
Keluarga Kusuma sedang berkumpul setelah makan malam selesai. Seperti biasa, mereka akan berkumpul untuk menghabiskan waktu bersama meskipun hanya sebentar saja
"Bagaimana dengan kuliah kalian? Apa semua berjalan lancar?" Diaz bertanya pada Kenzo, Kenzie dan Risha
"Semuanya baik pih. Kuliah kami lancar-lancar saja. O iya, ada yang ingin kenzo bicarakan pada kalian semua" Risha menoleh pada Kenzo yang sejak tadi sedang menikmati minumannya dengan handphone disebelah tangannya
"Hah? Apa?" Kenzo yang memang belum memikirkan apa yang akan dia lakukan terlihat sangat terkejut saar Risha memojokannya untuk mengutarakan keinginannya. Diapun terlihat salah tingkah karena perhatian semua orang tertuju padanya
"Ada apa Zo? Apa ada masalah?" Cheva yang penasaran bertanya pada Kenzo dengan sikap yang tenang
Kenzo terlihat sangat terkejut, dia menatap Risha dengan sorot mata yang tajam seakan mengomeli Risha
"Apa maksudmu? Kenapa kamu menceritakan itu sekarang? Aku akan memberitahu mereka nanti"
"Lebih baik sekarang daripada dinanti-nanti" Risha tersenyum dengan kedua alis diangkat secara bersamaan
"Awas kamu. Akan ku balas nanti" Kenzo dan Risha terus saja bicara melalui mata mereka
"Zo, apa yang ingin kamu bicarakan pada kami?" Lian yang sejak tadi diam saja, kini mulai bertanya pada Kenzo karena penasaran.
"Itu pih, aku ingin ... pindah kampus dan hidup mandiri. Aku ingin bekerja dan berusaha sendiri tanpa bergantung pada harta keluarga kita" Kenzo bicara dengan sikap yang tenang dan tanpa ada keraguan sedikitpun
"Maksud kamu ...? Bukankah selama ini kalian memang tidak menggunakan nama keluarga saat disekolah? Apa itu masih belum cukup?" Cheva bertanya untuk memastikan keputusan sang putra
"Kami memang tidak menggunakan nama besar keluarga kita. Tapi kan tetap saja kita menikmati fasilitas dari keluarga" Kenzie turut menyuarakan pendapatnya pada Cheva
"Jadi kalian bertiga akan meninggalkan keluarga ini?" Kini Diaz yang ikut bertanya karena penasaran
__ADS_1
'Tidak. Hanya Kenzo saja" Risha menjawab dengan cepat pertanyaan Diaz
"Kalian pengkhianat! Bukankah kita selalu bersama? Sekarang kalian meninggalkanku begitu saja?" Kenzo bertanya pada Risha dengan nada yang sinis dan dingin
"Kami tidak mengkhianatimu. Kita kan memang tidak memberitahukan pada semua orang identitas kita yang sebenarnya. Jadi biarkan saja ini mengalir seperi sebelumnya. Kami juga tidak akan memberitahukan identitas kami. Kamu tenang saja" Ujar Kenzie dengan senyum tipis dibibirnya
"Awas saja kalau sampai aku ketahhuan gara-gara kamu!" Ujar Kenzo lagi dengan nada kesal yang mengancam
"Tenang saja. Tapi jika kamu tetap dikota ini maka itu percuma saja. Meskipun tidak ada yang tahu siapa kita sebenatnya, tapi teman kita tahu kalau kita berasal dari keluarga kaya" Kenzie kembali mengingatkan situasinya pada Kenzo
"Aku tahu itu. Karena itu aku mengatakan akan pindah kuliah. Aku akan pergi ke kota lain" Kenzo kini kembali bersikap tenang seperti biasanya
"Kota lain atau negara lain? Kamu tidak mengatakan itu padaku sebelumnya" Kenzie cukup terkejut dengan apa yang dikatakan Kenzo
"Aku masih memikirkannya. Karena itu aku belum mengatakan hal ini pada kalian semua" Kenzo menerangkan pada semua keluarganya kalau dia masih memikirkan rencananya sendiri
"Aku yakin pih. Awalnya aku ingin masuk sekolah tentara atau penerbangan. Tapi kurasa itu tidak bisa ditinggalkan begitu saja nantinya karena aku harus tetap mengelola perusahaan keluarga kita. Jadi untuk cari pengalaman, aku akan bekerja paruh waktu disela kuliah" Kenzo menceritakan pemikirannya namun sepertinya itu tidak sesuai dengan keinginan keluarganya
