
"Zo, Zie, aku ingin kita makan malam hari ini juga!" Risha sedang melakukan video call setelah dia makan dengan Rendra
"Hari ini? Kenapa mendadak sekali?" Kenzie bertanya dengan raut wajah heran
"Ada yang ingin aku ceritakan pada kalian berdua, jadi aku ingin makan malam hari ini juga. Tidak bisa ditunda lagi" Risha bersikeras dengan apa yang dia inginkan. Kenzo dan Kenzie selalu menuruti apa yang sepupu mereka ini inginkan.
"Baiklah, kirimkan alamat restorannya dan kita akan bertemu disana"
"Ok" Risha menjawab dengan ceria setelah kedua sepupu kembarnya setuju dengan apa yang dia inginkan.
***
Malam hari di restoran Sweet
"Apa kamu yakin ini restoran yang di pesan Risha?" Meisya bertanya pada Kenzie sambil menoleh kesana kemari melihat sekeliling restoran
"Ini alamat yang diberikan Risha. Tapi kenapa sepi sekali? Jangan-jangan dia memesan satu restoram ini?" Kenzie bicara dengan sikap yang tenang sambil mencari keberadaan Risha
"Memesan satu rerstoran? Apa dia bisa berlebihan seperti itu?" Meisya terlihat heran dengan apa yang dikatakan Kenzie hingga kedua alisnya berkerut dan hampir menyatu
"Dia dan Kenzo itu sama gilanya, mereka suka melakukan apapun sesuai keinginan mereka"
Meisya terlihat terkejut dan menatap Kenzie dengan ekspresi wajah tak percaya
"Apa benar begitu? Risha terlihat tenang dan manja, tapi tidak terlihat kalau dia gadis yang nekad" Meisya memicingkan mata memikirkan apa yang dikatakan Kenzie
"Zie, Meisya!" Risha melambaikan tangan memanggil Kenzie dan Meisya untuk mendekatinya dan Rendra. Mereka sudah datang lebih dulu dan menunggu disalah satu kursi di dalam restoran.
"Sya, kenapa ini sangat sepi? Apa kamu memesan satu restoran untuk kita?" Kenzie menatap Risha dengan tatapan penuh curiga
"Tidak, aku tidak melakukan itu"
"Benarkah?" Kenzie menatap Risha dengan tatapan curiga
"Tanyakan saja pada Rendra. iya kan Ren?" Risah menyangkal Kenzie dengan nada yang manja, kemudian dai menoleh pada Rendra yang ada disampingnya untuk meminta dukungan darinya
"Iya, kami tidak melakukannya. Tapi pangeran es kita yang telah melakukannya" Rendra menjawab dengan sikap yang tenang dan acuh tak acuh
__ADS_1
"Dia yang memesan restoran tapi dia masih beum datang? Benar-benar suka seenaknya" Risha menggerutu kesal karena Kenzo belum datang juga
"Ternyata kalian sangat disiplin ya?" Semua menoleh ketika mendengar suara Kenzo yang baru masuk ke restoran. Mereka menatap Kenzo dan Safira dengan terkejut lalu tersenyum
"Kami tidak sepertimu yang selalu datang dan pergi sesukamu" Risha bicara pada Kenzo dengan nada yang sinis
"Apa maksudmu bicara seperti itu? Jangan karena sekarang ada Rendra disampingmu, kamu jadi berani padaku. Dia bukan apa-apa untukku" Kenzo menanggapi dengan sikap yang dingin sambil menarik kursi untuk Safira duduk
"Ini tidak ada hubungannya dengan Rendra. Selama ini memang kamu selalu seenaknya kan"
"Haah ... mereka mulai lagi" Kenzie mulai mengeluh sambil memukul pelan dahinya sendiri
"Apa mereka memang seperti itu?" Meisya bertanya dengan sedikit berbisik pada Kenzie
"Ya, mereka selalu berdebat jika sedang bersama. Sama-sama keras kepala" Kenzie menjawab dengan sikap yang tenang dan mata mendelik pada Kenzo dan Risha
"Tapi aku tidak melihat mereka memiliki hubugan buruk?" Meisya merasa bingung dengan apa yang dilakukan Kenzo dan Risha
"Berdebat itu bukan berarti hubungan mereka buruk. Itu karena mereka terlalu dekat" Kenzie menjawab Meisya dengan senyum lembut di bibirnya
Plok
"Bisa kita mulai memesan makanannya?" Kenzie kembali mengambil perhatian Kenzo dan Risha dengan bertepuk tangan dan tersenyum saat mereka menoleh
"Ya, tentu"
Kenzo dan Risha menjawab dengan serempak dan menghentikan perdebatan mereka. Kemudian Kenzie melambaikan tangan pada waitress dan mulai memesan makanan yang ingin mereka makan.
"Sebenarnya apa yang ingin kamu beritahukan pada kami?" Kenzo bertanya dengan sikap yang tenang setelah waitress pergi meninggalkan mereka.
