
"Zo, ini sudah terlalu malam. Ayo kita pulang!" Safira mengajak Kenzo pulang karena sekarang sudah hampir jam 11 malam
"Baiklah. Apa besok kamu ada jadwal?" Tanya Kenzo sambil berdiri dan menggandeng tangan Safira untuk naik ke atas motornya. Namun Kenzo terlihat bingung karena Safira tidak bergerak sama sekali dari tempatya
"Ada apa? Apa terjadi sesuatu? Kenapa kamu diam saja? Apa ada yang tidak nyaman? Atau ada yang memotret kita?" Kenzo terus bertanya pada Safira yang sejak tadi terus melihat kearah tangannya yang di genggam oleh Kenzo
"Tidak ada. Aku hanya ... apa benar kamu memegang tanganku? Ini seperti mimpi. Apa benar sekarang kita pacaran? Ini benar-benar sulit dipercaya. Seorang Kenzo Osterin Anggara jadi pacarku?" Safira bicara dengan penuh antusias. Dia terlihat sangat ceria, bahkan lebih pantas disebut seperti anak kecil yang tidak percaya setelah mendapat peringkat 1 dikelasnya
"Benar, ini sulit dipercaya. Bagaimana aku bisa suka padamu? Artis cantik papan atas yang selalu tampil sempurna di depan kamera, tapi bertingkah aneh didepanku sendiri. Haah, ini sangat tidak masuk akan" Kenzo bicara dengan sikap yang acuh tak acuh kemudian menghela napas kasar
"Ayo naik! Aku antar kamu pulang" Safira dan Kenzo pun mulai meninggalkan bukit dan berkendara menuju rumah Safira
Safira memeluk erat Kenzo selama perjalanan. Selain karena malam memang dingin, itu juga karena sekarang mereka resmi sebagai sepasang kekasih. Kenzo terus tersenyum selama dalam perjalanan. Sedangkan Safira menyandarkan kepalanya di punggung Kenzo yang kekar. Hingga mereka akhirnya tiba di rumah Safira
"Apa besok kamu ada jadwal?" Tanya Kenzo setelah Safira turun dari motor
"Ehm ... aku akan mulai syuting film baru dan lokasinya berada diluar kota, besok pagi aku berangkat kesana" Safira sedikit ragu saat memberitahu agendanya pada Kenzo
"Berapa lama kamu akan syuting disana?" Tanya Kenzo dengan raut wajah sedih
"Aku belum tahu, tapi melihat dari jumlah episode yang luamyan singkat, sepertinya sekitar 2 bulan" Safira mengangkat kedua jarinya sambil bicara dengan nada penuh sesal
"2 bulan? Ini hari pertama kita pacaran dan kamu akan meninggalkanku sendiri disini selama 2 bulan? Menyedihkan sekali hidupku" Kenzo mengeluh pada Safira dengan nada yang datar
"Jangan memasang wajah seperti itu! Kamu terlihat sangat jelek sekali. Ingat ya, kamu tidak boleh telat makan. Kamu juga jangan terlalu banyak main game. Kasian matamu. Jika pekerjaanmu tidak menyenangkan ingatlah apa yang kanu cita-citakan dan satu lagi yang paling penting" Safira mengingatkan Kenzo dengan nasehat dan juga ocehannya yang panjang
"Apa yang paling penting?" Tanya Kenzo dengan raut wajah penasaran
"Jangan sampai kamu tebar pesona pada gadis lain. Aku tidak mau saat aku pulang nanti malah mendengar kalau kamu dekat degan gadis lain!" Ujar Safira dengan wajah serius
"Kalau dekat dengan gadis lain tentu saja itu tidak mungkin terjadi, tebar pesona juga itu tidak perlu ku lakukan karena mereka akan terpesona sendiri dengan ketampananku dan yang lebih penting, tidak akan ada gadis manapun yang membuat aku terpesona selain pacarku yang sangat cantik ini" Kenzo mendekatkan wajahnya dan mencubit dagu Safira dengan gemas
__ADS_1
"Cih, terlalu percaya diri. Sudah, pulang sana!" Safira bicara dengan berdecih kesal dengan sikap narsis Kenzo
"Kamu bisa masuk sekarang. Aku akan pergi setelah melihatmu masuk" Ujar Kenzo sambil tersenyum manis kemudian mulai mengenakan helmnya
"Ya. hati-hati di jalan" Safira mulai berbalik dan masuk ke dalam rumahnya. sesekali dia masih menoleh pada Kenzo dan melambaikan tangan padanya
***
Kenzie baru saja tiba dikantornya. Dia duduk di cafe dekat kantor untuk sekedar sarapan karena memang tidak sempat sarapan dirumah
"Aku sudah bilang tidak mau. Selama ini dia tidak pernah mencariku. Kenapa sekarang dia ingin aku ikut pulang kerumahnya? Apa karena dia kasihan padaku? Aku lebih suka hidupku yang sekarang dan aku sudah terbiasa dengan itu"
