
"Menurutmu bagaimana?" Kenzo kembali membalikkan pertanyaannya pada Kenzie
"Sepertinya belum ya? Karena jika mami sudah tahu, pasti dia akan bertanya padaku atau mungkin dia akan langsung datang menemuimu untuk menanyakan kebenarannya" Kenzie menebak sendiri apa yang sebelumnya dia tanyakan
"Tapi Zo, Rendra bilang kamu bekerja diperusahaan nenek Ji. Apa itu benar?" Kini Risha bertanya mengenai pekerjaan Kenzo
"Benar"
"Apa? Kamu bekerja di JB Companies?" Kenzie terdengar terkejut dengan pekerjaan Kenzo
"Zie, ada apa denganmu hari ini? Kamu sangat berisik sekali" Ujar Kenzo yang sedikit menjauhkan ponselnya dari telinga karena kerasanya teriakan Kenzie
"Kamu yang membuatku berisik. Kenapa kamu tidak mengatakan padaku kalau kamu bekerja di perusahaan nenek?" Zie terdengar kesal karena Kenzo tidak cerita padanya
"Aku lupa cerita pada kalian. Lagipula kalian juga sudah tahu sendiri kan?" Kenzo menjawab dengan acuh tak acuh
"Zie, sekarang ini dia lebih sering menghubungi Rendra dari pada Kita. Bahkan Rendra lebih tahu semua hal tentang Kenzo dari pada kamu saudara kembarnya sendiri" Risha bicara dengan nada mengejek dan berusaha menghasut Kenzie
"Jangan membuat suasana tambah panas, Sha! Aku menghubungi Rendra karena minta bantuan darinya. Lagipula dari yang aku dengar kamu juga semakin dekat dengan Rendra. Apa karena kalian satu kantor jadi selalu makan siang bersama atau karena kamu saudaraku dan Rendra temanku? Atau bisa juga karena kalian memiliki hubungan khusus" Kenzo tidak ingin kalah dari Risha, diapun kini menggoda Risha dengan semua hal mengenai Rendra
"Sepertinya kalian berdua bahagia ya dengan pekerjaan kalian? Kalian tidak ingin menanyakan pekerjaanku?" Kenzie terdengar iri dengan Risha dan Kenzo yang bebas dengan pekerjaan mereka
"Ada apa dengan pekerjaanmu Zie?" Kini Kenzo mulai menanyakan pekerjaan Zie karena penasaran dengan apa yang terjadi padanya
"Tidak terlalu menyenangkan. Hanya melihat perselisihan karyawan yang cari muka saja" Jawab Kenzie dengan sikapnya yang tenang
"Ada apa? Mereka membuat ulah?" Risha pun terdengar penasaran dengan apa yang akan dikatakan Kenzie
"Ada kepala bagian disalah satu produksi, dia terlihat jelas kalau tidak menyukaiku. Mungkin karena kalah saing dengan ketampananku. Ada juga karyawati yang selalu berusaha mengambil perhatianku. Itu membuatku risih" Kenzie menerangkan dengan sikap yang tenang
"Bukannya itu sudah bukan lagi masalah yang baru? Dari dulu kita memang selalu diganggu dengan para gadis bukan? Kurasa kamu tidak bisa lagi menjadikan itu sebagai alasan"
"Benar juga ya. Memang sulit kalau jadi puda tampan"
"Kalian mulai lagi. Sepertinya yang sama diantara kalian itu cuma sifat narsisnya saja ya? Selebihnya kalian sangat bertolak belakang" Risha menanggapi dengan malas setelah mendengar Kenzo dan Kenzie sama-sama narsis
"Sudahlah, aku tidak bisa berbicang panjang lagi dengan kalian. Aku harus berangkat bekerja. Nenek bisa menegurku kalau aku telat masuk kekantor" Ujar Kenzo sebelum mengakhiri panggilan teleponnya
"O iya, aku akan segera lounching software pertamaku. Mungkin dalam 2 minggu ini" Kenzo memberitahu Zie dan Risha sebelum nanti mereka marah lagi
"Benarkah? Semoga berhasil dengan lounchingnya" Risha memberi selamat dengan nada yang ceria
"Kuharap semua berjalan lancar dan saudaraku ini bisa jadi programer terkenal" Kenzie pun terlihat bahagia dengan apa yang dicapai Kenzo
__ADS_1
"Tentu. Terimakasih. Sampai jumpa lagi"
Kenie pun meninggalkan restoran dan pergi ke kantor setelah dia menutup telepon dari Kenzo dan Risha
"Akhirnya pak Kenzie datang juga. Semua sedang menunggu anda" Ujar salah satu karyawannya begitu melihat Kenzie memasuki kantor
"Ada apa? kenapa wajah kalian terlihat tegang begitu?' Kenzie bertanya dengan sikap yang tenang dan senyum manis terlihat dibibirnya setelah melihat para karyawan dibagiannya berkumpul dengan wajah pucat
"Ada masalah dengan salah satu klien. Mereka mengatakan kalau produk kita kali ini tidak bagus dan mereka mengklaim barang kita palsu dan kita telah mengecewakan mereka yang telah bekerja sama dengan kita" Salah satu karyawan Kenzie menjelaskan dengan wajah yang pucat
"Kapan mereka mengatakan hal itu?" Tanya Kenzie dengan serius