"Kalian sekarang kuliah disalah satu universitas terbaik. Papi rasa itu terlalu berlebihan jika kalian meninggalkan kampus ini dan masuk ke perguruan tinggi sederhana" Diaz kembali menyuarakan pendapatnya pada Risha, Kenzo dan Kenzie
"Papi benar. Jika kita pindah ke universitas sederhana, itu justru akan berpengaruh pada masa depan kita nantinya" Risha pun mempertimbangkan apa yang Diaz katakan
"Berpengaruh apanya? Kita ini cerdas, IQ kita pun terbilang bagus, bagaimana universitas bisa mempengaruhi masa depan kita? Toh dimanapun kita belajar, tetap saja kita yang jadi peringkat tertinggi" Kenzo bicara dengan sikap yang tenang dan acuk tak acuh
"Jangan sombong Zo, kamu ini terlalu membanggakan diri sendiri" Kenzie menegur Kenzo yang terbilang narsis
"Apa? Memang itu faktanya" Jawab Kenzo lagi santai
__ADS_1
"Ya sudah, kalau begitu aku akan tetap kuliah disini. Lagipula, aku tidak punya keinginan seperti Kenzo" Timpal Risha menanggapi Zo
"Ya, kami berdua akan tetap disini dan tetap bersikap normal" Kenzie menyetujui rencana Risha
"Ah kalian berdua memang tidak suka hal yang menantang" Kenzo mencibir dengan sikap yang tenang
"Terserah, itu urusanmu. Dah ah aku mau pergi tidur. Selamat malam semuanya" Risha pun beranjak pergi menuju kamar tidurnya
"Jadi, kamu mau bagaimana Zo?" Lian berusaha memastikan apa yang akan dilakukan Kenzo selanjutnya
"Aku akan ambil kelas online dan tetap pada rencanaku. Mungkin beberapa hari lagi aku akan pergi mencari tempat tinggal lain, aku juga akan mencoba mencari pekerjaan" Jawab Kenzo dengan sikap santai
"Kalau begitu kamu masuk ke perusahaan papi sebagai karyawan baru. Disana ada Robin yang mengelola perusahaan atau mungkin yang dinegara F, disana ada om Sam dan om Pram yang mengelolanya. Kamu bisa membantu mereka secara diam-diam" Ujar Lian dengan sikap yang tenang
"Papi ingin aku mulai mengelola perusahaan papi? Lalu, apa yang akan papi lakukan jika tidak mengelola perusahaan itu? Papi kan ke negara F dan mengelola prusahaan utama papi? Atau papi hanya akan jadi pelukis?" Kenzo terlihat sangat penasaran dengan apa yang akan dilakukan Lian
"Tentu saja papi akan tetap disini dan jika kalian berdua sudah mulai mengelola perusahaan papi, maka papi memiliki waktu lebih banyak untuk menemani mamimu" Lian bicara dengan senyum tipis sambil menoleh pada Cheva dengan tatapan penuh kasih sayang
"Hah, ini tidak seru. Aku mulai muak melihat kemesraan kalian. Selamat malam" Kenzo dan Kenzie pun beranjak pergi dari hadapan orang tuanya menuju kamar mereka dengan ekspresi wajah kesal melihat Lian yang malah menggomballi Cheva
"Aku juga malas melihat kalian berdua. Selamat malam" Diaz pun beranjak pergi dan membiarkan Cheva dan Lian berdua saja
"Kakak yakin dengan apa yang kakak katakan? Kenzo masih terlalu muda untuk mengelola perusahaan kak Lian. Kakak lupa ya kalau perusahaan kakak itu bukan perusahaan kecil" Cheva pun bertanya pada Lian untuk memastikan keputusannya membiarkan Kenzo memegang kendali perusahaan
"Pemikiran Kenzo dan Kenzie selalu jauh didepan. Terlebih lagi mereka bisa bekerja sebagai karyawan biasa, jadi bisa tahu bagaimana keadaan perusahaan dari bawahnya" Cheva menganggukkan kepala berkali-kali menanggapi Lian
"Kakak benar. mereka berdua tentu bisa dipercaya dan kita juga masih bisa memantau mereka"
__ADS_1