
Kenzie langsung pergi ke perusahaan Bimo dengan membawa dokumen berisi semua informasi tentang bukti kejahatannya. Sebelumnya dia sudah meminta Noey membuat salinannya dan diserahkan ke kantor polisi.
“Apa saya bisa bertemu dengan pak Bimo?” tanya Kenzie pada resepsionis yang bertugas
“Apa anda sudah membuat janji sebelumnya?” tanya resepsionis dengan ramah dan sopan
“Oh belum. Katakan saja kalau Kenzie dari cabang perusahaan Kusuma yang datang” Zie menanggapi dengan senyum yang manis. Tentu saja itu membuat resepsionis itu terpesona padanya.
“Ba-baik. Silahkan naik ke lantai 4. Ruangan pak Bimo ada disana” ujar resepsionis yang langsung mengizinkan Kenzie naik ke ruangan Bimo.
“Terimakasih” Kenzie pun menanggapi dengan senyum ramah dan langsung melangkahkan kaki menuju ruangan Bimo
“Permisi, saya ingin bertemu dengan pak Bimo. Bisakah anda menanyakannya?” Kenzie bertanya dengan sopan pada sekertaris Bimo yang berada diluar ruangannya.
“Maaf, anda siapa ya?” tanya sekertaris Bimo pada Kenzie.
“Saya Kenzie. Pak Bimo pasti mengenal saya” ujar Kenzie dengan senyum yang lembut.
“Mohon tunggu sebentar. Saya akan tanyakan pada pak Bimo terlebih dahulu”. Sekertaris Bimo beranjak pergi setelah Kenzie menganggukkan kepala
Tok tok tok
“Permisi, Pak. Ada tamu yang sedang menunggu anda untuk bertemu” ujar sekertaris Bimo memberitahu dengan sopan.
“Siapa? Sepertnya aku tidak punya janji?” Bimo menjawab dengan raut wajah yang seakan sedang berpikir
“Tentu saja saya. Apa saya harus membuat janji lebih dulu?” Kenzie langsung masuk ke kantor Bimo meskipun dia belum dipersilahkan untuk masuk.
“Pak Kenzie. Ada angin apa yang membawa anda datang kemari?” Bimo menyapa Kenzie dengan nada bicara yang sinis
“Saya hanya ingin melihat bagaimana keadaan anda. Saya pikir anda akan butuh dorongan dari pihak lain agar tetap berdiri dengan kokoh” Kenzie bicara dengan nada yang seakan memprofokasi dan senyum lembut dibibirnya.
“Pak Kenzie. Masuklah. Silahkan duduk!” Bimo berusaha bersikap tenang saat dia mempersilahkan Kenzie untuk masuk dan duduk disofa yang ada diruangannya.
“Siapkan minuman untuk tamu kita. Sepertinya pembicaraan kami akan sangat panjang”
“Baik, Pak. Permisi” Sekertaris Bimo langsung pergi setelah mendapatkan perintah dari atasannya.
“Sekarang hanya ada kita berdua. Anda bisa mengatakan apa saja disini. Anda tidak perlu malu jika ingin mengungkapkan penyesalan anda” Bimo bicara dengan sikap yang sombong. Dia mengira kalau Kenzie datang untuk minta maaf padanya
__ADS_1
“Mengungkapkan penyesalan? Saya rasa bukan saya yang menyesal, sebaliknya saya pikir anda yang telah menyesal karena perselisihan terakhir kita” Kenzie tersenyum tipis menanggapi ucapan Bimo.
“Apa maksud anda? Kenapa saya harus merasa menyesal? Saya tidak melakukan kesalahan, dan kenaikan harga pada kerja sama itu memang harus dilakukan untuk menekan biaya operasional perusahaan kami. Kami tidak mungkin merusak kepercayaan perusahaan Kusuma begitu saja tanpa alasan yang jelas” ujar Bimo dengan sikap acuh tak acuh.