"Mereka melakukan konferensi pers dan mengatakan kalau kantor cabang perusahaan Kusuma tidak becus mengelola perusahaan"
"Apa? Berani sekali mereka membawa nama Kusuma" Apa ini sudah sampai ke kantor pusat?" Tanya Kenzie lagi penasaran
"Sepertiya sudah, tapi pihak pusat belum melakukan konferensi untuk menanggapi masalah ini"
"Periksa barang yang dikirim kepada mereka. Pastikan itu milik kita atau bukan dan cari tahu semua secara detil mengenai waktu pengiriman terakhirnya dan siapa yang bertugas mengirimkannya" Kenzie memberi perintah sambil berjalan dengan langkah cepat menuju meja produksi. Dia berusaha mencari apakah ada mesin yang bermasalah atau tidak
Dari salah satu sudut, Luki tersenyum melihat Kenzie yang sedang bingung
"Rasakan kamu. Harusnya yang jadi manajer produksi itu aku. Bukannya malah merekrut anak ingusan sepertimu" Pikir Luki yang menatap sinis Kenzie
Kenzie langsung menghubungi pihak klien untuk menanyakan masalah jelasnya
Tuut tuut tuut
"Selamat siang, PT Evoty Fort disini, ada yang bisa dibantu?" Tanya resepsionis begitu panggilannya tersambung
"Selamat siang. Saya Kenzie, manajer dari perusahaan Kusuma, bisa bicara dengan bagian quality control yang memeriksa pengiriman produk dari perusahaan kami?" Kenzie bicara dengan sikapnya yang tenang
"Oh bapak bisa datang langsung kemari untuk memeriksanya, perusahaan kami juga sedang sibuk menangani masalah barang yang dikirim perusahaan Kusuma" Resepsionis kembali menjelaskan pada Kenzie
"Baiklah kalau begitu, saya akan kesana sekarang juga. Terimkasih" Kenzie langsung bergegas meninggalkan kantornya setelah dia selesai bicara melalui telepon
"Anda mau kemana pak?" Tanya Meisya dengan wajah panik
"Saya harus ke perusahaan Evoty untuk melihat barang kita yang katanya rusak" Kenzie menjawab sambil terus berjalan
"Saya ikut" Ujar Meisya
"Untuk apa kamu ikut?" Kenzie bertanya dengan wajah bingung
__ADS_1
"Saya juga ingin melihat langsung masalahnya. Saya tidak bisa diam saja karena saya yang mengecek hasil akhirnya" Ujar Meisya dengan tegas
"Tidak perlu. Kamu disini saja dan bantu yang lain"
"Saya akan tetap ikut!"
"Dasar keras kepala. Terserah kamu saja" Kenzie yang sedang bingung tidak bisa menahan Meisya yang bersikeras untuk ikut
"Dasar pencari muka. Bisa banget dia cari alasan untuk dekat dengan pak Kenzie"
"Benar, mahasiswi jaman sekarang sangat pandai merayu"
Meisya mengabaikan para gadis yang mencibirnya karena berusaha mendekati Kenzie
Meisya dan Kenzie bergegas pergi dari kantor menuju perusahaan Evoty, tapi saat dalam perjalanan tiba-tiba Cheva meneleponnya
Drrt drrt drrrt
"Untuk apa mami menghubungiku disaat seperti ini?" Pikir Kenzie dengan sesekali melirik pada Meisya yang berada disampingnya
"Kenapa tidak diangkat pak?" Tanya Meisya yang bingung
"Tidak papa. Biarkan saja" Jawab Kenzie dengan tenang dan kembali fokus mengemudi. Namun Cheva kembali menghubunginya lagi
Drrt drrt drrt
"Angkat saja pak. Saya tidak akan mengganggu percakapan kalian" Ujar Meisya lagi yang takut jadi alasan Kenzie tidak memerima telepon dari Cheva
"Haah... baiklah" Kenzie pun menghela napas panjang sebelum menerima telepon dari Cheva
"Halo" Sapa Kenzie dengan ramah dan sopan
"Zie, bagaimana masalah itu bisa terjadi? Kenapa tiba-tiba kita mendapatkan komplain kalau barang kita palsu?" Cheva langsung bertanya pada Kenzie
"Saya sedang memeriksanya. Anda tenang saja bu, saya akan menyelesaikan semuanya" Cheva mengernyitkan dahi bingung setelah mendengar tanggapan Kenzie
"Bu? Hei, kamu panggil mami bu? Kita ini sedang menelepon bukan bertemu langsung" Cheva semakin kesal karena penggilan Kenzie padanya
"Saya sedang bersama salah satu karyawan produksi yang memeriksa kondisi barang terakhir kali. Jadi ibu tidak perlu khawatir. Saya akan segera menyelesaikan masalahnya an melaporkan setiap perkembangannya" Ujar Kenzie lagi dengan sopan
"Oh, baiklah kalau begitu. Saya akan tunggu perkembangan selanjutnya" Cheva pun akhirnya mengerti dengan sikap Kenzie
"Baik bu. Sampai jumpa" Kenzie dan Cheva pun mengakhiri panggilan teleponnya
__ADS_1
"Hampir saja ketahuan, untung mami mengerti. Bisa tambah masalah baru kalau mami tidak peka. Aku tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya pada Meisya"