
Carlos terkejut melihat Kenzo yang mengarahkan senjata api padanya. Tidak hanya dia saja, bahkan karyawan lain yang memperhatikannya juga tidak percaya dengan apa yang mereka lihat sekarang ini.
"Pak Kenzo membawa pistol? Bagaimana bisa? Bukannya itu dilarang untuk warga biasa?"
"Apa jangan-jangan ... pak Kenzo itu benar-benar seorang mafia?"
"Hust! Itu tidak mungkin. Mana mungkin pak Kenzo seorang mafia. Mustahil!"
"Apanya yang mustahil? Bukankah ketua mafia atau orang-orang berpengaruh dalam mafia itu selalu identik dengan pria yang tampan?"
"Pak Kenzo. Anda berani menodongkan pistol pada saya? Apa anda tidak takut kalau saya melaporkan anda atas tuduhan percobaan pembunuhan?" ujar Carlos dengan senyum mencibir.
"Kalau begitu saya juga akan melaporkan anda atas tuduhan pengerusakan dan juga penganiayaan. Kita lihat siapa yang diadili lebih dulu" Kenzo menanggapi dengan sikap yang tenang dan dingin. Kedua alisnya diangkat bersamaan seakan menandakan kalau apa yang dia lakukan sama sekali tidak ada masalah. Dia juga menunjukkan seringai tipis dibibirnya yang terlihat sangat menyeramkan.
Carlos terdiam. Diapun berusaha mengambil pistol miliknya yang ada di bagian belakang pinggangnya dengan hati-hati agar tidak diketahui Kenzo, namun Kenzo terus memperhatikannya.
“Kenapa pak Carlos? Apa anda takut setelah melihat senajata api ini? Bukannya anda bilang ingin main mafia bersama saya?” Kenzo bicara
dengan sikap yang tenang dan menunjukkan senyum yang mencibir. Aura menginitimidasinya sama sekali tidak berkurang sejak dia datang.
“Untuk apa aku harus takut? Aku sama sekali tidak punya alasan untuk takut. Aku tahu kalau pistol milikmu itu ilegal, dan itu justru menambah alasan untukku menjebloskanmu kedalam penjara” ujar Carlos dengan senyum bangga diwajahnya.
“Jangan terlalu percaya diri. Kamu pikir polisi bisa menangkapku begitu saja? Terlebih lagi hanya karena aku membawa senjata api ini?” Kenzo bicara dengan nada mencibir. Dia bahkan menunjukan seringai kecil saat bicara pada Carlos.
“Benarkah? Aku tidak percaya kalau kamu bisa menghindar dari polisi semudah itu” Carlos terlihat ragu kalau Kenzo bisa menghindar dari polisi dengan mudah. Diapun bicara dengan nada mencibir.
“Silahkan saja. Tapi saat anda memanggil polisi, bersiaplah karena saat itu, anda yang akan masuk kedalam penjara bersama adik anda” ujar Kenzo dengan sikap yang tenang dan senyum yang tipis.
“Sombong sekali kamu! Rasanya aku ingin menghancurkan kesombonganmu itu” Carlos bicara dengan sikap sinis sambil mengarahkan
pistol pada kepala Kenzo.
“Oh, anda pikir saya takut? Bagaimana kalau kita lihat siapa yang lebih cepat?” Kenzo pun menyeringai sambil mengarahkan pistol pada Carlos.
Saat ini semua orang terlihat sangat tegang melihat Kenzo dan Carlos yang saling mengarahkan pistol.
“Bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan sekarang?” ujar salah satu karyawan Kenzo dengan wajah panik.
“Dimana pak satpam? Kenapa tidak ada seorang pun bagian dari keamanan yang datang untuk menyelesaikan kekacauan ini?” Salah seorang rekannya menanggapi sambil menoleh kesana kemari mencari petugas bagian keamanan.
__ADS_1
“Gawat! gawat! Aku melihat para security sudah terkapar dengan tangan dan kaki terikat” Salah satu karyawan menanggapi dengan panik setelah
dia kembali dari luar untuk meminta bantuan pada bagian keamanan.
“Ini pasti ulah mereka sebelum masuk kemari. Lalu bagaimana sekarang?”.
Saat semua orang panik Zack merogoh saku celananya untuk mengambil ponselnya lalu dia menghubungi polisi.
Tuut tuut tuut
“Halo, kantor polisi?” sapa Zack dengan panik begitu telepon tersambung.
“Ya, apa ada yang bisa dibantu?” Polisi pun menanggapi Zack dengan ramah dan sopan.
“Tolong datang ke perusahaan Anggara. Ada keributan disini. Mereka bahkan memukuliku" ujar Zack dengan suara yang sedikit berat karena menahan sakit disekujur tubuhnya.
“Baik. Kami akan segera mengirimkan petugas polisi kesana” ujar polisi menanggapi ucapan Zack dengan sigap
“Terimakasih, Pak
"Ya. Sama-sama”. Polisi dan Zack pun langsung mengakhiri telepon mereka setelah selesai bicara
“Saya sudah menghubungi pihak kepolisian, Pak. Mereka akan segera datang kemari” ujar Zack memberitahu Kenzo setelah dia selesai menghubungi polisi.
