
"Tolong ...!"
Tolong...!"
Kenzo hanya diam memperhatikan Manda dan Gilang yang meronta dan hendak tenggelam. Dia terlihat tenang dengan wajah dingin dan tanpa ekspresi
"Tolong ...!"
"Tuan muda" Seorang pengawal hendak menyela agar Kenzo menolong mereka namun Kenzo hanya diam dan terus menatap Manda dan Gilang yang mulai lemas dan mulai melambat dalam memberontak
"Bantu mereka naik!"
"Baik!"
Byuur
Setelah Manda dan Gilang mulai tenggelam, Kenzo meminta pengawal untuk menolong mereka naik
Uhuk ... uhuk ...
"Sebenarnya siapa kamu? Kenapa kamu melakukan ini pada kami?! Uhuk uhuk" Gilang bertanya dengan napas terengah-engah dan tubuh yang lemas
"Aku? Kenzo Osterin Anggara, kalian telah berani mencelakai gadisku. Jika terjadi sesuatu padanya. Kalian berdua akan mati ditanganku!" Kenzo bicara dengan nada yang dingin dan sorot mata yang tajam. Aura mengintimidasi Kenzo terasa sangat jelas. Manda dan Gilang yang masih berusaha mengatur napas mereka dibuat semakin gemetar dengan ucapan Kenzo.
"Jangan biarkan mereka pergi darisini!"
"Baik, tuan muda"Kenzo langsung berbalik dan pergi setelah dia mengatakan apa yang ingin dia katakan. Manda dan Gilang yang ditinggalkan dalam keadaan basah kuyup dan tangan terikat hanya bisa saling menatap dengan wajah terkejut. Mereka pun mulai saling menyalahkan satu sama lain
"Ini semua karena kamu. Jika saja tidak berencana mendekatkanku dengan Safira, maka ini tidak akan terjadi" Gilang menyalahkan Manda dengan nada kesal
"Kenapa kamu jadi menyalahkan aku? Kamu sendiri yang bodoh karena sangat mudah dihasut dan termakan bujuk rayuku" Manda dan Gilang mulai berdebat dan saling menyalahkan satu sama lain
__ADS_1
"Lalu siapa lagi yang bisa aku salahkan selain kamu?! Sudahlah jangan bahas ini lagi, sekarang lebih baik kita pikirkan bagaimana caranya keluar dari sini?" Gilang dan Manda bicara dengan tubuh menggigil
"Percuma saja. Meskipun kita berhasil kabur darisini, dia tetap akan menemukan kita bagaimanapun caranya" Manda menjawab dengan nada yang sinis
"Kita belum mencoba, kenapa kamu sudah pesimis begitu? Apalagi kita ini selebriti, pasti ada orang yang mau menolong kita" Gilang tetap yakin kalau dia bisa lepas dari Kenzo dan menyelamatkan diri
"Dia itu Kenzo Osterin Anggara. Dia merupakan keturunan keluarga Kusuma. Kamu tidak pernah dengar tentang mereka? Mereka bisa melakukan apa saja. Tidak akan ada yang bisa menghentikan mereka" Manda menjelaskan dengan sangat antusias dan yakin
"Itu kalau tuan Yudha Arya Kusuma, tapi ini kan bukan. Dia hanya anak muda yang emosinya masih belum terkontrol saja. Aku yakin kalau dia anak muda yang ceroboh dan suka gegabah. Dia tidak akan berani melakukan apapun pada kita"
"Dia bilang aku ceroboh dan gegabah? Kamu pikir hanya ini saja hukuman dariku? Aku akan buat kalian malu sampai tidak punya muka. Jangankan tampil di depan kamera, keluar rumah pun kalian tidak akan berani. Sangsi sosial itu selalu lebih berat dari hukuman apapun" Kenzo melihat apa yang dilakukan Manda dan Gilang melalui kamera pengawas kecil yang dia letakkan disalah satu tiang sebelum mereka datang
Ketika matahari terbit, pencarian kembali dilakukan. Semua tim sar dan pengawal dikerahkan untuk kembali mencari Safira. Kenzo pun ikut terjuan langsung melakukan pencarian sang kekasih.
