Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Hambatan Dari Perusahaan Sanjaya untuk Adnan


__ADS_3

Adnan akhirnya melakukan pinjaman pada bank dengan perusahaan dan semua aset yang dimiliki sebagai jaminannya, karena pinjaman yang dia ajukan sangat besar


"Kali ini kita harus berhasil dengan produksi film terbaru kita. Aku sudah mempertaruhkan semuanya dan jika ini gagal, maka habislah perusahaan kita"


Adnan memberitahu pada Zul kalau proses produksi harus tetap berjalan dengan meraup keuntungan besar yang dia harapkan agar bisa menyelamatkan perusahaan dan semua aset yang dia jadikan sebagai jaminan di bank


"Baik pak, saya mengerti. Sekarang saya akan mulai mengatur semuanya agar proses produksi bisa segera dilaksanakan. Permisi"


Zul pun beranjak pergi meninggakan Adnan untuk mulai mempersiapkan proses produksi. Mereka sudah memiiki naskah filmnya, namun mereka masih belum mendapatkan artis yang sesuai untuk memainkan setiap perannya


"Selamat siang nona Gladis, saya Zul dari perusahaann Surendra. Apa anda sedang sibuk?


Sapa Zul begitu telepon tersambung


"Oh pak Zul. Apa kabar? Ada perlu apa anda menghubungi saya. Tumben sekali"


"Saya baik. Langsung saja ke intinya, saya ingin menawarkan kontrak film dengan anda. Anda bisa memperlajari naskahnya terlebih dulu"


Zul sedang menghubungi salah satu artis yang sedang naik daun. Dia adalah Gladis Anastasya, seorang gadis berusia 27 tahun yang memiliki paras cantik dan tentuya bakat akting yang luar biasa. Dia sudah main dalam 3 judul film dan semua karakter yang dia perankan selalu berhasil mencuri perhatian publik. Dia juga merupakan seorang model.


"Maaf pak Zul, jadwal saya sudah padat. Saya juga sudah menerima tawaran film belum lama ini. Jadi untuk tahun ini saya tidak bisa mengambil proyek film lagi"


Gladis menolak dengan lembut dan sopan, dia berusaha untuk menjaga nama baiknya dan tidak menyakiti pihak perusahaan Surendra


"Apa tidak bisa dipertimbangkan dulu? Saya tahu bakat anda dan menurut saya anda cocok dengan karakter dari pemeran utama wanita di film ini. Anda bisa mempelajari naskahnya terlebih dahulu"


Zul dengan hati-hati berusaha membujuk Gladis agar dia mau meerima tawaran syuting darinya


"Ehm ... saya tidak bisa, tapi anda bisa langsung menghubungi manajer saya, mungkin dia bisa mengatur ulang semuanya dan mempertimbangkannya untuk proyek saya selanjutnya"


"Baiklah, saya mengerti. Terimakasih atas waktunya dan semoga sukses"


Zul yang tidak tahu lagi harus mengatakan apa akhirnya menyerah dan berencana mencari artis lain yang menurutnya cocok dengan karakter utama nantinya


"Aku tidak mengerti dengan semua ini. Aku seorang asisten tapi malah mengurusi hal seperti ini. Sebaiknya aku mencari sutradara dulu saja dan membiarkan dia yang melakukan casting pada pemain nantinya. Aku tidak bisa mengerjakan semua ini sendiri"


Zul yang kesal pun akhirnya memutuskan untuk mencari sutradara terlebih dahulu dan membiarkan dia yang melakukan casting terhadap artis yang sesuai menurutnya.


Tuut tuut tuut

__ADS_1


"Halo"


"Halo, pak Anton? Ini saya, Zul dari perusahaan Surendra"


Setelah menunggu beberapa lama akhirnya terdengar suara seorang pria dari ujung telepon


"Oh pak Zul. Apa kabar? Lama tidak mendengar kabar anda. Saya pikir setelah meninggalnya pak Galen dan pak Rey saya tidak akan mendengar suara anda lagi'


Pak Anton bicara dengan nada ceria yang santai. Dia adalah salah satu sutradara terkemuka. Dia pernah memproduksi 5 film dan 3 film diantaranya berhasil memenangkan banyak penghargaan. Dia juga pernah bekerja sama dengan Gladis


"Kabar saya baik. Memang berbeda rasanya ketika kita harus kembali beradaptasi untuk bekerja dengan orang lain, tapi saya sudah berjanji pada pak Galen kalau saya akan tetap mengabdi padanya. Jadi saya hanya bisa meneruskan pekerjaan saya sewaktu bersamanya dulu"


