Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Kenzo Kecelakaan


__ADS_3

Hari ini Kenzo memiliki janji untuk makan siang bersama Sheila. Dia sedang membaca informasi mengenai Sheila yang diperolehnya dari komputer. Dia sedang menunggu kabar dari Noey yang membantunya untuk mengawasi kediaman Sheila.


"Zo, aku sudah memasang CCTV di sekitar kediaman Wiguna dan juga sekitar perusahaan miliknya. Kamu bisa melacaknya sendiri disekitar sana" Tulis Noey dalam pesan singkat yang dikirim pada Kenzo


"Terimakasih. Aku tidak akan lupa pada jasamu" Balas Kenzo pada pesan Noey


"Tidak perlu repot. Cukup jadikan aku asistenmu" Noey bersikeras ingin menjadi asisten Kenzo


"Akan aku pertimbangkan" Balas Kenxo singkat


"Jangan berikan aku harapan palsu"


Kenzo pun segera memainkan kembali laptop miliknya setelah dia membaca pesan singkat dari Noey. Kali ini dia sedang meretas CCTV yang dipasang Noey disekitar rumah Sheila dan juga perusahaannya.


"Rumah yang cukup besar" Gumam Kenzo setelah melihat gambar sebuah rumah muncul dilayar komputernya.


Disaat Kenzo sedang serius mengamati rumah Sheila, tiba-tiba ponselnya berdering


Drrt drrt drrt


Degh ...


Jantung Kenzo tiba-tiba berdegup kencang. Dia tidak langsung menerima telepon itu. Dia malah memperhatikan layar ponsel yang bertuliskan nama Tiara itu dalam waktu lama.


"Tiara, ada apa ya? Apa sesuatu terjadi pada Safira? Bagaimana jika dia menghubungiku untuk memberitahu kalau .... tidak tidak. Itu tidak mungkin terjadi"


Kenzo bicara pada dirinya sendiri. Sesekali dia menggelengkan kepala untuk mengusir pikiran kotor yang tiba-tiba muncul dari kepalanya


"Lebih baik aku angkat dulu saja" Kenzo pun memberanikan diri menerima telepon dari Tiara


"Halo, Ra" Kenzo sedikit ragu sebelum kemudian bertanya dengan nada bicaraya yang dingin


"Kak Kenzo ... kak Safira ..."


"Ada apa dengan Safira?!" Karena panik, Kenzo menyela Tiara yang suaranya terdengar bergetar


"Kak Safira ... dia .... kondisinya drop"


Pikiranan Kenzo langsung terasa kosong seakan menerawang jauh. Suara Tiara terdengar sangat jauh dan telinganya berdengung. Tubuhnya terasa seakan lemas tak berdaya. Kenzo pun langsung menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi untuk menenangkan diri. Setelah cukup tenang, barulah dia kembali menanggapi Tiara yang kini masih terhubung lewat sambungan telepon dengannya


"Aku akan bersiap kesana sekarang!" Kenzo langsung menutup teleponnya dan memesan tiket pesawat melalui pemesanan online. Setelah selesai, Kenzo merapikan laptop dan barang-barang penting miliknya sebelum dia bergegas pergi menuju bandara.


"Pak Kenzo, anda mau kemana? Ada dokumen yang harus anda periksa. Anda juga memiliki janji untuk bertemu dengan bu Sheila!" Pram yang hendak menemui Kenzo untuk menyerahkan dokumen penting, terkejut ketika Kenzo tiba-tiba berlari melewatinya dengan tergesa-gesa.


"Aku ada urusan penting, sekarang harus pergi ke negara L. Om Pram tolong handel pekerjaanku disini. Jika ada hal yang sangat mendesak langsung kirim padaku saja melalui email"


Kenzo sedikit berteriak sambil  berlalu pergi meninggalkan Pram yang masih ternganga melihat Kenzo yang beranjak pergi


"Lalu … bagaimana dengan janji untuk bertemu bu Sheila?" Pram bergumam dengan wajah bingung karena Kenzo memiliki janji untuk bertemu dengan Sheila siang ini.

__ADS_1


***


Kenzo langsung berkendara dengan kecepatan tinggi menuju bandara. Dia memacu mobil sopetnya bahkan tanpa menggunakan rem sama sekali.