Kenzie menoleh setelah mendengar suara seorang gadis yang terdengar sedang kesal. Gadis itu adalah Meisya, Setelah mengetahuinya Kenzie kembali menyeruput kopi miliknya sambil memainkan ponsel. Dia melihat Kenzo dan Safira dalam pencarian terpopuler
"Kenzo? Yang benar saja dia" Kenzie langsung menghubungi Kenzo setelah dia melihat postingannya
Tuut tuut tuut
Cukup lama dia menunggu sampai Kenzo menerima telepon darinya. dan Ternyata Kenzo sedang menghubungi Risha. Jadi mereka melakukan panggilan telepon bertiga
"Ada angin apa kalian meghubungiku pagi-pagi begini? Kalian tidak bekerja?" Tanya Kenzo dengan sikap yang dingin. Dia sedang bersiap untuk pergi ke kantor
"Sepertiya aku dan Risha ingin menanyakan hal yang sama mengenai postingan di media sosial" Jawab Kenzie dengan sikapnya yang tenang dan ramah
"Benar. Apa maksud postingan itu?" Risha mengiyakan apa yang dikatakan Kenzie
"Postingan apa? Kalian ini terlalu suka bergosip" Kenzo menjawab dengan sikapnya yang dingin dan acuh tak acuh
"Ini bukan saatnya bercanda. Lihat sendiri postingan itu! Apa kamu berkencan dengan artis itu?!" Kenzie yang biasanya tenang kini terlihat kesal dengan ulah Kenzo yang selalu menanggapinya dengan santai dan dingin. Itu juga menarik perhatian Meisya yang duduk dikursi tidak jauh darinya
"Pak Kenzie? Dia bisa kesal juga ternyata. Ku kira dia hanya bisa tersenyum dan tidak pernah marah sama sekali" Gumam Meisya dengan senyum tipis dibibirnya. Diapun beranjak dari tempatnya untuk pergi ke kantor
__ADS_1
"Tunggu sebentar. Kalian tidak usah berlebihan seperti itu. Aku akan lihat dulu postingannya" Kenzo pun membuka media sosial dan melihat postingan yang Kenzie dan Risha maksud
Safira terlihat bersama pria yang sama. Pemuda yang beberapa kali memang terlihat dekat dengannya. Kali ini mereka terlihat sangat mesra. Mungkinkah mereka pacaran?
"Fotonya tidak buruk. Tapi karena ini malam hari, ketampananku tidak terlalu jelas" Kenzo bicara dengan sikap yang tenang pada Kenzie dan Risha
"Kamu sudah gila? Bagaimana bisa kamu pacaran dengan artis? Bukankah itu berbahaya dengan status kita? Mereka bisa melacak semua informasi tentang kita" Risha terdengar sangat panik membayangkan Kenzo dan Safira
"Tenang saja. Aku sudah memblokir semua akses dan mereka hanya bisa mencari dataku sebagai karyawan dari perusahaan nenek saja" Jawab Zo dengan sikap acuh tak acuh
"Tapi bagaimana bisa dia mau dengan karyawan biasa sepertimu? Dia tidak merasa malu pacaran denganmu?" Kenzie bicara dengan nada yang sedikit mengejek
"Aku sudah cukup tahu mengenai sifatnya dan kalian sendiri juga tahu kalau aku kenal dia saat masih kuliah. Sebenarnya dia juga sudah tahu identitasku yang asli"
"Apa?!"
Kenzo dan Risha sama-sama berteriak dengan mata membelalak karena terkejut dengan apa yang mereka dengar
"Kapan itu terjadi?"
"Apa kamu yakin kalau dia menyukaimu karena kamu Kenzo atau karena kamu bagian dari keluarga Anggara?"
"Kamu harus lebih hati-hati. Bisa saja dia hanya ingin popularitasmu saja"
Kenzie dan Risha bicara secara bergantian setelah mereka sama-sama terkejut
"Kalian benar-benar kompak ya kalau berurusan dengan ini? Kalian harus tenang karena aku akan menjawab pertanyaan kalian satu persatu. Dia tahu identitasku saat wisuda. Saat itu aku menemaninya pulang mengunjungi kakek dan neneknya. Dan tanpa disengaja disana ada kakek Ed dan nenek Ji. Karena aku terkejut jadi tidak bisa berakting tidak kenal mereka" Kenzo menjelaskan dengan sikap yang tenang
"Bagaimana bisa kakek dan nenek ada disana?' Zie dan Risha kembali bertanya dengan serempak
"Nenek bilang mereka adalah rekan bisnis jadi mereka saling mengunjungi"
__ADS_1
"Kakek dan nenek sudah tahu hubungan kalian, lalu bagaimana dengan mami?" Tanya Kenzie lagi penasaran
"Menurutmu bagaimana?"