“Penjelasan itu sudah tidak penting lagi sekarang. Saya kesini hanya ingin mengkonfirmasi apa yang terjadi sebenarnya. Anda yang melanggar kesepakatan, kenapa anda juga yang bertindak sebagai korban disini Bukankah ini sangat lucu?” Kenzie bicara dengan sikap yang tenang.
“Pak Kenzie, anda tentu tahu kondisi perusahaan saya sekarang. Jika saya tidak melakukan klarifikasi, maka sudah pasti perusahaan saya akan semakin jatuh. Saya harus memperbaiki harga saham perusahaan saya”
“Dengan menjatuhkan nama baik perusahaan saya?” Kenzie menyela Bimo ketika dia sedang bicara. Dia terihat serius dengan wajah tanpa ekspresi
“Itu ...”
“Anda tahu kan sedang bermain dengan siapa? Anda tidak berpikir kalau upaya anda untuk menaikan harga saham perusahaan, justru bisa
membuat anda kehilangan semuanya?”
“Maksud anda ...?” Bimo terlihat bingung saat Kenzie sedang bicara
“Anda menjadikan perusahaan saya sebagai tameng atas ketidak mampuan anda mengelola perusahaan. Anda pikir saya akan diam saja jika
perusahaan saya mengalamai kerugian besar seperti ini karena permainan anda?” Kenzie bicara dengan sikap yang dingin dan aura yang mengintimidasi. Dia terlihat berbeda dari biasanya
“Pak Bimo, saya menghormati anda karena perusahaan kita sudah lama menjalin kerja sama, tapi bukan berarti anda bisa seenaknya pada perusahaan saya” Kenzie bicara dengan sikap dingin tanpa membiarkan Bimo bicara
“Saya tidak bermaksud seperti itu. Perusahaan saya mengalami penurunan harga saham karena kegagalan kita menjalin kerja sama tersebar luas. Jadi saya hanya berusaha meluruskan kalau perusahaan saya sama sekali tidak melakukan kesalahan”
“Tapi Tindakan anda itu justru merugikan perusahaan saya! Padahal anda sendiri yang melakukan kesalahan disini” Kenzie yang tidak ingin kalah dari Bimo terus saja menyela ucapannya.
“Ayolah Pak Kenzie. Rumor akan segera mereda dan saham perusahaan anda akan kembali normal jika bisa mengambil kembali kepercayaan orang-orang pada anda” Bimo bicara dengan nada yang merendahkan dan senyum yang mencibir
“Anda salah paham pak Bimo. Saya bukan orang yang sabar seperti yang anda pikirkan. Saya tidak suka mengambil tanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan orang lain. Jika saya membiarkan itu, maka akan banyak perusahaan lain yang menganggap saya mudah”. Kini Kenzie bicara dengan sikap tegas dan penuh wibawa
“Jadi tujuan anda kemari ...”
Kenzie langsung meletakkan dokumen yang dia bawa diatas meja.
“Saya ingin menunjukkan ini pada anda” Sesaat Bimo terlihat bingung, namun setelah itu dia mengambil dokumen yang Kenzie letakkan diatas meja dan mulai membacanya.
“Ini ...” tanya pak Bimo dengan ekspresi bingung dan tak percaya saat membaca dokumen itu
__ADS_1
“Saya sudah berbaik hati pada anda dengan membiarkan anda begitu saja, tapi anda terus menguji kesabaran saya. Saya rasa sekarang anda sudah mengerti maksud saya. Anda harus membayar mahal atas kerugian yang anda timbulkan dengan membuat nama baik perusahaan saya tercoreng” Kenzie bicara
dengan sikap yang tenang sambil duduk bersandar dan menyilangkan kakinya.
“Darimana anda mendapatkan ini? Lagipula, anda ini hanyalah direktur saja, untuk apa sampai anda melakukan semua ini?" tanya Bimo dengan senyum yang seakan merendahkan
"Begini saja, bagaimana jika kita berdamai saja? Berapa banyak yang anda minta untuk menutup semua ini?" Bimo masih bersikap sombong dengan senyum mencibir diwajahnya.
