkat dengan senyum dan terus menyanyi


"Dasar, kalian berdua sangat aneh" Kenzo menanggapi dengan sikapnya yang dingin


"Zo, kami baru saja sadar kalau apa yang kamu katakan itu memang benar. Kita tidak harus bersikap baik pada orang lain. Setelah kejadian Ilana kemarin, dia kembali menyebarkan gosip mengenai aku dan juga Risha. Dia bilang kalau kami ini pasangan penindas. Jika ada yang berani mendekati kami maka mereka bisa saja mati" Kenzoe menjelaskan apa yang digosipkan oleh teman sekolahnya


"Bukannya itu bagus? Dengan begitu kalian akan disegani dan tidak akan ada lagi yang berani mengganggu kalian berdua" Kenzo memicingkan mata saat dia mengatakan tentang apa yang menjadi pemikirannya


"Kamu benar. Zo, kamu tidak pernah menceritakan sekolahmu. Bagaimana dengan teman-temanmu disana?" Kenzie mengalihkan pembicaraan mengenai dirinya dan juga Risha dan beralih menanyakan tentang Kenzo. Karena semenjak dia masuk ke sekolah yang berbeda dengan Zie dan Risha, Zo sama sekali tidak pernah menceritakan tentang kehidupan sekolahnya.


"Apa yang mau diceritakan? Kalian tahu sendiri kalau aku tidak suka bergaul dengan banyak orang. Itu sungguh merepotkan... Lebih baik aku fokus pada gameku dan juga melatih kemampuanku mengenai IT" Kenzo menjawab dengan sikap acuh tak acuh sambil membaca sebuah buku tentang ilmu pengetahuan bisnis di tangannya


"Zo, kami tahu kalau kamu pecandu game dan juga suka dengan sesuatu yang berhubungan dengan program, tapi sejak kapan kamu juga membaca buku mengenai pengetahuan begini?" Kenzie memegang buku Zo dan melihat judul buku yang dia baca


Sesaat Zo menoleh pada Kenzie dan menatapnya dengan heran


"Apa salahnya jika aku suka programer dan juga bisnis? Lagipula buku ini cukup bagus untuk aku baca"


"Zie percuma saja kalau kamu bicara pada profesor kita yang satu ini. Semua kesenangannya adalah hal yang kita berdua tidak mengerti" Risha bicara dengan sikap yang sinis dan bibir mengerucut, namun setelah itu dia juga tersenyum


"Cih, kalian berdua benar-benar sudah gila" Gerutu Kenzo yang kemudian kembali membaca bukunya. Namun sesaat Zo kembali terdiam

__ADS_1


"Kalian sudah tahu kalau om Radit akan meninggalkan rumah ini bersama sikecil Lathan?" Kenzo bertanya dengan sangat tenang


"Apa yang terjadi dengan om Radit? Kenapa dia ingin membawa Lathan pergi dari rumah ini? Lagipula dia tidak mungkin membawa Lathan pulang kerumah orang tuanya" Risha juga menanggapi dengan sikap yang tenang


"Kalian para bocah, tidak perlu memikirkan masalah orang dewasa. Wajah kalian terlihat sangat serius seperti kalianlah yang sedang terkena masalah" Radit tiba-tiba muncul setelah bertemu dengan Candra


"Om Radit. Wah kebetulan sekali karena kami sangat penasaran dengan ini. Apa om serius akan membawa baby Lathan pergi dari rumah ini?" Kenzie langsung bertanya pada Radit meskipun omnya itu belum duduk dikursi


Perlahan Radit pun duduk di salah satu sofa dekat Kenzo


"Kalian tahu kan kalau keadaan nenek Vio seperti apa. Om harus mengambil alih perusahaan Nugraha, dan jarak dari sini keperusahaan itu sangat jauh. Om tidak bisa pulang pergi kesana setiap hari" Radit menjelaskan dengan sikap yang tenang agar mereka bisa mengerti.


