Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Belanja Setelan Jas Bersama


__ADS_3

Rendra dan Risha akhirnya berkeliling mencari toko jas pria untuk mencari pakaian ganti Rendra


"Ah disana!" Risha menunjuk pada satu toko yang menyediakan semua perlengkapan pria. Mulai dari kemeja, setelan jas, dasi, bahkan sepatu dan juga tas kerja.


"Oh, untunglah ada yang sudah buka" Rendra pun menanggapi dengan senyum tipisnya.


"Kalau begitu kita pergi kesana!" Mereka berdua pun berjalan menuju toko dan mulai mencari apa yang mereka butuhkan


"Tolong carikan setelan jas yang cocok untuknya" Pinta Risha pada pegawai toko. Dia pun menunggu sambil melihat-lihat jas lain yang menurutnya sesuai untuk Rendra.


"Baik"


Tak lama pegawai toko membawa beberapa setelan jas model terbaru dengan berbagai warna. Ada navi, hitam, cream dan abu


"Nona, saya sudah bawakan beberapa setelan jas. silahkan dicoba" Ujarnya menunjukkannya pada Risha


"Terimakasih. Nah, sekarang waktunya kamu mencobanya" Risha pun berbalik pada Rendra yang sedang melihat-lihat jas sendiri


"Coba ini semua?" Tanya Rendra terkejut karena tidak pernah mencoba banyak pakaian saat membelinya


"Tentu saja. Kita harus pilih, pakaian mana yang lebih cocok sebelum membelinya" Jawab Risha dengan senyum ceria


"Tidak perlu. Langsung dibeli saja" Rendra pun meraih jas-jas itu dan memilih yang menurutnya cocok.


"Tidak bisa. Kamu harus mencobanya dulu dan biarkan aku yang menilainya" Risha merebut jas yang akan dibawa Rendra dan bicara dengan nada manja


"Enak saja kamu akan mengambil kesempatanku melihat kamu mengenakan jas yang berbeda-beda. Mataku juga butuh dimanjakan dengan wajah tampanmu" Pikir Risha dengan senyum yang terlihat licik


"Apa yang kamu pikirkan? Jangan berpikir yang macam-macam" Rendra menyadari senyum Risha yang terlihat aneh dan bicara dengan nada mengancam


"Apa maksudnya? Aku tidak memikirkan apa-apa. Cepat ganti bajunya, kita bisa terlambat ke kantor!" Risha sedikit mendorong Rendra agar dia masuk keruang fitting baju


"Iya, aku coba sekarang. Tidak perlu mendorongku!" Rendra pun mengambil satu jas dan masuk ke ruang fitting untuk mencobanya. Risha tersenyum puas menunggu Renda sambil memilih dasi untuknya


"Bagaimana dengan ini?" Tanya Rendra begitu dia keluar dari ruang fitting


Risha terpana menatapnya dengan setelan jas berwana silver

__ADS_1


"Tampan. Eh tapi tidak. Coba yang ini dulu!" Risha memberikan jas lain untuk dicoba oleh Rendra


"Sebenarnya siapa yang akan membeli pakaian? Kenapa malah kamu yang repot?" Rendra mengeluh sambil berjalan menuju ruang fitting


"Aku tidak peduli. Lagipula aku juga Kenzo dan Kenzie selalu melakukan ini" Jawab Risha dengan senyum dibibirnya. Diapun kembali mencari dasi yang menurutnya bagus


"Sepertinya dasi ini bagus" Pilihan Risha jatuh pada sebuah dasi berwarna navi dengan garis-garis putih tipis


"Bagaimana dengan ini?" Risha berbalik setelah mendengar suara Rendra


"Sangat tampan" Jawab Risha dengan mata membelalak tanpa berkedip. Diapun menyadari kalau para gadis pegawai toko juga terpesona dengan ketampanan Rendra. Risha menoleh ke sekeliling dengan raut wajah yang berubah muram


"Kenapa wajahmu jadi begitu?" Tanya Rendra heran dengan ekspresi Risha yang tiba-tiba terlihat kesal


"Tidak ada. Sini aku pakaian dasinya. Sepertinya dasi ini akan cocok dengan setelanmu ini. Menunduk sedikit, kamu terlalu tinggi untukku" Rendra pun sedikit menunduk dan membiarkan Risha memakaikan dasinya.


"Ternyata kamu juga pandai mengikat dasi? Apa yang tidak bisa kamu lakukan? Kamu bisa bekerja dengan baik, pandai dalam bidang IT, pandai dalam keuangan dan kamu. juga bisa ilmu beladiri. Sepertinya tidak ada yang tidak bisa kamu lakukan ya?" Rendra bertanya dengan wajah datar sambil menatap Risha yang sedang serius memakaikan dasi


"Hemn … sepertinya menaklukan hatimu?" Jawaban Risha langsung membuat Rendra memicingkan matanya


"Selesai. Kamu terlihat cocok juga dengan setelan jas berwana maroon" Puji Risha setelah selesai memakaikan dasi Rendra


"Sudah hentikan. Ayo bayar dan kita langsung berangkat. Kita sudah terlambat ke kantor" Rendra pun berjalan ke kasir untuk membayar pakaiannya diikuti Risha dibelakangnya


***


Ditempat lain, Kenzie pun sedang mencari setelan pakaian ditemani oleh meisya.


