Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Sejak Kapan Yang Namanya Kenzo Bisa Tersenyum Manis Seperti Itu?


__ADS_3

Risha dan Panji langsung menoleh mendengar suara Kenzie


"Kalian darimana saja? Tega sekali meninggalkan aku sendiri" Tanya Risha dengan nada manja dan bibir mengerucut


"Kami sibuk. Kami punya urusan yang harus kami tangani" Jawab Kenzo dengan sikap yang dingin


"Kamu ...? Bukankah kita pernah bertemu sebelumnya?" Kenzo sejenak mengingat wajah Panji yang tidak asing menurutnya


"Ya, saat Risha kecelakaan dulu. Aku yang membantunya saat itu" Jawab Panji dengan sikap yang tenang


"Ah benar, kecelakaan mobil Risha.. Kamu yang menemaninya sebelum aku datang" Kenzo bicara dengan sikap yang dingin


"Iya, kebetulan saat itu aku disana"


"Dulu kamu yang menyelamatkan Risha saat dia kecelakaan mobil. Sekarang kamu yang jadi penyebab Risha celaka" Kenzo bicara dengan sikap yang dingin dan senyum mencibir


"Zo. apa maksudmu? Tidak baik bicara seperti itu!" Ujar Risha yang tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Kenzo


"Kami sudah menyelidiki kecelakaan dan kami menemukan fakta bahwa yang menabrak kita adalah Arumi" Kenzie menjelaskan dengan sikapnya yang tenang


"Apa?!" Risha dan Panji saling menoleh satu sama lain karena terkejut


"Apa kalian yakin?" Panji mengernyitkan dahi tak percaya dengan apa yang dikatakan Kenzie


"Sangat yakin. Kalau kamu tidak percaya, maka kamu bisa memeriksanya sendiri!" Jawab Kenzo yang kini duduk di sofa dan menatap Panji dengan sorot mata yang tajam


Panji terdiam memikirkan apa yang dikatakan Kenzo


"Apa benar Arumi pelakunya? Kenapa dia sampai melakukan hal seperti itu?" Pikir Panji dalam lamunannya


"Aku sudah pernah mengatakan padamu sebelumnya, jangan pernah libatkan Risha dalam hubungan kalian yang rumit!" Kini Kenzie yang bicara dengan sikap yang dingin


"Aku harus menemui Arumi dan menanyakan ini langsung padanya, Permisi" Panji hendak pergi sebelum Kenzo kembali bicara padanya


"Silahkan, tapi kamu tidak akan menemukan apapun, karena dia telah menjual mobil itu" Ujar Kenzo dingin. Panji pun kembali melangkah pergi meninggalkan kamar Risha


"Kamu tidak bisa sedikit ramah? Dia itu kan lebih tua darimu" Risha memberitahu Kenzo agar sedikit lebih ramah


"Aku tidak peduli. Sejak kapan itu jadi pertimbangan untukku?" Zo menjawab dengan sikap acuh tak acuh.

__ADS_1


"Zo, kamu memang tidak bisa baik sedikit saja ya? Padahal kamu langsung terbang kemari begitu mendengar saudaramu mengalami kecelakaan, tapi sikapmu malah dingin dan acuh tak acuh padanya" Rendra bicara dengan senyum manis dibibirnya


"Kamu siapa? Rasanya aku baru melihatmu" Risha bertanya pada Rendra yang tiba-tiba menyela pembicaraan mereka


"Oh, namaku Rendra. Aku temannya Kenzo" Rendra memperkenalkan dirinya sendiri karena Kenzo hanya diam saja dan tidak mengenalkan mereka


"Hah? Temannya Kenzo? Kamu bisa berteman dengan orang lain Zo? Aku acungkan 2 jempol padamu karena bisa berteman dengan Kenzo" Risha juga terkejut mendengar kalau Rendra adalah teman Kenzo kemudian dia tersenyum pada Rendra


"Dia bukan temanku. Mana mungkin aku punya teman yang bodoh seperti dia" Ujar Kenzo acuh tak acuh sambil memainkan mobil-mobilan yang dia beli sebelum dihadiahkan pada Arumi


"Apa katamu? Aku bodoh? Jika aku bodoh, aku tidak akan mau berteman denganmu. Karena aku pintar jadi aku mempertimbangkan segala hal untuk terus ikut denganmu!" Ujar Rendra dengan nada yang kesal


"Jadi kamu mengikutiku hanya untuk kepentinganmu saja?! Aku tidak butuh teman yang tidak tulus. Pergi sana!" Kenzo bicara dengan sikap yang sinis


"Akhirnya kamu mengakuiku sebagai teman. Rasanya hari ini aku sangat beruntung" Rendra bicara dengan senyum ceria diwajahnya