"Safira ... kamu harus bertahan, sayang. Kamu tidak boleh meninggalkanku sendiri didunia lni. Aku tidak akan bisa hidup tanpamu" Kenzo terus bergumam dengan air mata yang perlahan menetes dan membasahi kedua pipinya.


Drrt drrt drrt


Saat dia sedang fokus berkendara, ponselnya kembali berdering. Dilihatnya telepon itu berasal dari Lian.


"Halo pih" Kenzo menyapa Lian begitu dia menerima teleponnya


"Zo, Pram bilang pada papi kalau kamu meninggalkan kantor begitu saja. Apa yang terjadi?" Lian bertanya dnegan nada bicaranya yang tenang dan dingin


"Pih .... Safira ... kondisinya kembali drop. Sekarang aku akan langsung berangkat ke negara L" Air mata Kenzo kembali mengalir ketika dia menceritalan kondisi Safira pada Lian.


"Apa?! Safira kembali drop?! Itu tidak mungkin. Beberapa hari ini dia selalu menghubungi ibumu dan mengatakan kalau kondisinya semakin membaik" Lian terlihat terkejut karena selama ini Safira selalu menghubungi Cheva dan memberitahukan mengenai kondisinya


"Aku juga tidak tahu pih kenapa bisa seperti itu. Yang jelas sekarang aku harus berangkat kesana. Aku tidak bisa diam disini begitu saja" Kenzo bicara pada Lian dengan nada bicara yang terdengar sangat sedih


"Ya sudah kamu harus hati-hati. Safira pasti akan baik-baik saja. Nanti papi akan usahakan untuk menyusulmu kesana bersama mamihmu" Lian kini bicara dengan sikap yang tenang dan berusaha membuat Kenzo tenang


"Baik pih. Sampai jumpa" Kenzo pun menutup teleponnya dan kembali fokus pada jalanan. Saat Kenzo melintasi jalanan yang cukup sepi tiba-tiba sebuah kucing melintas di depan mobilnya


"Aaaaahhh ...."


Ckiiiiiitttt


Kenzo yang sedang mengendarai mobil sportnya dengan kecepatan tinggi sangat terkejut hingga dia menginjak rem mendadak dan membanting stir mobil untuk menghindari kucing itu dan juga agar tidak terjadi tabrakan dengan kendaraan lain didepannya, namun mobil Kenzo menghantam trotoar jalan hingga dahinya terbentur kemudi mobil dan dia tidak sadarkan diri.


"Ada kecelakaan!"


Semua orang mulai berlarian mendekati mobil Kenzo untuk memberikan bantuan padanya.


"Sepertinya dia tidak sadarkan diri" Seseorang mengintip dari kaca jendela mobil dan melihat Kenzo yang menyandarkan kepalanya diatas kemudi


"Pintunya terkunci. Bagaimana kita bisa mengeluarkannya?" Semua mulai panik katena pintu mobilya terkunci dan tidak bisa mengeluarkan Kenzo dari dalam mobilnya


"Bagaimana kalau kita pecahkan saja kaca mobilnya?"


"ini mobil mahal. Bagaimana kalau pemilik  mobil ini tidak terima kalau kita memecahkan kaca mobilnya?"


"Tapi tidak ada jalan lain. Kita harus segera menolongnya. Dia bisa saja terluka parah akibat kecelakaan ini" Mereka mulai berdebat untuk memecahkan kaca mobil Kenzo atau tidak


Ceklek


Semua orang yang sedang berdebat itu langsung menoleh begitu mendengar suara pintu mobil yang terbuka. mereka terkejut melihat Kenzo yang keluar dari mobil dengan terhuyung-huyung. Dia melihat bagian depan mobilnya yang rusak


"Apa anda baik-baik saja?!" Salah seorang bertanya dengan panik

__ADS_1


Kenzo menggelengkan kepala pelan menanggapi orang itu


"Ya saya tidak papa" Kenzo menjawab dengan nada bicara yang lemah sambil memegangi kepalanya yang terluka dan mengeluarkan darah.