“Cih. Untuk apa aku takut? Kamu yang memulai masalah ini lebih dulu. Kamu yang telah memenjarakan adikku. Aku datang kemari untuk
membalas semua perbuatanmu padanya” Carlos bicara dengan sikap yang sinis dan penuh emosi
“Ini sama sekali bukan kesalahanku. Dia ditangkap karena dia bersalah. Jika dia tidak bersalah, maka polisi juga tidak memiliki alasan untuk membuatnya mendekam didalam penjara. Tapi jika kamu ingin menemaninya … aku bisa
membuatmu berada disana. Aku akan berbaik hati melakukan semua itu” Kenzo bicara dengan sikap acuh tak acuh sambil memainkan pistol ditangannya
“Terlalu banyak bicara! Mati kamu! Dor! Dor! Dor!”
“Aaahh!!!”
Semua orang berteriak saat Carlos menembak Kenzo. Dia sangat kesal karena Kenzo terus saja memprofokasinya. Diapun menembakkan senjata
apinya pada Kenzo berkali-kali, namun Kenzo selalu berhasil menghindar.
__ADS_1
“Kamu punya senjata tapi tidak tahu bagaimana cara menggunakannya dengan benar. Bodoh. Mau tahu caranya? Seperti ini! Dor!” Kenzo mengarahkan pistol pada kaki Carlos dengan postur tubub tegap dan tangan yang lurus
“Aaaah!”
“Ah!”
Semua orang kembali berteriak sambil menutupi telinga mereka dan juga memejamkan mata karena mendengar suara tembakan yang dilakukan Kenzo. Mereka tidak melihat secara langsung kalau saat itu Kenzo menembak kaki Carlos.
“Dasar bocah kurang ajar! Berani-beraninya kamu padaku! Kamu tidak tahu siapa aku! Aaahh” Carlos terus berteriak sambil terbaring dilantai dengan memegangi sebelah kakinya yang terkena tembakan.
Semua orang pun saling berbisik dan terlihat gemetar ketakutan karena suara tembakan itu.
“Kamu yang duluan datang kesini dan membuat keributan, untuk apa aku harus tahu siapa kamu? Kamu pikir kamu ini orang penting yang harus aku sanjung? Kamu terlalu meninggikan diri sendiri” Kenzo bicara dengan sikap yang
dingin sambil berjalan mendekat kearah Carlos.
“Aku ini Carlos Nugros. Aku bisa membuatmu kehilangan semuanya hanya dengan menjentikkan jariku saja” Carlos masih terus bersikap sombong meskipun dia meringis kesakitan.
“Oh kamu pikir kekuasaanmu itu sejauh mana? Kekuasaanmu hanya sebatas geng kecil saja. Aku bisa dengan mudah membuatmu dan kelompokmu hilang dari dunia ini!” Kenzo bicara dengan sikap tenang dan penuh wibawa. Aura
mengintimidasinya kembali terasa hanya dengan melihat sorot matanya yang tajam saja.
“Memangnya siapa kamu? Kamu juga hanya anak muda yang baru saja menapaki karir didunia bisnis. Kamu sama sekali tidak memiliki pengalaman dalam hal bisnis, apalagi dalam geng mafia”
“Kenapa semua orang selalu menggunakan kekuasaan dan pengalaman? Kamu pikir hanya karena kamu lebih tua dan memiliki nama yang cukup terpandang, kamu bisa disegani banyak kalangan? Meskipun aku masih muda, bukan
berarti aku ini tidak punya kekuasaan. Aku sudah berhasil membuktikan kekuasaanku sebagai direktur utama diperusahaan ini dan sekarang aku juga menjabat sebagai direktur di JB Company, kamu pikir itu bukan suatu kekuasaan?" Kenzo memicingkan mata dengan sikap yang tenang saat dia bertanya pada Carlos
"Awalnya aku hanya ingin membuat semua orang mengakui kemampuanku dalam bisnis terlebih dahulu. Tapi sepertinya semua orang hanya akan mengakuiku jika aku menggunakan kekuasaan keluargaku saja. Kalau begitu aku tidak akan menutupi identiasku lagi. Namaku Kenzo Osterin Anggara, aku adalah putra dari Chevania Sayna Krinajaya dan Erliansyah Anggara. Tentu kamu sudah tahu kan siapa yang lebih berkuasa sekarang?"
"Apa katamu?"
Kenzo bicara dengan sikap yang tenang dan senyum yang tipis sambil menyilangkan kedua tangannya didada. Apa yang dia katakan tidak hanya membuat Carlos terkejut, bahkan karyawannya yang lain juga ikut terkekjut dan tak percaya dengan menunjukkan ekspresi yang sama dengan Carlos setelah mendengar apa yang baru saja dikatakan Kenzo.
"Jadi ... pak Kenzo itu ...?"
"Rupanya begitu. Alasan pak Kenzo mengambil alih perusahaan ini dan juga perusahaan JB Company adalah karena ini perusahaan sang ayah dan JB Company milik neneknya sendiri?"
"Benar. Pantas saja pak Kenzo bisa dengan mudah merubah posisi petinggi perusahaan. Ternyata itu karena dia adalah anak dari pak Lian sendiri"
__ADS_1
Kini semua karyawan saling menatap dan berbisik membicarakan Kenzo dan apa saja yang selama ini telah dia lakukan diperusahaan.
"Sekarang kamu sudah paham kan apa saja yang bisa aku lakukan dengan kekuasaanku? Tanpa perlu menggunakan kekuasaan keluargaku, aku bisa melakukan apa saja sebagai Kenzo Osterin, pengusaha muda dan juga programer handal dinegara ini. Bahkan dengan menjentikkan jariku ini, aku bisa membunuhmu sekarang juga! Sudah kubilang kalau aku tidak akan membiarkan kalian lepas begitu saja"