Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Makan Malam Risha Dan Rendra


__ADS_3

"Kamu pasti berbohong kan Sha? Tidak mungkin kalau dia ..."


"Aku tidak berbohong, dia memang Kenzo Osterin. Kalau kalian tidak percaya, cari saja informasi saat dia melakukan wawancara software miliknya"


Rekakn kerja Risha pun langsung mencari di internet mengenai programer muda handal untuk memastikan apa yang dikatakan Risha


"Eh benar. Dia adalah programer yang waktu itu sempat viral karena hasil karyanya diakui perusaan teknologi terkemuka"


Kini rekan kerja Risha sedang membahas Kenzo yang sempat menjadi trending topik


"Jadi kamu dekat dengan pak Rendta karena dia sahabat dari sepupumu? Ku kira kalian dekat karena memiliki hubungan spesial"


Risha menanggapi dengan anggukan kepala disertai senyum saat rekannya bertanya padanya.


"Sudahlah jangan bahas itu lagi. Sha, kamu bilang sudah dapat pekerjaan lain, dimana itu?"


"Diperusahaan Sanjaya. Sebelum kesini aku sudah melamar pekerjaan disana, karena aku tidak kunjung mendapat panggilan, jadi aku melamar pekerjaan kesini juga. Ya … ternyata aku lebih dulu diterima disini, sekarang aku juga dapat panggilan dari perusahaan itu makanya aku berhenti" Risha menanggapi dengan sikap yang tenang


"Waah perusahaan Sanjaya? Masuk ke perusahaan Kusuma dan Sanjaya memang selalu jadi impian banyak orang, sayangnya masuk keperusahaan itu juga sangat sulit. Kamu beruntung bisa masuk ke perusahaan itu"


"Benar, aku juga sudah berkali-kali mengirimkan lamaran pekerjaan pada perusahaan Kusuma dan Sanjaya, tapi tidak ada satupun yang dipanggil. Sungguh menyedihkan"


Kini mereka membicarakan perihal perusahaan Kusuma dan Sanjaya yang memiliki kualifikasi sangat ketat untuk setiap karyawannya.


"Sha, bukannya itu sangat jauh dari sini?"


"Itu dekat dengan rumahku. Disini aku menyewa apartemen sederhana"


Mereka menganggukan kepala mengerti dengan apa yang dikatakan Risha


"Ya sudahlah. Dimanapun kamu bekerja, semoga kamu sukses"


"Terimakasih"


Makan siang mereka pun akhirnya berakhir dengan canda tawa. Setelah selesai, mereka langsung kembali ke kantor dan mulai bekerja.


Sore hari akhirnya tiba. Rendra sudah turun lebih dulu ke parkiran bersama dengan Billy. Risha masih pamit karena ini hari terakhirnya.


"Risha, jangan lupakan kami ya"

__ADS_1


"Tentu, aku tidak mungkin lupa pada kalian"


"Risha, jaga dirimu baik-baik. Kamu harus melawan senior yang hendak menindasmu"


"Kamu bicara seperti aku ini mudah ditindas saja"


Risha dan rekan kerjanya bicara sambil berpelukan sebagai tanda perpisahan


"Sudah waktunya pulang, sebaiknya kita pergi sekarang. Sampai jumpa Risha"


"Ya, sampai jumpa" Mereka pun saling melambaikan tangan sebelum pergi. Setelah dirasa rekannya sudah cukup jauh, Risha berjalan ke parkiran dan masuk ke dalam mobil Rendra, dimana dia sudah menunggu sejak tadi.


"Maaf, aku lama ya?" Sapa Risha pada Rendra begitu dia masuk ke dalam mobil


"Sepertinya pacarku ini sangat di sayangi oleh rekan kerjanya. Mereka sampai tidak ingin membiarkanmu lepas dari mereka" Rendra bicara dengan nada yang sedikit menyindir


"Kenapa? Apa kamu cemburu pada rekan kerjaku?" Kini Risha menanggapi dengan nada yang menggoda


"Tentu saja tidak. Mereka akan berpisah denganmu karena sekarang kalian tidak satu kantor, sedangkan aku ... aku akan selalu ada disampingmu meskipun ke ujung dunia sekalipun"


Risha tersipu malu dan tidak bisa menanggapi ucapan Rendra lagi


"Pak, sebaiknya jalan sekarang sebelum aku terbang ke langit" Ujar Risha mengalihkan perhatian pada supir Rendra. Mereka pun mulai berkendara ke restoran yang sebelumnya telah dipesan Rendra


Risha menoleh kesana kemari memperhatikan dekorasi restoran yang dipenuhi bunga dan lampu kecil warna warni. Wajah Risha terlihat bahagia dengan senyum yang terus mengembang dan mata berbinar


"Apa kamu menyukainya?" Rendra bertanya dengan senyum lembut di bibirnya. Meskipun dia menggunakan kursi roda, tapi ketampanannya tetap membuat orang terpesona


"Iya, aku menyukainya. Terimakasih" Risha yang sangat senang langsung memeluk Rendra dengan gembira


"Baguslah kalau begitu. Sekarang kita duduk di meja kita. Sebelah sana"  Rendra menunjuk ke arah meja yang telah disiapkan untuk mereka.


