Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Penangkapan Steve


__ADS_3

Ada 3 tawaran drama yang diterima Safira. Pertama cerita remaja mengenai cinta anak kuliahan dan perjuangannya dalam menghadapi dunia kerja, dia akan dihadapkan pada perselisihan cinta dan juga persaingan pekerjaan. Kedua kisah cinta anak muda dalam dunia perkantoran dimana pemeran utama merupakan wanita tangguh yang berusaha melewati kesenjangan antara pria dan wanita yang selalu dibedakan dalam masalah jabatan, dia juga akan dihadapkan pada cinta sesama pekerja kantor dan persaingannya. Ketiga mengenai kisah rumah tangga dimana pemeran utama menerima penderitaan setelah beberapa tahun menikah dan memiliki keberanian setelah dia lelah dengan perlakuan suaminya yang jahat.


"Sepertinya film kedua ini cocok untukmu sekarang" ujar Kenzo setelah dia membaca ketiga naskah itu dengan teliti


"Kenapa kamu memilih film kedua?" tanya Safira penasaran dengan jawaban yang diberikan sang suami


"Kamu pernah bermain sebagai pemeran mahasiswa. Meskipun berbeda peran, tapi tetap saja genrenya hampir sama dengan yang sebelumnya. Ini bisa dibilang perbaikan citramu setelah kamu sakit. Aku ingin kamu bermain santai tapi tetap berkesan.


Untuk peran ketiga, ini memang bagus dan menantang, tapi kamu juga harus mempertimbangkan reputasimu saat ini. Jika kamu langsung mengambil peran yang berat seperti ini … citramu akan selalu dikenal sebagai wanuta dewasa dengan pemikiran luas seperti peran ketiga. Karena bukan tidak mungkin jika orang-orang akan mengenalmu lebih dalam karena peran dalam sebuah film"


Safira tersenyum mendengar penjelasan Kenzo tentang pilihannya


"Suamiku, ternyata kamu memiliki pemikiran lebih tentang film. Kamu benar-benar bisa menjadi manajer yang sangat baik untukku" Safira memuji Kenzo sambil bersandar manja dalam dekapan sang suami


"Aku sudah bilang kalau aku bisa jadi manajermu. Untuk saat ini, aku akan jadi manajer bayanganmu saja. Jadi orang-orang hanya tahu kalau manajermu itu adalah Mona, bukan aku" Kenzo menyentuh sedikit ujung hidung Safira saat dia bicara


"Ya, aku akan setuju dengan apapun yang sudah kamu atur untukku" ujar Safira dengan senyum ceria


"Kalau begitu lebih baik sekarang kita istirahat dulu saja. Kita bisa membahasnya lagi nanti" Kenzo meletakkan semua naskah ditangan Safira diatas meja samping tempat tidur mereka dan mulai berbaring dengan sebelah tangan Kenzo menjadi bantalan untuk Safira


"Zo?"


"Hmn…"


"Apa kamu sangat sibuk akhir-akhir ini?" tanya Safira pada Kenzo yang mulai memejamkan mata


"Tidak. Aku hanya sedang menjalankan kerja sama dengan perusahaan Steve saja. Aku juga sedang mencari tahu bukti keterlibatan dia dalam insiden penculikanmu. Aku ingin menjebloskan dia kedalam penjara dan membiarkan dia terjebak dibalik jeruji besi dengan masa tahanan paling lama" Kenzo bicara dengan sikap yang dingin dengan mata terpejam karena lelah.


"Oh. Aku tidak akan mengganggumu. Asalkan kamu tetap menjaga kesehatanmu. Aku tidak ingin sesuatu terjadi padamu" Safira mengingatkan Kenzo untuk menjaga kesehatannya


"Ya, terimakasih" jawab Kenzo dengan singkat. Safira pun tidak mengajaknya bicara lagi dan membiarkan Kenzo tidur. Dia menyelimuti sang suami dengan sangat hati-hati lalu ikut terlelap dalam dekapan hangat sang suami.


Keesokan paginya, Kenzo bangun dengan tubuh segar setelah istirahat yang cukup.


"Selamat pagi, sayang. Kukira kamu masih belum bangun? Aku sengaja membiarkan kamu istirahat lebih lama" Sapa Safira melihat Kenzo yang baru saja selesai mandi dan sedang bersiap memakai pakaian yang telah dipilihkan sang istri

__ADS_1


"Selamat pagi. Aku sudah cukup istirahat. Apa kamu ada jadwal hari ini?" tanya Kenzo pada sang istri yang akan membantu memakaikan dasi miliknya.


"Aku tidak memiliki jadwal, hanya akan pergi kerumah sakit untuk melihat kondisi Tiara" Safira menanggapi Kenzo sambil memakaikan dasi miliknya. Karena Kenzo lebih tinggi darinya, dia harus sedikit menundukkan kepala agar sang istri bisa menjangkaunya.


"Apa perlu aku antar?" Kenzo menatap Safira dengan wajah khawatir


Safira menggelengkan kepala menanggapi tawaran sang suami.