"Tapi om, kalau om membawa Lathan pergi ... dia akan dirawat sama siapa saat om pergi bekerja?" Kenzie terdengar khawatir dengan keadaan Lathan nantinya


Radit tersenyum melihat kekhawatiran ketiga keponakannya. Dia mengerti apa yang dipikirkan mereka


"Bagimana kalau ternyata yang om pekerjakan itu bukan orang baik dan tidak bisa mengurus Lathan dengan benar?" Kenzo menanggapi dengan sikap sinisnya


"Kalau begitu om akan bawa Lathan ke kantor saat bekerja. Jadi om bisa mengawasi pekerjaan baby sitter itu dan juga bisa tetap melihat Lathan" Kenzo, Kenzie dan Risha terdiam mendengar jawaban Radit


"Kalian tidak perlu khawatir. Om dan Lathan akan baik-baik saja. Kalian harus tetap fokus pada tugas kalian. Ingat ya, kalau kalian bertiga ini juga calon penerus keluarga Kusuma. Om percaya kalau kalian bisa bertindak sesuai dengan apa yang kakek ajarkan" Radit terlihat berwibawa dengan kaki disilang dan tubuh bersandar pada sofa


Kenzo menoleh pada Radit dna berkata dengan sikapnya yang tenang dan dingin "Om tenang saja. EQ dan IQ kami tidak perlu diragukan lagi"


"Cih, benar-benar seperti papimu" Radit tersenyum mencibir kemudian bangkit dari duduknya untuk kembali ke kamar

__ADS_1


***


Saat ini Yudha sedang menghabiskan waktu bersama Gina dan juga Lathan


"Kamu sudah pulang Dit?" Tanya Yudha ketika menyadari kedatangan Radit yang berjalan ke arahnya


"Iya kek. Halo, tampan papi sedang apa ya?" Radit berdiri dihadapan Lathan dan mencondongkan wajahnya agar Lathan melihatnya.


Bayi kecil itu tersenyum sambil menggerakkan tangan dan kakinya, menanggapi Radit yang mengajaknya berbicara


"Dit, kamu sudah yakin akan membawa Lathan bersamamu?" Gina yang sedang menggendong Lathan di pangkuannya bertanya dengan nada bicara yang tenang


"Aku sudah memikirkan semuanya nek. Aku sudah mengatakan kalau aku akan membesarkan Lathan sebagai anakku. Aku yakin bisa memberikan kasih sayang sebagai ibu dan ayah sekaligus" Radit duduk disebelah Gina dan menjawab pertanyaannya dengan tenang, namun tak dapat dipungkiri ada kesedihan dan kekhawatiran yang terpancar diwajahnya


"Nenek rasa … meskipun Lathan disini, dia tidak akan kekurangan kasih sayang. Disini ada banyak orang yang sudah pasti akan menyayangi Lathan dengan sepenuh hati" Gina berusaha meyakinkan Radit agar tidak membawa Lathan bersamanya.


"Aku tahu nek, tapi aku tidak ingin jauh dari Lathan. Aku sudah berjanji akan membesarkan Lathan sebagai anakku. Jadi aku akan selalu bersamanya" Radit bersikeras dengan apa yang dia katakan sebelumnya.


"Tapi Dit, tidak mudah membesarkan bayi seorang diri. Terlebih lagi kamu masih sangat muda dan belum memiliki pengalaman mengurus bayi. Apa kamu yakin bisa membesarkannya sendiri? Kamu juga belum menikah, bagaimana jika pasanganmu tidak bisa menerima Lathan?" Yudha pun berusaha meyakinkan Radit kalau membesarkan bayi itu tidak mudah. Terlebih lagi Radit belum punya pasangan


"Aku akan mencari baby sitter untuk membantuku. Dan untuk pendamping … aku hanya akan menikah dengan wanita yang mau menerima dan menyayangi Lathan seperti anaknya sendiri" Radit tetap teguh pada pendiriannya untuk membesarkan Lathan


"Baiklah kalau itu maumu, kakek tidak akan menahanmu lagi. Kamu bisa melakukan apa saja yang kamu inginkan dan ingat kalau kamu tidak sendiri. Kami disini juga keluargamu, jika butuh bantuan, maka kamu bisa langsung hubungi kami" Yudha berpesan dengan sikapnya yang penuh wibawa


"Tentu kek. Aku adalah bagian dari keluarga Kusuma. Dan aku tidak akan pernah lupa kalau aku cucunya kakek. Lagipula aku hanya akan mengurus perusahaan papa saja, bukan pergi perang untuk selamanya. Seperti aku tidak akan kembali saja" Radit bicara pada Yudha dengan sikapnya yang kembali santai

__ADS_1


Yudha menganggukkan kepala berkali-kali dengan perlahan


"Kamu benar. Kamu pergi untuk menggantikan Leo mengelola perusahaan, bukan untuk menggantikan dia berperang"


__ADS_2