"Cih, menyebalkan!" Kenzo mencibir sambil mengeluarkan mainan yang dia bawa


"Kamu masih main mobil-mobilan? Hah, kenapa kamu membeli boneka juga? Aku bukan anak kecil yang perlu dihibur dengan boneka" Risha mengerutkan dahi sambil tersenyum mencibir Kenzo yang membawa mainan


"Bukan untukmu. Kamu juga bukan seseorang yang pantas aku hibur" Kenzo bicara tanpa menoleh pada Risha sama sekali


"Apa katamu? Aku tidak pantas dihibur? Bukankah itu keterlaluan? Aku ini pasien, bisa-bisanya kamu bicara seperti itu padaku" Risha terlihat kesal saat Kenzo menjawab pertanyaannya


"Hah, aku heran denganmu Zo. Kamu itu sangat menyebalkan, tapi kenapa banyak gadis terobsesi padamu ya? Sungguh aneh selera gadis zaman sekarang" Rendra menggelengkan kepala melihat Kenzo yang selalu berdebat dengan setiap orang yang dekat dengannya


"Itu karena aku memang berkharisma" Jawab Kenzo dengan senyum bangga


"Cih" Rendra, Kenzie dan Risha mencibir serempak melihat sikap Kenzo


***


Dinegara F Safira baru saja selesai syuting di kampus Kenzo. Dia menoleh kesana sini mencari keberadaan Kenzo


"Kenzo kemana ya? Sudah 2 hari ini aku tidak mendengar kabar darinya" Pikir Safira sambil menatap ponsel miliknya


"Kak Safira kenapa diam saja begitu? Apa kak Fira sedang ada masalah?" Tanya Tiara dengan raut wajah khawatir


"Tidak ada apa-apa. Hanya saja sudah beberapa hari ini aku tidak pergi ke restoran. Setelah syuting aku mau pergi kesana untuk makan siang" Safira tidak memberitahu alasan dia melamun

__ADS_1


"Restoran mana? Biar aku temani kak Fira kesana" Ujar Tiara menyarankan


"Baiklah" Fira mengangguk dengan senyum lembut di bibirnya


Setelah syutingnya selesai, Safira pergi ke restoran tempat Kenzo bekerja. Dia memesan ruang privat untuk ditempati, dan kebetulan yang melayaninya adalah Sita


"Selamat siang, mau pesan apa?" Tanya Sita dengan senyum ramah. Safira masih belum melepas masker dan kacamata miliknya, jadi tidak ada yang mengenal dia


"Aku pesan ayam panggang dan jus alpukat. Kamu pesan apa Ra?" Ujar Safira pada Tiara


"Aku juga sama saja. Oh, tambah salad sayur ya" Jawab Tiara melengkapi


"Baik, mohon tunggu sebentar" Ujar Sita hendak meninggalkan Safira dan Tiara


"Tunggu sebentar!" Langkah Sita terhenti ketika Safira kembali memanggilnya


"Ya? Apa ada lagi yang dibutuhkan?" Tanya Sita dengan senyum ramah


"Apa Kenzo tidak masuk kerja? Biasanya dia yang selalu melayani diruang privat" Safira bertanya dengan ragu-ragu


"Kenzo sedang cuti. Katanya ada saudaranya yang mengalami kecelakaan" Jawab Sita menjelaskan


"Oh begitu. Terimakasih"


"Sama-sama. Permisi" Sita kembali melangkahkan kaki untuk menyiapkan pesanan Safira


"Siapa itu Kenzo? Kak Fira tidak pernah cerita padaku" Tanya Tiara dengan raut wajah bingung


"Hanya teman saja" Jawab Safira tanpa menjelaskan panjang lebar. Kemudian dia mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Kenzo


"Aku tadi syuting di kampusmu, tapi kamu tidak ada. Sekarang aku ada di restoran tapi katanya ada saudaramu yang mengalami kecelakaan. Bagaimana keadaannya?" Tulis Safira dalam pesan singkatnya untuk Kenzo


Kenzo masih berada dirumah sakit sambil memainkan mobil-mobilan yang akan digunakan nanti. Dia meletakkan minumannya ketika sebuah pesan singkat masuk ke ponselnya. Kenzo tersenyum membaca pesan dari Safira


"Ya, saudara sepupuku mengalami kecelakaan, tapi sekarang kondisinya sudah membaik. Terimakasih sudah mengkhawatirkan dia" Balas Kenzo dalam pesannya


"Bukan apa-apa. Kapan kamu akan kembali kemari?" Balas Safira lagi


"Belum tahu. Aku tunggu kondisinya semakin pulih dan urusanku disini selesai. Mungkin sekitar 1 minggu baru kembali kuliah dan ke restoran"

__ADS_1


Rendra, Kenzie dan Risha memperhatikan Kenzo yang terus mengirim pesan singkat sambil tersenyum manis


"Apa dia sudah gila? Sejak kapan yang namanya Kenzo bisa tersenyum manis seperti itu?"


__ADS_2