"Benar, sepertinya ada sesuatu yang penting?" Kenzie pun bertanya karena rasa penasarannya
"Ya, aku ingin mengatakan kalau aku akan pulang kerumah dan masuk ke Sanjaya Grup" Risha bicara dengan senyum ceria dibibirnya
"Apa?!" Terlihat jelas kalau Kenzo dan Kenzie sangat terkejut mendengar apa yang dikatakan Risha
"Kenapa kamu memutuskan untuk kembali sekarang? Bukankah kamu bilang kalau kamu akan menunda kepulanganmu sampai kondisi Rendra lebih baik dari sekarang?"
__ADS_1
Kenzie bertanya dengan dahi berkerut karena rasa ingin tahunya
Risha dan Rendra saling menatap satu sama lain sebelum menjawab apa yang ditanyakan oleh Kenzie
"Ehm … setelah menyelesaikan masalah foto kemarin, aku sadar kalau ternyata kekuasaan itu penting jadi aku akan pulang dan mulai membangun kekuasaanku sendiri. Aku tidak ingin membuat orang tunduk padaku hanya setelah aku menyebutkan nama Kusuma, aku ingin membuat siapapun segan padaku setelah mendengar nama Arisha Nedzara"
Risha bicara dengan sikap tenang dan penuh tekad. Dari sorot matanya terlihat jelas kalau Risha sudah bertekad dengan apa yang dia katakan
"Memang apa yang terjadi saat kamu membereskan gadis bernama Ana kemarin?" Kenzo bertanya dengan sikapnya yang dingin. Semua orang kembali menatap Risha dan menunggu jawabannya
"Sebenarnya bukan apa-apa. Dia hanya ingin pamer kekuasaan ayahnya saja. Jadi kami saling menggunakan kekuasaan. Tentu kekuasaan keluarga kita tidak bisa dibandingkan dengan keluarga manapun. Tapi itu juga membuatku sedikit kesal, dia hanya takut setelah aku menghubungi papi dan mengatakan identitasku. Karena itu aku ingin membetuk kekuasaanku dan membuat semua orang kenal dengan Arisha Nedzara"
Risha kembali menjelaskan dengan mata berbinar penuh tekad. Kenzo dan Kenzie saling menoleh kemudian tersenyum pada Risha
"Kami setuju dan akan mendukungmu. Lagipula kami juga akan mulai memegangi kendali perusahaan. Aku hanya tinggal mengurus masalah promosi jabatan itu saja" Kenzie menjawab dengan sikap yang tenang dan senyum yang ramah
"Lalu Zo, kapan kamu akan masuk perusahaan papi? Sepertinya om Sam dan om Pram terus menghubungi papi karena masalah ini?" Kenzie beralih pada Kenzo dan menunggu keputusan yang akan dia ambil
"Aku masih harus merawat Safira, setelah kesehatannya pulih, aku akan langsung mengambil kendali perusahaan papi" Kenzo tetap tenang dengan sikapnya yang acuh tak acuh
Safira langsung menarik tangan Kenzo dan menggenggamnya dengan erat
"Zo, aku sudah memikirkannya. Kamu bisa memegang kendali perusahaan ayahmu dan aku akan tetap menerima pengobatan itu. Pengobatannya akan dilakukan diluar negri dan itu membutuhkan waktu yang cukup lama. Aku tidak ingin menghambat karirmu. Aku ingin kamu tetap mengejar karirmu dan membuat semua orang bangga padamu?" Safira bicara dengan lembut dan senyum yang manis
"Tapi Ra, bukannya kita sudah sepakat kalau aku akan selalu menemanimu dan kita akan pergi bersama untuk pengobatanmu?" Kenzo terlihat tidak senang dengan apa yang dikatakan Safira
"Aku tahu, tapi kita berdua tahu pasti kalau pengobatan itu akan memakan waktu yang lama. Aku tidak ingin menghambatmu dan saat aku sembuh aku akan langsung menemuimu. Kamu akan menunggu aku kan?" Kini Safira menunggu jawaban Kenzo dengan tatapan serius
"Pasti, aku akan selalu menunggumu. Baiklah kalau begitu aku akan masuk ke perusahaan papi dan kamu melakukan pengobatanmu. Kamu harus berusaha keras untuk sembuh dan jangan menyerah. Meskipun kamu melupakan semuanya, itu tidak masalah untukku, karena aku akan membuat memory baru yang indah untukmu" Kenzo pun meraih tangan Safira dan mencium punggung tangannya
"Ya, aku pasti akan sembuh" Semua merasa terharu melihat Kenzo dan Safira. Sampai keharuan itu pudar setelah Risha bertanya
"Memangnya … apa yang terjadi pada Safira?" Kenzo dan Safira yang sebelumnya saling menatap, kini melepaskan tatapan mereka dan menoleh pada Risha dan yang lainnya
"Aku terkena tumor otak dan dokter memintaku untuk segera melakukan operasi. Hanya saja … peluang untuk sembuhnya hanya 10%"
"Apa? 10%?"
__ADS_1