Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Insiden Yang Menimpa Safira


__ADS_3

Safira sedang menjalani syuting bersama dengan Gilang sebagai pemeran utama prianya, dan kebetulan sekali hari ini Manda akan ikut bergabung sebagai peran pembantu dalam drama yang dibintangi oleh Safira. Mereka melakukan syuting di pinggir pantai karena akan mengambil adegan antara Safira dan Gilang yang sedang berjalan pinggir pantai.


"Semuanya siap diposisi masing-masing. Oke, rolling, and action" Sutradara memberikan arahan sebagaimana biasanya. Safira, Gilang dan Manda pun mulai berakting sesuai dengan peran mereka. Mereka berperan dengan baik, terlebih Manda memang tidak suka pada Safira, jadi cukup mudah baginya untuk berperan sebagai antagonis yang membenci Safira


"Oke Cut. Bagus, Semuanya istirahat selama 1 jam" Ujar sutradara setelah pengambilan adegan


"Sepertinya kamu tertarik pada Safira?" Manda bertanya pada Gilang yang terus saja memperhatikan Safira selama mereka berada di lokasi syuting


"Jangan sembarangan! Lagipula siapa yang tidak akan suka dengan Safira yang cantik, baik dan pandai dalam segala hal" Gilang berusaha menyembunyikan rasa sukanya meskipun terlihat jelas karena dia salah tingkah saat menjawab pertanyaan Manda


"Tidak perlu menutupinya dariku. Aku bisa lihat itu dengan jelas dari tatapanmu pada Safira. Itu bukan hanya tatapan dari penggemar saja. Itu seperti tatapan seorang pria yang mengharapkan cinra dari seorang perempuan" Manda bicara sambil tersenyum dan berusaha meyakinkan Gilang untuk mengakui perasaannya pada Safira


"Dia sudah punya pacar. Tidak baik untuk karirku jika aku mendekati dia sekarang" Gilang menjawab dengan senyum ketir di wajahnya


"Memangnya kamu yakin kalau dia dan pemuda yang waktu itu pacaran?" Tanya Manda dengan senyum sinis dan kedua alis diangkat bersamaan.


"Jika mereka tidak pacaran, mana mungkin Safira membawanya keacara penting seperti itu?" Gilang terus menjawab dengan nada bicaranya yang tenang dan meyakinkan Manda kalau dia tidak suka padanya


"Bagaimana kalau kita dekati Safira terlebih dulu? Aku yakin jika gosip tersebar mengenai kedekatan kalian, maka Safira tidak akan menolak berhubungan denganmu" Manda masih terus berusaha mendekatkan Safira dan Gilang. Dengan begitu akan mudah baginya untuk membuat gosip tentang mereka dan menjatuhkan Safira


"Maksudmu membuat situasi dimana Safira tidak bisa mengelak untuk mengakui kalau kami ini punya hubungan?" Gilang bertanya untuk memastikan apa yang dimaksud oleh Manda


"Betul sekali. Dengan begitu kalian bisa bersama dan perlahan kamu  bisa mengambil perhatian Safira agar dia terpesona padamu" Manda menunjukkan seringainya dan berusaha meyakinkan Gilang agar dia mengikuti rencananya


"Apa rencanamu?" Gilang pun mulai termakan dengan  bujuk rayu Manda


"Aku berencana membuat kalian berada dalam kondisi yang bisa membuat orang lain salah paham" Ujar Manda dengan senyum mencibir


"Maksudmu ...?"Gilang memicingkan mata lagi dan menatap Manda dengan tatapan bingung


"Sore nanti kita akan mengajak Safira untuk pergi tanpa sepengetahuan asistennya. Dan kita akan buat semua orang sibuk mencari Safira. Saat mereka panik, aku akan mengusulkan untuk mencarimu dan saat itulah mereka akan curiga kalau kalian sedang bersama" Manda tersenyum puas setelah mengatakan apa yang dia rencanakan


"Ide bagus. Dengan begitu aku bisa dekat dengan Safira dan pamorku juga bisa naik seiring naiknya pencarian terhadap Safira" Gilang pun tersenyum manis memikirkan rencana yang telah dia siapkan dengan Manda


Sore haripun tiba. Mereka semua selesai syuting didekat tebing pinggir laut dan hendak kembali ke kamarnya masing-masing

__ADS_1


"Safira, tunggu!" Safira langsung menghentikan langkahnya begitu mendengar Gilang memanggilnya. Tiara sedang pergi menyiapkan keperluan Safira selesai syuting.


"Ada apa?" Tanya Safira dengan sikap yang  tenang


"Bisa minta waktunya sebentar? Ada yang ingin aku bicarakan denganmu" Safira memicingkan mata menatap Gilang karena mereka tidak begitu dekat untuk membicarakan masalah pribadi. Dari kejauhan Manda mengamati Safira dan Gilang.


