
Keesokan harinya Risha dan Kenzie dijadwalkan akan kembali ke negara A hari ini setelah mereka menghabiskan waktu sehari lebih lama daripada orang tua dan kakek buyut mereka. Kini mereka sedang bersiap dirumah Ji untuk bergegas pergi ke bandara
"Sha ...! Cepatlah! Kenapa kamu lama sekali?" Kenzie berteriak memanggil Risha yang masih berada dikamarnya
"Berisik! Kenapa tidak sabar sekali sih? Lagipula kita tidak akan mungkin ketinggalan pesawat, karena mereka pasti akan menunggu kita" Risha yang baru datang dari kamarnya menggerutu kesal karena Kenzie terus saja memintanya untuk cepat-cepat
"Bukan begitu. Sejak tadi kamu tidak selesai bersiap-siap. Kamu tidak sadar kalau aku, Noey dan Meisya sudah jamuran menunggumu? Memangnya apa yang kamu lakukan daritadi sih?" Kenzie pun terlihat kesal karena dia sudah cukup lama menunggu Risha
"Aku tadi menghubungi Rendra dulu. Aku tanya apa dia sampai dengan selamat atau tidak" Risha menanggapi Kenzie dengan sikap acuh tak acuh
"Kalian sudah siap-siap berangkat?" Semua orang menoleh ketika mendengar suara Kenzo
"Haah. Lihatlah ini! Pengantin baru kita yang selama seharian kemarin menghilang entah kemana sekarang datang kemari" Kenzie langsung menyambut Kenzo dengan sikap yang sinis
"Bukannya kemarin sudah aku bilang kalau aku tidak akan membiarkan pengantin wanitaku sendiri. Oh tidak, istriku sendiri, sebagai suami yang bertanggung jawab tentu saja aku harus menemaninya seharian. Aku tidak akan membiarkan siapapun mengganggu kami menghabiskan waktu bersama" Kenzo dengan sengaja menekankan kata suami dan istri untuk membuat Kenzie kesal dengan statusnya yang kini telah berbeda
"Cih! Jadi sekarang kamu ingin pamer padaku kalau kamu sudah punya istri?! Aku juga punya kekasih dan cepat atau lambat aku akan menikahinya!"
Meisya tersentak mendengar apa yang dikatakan Kenzie. Dia pun tertunduk dengan wajah merah karena malu
"Apa?! Dia berencana menikah denganku?" Batin Meisya berteriak dengan tangan menutup mulutnya karena tersipu malu dengan apa yang dikatakan Zie
"Kamu juga sudah berencana menikah Zie?" Kenzie dikejutkan dengan suara sang nenek yang tiba-tiba datang menghampirinya
"Hai nek" Kenzo menyapa dan mencium pipi Ji ketika dia datang mendekatinya
"Halo sayang? Bagimana bulan madu singkatnya?" Ji bertanya dengan sikap yang tenang pada Zo setelah dia mencium pipinya
"Menyenangkan, meskipun diakhiri dengan sedikit kesal" Kenzo menanggapi dengan nada mengeluh namun tetap tenang
"Halo nek" Safira pun menyapa Ji kemudian duduk bersebelahan dengan Kenzo
"Halo Fira? Apa kamu baik-baik saja?" Ji bertanya dengan khawatir karena kondisi Safira yang baru saja sembuh dari sakitnya
"Aku baik-baik saja. Nenek tidak perlu khawatir"
Ji mengangguk kemudian kembali menoleh pada Kenzo untuk melanjutkan pembicaraan mereka
"Kamu bilang diakhir kamu sedikit kesal? Apa yang terjadi?" Ji bertanya dengan raut wajah penasaran dengan sikap yang tetap tenang
"Yaah, hotel tempat kami menginap mengadakan pesta yang dibuat untuk para tamu. Awalnya kami menikmatinya namun saat aku sedang berbincang dengan pebisnis lain yang tidak sengaja kutemui .... Safira dihampiri oleh seorang rekan artisnya dan juga seorang produser film. Mereka mengganggu Safira dan membuatnya tidak nyaman. Rasanya ingin ku potong tangan mereka saat itu juga"
Sorot mata Kenzo terlihat marah dengan nada bicara yang dingin saat dia menjelaskan kejadian saat pesta dihotel semalam
__ADS_1
"Maksudmu ada yang mencoba mengganggu Safira?" Ji bertanya untuk memastikan apa yang Zo katakan. Dia juga tersenyum saat bertanya
"Ya, tapi itu bukan masalah besar. Benarkan honey?" Kenzo menjawab dengan tenang kemudian bertanya pada Safira dengan senyum lembut dibibirnya
"Iya, nenek tidak perlu khawatir. Aku pasti lebih hati-hati. Lagipula sekarang aku sudah jadi bagian dari keluarga kalian, jadi kurasa tidak ada sesuatu yang perlu aku takutkan" Safira tersenyum lembut saat dia bicara pada Jingga
"Kamu benar. Kamu tidak perlu takut pada apapun! Ada Kenzo yang akan selalu berdiri dibelakangmu" Ji tersenyum tipis dengan sikap yang tenang
"Nenek, kami akan pergi sekarang" Kenzie menyela ketika Ji sedang berbincang dengan Kenzo dan Safira
"Kalian yakin tidak ingin menginap lebih lama lagi disini?" Ji berdiri dan mendekati Kenzie untuk berpamitan
"Tidak bisa. Ada banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan. Aku sudah menunda pekerjaanku selama berhari-hari" Kenzie menolak tawaran Ji untuk tinggal lebih lama di negara F
