Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Chapter 147 (Hukuman Apa Yang Pantas Untuk Pengkhianat?)


__ADS_3

Saat ini sudah sore dan sebagian para karyawan sudah pulang lebih awal karena tidak ada pekerjaan yang bisa mereka kerjakan. Kenzie masih mengamati hasil rekaman CCTV dari perusahaannya dan juga PT Evoty. Dia juga mengaktifkan penyadap yang diletakkan di bawah kursi Willy. Kenzie terlihat sangat serius mengamati semuanya. hingga dia menemukan sesuatu


"Hanya permainan anak kecil yang bodoh. Tapi darimana dia mendapatkan ini?"Gumam Kenzie melihat rekaman CCTV


"Karena kamu ingin mempermalukan aku, bahkan kamu membuat nama Kusuma jadi tercoreng, maka aku juga akan menghukummu dihadapan semua karyawan. Aku akan memberikan pernghormatan terakhir untuk semua jasamu" Kenzie pun tersenyum mencibir memikirkan rencana yang dia siapkan


***


Kenzo sedang bersantai setelah dia pulang bekerja. Dia menikmati secangkir kopi panas sambil menghubungi Safira yang sedang melakukan syutng diluar kota


"Apa kamu sudah selesai syuting?" Tanya Kenzo dengan sikap yang tenang


"Ya, ini hari pertama syuting jadi kami harus saling beradaptasi dengan peran masing-masing. Bagaimana dengan rencana peluncuran software pertamamu?" Safira bicara dengan sikap yang tenang dan nada yang lembut


"Sejauh ini baik. Semuanya sudah siap, tinggal menunggu hari peluncuran saja" Jawab Kenzo dengan sikap yang tenang


"Syukurlah kalau begitu. Lalu bagaimana dengan pekerjaanmu di perusahaan nenekmu?"  Mereka terus membicarakan banyak hal mengenai diri mereka dan juga pekerjaan mereka


"Kamu masih lama ya? Apa tidak bisa menghadiri launching software milikku?" Kenzo bertanya dengan suara yang terdegar lemah


"Tidak bisa. Saat syuting drama, kami akan langsung mnyelesaikan proses syuting sekaligus. Ini tidak sama dengan syuting setiap hari yang memiliki jadwal libur" Safira menjelaskan dengan hati-hati pada Kenzo


"Jadi begitu, aku masih harus bersabar untuk bisa bertemu dengan pacarku yang sangat cantik ini" Kenzo bicara dengan nada kecewa


"Saat syuting selesai, aku akan lebih sering menghabiskan waktuku denganmu" Safira memebujuk Kenzo dengan suaranya yang lembut


"O iya, kamu tidak ingin membuka identitasmu yang sebenarnya?" Tanya Safira dengan ragu-ragu


"Belum saatnya. Keluargaku akan mengumumkan identitas kami saat kami sudah pantas menggunakan nama keluarga"


"Memang kamu akan meneruskan perusahaan keluargamu? Atau kamu akan jadi programer seperti yang kamu cita-citakan?" Safira kini terdengar penasaan dengan apa yang akan diambil Kenzo

__ADS_1


"Mengelola perusahaan itu sudah pasti, hanya saja aku tidak tahu akan mengelola perusahaan yang mana. Aku belum tahu apa aku akan mengelola perusahaan mami, papi, nenek atau kakek. Entahlah, aku sendiri tidak tahu yang mana yang akan membuatku tertarik" Kenzo menjelaskan dengan bingung mengenai penerus perusahaan


"Banyak orang yang diluar sana bingung untuk membuka perusahaan apa. Bahkan mereka bingung untuk mencari pekerjaan, sedangkan keluarga kalian bingung untuk menentukkan perusahaan mana yang akan diambil alih. Kehidupan konglomerat memang memusingkan" Safira mengejek Kenzo dengan senyum yang manis


"Kamu sendiri? Apa akan terus jadi artis atau mengambil alih perushaan kakekmu? Kamu tidak lihat kalau kakekmu sudah terlalu tua untuk memimpin perusahaan?" Kini Kenzo berbalik mendesak Safira


"Aku sendiri tidak tahu. Mungkin nanti aku akan mengambil alih perusahaan itu, aku tidak mungkin selamanya jadi artis, lagipula kakek bergerak dibidang retail, jadi aku masih bisa mengelolanya karena itu masih berhubungan dengan fashion. Meskipun yang dijual dimall kakek tidak hanya fashion saja" Safira menjawab dengan senyum ceria


"Apapun keputusanmu aku akan selalu mendukungmu. Mau tetap jadi artis atau pun melanjutkan bisnis, kamu bisa melakukan apa saja yang kamu inginkan" Kenzo bicara dengan sangat lembut


"Terimakasih Zo. sudah malam, sebaiknya kita istirahat. Aku harus syuting pagi dan kamu juga harus bekerja kan?"