"Kepala anda berdarah. Kita pergi kerumah sakit yang tidak jauh darisini" Ujar orang itu sambil memapah Kenzo


Kenzo kembali menggelengkan kepala pelan


"Tidak pelu. Tolong bantu saya untuk pergi ke bandara" Kenzo bicara dengan sisa kesadarannya sambil menahan sakit


Drrt drrt drrt


"Maaf pak. Ponsel anda terus berdering sejak tadi" Salah seorang lagi memberikan ponsel Kenzo yang berada dalam mobil


"Terimakasih" Kenzo meraih ponselnya dan menerima telepon dari Sam


"Zo, kamu dimana? Pram bilang bu Sheila terus menanyakanmu dan meminta untuk bertemu" Sam langsung bicara setelah Kenzo menerima teleponnya


"Om, aku mengalami kecelakaan. Kirim orang untuk menderek mobilku ke bengkel. Aku akan naik taksi ke bandara" Kenzo berusaha bicara dengan menahan sakit dikepalanya


"Kamu kecelakaan? Dimana? Om akan kesana sekarang!" Sam terdengar panik saat mendengar Kenzo mengalami kecelakaan


"Aku tidak papa. Hanya luka kecil saja. Aku akan kerumah sakit dulu sebentar, setelah itu melanjutkan perjalananku ke bandara" Kenzo tetap tenang meskipun darah terus mengalir dari kepalanya


"Kamu baru saja mengalami kecelakaan dan sekarang tetap ingin pergi ke bandara? Apa itu lebih penting dari nyawamu? Apa kamu tidak bisa menunda kepergianmu?!" Sam semakin kesal saat mendengar apa yang Zo katakan


"Aku tetap harus pergi om. Pacarku sedang dirumah sakit, kondisinya kembali drop sekarang. Aku tidak bisa istirahat disini sedangkan pacarku sedang berada diambang kematian. Aku harus tetap pergi apapun yang terjadi. Aku bisa istirahat dipesawat nanti!"


Sam terdiam mendengar perkataan Kenzo. Tidak hanya dia saja yang merasa tersentuh, tapi orang-orang yang masih ada disekitar Kenzo untuk membantunya pun merasa tersentuh setelah mendengar ucapan Kenzo yang begitu putus asa.


"Tapi Zo, apa kamu yakin bisa pergi dengan keadaanmu seperti itu?" Sam masih ragu dengan apa yang dikatakan Kenzo


"Aku yakin om. Lukaki tidak seberapa jika dibandingkan dengan kesakitan Fira sekarang. Aku tetap akan pergi dan mendampinginya. Aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri jika sampai terjadi sesuatu pada Safira sedangkan aku tidak berada disisinya"


Orang-orang disekitar Kenzo pun saling menoleh seakan sepakat untuk membantu Kenzo.


"Baiklah, om tidak akan menahanmu lagi. Om akan handel masalah perusahaanmu disini, tapi jangan terlalu lama karena semua orang sudah tahu kalau sekarang kamu yang menjadi pemimpin perusahaan ini" Sam akhirnya mengalah setelah mendengar penjelasan Kenzo


"Terimakasih om. Aku akan langsung kembali kemari begitu kondisi Safira membaik. Sampai jumpa om"


Kenzo pun mengakhiri panggilan teleponnya dan sekarang dia kembali tertatih menuju mobilnya untuk mengambil barang-barang penting yang tertinggal dalam mobil


"Permisi, apa kamu sedang memerlukan tumpangan? Aku bisa membantumu ke rumah sakit dan mengantarmu ke bandara" Seorang pemuda bicara pada Kenzo dengan suara yang terdengar ragu untuk menawarkan sedikit bantuan padanya


"Benarkah? Terimakasih banyak sebelumnya, tapi apa tidak merepotkan?" Kenzo pun bertanya dengan sedikit ragu


"Sama sekali tidak merepotkan. Saya senang jika bisa membantu"


"Baiklah kalau begitu. Sekali lagi terimakasih banyak"

__ADS_1


"Ya sama-sama aku akan ambilkan mobilku dulu" Pemuda itu bergegas pergi untuk mengambil mobilnya dan mengantar Kenzo kerumah sakit sebelumnya lalu ke bandara


__ADS_2