"Benar nek. Aku juga memiliki banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan" Risha pun menimpali Kenzie sambil berjalan mendekat kearahnya
"Sha, dimana Rendra?" Kenzo bertanya setelah menyadari temannya tidak ada
"Dia kembali lebih dulu kemarin karena memiliki jadwal terapi. Aku tidak ingin melarangnya. Lagipula acara pentingmu juga sudah selesai kan?" Ujar Risha dengan sikap yang tenang dan senyum yang manis
"Owh begitu. Apa sudah mau berangkat sekarang? Aku akan ikut mengantar kalian ke bandara" Kenzo bicara dengan sikap yang tenang sambil beranjak dari hadapan Ji
"Ya. Kami harus pergi sekarang. Pekerjaan kami juga sudah menumpuk karena kami tinggalkan beberapa hari ini" Risha menanggapi Kenzo dengan sikap tenang, lain halnya dengan Kenzie yang terus saja mengerucutkan bibirnya pada Kenzo
"Kenapa memandangi terus wajahku? Apa ada yang salahnya disitu?" Kenzo bertanya dengan raut wajah bingung dan menatap Safira dengan senyum yang lembut
"Ah! tidak ada hanya saja … bagaimana suamiku sangat tampan?" Safira tersenyum menggoda Kenzo
"Ehem ehem …" Risha berdehem melihat Kenzo dan juga Safira
"Oh iya. Disini masih ada mereka. Aku lupa kalau kita akan mengantar mereka kebandara" Ujar Kenzo dengan senyum menyeringai
"Cih menyebalkan!" Kenzie tersenyum mencibir Kenzo yang sedang tersenyum bangga padanya
"Sudah. Hentikan! Kalian harus segera bergegas ke bandara sekarang juga!" Ji yang sejak tadi memperhatikan, kini kembali menengahi perdebatan cucu kembarnya itu
"Baik nek. Kami akan berangkat sekarang. Sampai jumpa nek" Kenzie mencium pipi Ji sebelum pergi
"Sampai jumpa lagi nenek" Risha pun melakukan hal yang sama pada Jingga
"Ya sampai jumpa. sering-seringlah berkunjung kemari" Ji bicara dengan sikap yang tenang dan lembut
"Ya nek" Kenzie dan Risha menanggapi ucapan Ji dengan serempak
__ADS_1
"Zo, nanti kamu kemari lagi ya. Ada sesuatu yang ingin nenek bicarakan denganmu" Jingga pun beralih pada Kenzo setelah selesai bicara dengan Kenzie dan Risha
"Baik nek. Aku akan mengantar mereka dulu ke bandara"
"Ya. Hati-hati"
Akhirnya Kenzo dan Safira pun bergegas mengantar Kenzie, dan Risha ke bandara. Mereka berbincang selama perjalanan. Kenzo juga banyak berbincang dengan Noey yang sudah lama tidak ditemuinya
"Noey, aku ingatkan padamu ya, kamu harus jadi asisten yang baik untuk Kenzie. Dia itu sedikit lambat, jadi kamu harus lebih banyak berinisiatif dalam membantunya"
"Apa maksudnya sedikit lambat? Zo, kamu tidak percaya padaku?" Kenzie menatap Kenzo dengan tatapan sinis
"Bukan tidak percaya, hanya sedikit ragu saja" Jawab Kenzo dengan senyum tipis dibibirnya
"Cih menyebalkan!"
"Dia memang sedikit merepotkan. Aku harus bekerja ekstra sebagai asistennya" Noey menanggapi dengan sikap acuh tak acuhnya
"Tapi kamu tidak perlu khawatir Zo, aku pasti akan membantunya. Jadi kamu bisa melakukan tugasmu sendiri sebagai pemimpin perusahaan Anggara dengan baik. Aku menunggu saat kamu mengguncang dunia bisnis dengan kemampuanmu itu" Noey tersenyum lembut saat bicara dengan Zo
"Tidak perlu khawatir. Aku pasti akan menaklukkan dunia bisnis!" Ujar Kenzo penuh percaya diri
Setelah beberapa lama akhirnya mereka tiba dibandara
"Zo, kami pergi dulu. Ingat untuk tetap selalu menghubungi kami berdua!" Zie bicara sambil memeluk Kenzo dengan raut wajah sedih
"Jangan khawatir. Meskipun jauh, tapi ikatan kita tidak akan berubah"
"Fira, jika kamu butuh sesuatu, jangan sungkan untuk memberitahu kami karena kita sekarang sudah jadi bagian dari keluarga" Risha bicara sambil memeluk Safira dengan erat
"Kamu tidak perlu khawatir. Meskipun aku tidak ingat apapun, tapi aku tidak akan takut pada apapun. Karena sekarang aku memiliki banyak orang yang peduli padaku" Safira pun menanggapi dengan senyum yang lembut
"Kalau begitu kami pergi dulu. Sampai jumpa lagi. Semoga kalian selalu bahagia" Kenzie melambaikan tangan pada Kenzo dan Safira sambil berjalan pergi menjauh dari mereka
"Ya, sampai jumpa. Kabari kami jika sudah tiba disana" Kenzo pun menanggapi Kenzie sambil melambaikan tangan
"Haah... sekarang akan terasa sepi lagi. Aku hanya bisa mengandalkanmu menghilangkan kebosananku"
Kenzo bergumam melihat kepergian saudaranya, namun Safira masih bisa mendengar apa yang diucapkan oleh Kenzo
"Hah?! Apa maksudnya?"
"Tidak ada. Ayo pulang kerumah kita!"!
__ADS_1