Kenzie pun tersenyum mencibir sikap Bimo yang ditunjukkan padanya. Dia menurunkan kakinya yang disilangkan dan menyondongkan tubuhnya mendekati Bimo.
"Pak Bimo, anda ingin menyogok saya? Menurut anda berapa banyak harta yang saya miliki? Apa anda yakin kalau harta anda lebih banyak dari saya? hmn? Harusnya sebelum anda menanyakan itu, anda bertanya dulu siapa saya?" Kenzie bicara dengan sikap yang tenang dan senyum dibibirnya.
Brak!!
"Pak Bimo, anda. kami tahan atas tuduhan penggelapan pajak, pencemaran nama baik dan juga suap! Anda dipersilakan menghubungi pengacara untuk membela diri. Tangkap dia!" Beberapa polisi langsung masuk ke ruangan Bimo dengan surat penangkapan ditangannya
"Apa-apaan ini?! Siapa yang membiarkan kalian masuk keruanganku begitu saja?!" Bimo berteriak sambil meronta pada polisi yang langsung masuk ke ruangannya begitu saja dan menangkapnya.
"Selamat siang pak Kenzie" ujar salah satu polisi memberi hormat pada Kenzie. Bimo teelihat bingung dengan apa yang dia saksikan saat ini
Kenzie menanggapi sapaannya dengan menganggukan kepala, kemudian dia beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri Bimo
"Apa anda tidak tahu kalau keluarga Kusuma memiliki koneksi dimanapun? Kami bisa melakukan apa saja yang kami inginkan jika ada yang mengusik kami" ujar Kenzie sambil berbisik pada Bimo
"Apa maksudmu?! Aku tidak pernah mengusik keluarga Kusuma. Ini pasti hanya akal-akalanmu saja kan?!" Bimo terlihat sangat kesal dengan apa yang dibisikkan Kenzie padanya
"Tidak pernah mengusik keluarga Kusuma? Apa anda tahu siapa saya? Saya adalah Kenzie Lutherin Anggara, tentu anda sudah bisa menebak siapa orang tua saya kan?" Kenzie tersenyum saat dia mengatakan siapa dia sebenarnya.
Seketika wajah Bimo pucat saat dia mendengar nama lengkap Kenzie.
"Bagaimana ini bisa terjadi? Bukankah dia hanya orang biasa yang diangkat sebagai direktur oleh bu Cheva? Bagaimana mungkin dia adalah anaknya?" Pikir Bimo yang tak percaya
"Sudah saya katakan sebelumnya kalau saya sudah berbaik hati pada anda dengan hanya membuat harga saham perusahaan anda turun, tapi anda masih tidak menyadari peringatan saya. Anda malah lebih memilih kehilangan semuanya. Dengan anda masuk penjara, maka anda tidak akan mungkin bisa mempertahankan semua milik anda. Perusahaan anda dan semua aset anda juga pasti akan disita untuk menutupi pajak dan hutang yang anda miliki. Anda tidak akan bisa berdiri lagi. Anda akan menyesal sepanjang hidup anda dalam penjara, karena saya tidak akan melepaskan buruan saya dengan mudah. Selamat datang dineraka yang anda buat sendiri. Silahkan bawa dia ke kantor polisi!"
Kenzie menunjukkan seringai tipis dibibirnya sambil menatap Bimo yang dibawa oleh polisi dengan ekspresi wajah tak percaya dan kosong menyesali apa yang telah dia perbuat.
Asisten Bimo tidak dapat melakukan apa-apa. Dia hanya bisa melihat atasannya yang dibawa oleh polisi. Terlebih lagi dia mendengar saat Kenzie menyebutkan nama lengkapnya
"Kuharap kamu memiliki pemikiran yang lebih cerdas daripada atasanmu" Kenzie berlalu setelah dia memberikan peringatan pada asisten Bimo untuk tidak melawannya.
__ADS_1