"Bagaimana Zo, apa sudah ada perkembangan dari Safira?" Ji sedang menghubungi Kenzo karena khawatir dengan cucu dari temannya
"Belum nek. Tapi nenek tidak perlu khawatir, aku pasti akan menemukan Safira. Nenek juga tidak perlu memberitahu kakek dan nenek Safira. Aku tidak ingin mereka ikut khawatir" Kenzo bicara dengan sikap yang tenang
"Nanti aku akan ceritakan semuanya pada nenek. Yang jelas orang yang menyebabkan Safira jatuh kelaut sudah ada ditangaku. Aku baru memberi mereka pelajaran pertama saja. Aku akan memberikan hadiah lainnya setelah Safira ditemukan. Sebaiknya mereka berdoa agar tidak terjadi apapun pada Safira. Karena jika sampai terjadi sesuatu pada Safira, aku pastikan mereka berdua akan mati ditanganku" Ji tersenyum mendengar jawaban Kenzo
"Jika kamu tidak bisa menanganinya, maka nenek bisa menyelesaikannya untukmu. Selebriti itu punya banyak celah rahasia"
"Nenek tidak perlu turun tangan. Aku sudah punya senjata untuk menghancurkan mereka. Rahasia siapapun akan dengan mudah aku temukan. Selebriti kecil seperti mereka bukan apa-apa buatku. Bahkan aku bisa membuat jebakan baru untuk mereka"
"Bagus. Kalau begitu kamu kabari nenek terus perkembangannya. Jika kamu butuh bantuan, katakan langsung pada nenek atau kakekmu"
"Baik nek. Sampai jumpa" Kenzo pun mengakhiri panggilan teleponnya dengan Ji
"Roger ... ! Roger...! Kami melihat ada seseorang tergeletak di pinggir pantai di bagian barat. Jaraknya sekitar 1km dari titik awal. Kami akan melakukan pendaratan sekarang!" Ujar salah satu tim sar yang menggunakan helikopter
"Aku kesana sekarang! Cepat kita pergi kesana!" Kenzo pun langsung meminta orang yang mengemudikan speed boat untuk membawanya pergi ke lokasi yang dimaksud
__ADS_1
Dilokasi, tim sar telah mendarat dan kini mulai mendekati Safira yang tergeletak di pinggir pantai yang letaknya memang jauh dari lokasi pemukiman penduduk. Mereka membalikkan tubuhnya dan memeriksa keadaan Safira
"Tubuhnya lemah, sepertinya karena terlalu lama di air.Tubuhnya juga sangat dingin. Kita harus segera membawanya kerumah sakit" Tim sar kembali menghubungi Kenzo dan menjelaskan mengenai kondisinya Safira saat ini
"Roger roger. Kami akan membawa korban kerumah sakit. Kondisinya semakin melemah"
"Sebentar lagi aku akan tiba disana!" Kenzo mengisyaratkan agar mereka menunggunya
"Baik pak"
Beberapa menit kemudian, Kenzo tiba disana. Dia langsung melompat kelaut sebelum perahu yang dinaiki menepi ke pinggir pantai
"Minggir!" Kenzo langsung menerobos kerumunan tim sar yang mengelilingi Safira
"Fira, bangun sayang" Kenzo menariknya dalam dekapannya. Wajah safira sangat pucat, tubuhnya dingin bibirnya pun mulai membiru
"Gunakan helikopter, kita kerumah sakit sekarang!" Kenzo pun langsung melepaskan jaket yang dia kenakan dan dipakaikan pada Safira. Dia langsung menggendongnya naik ke atas helikopter dan mereka pun menuju rumah sakit terdekat. Pengawal mengikuti Kenzo menggunakan mobil
"Bagun sayang. Kamu harus bertahan" Kenzo menggosok kedua tangan Safira untuk memberikan kehangatan padanya. Dia terlihat panik dan khawatir. Sama paniknya ketika dia mendengar Risha kecelakaan
"Apa rumah sakitnya masih jauh?" Teriak Kenzo karena suara mesin helikopter terdengar begitu keras
"Sebentar lagi pak. Saya sudah menghubungi pihak rumah sakit dan mereka akan membiarkan kita mendarat di bagian atap rumah sakit. Pihak rumah sakit juga akan menunggu disana" Jelas tim dar pada Kenzo
"Baguslah kalau begitu" Kenzo terus menatap Safira yang berada dalam dekapannya. Dia merasa sakit karena gadis yang biasanya tersenyum ceria, kini lemah tak berdaya
Tak lama mereka pun tiba dirumah sakit. Seorang dokter dan beberapa perawat telah menunggu dengan kasur dorong rumah sakit. Helikopter pun mulai mendarat. Begitu pintu dibuka, dokter dan perawat langsung berlari untuk menangani Safira
"Kita langsung keruang IGD" Ujar dokter setelah Safira diletakkan di ranjang. Kenzo yang masih panik terus mengikuti dari belakang
"Maaf pak. Anda harus menunggu disini" Kenzo hanya bisa menunggu Safira dari luar ruang IGD. Dia terus berjalan bolak balik menunggu dokter menanganinya
__ADS_1
"Safira, kamu harus selamat. Dunia ku akan runtuh jika terjadi sesuatu padamu"