"Tidak perlu. Aku akan pergi sendiri. Kamu tidak perlu khawatir, karena aku bisa jaga diri sendiri" Safira berusaha menenangkan Kenzo agar tidak terlalu khawatir


"Baiklah. Jika terjadi sesuatu atau ada yang mencurigakan, kamu harus langsung menghubungiku"


"Siap. Aku janji. Terimakasih. Muach" Safira langsung mengecup pipi Kenzo setelah dia mendapatkan izin untuk kerumah sakit dan menemui Tiara


***


Kedatangan Kenzo ke kantor selalu menjadi pemandangan yang menyegarkan untuk setiap karyawannya. Wajahnya yang tampan dengan postur tubuh dan gaya berjalan yang gagah selalu menjadi daya tarik yang tak bisa dilewatkan.


"Selamat pagi, Pak"


"Selamat pagi, Pak "


"Apa kamu sudah mendapatkan apa yang aku minta?" tanya Kenzo pada Zack ketika dia mulai memasuki ruangannya


Zack menutup pintu terlebih dahulu sebelum menjawabnya


"Ya, Pak. Saya sudah mendapatkan bukti yang anda minta. Selain bukti penggelapan, saya juga mendapatkan beberapa saksi yang memang sudah tidak bisa lagi menutup mata atas apa yang dilakukan pak Steve. Mereka mengatakan kalau pak Steve selalu bersikap kasar jika meminta mereka menutup mulut atas apa yang mereka tahu" Zack menjelaskan pada Kenzo saat sang atasan sudah duduk dan mendengarkannya dengan baik


"Kerja bagus. Sekarang kita bisa serahkan bukti itu kepada polisi secara anonim. Jangan sampai polisi tahu kalau kita yang memberikan informasi itu. Berikan juga salinan yang sama pada Steve, agar dia tidak terkejut saat polisi menjemputnya. Supaya lebih dramatis … undang juga beberapa reporter saat dia dibawa polisi". Kenzo memberikan perintah dengan tenang dan penuh wibawa. Dia terlihat sangat tenang dengan jari saling bertautan dan menyangga dagunya. Senyum tipis membuatnya semakin terlihat dingin dan menyeramkan


"Baik, Pak. Saya mengerti". Zack pun langsung berbalik dan beranjak pergi meninggalkan ruangannya


"Oh tunggu, Zack". Langkah Zack terhenti dan dia kembali berbalik mendekati Kenzo. Terlihat sang atasan seperti mencari sesuatu


"Ya, Pak?" tanya Zack penasaran

__ADS_1


"Kamu salin ini dan berikan juga sebagai pelengkap bukti yang kamu miliki. Kurasa … ini akan cukup untuk menahannya seumur hidup dibalik jeruji besi". Kenzo menyerahkan sebuah flash dish pada Zack


"Saya mengerti, Pak". Zack meraih flash dish dari Kenzo sambil tersenyum tipis karena mengerti dengan maksud Kenzo. Diapun berbalik pergi dari ruangan atasannya untuk melakukan apa yang diperintahkan Kenzo padanya


"Steve Nugros, kamu melakukan kesalahan dengan mengusik istriku. Aku tahu kalau kamu ingin menjatuhkanku, tapi kamu melakukan kesalahan karena berani melawan musuh yang tidak kamu ketahui dengan baik" gumam Kenzo dengan seringai tipis dibibirnya


***


Siang harinya beberapa polisi mendatangi perusahaan Nugros setelah mereka mendapatkan paket tanpa nama pengirim yang berisi bukti-bukti kejahatan Steve dan perusahaannya


"Selamat siang, kami dari kepolisian. Apakah direktur perusahaan ini ada ditempat?" ujar kapten polisi sambil menunjukan kartu pengenalnya


"Oh se-selamat si-siang. Beliau sedang ada rapat. Bisakah anda menunggu sebentar?". Resepsionisnya terlihat panik saat dia menghadapi polisi


"Baiklah"


Polisi oun menunggu sementara wanita yang bertugas dibagian resepsionis itu menghubungi asisten Steve


"Halo" sapa asisten Steve begitu menerima telepon


"Maaf Pak. Ada polisi yang ingin bertemu dengan pak Steve. Mereka menunggu di lobby dan meminta bertemu dengan pak Steve


"Katakan pada mereka untuk menunggu. Saya akan memberitahu pak Steve" ujar asisten Steve dengan sikap tenang


"Baik pak" Resepsionis itu pun setuju dan kembali bicara pada polisi.


"Maaf, Pak. Pak Steve masih rapat. Anda diminta menunggu sampai rapatnya selesai" ujar resepsionis itu dengan sopan.


"Kami kemari bukan untuk berkunjung, melainkan meminta kesaksian pak Steve. Jika kalian menghalangi kami, maka kalian akan kami tindak juga" ujar polisi dengan nada mengancam. Resepsionis itu langsung diam dan tidak bisa berkata apa-apa lagi


"Ehm … ruangannya ada di lantai 3" ujar resepsionis secara ragu-ragu


"Terimakasih atas kerja samanya. Kami akan langsung naik ke atas". Polisi pun langsung naik ke lantai atas untuk menemui Steve.


Tak lama, mereka pun tiba diruangan Steve.

__ADS_1


"Selamat siang, kami dari kepolisian. Pak Steve, tolong ikut dengan kami kakantor polisi. Anda ditahan atas tuduhan penyelundupan, tindak asusila dan pengancaman"


"Apa?"


__ADS_2