"Sebenarnya aku masih ingin tetap berbincang denganmu, tapi ya sudahlah, aku akan menghubungimu lagi besok" Kenzo menjawab dengan berat hati


"Ya, sampai jumpa dan mimpi indah"


"Ya sampai jumpa" Kenzo dan Safira pun mengakhiri panggilan telepon diantara mereka


***


"Tolong kumpulkan semua karyawan bagian produksi dan gudang. Aku ingin membahas masalah yang sedang kita hadapi" Pinta Kenzie pada salah satu karyawannya


"Baik pak" Diapun mulai memberitahu rekannya untuk segera berkumpul sesuai dengan apa yang dikatakan Kenzie.


Mereka semua diminta berkumpul diruang konferensi dan Kenzie juga meminta karyawannya untuk memasang layar besar disana


"Kira-kira ada apa ya? Kenapa layar besar juga dipasang? Biasanya ini hanya untuk konferensi besar saja"


"Aku juga tidak tahu. Pak Kenzie datang pagi-pagi dan meminta orang untuk memasang layar besar disini. Mungkin pelakunya sudah ketemu atau mungkin ada film yang akan diputar untuk memotivasi kita agar tidak putus asa"


Kini semua mulai menebak-nebak apa yang akan dilakukan Kenzie.. Dan apa mungkin pabrik ini akan bangkrut karena kehilangan kepercayaan dari salah satu klien. Klien yng kecewa bisa dengan mudah menyebarkan berita buruk keperusahaan lain agar tidak melakukan kerja sama dengan pihak Kusuma

__ADS_1


Kenzie kini berdiri didepan semua orang dan mulai membuka acaranya


"Selamat pagi semuanya"


"Selamat pagi pak" Kenzie menyapa dengan sikap yang tenang dan penuh wibawa. Dia berdiri dihadapan semua orang dengan gagah. Semua karyawan berkumpul disana termasuk para petinggi perusahaan, termasuk Cheva sebagai pemimpin utama perusahaan Kusuma


"Kalian tentu tahu kenapa saya mengumpulkan semua karyawan disini pagi-pagi begini. Saya ingin menunjukkan pada anda sesuatu yang sangat penting" Kenzie pun berbalik melihat layar monitor dan menyalakan proyektor. Disana terlihat kalau Luki menukar barang yang akan dikirim ke Evoty dengan barang palsu. Karena waktu kejadiannya adalah saat para karyawan sudah pulang, jadi tidak ada yang mengetahui hal itu, kecuali supir truk dan juga bagian ekspedisi


"Apa-apaan ini?!"


"Itu ... pak Luki...?"


"Dia yang melakukan semuanya?"


Semua orang menatap tak percaya melihat video yang ditampilkan dilayar


"Itu bohong! Ini semua palsu!" Luki langsung berlari ke depan dan berteriak kalau semua bukan salahnnya


"Apanya yang palsu? Oh video itu? Kalau rekaman suara ini" Kenzie mengeluarkan ponselnya dan mendekatkannya pada microfon. Dia memutar sebuah rekaman


Luki, kamu bilang Kenzie itu hanya manajer biasa yang baru saja lulus kuliah, kenapa dia bisa menanyakan semuanya dengan teliti? Bukankah dia terlalu dianggap remeh sebagai karyawan baru?"


Pak Willy, ini hanya jebakan. Dia bukan apa-apa, dan saya yakin perusahaan anda akan mendapatkan kompensasi besar sebagai ganti ruginya. Anda juga bisa mengajukan penawaran ulang demi perusahaan anda. Saya yakin perusahaan Kusuma tidak akan bisa menolak.


Baiklah, karena kita tidak mungkin bisa mundur lagi, jadi aku akan percaya padamu


"Bagaimana menurut anda semua? Apakah ini masih bukti palsu?" Kenzie kembai bertanya dengan senyum manis dibibirnya


"Mana mungkin ini palsu. Jelas-jelas sudah ada bukti video dan juga rekaman suara" ujar semua orang yang saling berbisik


Cheva yang sejak tadi hanya memperhatikan saja, kini berdiri dan membuka suara

__ADS_1


"Jadi hukuman apa yang pantas diberikan untuk seorang pengkhianat?"


__ADS_2