"Pak Kenzie, bagaimana kamu bisa berada dirumahku? Pak Har bilang kalau pengawal papa yang membawamu kerumah?" Tanya Meisya yang terlihat penasaran


"Kamu tidak memanggilku kak Kenzie lagi?" Kenzie bertanya dengan senyum menggoda Meisya


"Ehm itu … karena kita di depan papa. Aku tidak mungkin memanggilmu pak Kenzie, jadi aku panggil kak Kenzie" Meisya menjawab dengan mata yang terus menoleh kesana kemari


"Kalau tidak didepan papmu juga tidak papa. Cukup panggil pak Kenzie dikantor saja" Ujar Kenzie dengan senyum menggoda dan nada bicara yang lembut


"Ehm … bagaimana dengan yang ini?" Meisya mengambil satu setel jas dan menunjukkannya pada Kenzie

__ADS_1


"Biar aku coba" Kenzie meraih jas dari tangan Meisya dan berjalan menuju ruang ganti.


"Hadooh, bagaimana ini? Pipiku rasanya panas sekali" Gumam Meisya yang merasa malu karena di goda Kenzie sambil memegangi kedua pipinya yang merah begitu Kenzie pergi


"Kurasa ini cukup cocok" Kenzie bercermin dan memastikan penampilannya dengan setelan jas yang dipilih Meisya


"Ya, itu cocok denganmu. Sebagai permintaan maaf, biar aku yang bayar baju ini" Meisya menanggapi ucapan Kenzie dengan sikap tenang sambil mengeluarkan kartu atm miliknya.


"Tidak perlu. Harga diriku merasa sedikit tergores jika kamu yang membelikan baju ini" Kenzie menolak tawaran Meisya lalu mengeluarkan kartu kredit miliknya sendiri


"Apa seorang manajer bisa punya kartu black card seperti itu?" Pikir Meisya melihat kartu kredit Kenzie


"Sampai kapan kita akan pacaran seperti ini?" Meisya langsung menatap Kenzie setelah mendengar pertanyaannya


"Maksudmu pacaran bohongan? Aku juga tidak tahu. Aku tidak berpikir kalau papa akan menanggapinya dengan serius. Ku kira papa tidak akan bertindak lebih sampai menguji kekayaanmu sebagai pacarku" Meisya menjawab dengan kepala tertunduk karena dia memang tidak memiliki rencana untuk langkah selanjutnya


"Maksudmu, kamu hanya mengatakan aku pacarmu tanpa memikirkan langkah selanjutnya? Ya ampun Meisya kamu membuatku terjebak dengan hubungan palsu ini. Jika pak Arseno tahu kalau aku menipunya, aku bisa diinjak oleh orang-orang yang penuh lemak itu" Kenzie menghela napas kasar dengan pernyataannya


"Orang-orang penuh lemak?" Meisya tersenyum tak percaya dengan ucapan Kenzie


"Benar. Awalnya papamu memintaku melawan orang-orang bertubuh besar. Katanya mereka atlet sumo. Hah, aku tidak bisa membayangkan jika saja tubuhku yang kurus kering ini tertimpa oleh tubuh mereka" Kenzie mengeluh dengan menarik napas kasar dan nada bicara yang lembut


"Apa kamu melawan mereka?" Meisya bertanya dengan sorot mata penasaran


"Apa kamu gila? Tentu saja aku tidak melawan mereka. Tubuhku bisa hancur semua jika aku berhadapan dengan mereka" Kenzie menjawab dengan senyum ceria dan sikap yang acuh tak acuh


"Benar. Jika kamu melawan mereka, itu artinya kamu gila. Sudahlah ayo pergi, rasanya tatapan semua gadis itu seakan ingin membunuhku karena berjalan dengan pak Kenzie" Meisya berjalan lebih dulu dan mengabaikan tatapan para gadis yang terpesona oleh ketampanan Kenzie


"Sampai kapan kamu akan memanggilku Pak Kenzie? Bukannya kita pacaran diluar kantor?" Kenzie dengan sengaja menggoda Meisya


"Berhenti menggodaku. Kita pacaran hanya didepan papa saja, mengerti!" Meisya bicara dengan nada yang acuh tak acuh


"Benarkah? Sudahlah, kamu harus cari cara agar papamu tahu kalau kita sudah putus. Dia akan selalu menggangguku jika kita terus pacaran. Tapi … apa papamu akan membunuhku kalau tahu kita putus?" Kenzie menghentikan langkahnya dan berpikir dengan kemungkinan yang terjadi


"Aku juga tidak tahu. Yang pasti mulai sekarang papa akan terus meminta pak Kenzie kerumah untuk menemaninya bermain, aku yakin akan hal itu" Meisya begitu percaya diri saat mengatakan pendapatnya


"Ternyata saat seperti ini kamu benar-benar mirip dengan papamu. Kalian sangat suka mengambil keputusan sendiri"

__ADS_1


__ADS_2