Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Chapter 136 (Acara Penghargaan)


__ADS_3

Kenzo dan Safira tiba dibutik tempat mereka akan mencocokkan pakaian untuk acara nanti malam. Safira mengenakan masker dan kacamata sehingga tidak ada yang mengenalinya, namun Kenzo sama sekali tidak menyembunyikan wajahnya, itu membuat dia jadi pusat perhatian para gadis yang ada disekitar sana.


"Yang selebriti disini adalah aku, tapi kenapa yang jadi pusat perhatiannya kamu ya?" Bisik Safira pada Kenzo dengan sedikit senyum mencibir diwajahnya


"Itu salahmu sendiri karena mengenakan masker dan kacamata seperti itu. Kalau kamu melepaskannya, pasti kita sudah jadi pusat perhatian dan trending topik di majalah esok harinya" Kenzo mengatakannya dengan senyum tipis dan sikap yang acuh tak acuh


"Kamu gila? Jika aku melakukan hal seperti itu, maka gosip akan menyebar lebih luas. Akan sulit untuk meredam gosip itu. Dan mereka juga pasti akan mencari tahu informasi tentangmu" Safira menjawab dengan sikap yang sedikit manja dan sesekali memainkan bibirnya


"Lalu dengan kamu mengajakku pergi ke festival itu, kamu pikir itu tidak akan jadi masalah? Mereka tetap saja akan menjadikan kita pusat perhatian" Kenzo menjelaskan pada Safira mengenai niat mereka untuk menghadiri festiival film itu


"Aku sudah memikirkan itu. Kita tidak akan muncul diluar bersamaan, tapi kita akan bertemu di dalam. Aku akan memberikan tiketnya padamu" Safira menanggapi dengan senyum cerianya


"Itu namanya bukan pergi bersama. Tapi hanya menemani kamu selama acara" Kenzo bicara dengan sedikit sinis


"Tapi jika kita pergi bersama, kehidupan pribadimu akan terganggu. Lagipula, bukannya kamu ingin bebas ya? Yang aku tahu keluargamu tidak pernah suka yang namanya di ekspose ke publik. Aku hanya takut kalau kamu merasa risih saja" Safira tertunduk menjelaskan pemikirannya pada Kenzo


"Apa kamu malu punya pasangan yang hanya seorang karyawan kecil di sebuah perusahaan?" Kenzo memicingkan mata dan bertanya dengan wajah serius pada Safira


"Karyawan kecil diperusahaan? Apa kamu mendapatkan pekerjaan lain? Bukannya kamu sedang mengembangkan software milikmu sendiri dengan sebuah perusahaan besar? Bagaimana kamu bisa mengembangkan software milikmu sendiri jika kamu bekerja di perusahaan lain?" Safira menatap Kenzo dengan antusias dan penuh tanya


Kenzo tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Safira


"Apa setiap wanita selalu mengajukan pertanyaan bertubi-tubi seperti itu ya?"


"Jawab saja pertanyaanku!" Pinta Safira dengan serius


"Ya, ya. Nenek memintaku masuk keperusahaannya. Aku tidak bisa menolak, karena nenek bisa melakukan apa saja agar aku masuk ke perusahaannya" Kenzo menjawab dengan sikapnya yang acuh tak acuh


"Berarti kamu tidak menyembunyikan identitasmu lagi? Kamu akan mengambil alih perusahaan nenekmu?" Lagi-lagi Safira bertanya dengan raut wajah penuh tanya


"Aku kan bilang kalau aku hanya akan jadi karyawan kecil. Aku belum tertarik mengelola perusahaan nenek. Aku masih ingin mengembangkan software dan ideku dibidang IT"


"Berarti kamu masih tetap menemaniku sebagai pemuda biasa kan, bukan pewaris perusahaan besar?" Safira tersenyum ceria bertanya pada Kenzo


"Tentu saja. Aku akan buktikan padamu kalau aku ini mampu berdiri sendiri" Safira tersipu malu mendengar ucapan Kenzo yang sangat serius

__ADS_1


Mereka pun memilih pakaian yang akan dikenakan untuk acara festival. Kenzo dan Safira bergantian memberikan pendapat mereka mengenai pakaian yang dikenakan. Tentu pasangan muda itu menarik perhatian banyak pengunjung karena Safira tak sengaja menurunkan masker miliknya


"Bagaimana menurutmu dengan yang ini Zo?" Safira keluar dari ruang ganti dengan sebuah dress panjang berwarna merah. Kenzo terpana menatap Safira yang tampil anggun


"Cantik. Sangat cantik" Ujar Kenzo dengan senyum tipis diwajahnya


"Kamu juga terlihat tampan dengan jas itu" Puji Safira pada Kenzo yang mengenakan jas abu dengan dasi hitam


"Kalau begitu, sudah siap pergi ke acaranya?" Tanya Safira dengan senyum lembut


"Tentu" Kenzo mengangkat setengah tangannya agar Safira bisa menggandengnya.


