
Kenzie berlari dengan tergesa-gesa meninggalkan rumah. Bahkan dia tidak mengganti pakaiannya terlebih dahulu.
"Zie, kamu mau kemana lagi? Bukannya kamu baru saja pulang?" Cheva bertanya pada Kenzie ketika melihat dia berjalan dengan terburu-buru meninggalkan rumah.
"Mengerjar cintaku, Mih!" jawab Kenzie tanpa menghentikan langkahnya dan hanya menoleh sebentar sambil tersenyum pada Cheva.
"Ada apa degannya? Apa dia salah minum obat?" gumam Cheva yang merasa bingung dengan apa yang dikatakan putranya. Cheva pun melanjutkan langkahnya ke lantai atas untuk menemui Risha dan menanyakan apa yang sebenarnya telah terjadi pada putranya.
"Sha, apa kamu tahu apa yang terjadi dengan Kenzie? Kenapa dia pergi terburu-buru seperti itu?" Cheva langsung bertanya pada Risha sambil berjalan mendekatinya, meskipun saat ini jarak mereka masih cukup jauh.
"Kenzie dan Meisya putus, Tante. Karena itu sekarang Kenzie akan pergi kerumah Meisya untuk meminta penjelasan darinya mengenai penyebab dia mengakhiri hubungan mereka". Risha menjelaskan dengan tenang pada Cheva mengenai tingkah Kenzie.
"Apa?! Mereka putus? Bagaimana bisa?" Cheva terlihat heran dan tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan.
"Mungkin karena ayah Meisya tidak ingin memiliki hubungan dengan keluarga kita?" Risha menanggapi dengan sedikit acuh tak acuh disertai kedua bahu yang diangkat bersamaan.
"Tidak ingin memiliki hubungan dengan keluarga kita?! Hah. Tidak mungkin! Kamu sendiri tahu kalau semua orang ingin sekali bisa masuk keluarga Kusuma, bahkan mereka menghalalkan segala cara untuk bisa jadi bagian dari keluarga kita. Sekarang kamu bilang ayahnya Meisya tidak ingin anaknya jadi bagian dari keluarga kita?" Omong kosong!".
Cheva mencibir apa yang dikatakan Risha mengenai pak Arseno. Dia tidak percaya kalau dinegara ini ada yang menolak untuk jadi bagian dari keluarga Kusuma.
"Aku serius, Tante. Ayahnya Meisya baru saja tahu mengenai identitas Kenzie setelah membaca berita yang menghebohkan mengenai Kenzo. Dan sepertinya sekarang ayahnya Meisya juga yang meminta agar anaknya mengakhiri hubungan dengan Kenzie" Risha menjelaskan dengan tenang dan berusaha meyakinkan Cheva kalau apa yang dikatakannya adalah sebuah kebenaran.
Cheva pun terdiam dan tak habis pikir dengan apa yang dikatakan Risha.
"Bisa-bisanya dia menolak putraku yang tampan menjadi menantunya. Apa yang kurang dari Kenzie ya? Tampan ... tak perlu diragukan. Mapan ... sudah jelas dia merupakan keturunan keluarga terkaya. Pintar ... kalau dia bodoh mana mungkin aku berikan perusahaan besar untuk dia kelola. Apa standar ayah Meisya lebih tinggi dari Kenzie, ya? Sha, menurutmu ... apa yang jadi masalah untuk ayahnya Meisya?".
Cheva terlihat bingung sendiri dengan apa yang dipikirkan pak Arseno sampai dia tidak mengizinkan Meisya menjalin hubungan dengan Kenzie. Akhirnya dia pun berusaha mencari jawabannya pada Risha.
"Mana aku tahu, Tante. Mungkin saja karena Kenzie terlalu sempurna, jadinya ayahnya Meisya takut kalau ternyata putrinya tidak sebanding dengan Kenzie" Risha berusaha menebak pemikiran pak Arseno meskipun dia juga tidak tahu apa yang menjadi alasan ayah Meisya melarang hubungan Meisya dan Kenzie.
"Hmn ... itu mungkin juga sih" Gumam Cheva memikirkan pendapat Risha.
Risha menggelengkan kepala melihat Cheva yang membenarkan pendapatnya.
"Sebenarnya sifat narsisnya Kenzo itu berasal dari ibunya atau ayahnya? Kenapa mereka semua sama saja?" Pikir Risha dengan senyum tipis dibibirnya.
***
Meisya masih mengurung diri dikamarnya sejak siang hari setelah dia kembali dari perusahaan Kusuma. Bahkan dia melewatkan makan siang dan makan malamnya. Dia hanya menangis dalam ruangan yang gelap.
"Huu... U ... U... Kak Zie... " Meisya terus memanggil Kenzie disela isak tangisnya.
__ADS_1
Pak Arseno dan Har semakin khawatir melihat Meisya yang tak keluar kamar sejak siang hari. Mereka terus memperhatikan kamar Meisya dari ruang keluarga.
"Tuan, apa anda yakin kalau non Meisya tidak papa? Nona belum keluar kamar sejak siang tadi. Bahkan nona melewatkan makan siang dan juga makan malamnya" Har berusaha meyakinkan pak Arseno mengenai kondisi Meisya.
"Dia tidak papa. Dia hanya butuh waktu saja" Pak Arseno menanggapi dengan sikap acuh tak acuh tapi terus menoleh ke kamarMeisya yang gelap.