Zul menjelaskan dengan sangat tenang. Ada kekosongan yang terasa dan membuatnya sedih. Dulu dia selalu bekerja degan Galen dan Rey yang cepat dan sigap jika menghadapi masalah. Namun saat bersama Adnan dia harus ikut mencari jalan keluar dari masalah yang sedang dihadapi. Bahkan lebih sering dia yang mencari solusi atas masalah yang dihadapi


"Ini pasti berat untukmu karena setahuku pengganti Galen sekarang tidak memiliki pengalaman dalam mengelola perusahaan"


Ujar pak Anton menanggapi dengan tenang. Dia pernah mendengar tentang Adnan sebelumnya


"Anda benar. Saya harus membantunya perlahan untuk mempelajari semua hal mengenai perusahaan. Oh ngomong-ngomong, apa anda punya waktu luang? Saya ingin mengajak anda minum kopi untuk sekedar berbincang"


Zul dengan santainya berusaha mengalihkan pembicaraan karena tujuan dia menghubungi pak Anton adalah untuk mendiskusikan mengenai kerja sama


"Film baru? Apa anda akan memproduksi film baru dalam waktu dekat?"


Zul terdegar sangat penasaran dengan apa yang akan dilakukan pak Anton


"Benar. Aku sedang menggarap film baru yang bekerja sama dengan perusahaan Sanjaya. Kami akan memulai casting untuk para pemain secepatnya"


"Perusahaan Sanjaya? Maksud anda perusahaan Sanjaya milik pak Diaz?"


"Tentu saja. Memang ada berapa perusahaan Sanjaya di negara ini? Tentu saja yang aku maksud adalah salah satu perusahaan milik keluarga Kusuma"


Pak Anton menjawab dengan senyum dibibirnya. Dia bersikap biasa saja karena sudah cukup lama mengenal Zul


"Emm begitu, tadinya aku ingin mengajak anda bekerja sama. Perusahaan Surendra juga akan memproduksi film baru dan kami ingin anda menjadi sutrada yang menggarap film ini"


Zul sedikit menjelaskan tentang maksud dan tujuannya menghubungi Anton meskipun dia tahu kalau itu percuma dan sudah pasti akan ditolak mentah-mentah olehnya karena dia telah bekerja sama dengan perusahaan Diaz


"Ya, sayang sekali karena aku tidak mungkin menggarap 2 film sekaligus. Tapi mengingat kita sudah lama saling kenal, aku bisa merekomendasikan seorarng sutradara lain yang memiliki kemampuan dan kinerja bagus. Dia adalah pak Matius"

__ADS_1


"Benarkah anda bisa merekomendasikanku padanya?"


Zul terlihat sangat senang mendengar nama itu karena pak Matius juga merupakan salah satu sutradara yang sudah diakui kemampuannya


"Tentu. Aku akan kirimkan nomornya dan nanti kamu bisa menghubunginya"


"Baiklah. Terimakasih banyak atas bantuannya. Sampai jumpa"


"Ya sampai jumpa"


Zul dan Anton pun mengahiri panggilan telepon diantara mereka


Tring


Tak lama setelah dia mengakhiti panggilan teleponnya. Sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya. Zul pun segera membukanya dan ternyata itu adalah pesan dari pak Antok yang mengirimkan nomor pak Matius


"Aku harus mencoba menghubunginya sekarang juga"


Tuut tuut tuut


Zul kembali mendial ponselnya dan menghubungi nomor yang diberikan pak Anton


"Halo"


"Ya, halo. Dengan pak Matius?" Zul menyapa dengan sopan begitu telepon tersambung


"Ya, saya Matius. Ini dengan siapa?"


"Saya Zul, dari perusahaan Surendra. Saya dapat nomor anda dari pak Anton. Apa anda sibuk? Saya ingin mengundang anda minum kopi untuk membahas sebuah tawaran kerja sama"


"Maafkan saya, tapi saya sedang sibuk. Saya sedang menggarap sebuah drama bersama perusahaan Sanjaya "


"Oh rupanya begitu. Ya sudah terimakasih. Maaf karena telah menyita waktu anda"


"Ya tidak masalah. Sampai jumpa"


Zul kembali gagal dalam mencari sutradara. Dia merasa heran dengan apa yang telah terjadi


"Perusahaan Sanjaya lagi? Kenapa semua terhalang perusahaan Sanjaya? Apa ini disengaja atau hanya kebetulan semata? Atau mungkin pak Adnan memang telah menyinggung keluarga itu? Sebenarnya ada apa dengan perusahaan Sanjaya?"

__ADS_1


__ADS_2