"Tumben sekali dia mendekatiku? Sejak dulu, meskipun kita debut ditahun yang sama tapi kami tidak pernah berhubungan terlalu dekat" Pikir Safira sambil menatap tajam pada Gilang


"Ada apa?" Tanya Safira setelah dia berpikir mengenai maksud Gilang


"Tidak ada. Aku hanya … ingin mengajakmu makan malam. Katanya ada restoran seafood yang enak di sekitar sini, bagaimana?" Gilang tersenyum manis mengajak Safira


"Maaf, tapi aku tidak bisa. Besok kita masih harus syuting. Dan aku lebih memilih istirahat di kamarku dan makan bersama asistenku" Safira menolak dengan sikap yang tenang. Dia menatap Gilang dengan tatapan waspada


"Ayolah, besok aku juga syuting. Ini hanya makan malam biasa, tidak akan memakan waktu yang lama. Anggap saja untuk pendekatan kita agar chemistri kita lebih terasa saat syuting" Gilang terus saja berusaha membujuk Safira agar bisa pergi dengannya.


"Maaf tapi aku tidak bisa. Aku harus pergi sekarang, terimakasih atas tawarannya" Safira pun berbalik dan beranjak pergi meninggalkan Gilang.


"Safira, tunggu sebentar! Aku hanya ingin menghabiskan waktu denganmu"


"Safira!"


Byuuurrr


Safira melepaskan tangannya yang digenggam Gilang dengan paksa dan saat dia berusaha menariknya Safira kehilangan kendali dan jatuh kelaut dari tebing yang cukup tinggi


"Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?" Gilang terlihat panik saat melihat Safira jatuh ke laut. Dari sudut lain Manda tersenyum melihat Safira jatuh


"Hah, dia jatuh? Apa aku harus memberitahu pada orang lain kalau Safira jatuh? Tidak, justru itu bagus kalau sampai dia tidak ditemukan" Gumam Manda dengan senyum puas di bibirnya


"Lebih baik aku pura-pura tidak tahu dan kembali ke kamar hotel" Ujarnya yang berlalu pergi meninggalkan Gilang yang panik sendiri


"Manda!" Gilang berteriak memanggil Manda ketika dia melihatnya hendak pergi


"Safira jatuh, bagaimana ini?" Tanya Gilang dengan panik

__ADS_1


"Biarkan saja. Lagipula kita tidak bisa melakukan apapun untuk menolongnya. Dia yang jatuh sendiri kan?" Manda menjawab dengan sinis


"Kenapa kamu bicara begitu? Dia itu jatuh ke laut. Bisa saja dia mati jika kita tidak segera menemukannya!" Gilang bicara dengan panik pada Manda


"Itu tidak ada hubungannya denganku! sudahlah aku mau kembali ke kamarku!" Manda berbalik dan pergi meninggalkan Gilang yang panik


Sementara ditempat lain Tiara sedang bingung mencari Safira


"Apa kalian melihat kak Safira?" Tanya Tiara setelah cukup lama menunggu dikamar padahal yang lain sudah selesai syuting


"Tidak, tadi dia kembali terakhir bersama Gilang. Coba tanya padanya!" Jawab salah satu kru syuting


"Baiklah. Terimakasih" Tiara pun bergegas mencari Gilang dan kebetulan dia bertemu dengan asistennya


"Kak, dimana kak Gilang? Apa dia bersama kak Safira?" Tanya Tiara dengan panik


"Aku tidak tahu, tadi Gilang memintaku kembali lebih dulu. Tapi sampai sekarang, dia juga belum kembali. Kamu hubungi saja ponselnya Safira!" Jawab Asisten Gilang


"Aku yang memegang ponsel kak Safira. Dia tidak mungkin memegang ponsel saat syuting. Biasanya dia langsung kembali setelah selesai take, tapi sampai sekarang dia tidak kembali. Aku jadi khawatir" Ujar Tiara dengan panik


"Tolong! Tolong!" Semua menoleh saat Gilang berteriak minta tolong


"Ada apa? Kenapa kamu terlihat panik?" Tanya sutradara yang kebetulan ada disana


"Safira... dia... dia jatuh dari tebing" Gilang menjelaskan dengan napas terengah-engah


"Apa? Kak Safira jatuh dari tebing? Bagaimana ini?" Tiara semakin panik mendengar Safira jatuh ke laut. Air matanya tanpa sadar langsung mengalir membasahi pipinya


Drrt drrt drrt


Tiba-tiba ponsel Safira yang dipegang Tiara berdering. Dan itu panggilan dari Kenzo


"Halo" Tiara menyapa disela isak tangisnya


"Siapa ini? Dimana Safira? Apa dia sedang sibuk?" Tanya Kenzo setelah mendengar suara orang lain dari ponsel Safira

__ADS_1


"Kak Kenzo, kak Safira hilang"


__ADS_2