"""
Sementara itu Kenzie berkendara dengan kecepatan tinggi menuju rumah Meisya. Dia ingin tahu alasan kenapa Meisya mengakhiri hubungan mereka tanpa ada masalah sedikit pun yang terjadi diantara mereka.
"Apa Meisya ada disini? Saya ingin bertemu dengannya" Kenzie bertanya pada salah satu satpam yang ada didepan gerbang.
"Maaf Pak Kenzie. Anda tidak diizinkan masuk kedalam" jawab satpam itu dengan ragu-ragu.
"Saya hanya ingin bertemu Meisya sebentar saja" ujar Kenzie lagi berusaha meyakinkan satpam yang berjaga.
"Anda tetap tidak boleh masuk" Satpam tetap tidak mengizinkan Kenzie masuk kedalam rumah. Kenzie pun langsung menghubungi ponsel Meisya
Drrtt drrt drrt
Meisya yang sedang menangis. Menoleh kesamping setelah mendengar ponselnya bergetar. Dia meraihnya dan melihat nama yang tertera dilayar ponsel.
"Kak Zie... " gumam Meisya yang melihat layar ponsel dengan matanya yang bengkak. Air mata kembali mengalir membasahi kedua pipinya.
"Halo" Meisya menyapa dengan suara yang terdengar parau setelah menangis sangat lama.
"Sya, apa kamu baik-baik saja?" tanya Kenzie dengan nada khawatir setelah mendengar suara Meisya yang serak karena menangis sangat lama
"Kak Zie... Apa yang harus aku lakukan? Satu hari saja terasa sangat lama. Bagaimana aku melalui hari-hari berikutnya tanpamu? Hiks... Hiks... Hiks" Meisya bicara disela isak tangisnya.
"Sya, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kamu minta untuk mengakhiri hubungan kita?" Kenzie sangat penasaran dengan alasan Meisya memutuskan hubungan mereka.
"Itu karena ... Papa tidak menyetujui hubungan kita. Hiks... Hiks... Hiks... "
"Jadi papamu meminta kamu untuk memutuskan hubungan denganku?"
"Iya" Meisya mengangguk meskipun Kenzie tidak dapat melihatnya.
"Apa yang harus kita lakukan, Kak? Aku tidak ingin berpisah darimu. Apa lebih baik aku melarikan diri saja dari rumah ini?" Meisya terdengar putus asa dengan apa yang akan mereka lakukan.
"Aku akan bicara dengan papamu. Kamu tidak perlu khawatir. Akan kulakukan apapun asalkan aku bisa bersama denganmu" ujar Kenzie yang berusaha menenangkan Meisya.
__ADS_1
"Baiklah. Aku akan menunggu kabar dari Kak Zie. Sampai jumpa" Kenzie dan Meisya pun mengakhiri panggilan telepon mereka.
Kenzie kembali berusaha untuk bisa masuk dan bertemu langsung dengan pak Arseno
"Tolong izinkan saya masuk!" ujar Kenzie pada penjaga gerbang
"Maaf pak Kenzie, saya hanya menjalankan perintah"
"Tidak ada pilihan lain"
Bag bug bag bug
Kenzie membuat penjaga gerbang terkapar sebelum dia bersiap melawan. Namun Karen itu, semakin banyak penjaga yang menghalau Kenzie.
"Waah, apa semua anak buah papa mertua keluar kandang?" gumam Kenzie berusaha menghibur diri sendiri setelah mendengar kalau Meisya masih mencitainya.
"Pak Kenzie, kenapa anda malah membuat keributan? Sebaiknya anda pergi darisini sebelum tuan semakin marah dan tidak menyukai anda" Pak Har yang berada diantara pengawal yang mendekati Kenzie berusaha menenangkannya.
"Pak Har, aku tidak bisa kembali begitu saja sebelum mendapat penjelasan mengenai hubunganku dan Meisya. Aku harus mendapatkan penjelasan langsung dari Meisya mengenai hubungan kami" Kenzie berusaha meyakinkan Har agar mengizinkannya bertemu dengan Meisya.
" Maaf, Pak Kenzie, tapi tuan melarang anda masuk kerumah ini lagi"
"Kalau begitu biarkan saja Meisya atau Om Arseno sendiri yang keluar?" ujar Kenzie dengan sikap yang tenang namun menunjukkan keseriusannya.
"Sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan. Sebaiknya kamu pulang saja dan lupakan Meisya".
Kenzie menoleh setelah mendengar suara pak Arseno yang baru saja keluar untuk menemuinya. Dia berdiri tidak jauh dari para pengawalnya.
"Om, saya hanya ingin mendengar penjelasan dari om. Kenapa Om melarang hubungan saya dan Meisya?" Kenzie bertanya dengan wajah serius dan penuh tanda tanya
"Kalian tidak cocok. Aku tidak bisa membiarkan putriku berdiri disamping tebing yang bisa saja membuat dia jatuh kapan saja". Pak Arseno menjelaskan dengan sikap yang dingin
"Tebing? Kalau begitu aku akan membuat pagar pelindung untuknya agar tidak pernah jatuh" Ujar Kenzie penuh percaya diri
"Aku tidak akan pernah membiarkanmu mendekatinya lagi. Pengawal, bawa dia pergi darisini!"
"Baik, Pak"
Bag bug bag bug
Baku hantam pun tak terhindarkan. Karena Har tahu kemampuan Kenzie, dia meminta semua anak buahnya melawan secara bersamaan.
__ADS_1
"Kak Zie...! Hentikan! Jika papa tidak meminta para penjaga papa berhenti, maka aku juga akan melawan mereka!"