Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Penderitaan Mariana


__ADS_3

Mariana sedang menghabiskan waktu dengan menonton televisi setelah Risha pulang dari rumahnya.


Tok tok tok


Dia terkejut hingga berjingkut saat mendengar suara ketukan pintu. Wajah yang masih menyisakan memar disebelah pipinya iti kini terlihat panik dan ketakutan.


“Siapa yang datang malam-malam begini?” Mariana pun berdiri dari duduknya dan mengintip dari sela-sela tirai jendela. Tubuhnya gemetar saat dia melihat seorang pemuda berdiri didepan pintu rumahnya


“Bagaimana ini? Sepertinya dia mabuk, dia pasti akan marah-marah lagi ...” gumam Mariana dengan wajah pucat dan panik. Dia terlihat


menoleh kesana kemari kemudian berakhir pada kamera pengintai yang dipasang Risha. Mariana pun berdiri dan membukakan pintu untuk sang kekasih yang sepertinya datang dalam keadaan mabuk.


“Mariana, sayang. Cepat buka pintunya. Kamu tidak merindukan aku?” ujar pemuda itu dengan suara yang sedikit melantur. Mariana diam saja dibalik pintu dan masih gemetar saat dia memegang pegangan pintu.


Tok tok tok


“Ana ... cepat buka pintunya! Kamu tega membiarkan aku berdiri lama disini?”  teriak pria itu lagi sambal terus mengetuk pintu.


“Buka tidak ya? Aku takut...” gumam Mariana dengan tangan gemetar dan ragu


“Mariana ...! Cepat buka pintunya...! Kamu mau membiarkan aku berdiri terus disini?!”


Dug dug dug


“Dasar jal*ng! Cepat buka pintunya!” pemuda itu pun terus saja berteriak sambil memanggil nama Mariana dan mengetuk pintu dengan keras


Ceklek


“Ka-kamu datang? Ku ki-ra ka-mu ti-dak a-kan da-tang” Mariana menjawab dengan terbata dan senyum terpaksa dibibirnya.


“Dasar wanita jal*ng! Kamu sengaja tidak membukakan pintu untukku hah! Kamu menyembunyikan pria lain disini kan?!"


“Ah! Sakit! Lepaskan aku! Aku tidak menyebunyikan pria


manapun disini. Ta-tadi aku sedang berada dikamar mandi, karena itu aku tidak

__ADS_1


langsung membuka pintu untukmu” Mariana menjawab pemuda itu sambil meringis kesakitan karena sang pria menarik rambutnya sambil membawanya masuk kedalam rumah


“Bohong kamu! Pasti kamu memiliki pria lain kan? Kamu sengaja ingin mengakhiri hubungan denganku karena ada pria lain yang mendekatimu, kan?! Cepat jawab!”


Plak!


“Ah! A-aku sama sekali tidak mengerti dengan apa yang  kamu maksud. Aku sama sekali tidak dekat dengan pria manapun selain kamu!” Pemuda itu memukul Mariana hingga dia terduduk dilantai. Dia pun terus berteriak dan menuduh Mariana memiliki hubungan dengan


pria lain.


“Kamu berani berbohong padaku?! Katakan padaku, kenapa kamu tidak membuka pintunya dengan cepat?! Cepat jawab! Jangan hanya diam dan menangis saja!"


Plak


“Ah! Tolong hentikan! Tadi aku memang sedang berada di kamar mandi. Aku tidak bisa langsung membuka pintunya untukmu karena aku tidak tahu kalau kamu yang datang” Mariana terus menitikan air mata. Pipinya mulai bengkak


dan merah karena tamparan dari pria yang disebut kekasihnya itu. Bahkan dari sudut


bibirnya terlihat ada sedikit darah yang menetes.


“Kamu benar tidak berbohong padaku?” pemuda itu mulai kembali tenang dan bertanya dengan nada yang lembut


“Kenapa kamu menangis? Aku tidak bisa melihatmu menangis. Kamu ini seorang artis papan atas, tapi lihat penampilanmu sekarang, kamu jadi terlihat tidak cantik karena kamu menangis. Jadi, berhentilan menangis” ujar


pemuda itu sambil menghapus air mata dipipi Mariana dengan senyum lembut dibibirnya.