"Waah ini ...." Risha kembali terpesona dengan apa yang saat ini dia lihat. Meja mereka dikelilingi dengan kelopak bunga mawar merah yang dibentuk menyerupai bentuk hati. Diatas meja mereka diletakan 3 buah lilin dengan vas kecil berisi bunga mawar merah segar berada di tengahnya


"Rendra ... aku tidak tahu kalau kamu ini bisa melakukan hal yang romatis. Kapan kamu melakukan itu?" Risha bertanya dengan wajah antusias menunggu jawaban Rendra. Senyumnya sama sekali tidak hilang dari wajahnya


"Aku memesannya melalui telepon. Setelah hari ini kamu akan pulang kerumahmu. Memang ini bukan akhir dari hubungan kita, tapi tetap saja waktu untuk kita bertemu tidak akan sesering saat kamu disini. Jadii aku ingin memberikan kejutan yang spesial dihari terakhirmu disini"


Mendengar Rendra yang bicara dengan lembut disertai senyum yang sangat manis, membuat air mata Risha secara perlahan mulai tertahan dipelupuk matanya

__ADS_1


"Ren-dra ... Terimakasih" Risha kembali memeluk Rendra. Kali ini air matanya terus mengalir karena terharu hingga membuat pundak Rendra sedikit basah


"Kenapa kamu malah menangis? Apa kamu sedih karena akan berpisah deganku?" Rendra tersenyum menggoda Risha


"Tidak, aku bahagia"


"Hah? Kamu bahagia? Kamu bahagia akan berpisah denganku?!" Rendra mengernyitkan dahi bertanya dengan wajah heran


" Eeh tidak tidak. Bukan itu maksudku. Maksudku aku bahagia dengan apa yang sudah kamu siapkan untukku"


Risha mulai panik ketika Rendra kembali menggodanya. Dia membantah dengan cepat disertai gerakan tangan dan juga gelengan kepala yang juga cepat


"Aku hanya bercanda. Tidak perlu panik begitu. Seperti kamu menyembunyikan sesuatu dariku saja" Rendra kembali menggoda Risha dengan tangan yang membelai lembut sebelah pipi Risha.


"Bagaimana aku tidak panik, kamu terlihat serius. Aku tidak ingin memulai hari pertamaku diperusaan papi dengan bertengkar denganmu. Setelah ini kita akan memiliki hubungan jarak jauh. Kata orang hubungan jarak jauh itu sangat sulit, jika dari awal kita sudah memiliki kesalahpahaman … bagaimana kita akan melewati kedepannya?"


Risha menanggapi dengan nada murung yang manja. Mereka bicara sambil menunggu makanan yang sebelumnya sudah dipesen oleh Rendra.


"Jangan bandingkan dengan orang lain. Meskipun kita jauh, tapi hanya berbeda kota saja. Dari sini ke rumahmu hanya membutuhkan waktu kira-kira 3 jam. Kurasa … kita masih bisa sering bertemu. Aku bisa pergi kesana dan mengunjungi rumahmu atau mungkin sebaiknya, kamu yang mengunjungiku disini"


"Permisi, ini pesanannya"


Waitress mengirimkan makanan mereka saat Rendra sedang bicara


"Waah ice cream … bagaimana kamu tahu kalau aku suka es krim coklat?" Risha kembali berbinar saat melihat ada es krim dan juga kie tart


"Harusnya kita makan dulu, setelah selesai baru makan es krim"


"Kalau tidak boleh dimakan sekarang, kenapa sudah dikeluarkan?!" Risha menggerutu kesal karena Rendra tidak mengizinkannya makan es krim


"Bukan tidak boleh. Jika kamu makan itu sekarang, sudah pasti kamu akan kehilangan nafsu makan" Rendra mengingatkan dengan sikap yang tenang


"Kenapa harua kehilangan nafsu makan? Aku sangat suka es krim, tapi aku pasti akan tetap makan" Risha merengek agar bisa makan es krim yang ada dihadapannya


"Ya sudahlah. Terserah kamu saja" Rendra akhirnya membiarkan Risha makan es krim yang sudah ada dihadapannya


"Terimakasih. Kamu memang pacar paling baik" Risha berterimakasih pada Rendra dan mulai menyuap es krim ke mulutnya


"Hemn …" Rendra tetap tenang menikmati wajah Risha yang terlihat bahagia

__ADS_1


"Eum... ini... " Disaat sedang asyik dengan makanannya tida-tiba Risha merasa menggigit sesuatu


"Sudah ku bilang sebelumnya kalau kamu tidak akan nafsu makan setelah makan itu"


__ADS_2