"Tapi tadi kita kesini naik motor. Tidak mungkin kan kita pergi ke acaranya dengan naik motor?" Safira memicingkan mata bertanya pada Kenzo


"Tenang saja. Aku sudah minta nenek mengirimkan salah satu mobilnya saat tadi kita sedang mencoba dress" Zo tersenyum penuh bangga menanggapi Safira


"Benarkah? Mobil apa yang dikirimkan nenekmu? Memang kamu tidak punya mobil sendiri ya?" Tanya Safira penasaran


"Aku lebih suka motor. Tapi aku juga punya mobil di negara A. Karena disini aku hanya karyawan restoran, tidak mungkin kan kalau aku pakai mobil mewah?"


"Benar juga, bisa aneh kalau seorang waitress pakai mobil mewah"


Di depan butik sudah terparkir sebuah mobil. mewah yang dikirimkan Ji. Seseorang yang sejak tadi berdiri disamping mobil berjalan mendekat ke arah Kenzo


"Tuan muda, ini kunci mobilnya. Saya akan membawa motor tuan muda kerumah nyonya Jingga" Orang yang ditugaskan Ji bicara dengan sopan pada Kenzo


"Sudah kubilang bersikap biasa saja saat di depan umum" Kenzo meraih kunci yang disodorkan padanya dan bicara dengan sikap yang dingin


"Maafkan saya" Ujarnya sambil meraih kunci motor dari tangan Kenzo


"Ayo kita pergi!" Ajak Kenzo yang dibalas anggukan kepala oleh Safira


"Silahkan masuk"


"Terimakasih" Kenzo membukakan pintu mobil untuk Safira setelah itu dia berjalan ke arah pintu lain. Mereka pun mulai berkendara menuju lokasi acara. Tentu kepergian mereka tak luput dari sorot kamera. Ada seorang fans Safira yang menganbil foto mereka dan langsung di upload ke sosial media

__ADS_1


***


Lokasi acara sudah ramai oleh para tamu undangan. Sebuah gedung di tata sedemikian rupa untuk perayaan acara tahunan pera seniman di dunia perfilman. Hiasan bunga segar dan kerlap kerlip lampu menghiasi ruangan.


Diluar gedung, paparazi memadati pintu kedatangan. Kilatan lampu kamera menyambut setiap tamu undangan yang hadir disana. Pengawal pun banyak di sediakan demi menjaga keamanan acara.


"Itu Hardi!"


"Itu Shila!"


"Itu Gilang!"


Jepret


Jepret


Riuh teriakan dan bunyi dari jepretan kamera terdengar setiap ada selebriti yang datang. Mereka melambaikan tangan disertai senyum menanggapi sorak sorai paparazi


"Itu Safira!"


"Dia bersama seseorang!"


Safira dan Kenzo tiba dilokasi. Kenzo membantu Safira turun kemudian memberikan kunci mobil pada petugas parkir. Mereka bergandengan tangan berjalan diatas red karpet


"Apa pria itu model? Dia sangat tampan"


"Mereka terlihat sangat serasi"


Banyak yang saling berbisik membicarakan Kenzo dan Safira. Kenzo yang terlihat berwibawa dan Safira yang elegan sungguh sangat serasi. Banyak yang mengira kalau Kenzo juga berasal dari dunia entertain karena ketampanannya. Safira yang menggandeng Kenzo terus tersenyum dengan melambaikan sebelah tangan pada arah kamera dan paparazi. Setelah dirasa cukup, mereka pun kembali melenggang masuk ke dalam gedung acara.


"Siapa yang bersama Safira? Apa dia juga selebriti? Kenapa aku tidak tahu kalau Safira punya pacar?" Gumam Gilang yang melihat kedatangan Kenzo dan Safira


"Tampan, tapi aku yakin kalau mereka tidak pacaran. Setahuku yang namanya Safira tidak pernah menggandeng sembarang pria. Mungkin pria itu akan memulai debut sehingga membutuhkan kepopuleran Safira" Ujar seorang artis bernama Manda yang memang tidak memiliki hubungan baik dengan Safira. Dia adalah salah satu temannya Yunita


"Kenapa kamu begitu yakin? Bisa saja mereka memang pasangan?" Jawab artis lain bernama Nila

__ADS_1


"Tentu saja. Kita lihat saja nanti. Sejauh mana hubungan mereka, dan siapa pria yang bisa menggandeng Safira" Manda tersenyum mencibir Safira dan bicara dengan nada yang sinis


__ADS_2