“Ma-maafkan aku” ujar Mariana yang masih gemetar dengan air mata yang tak henti mengalir dari pipinya


"Tidak papa. Yang penting kamu tidak memiliki pria lain dan selalu setia padaku. Aku yakin kalau kamu masih sangat mencintaiku” ujar


pria itu yang sikapnya sangat berbeda dengan saat dia datang tadi


“Jadi ... kenapa pipimu merah seperti ini?” tanya pemuda itu yang masih mengelus lembut pipi Mariana yang bengkak karena tamparan wajahnya


“Aku tidak sengaja jatuh dan terbentur” jawab Mariana dengan kepala tertunduk dan wajah pucat karena ketakutan

__ADS_1


“Bagus. Sekarang lebih baik kita istirahat. Besok pagi aku masih ada urusan dengan teman-temanku diluar kota dan aku mungkin baru akan kembali lusa” ujar pria itu sambal berjalan masuk kekamar Mariana


"Kamu istirahat saja duluan. Aku akan membaca naskah yang harus aku pelajari” Mariana berusaha tersenyum padanya meskipun dia masih dilanda ketakutan dan tangannya masih terlihat sangat gemetaran.


“Ya sudah. Aku akan istirahat lebih dulu” pria itu pun langsung naik ke tempat tidur Mariana dan mulai tertidur. Sementara Mariana masih diam menatap wajah sipria dengan air mata yang kembali mengalir. Dia menutup mulutnya karena takut jika pemuda itu akan terbangun dan marah lagi ketika mendengar suara isak tangisnya


“Sampai kapan ini akan terus terjadi?” pikir Mariana dalam derai air matanya


***


Sementara itu, Risha menyaksikan semua yang terjadi pada Mariana melalui kamera pengintai yang dia pasang. Dia menangis dan terlihat


kesal dengan sorot mata yang tajam saat memperhatikannya.


“Sha? Apa yang terjadi? Kenapa kamu menangis? Apa Rendra melakukan sesuatu padamu?” tanya Kenzie yang baru saja kembali dan melihat Risha


sangat kesal sambil terus menatap layar ponselnya.


“Aku tidak papa. Lihatlah ini!” Risha pun menunjukkan video rekamannya pada Kenzie. Dia terlihat mengerutkan dahinya dengan raut wajah penuh emosi sambil menghapus air mata dipipinya.


“Bagaimana bisa ada pria bajingan seperti ini?! Aku sama sekali tidak habis pikir kalau dia bisa bebas berkeliaran dan mengancam perempuan dengan keberadaannya! Rasanya ingin ku tembak tangannya dan membuatnya cacat. Aku ingin lihat apa yang akan dia lakukan jika dia jadi pria yang cacat!” ujar Kenzie dengan penuh emosi


“Wanita ini adalah artisku. Kamu tahu kan artis cantik bernama Mariana Rininta? Dia adalah artis cantik yang memiliki kemampuan acting cukup bagus namun akhir-akhir ini terlibat skandal  yang membuat dirinya kini dicap sebagai tukang selingkuh” Risha bertanya pada


Kenzie sebelum dia bercerita lebih lanjut padanya.


“Meskipun aku tidak suka dengan dunia selebriti. Tapi ya, aku pernah dengar Namanya. Dia adalah salah satu artis dari perusahaan Sanjaya yang memiliki potensi besar sejak awal karirnya. Itu terbukti setelah kesuksesan yang dia dapatkan selama beberapa tahun berkarir” Kenzie menanggapi apa yang ditanyakan Risha padanya dengan sikap tenang dan sesekali menganggukkan kepala.


“Benar. Mariana adalah artis itu. Kamu lihat wajah cantiknya kini terlihat sangat buruk dengan banyak memar bekas tamparan disana. Aku ingin membebaskan dia dan membuat masa depannya lebih baik. Aku yakin kalau dia akan bersinar lebih baik dari sekarang” ujar Risha


dengan penuh keyakinan sambil menunjukan luka diwajah Mariana.


“Hmn ... apa ada yang bisa aku bantu?” tanya Kenzie dengan sikap yang tenang sambil duduk mendekati Risha.


"Tidak ada. Jika aku butuh bantuanmu, maka aku akan langsung mengatakannya padamu" ujar Risha dengan senyum yang manis

__ADS_1


"Baiklah. Kalau begitu aku akan kembali ke kamarku. Tapi ingat, kamu harus tetap berhati-hati jika berurusan dengan pria kasar seperti dia. Jangan lupa untuk terus membawa senjata milikmu" Kenzie mengingatkan sambil mengusap lembut rambut Risha


"Kamu tenang saja. Aku justru mencari waktu yang tepat agar bisa menggunakan senjataku padanya"


__ADS_2