
Kenzo memiliki jadwal meeting saat jam makan siang disebuah restoran ternama yang letaknya tidak terlalu jauh dari perusahaan JB Company. Dia kini sedang bersiap pergi sendiri, karena Zack hanya Kenzo tempatkan di perusahaan Anggara. Dan sampai sekarang masih belum ada asisten yang dimiliki Kenzo diperusahaan JB Company. Meskipun ada sekertaris pribadinya, namun Kenzo tidak pernah berniat membawanya untuk
menghadiri meeting diluar kantor. Dia tidak ingin sampai ada gosip aneh yang nantinya melukai Safira.
“Pak Kenzo, apa anda akan keluar sekarang?” Tanya Manda yang jadi sekertaris Kenzo.
Kenzo yang baru keluar dari ruangannya dan hendak berjalan keluar kantor, seketika menghentikan langkah kakinya setelah mendengar suara Manda yang menegurnya.
“Ya, apa ada sesuatu?” Tanya Kenzo dengan sikap yang dingin dan tatapan mata yang sinis.
“Ehm … begini pak, anda kan keluar untuk meeting, bisa saya ikut dengan anda? Anda kan harus mencatat setiap isi dari meeting anda. Anda juga tidak membawa asisten anda, jadi saya rasa … akan lebih baik jika saya
pergi dengan anda” Manda memberanikan dirinya menawarkan diri pada Kenzo untuk
menemaninya meeting, meskipun terlihat jelas dari gelagat dan juga cara bicaranya
kalau dia sangat gugup saat ini.
“Tidak perlu. Meeting kali ini hanya membahas tentang kelanjutan kerjasama saja. Kurasa tidak ada hal yang penting sampai harus
membawa sekertaris bersamaku. Lagipula, aku memiliki janji lain saat makan
siang ini. Kamu cukup kerjakan tugasmu dan makan sianglah dengan rekan-rekanmu”
Kenzo menaggapi Manda dengan sikap dingin dan acuh tak acuh. Dia sama
sekali tidak memberi muka pada sekertarisnya itu dan langsung pergi begitu saja setelah bicara.
“Untunglah tidak ada orang lain yang meihatku saat bicara dengan pak Kenzo tadi, jika saja ada … pasti aku akan sangat malu” gumam Manda sambil menatap punggung Kenzo yang semakin menjauh.
Kenzo tetap menjadi perhatian orang-orang disekitarnya. Terlebih lagi setelah identitas aslinya terkuak, tentu saja semua orang semakin ingin mendekati Kenzo.
“Lihat itu. Bukankah itu Kenzo, direktur JB Company?”
“Mana? Oh iya, itu dia”
Beberapa orang gadis saling berbisik setelah melihat Kenzo yang berjalan memasuki restoran. Mereka terus menatap Kenzo yang berjalan dengan gagah dan juga berwibawa, namun Kenzo sama sekali tidak memperdulikan mereka.
Kenzo menoleh kesana kemari mencari perwakilan dari perusahaan lain yang akan meeting dengannya, namun sepertinya mereka masih belum datang. Akhirnya Kenzo memilih duduk disalah satu kursi yang kosong. Diapun memanggil waitress dan memesan minuman sembari menunggu tamunya datang.
__ADS_1
Kenzo memainkan laptopnya dan membaca beberapa dokumen yang tersimpan dalam laptopnya sambil menikmati secangkir kopi.
Drrt drrt drrt
Disaat dia sedang fokus, ponselnya yang diletakkan diatas meja bergetar. Kenzo meraih ponselnya dan melihat nama sang istri yang tertera di sana. Seketika wajah dinginnya berubah lembut dengan senyum dibibirnya.
Kenzo pun menerima telepon sang istri
“Halo” Sapa Kenzo dengan sangat lembut disertai senyum manis dibibirnya yang membuat semua gadis menjerit tanpa suara melihat ketampanan Kenzo.
“Waaah … senyumnya sangat manis sekali”
“Dia terlihat semakin tampan” batin para gadis berteriak melihat Kenzo tersenyum
“Sayang, apa kamu sudah makan siang?” tanya Safira dari ujung teleponnya.
“Aku sedang ada direstoran, ada meeting yang harus aku hadiri disini. Tapi sepertinya rekan meetingku terlambat . Mereka belum juga datang sampai sekarang” Kenzo menanggapi dengan sikapnya yang tenang sambil sesekali menoleh kearah pintu masuk untuk melihat apakah rekan meetingnya sudah sampai atau belum.
“Jadi kamu belum makan siang?” tanya Safira lagi dengan nada yang terdengar khawatir
“Ya, aku hanya menunggu sambil memesan secangkir kopi saja"
“Kenapa hanya memesan kopi?! Kamu juga harus makan sekarang! Apa perlu aku datang kesana dan melihat langsung apa kamu makan siang atau tidak?” ujar Safira yang terdengar kesal karena khawatir pada Kenzo.
“Aku masih dilokasi, tapi sepertinya sebentar lagi selesai. Dan kebetulan lokasi pemotretannya tidak jauh dari JB Company” Safira menanggapi dengan senyum yang lembut nada bicara yang manja.
“Benarkah? Tadi pagi kamu tidak bilang kalau lokasimu hari ini dekat dengan kantorku? Jika aku tahu, aku pasti akan mengantarmu” Kenzo
bicara dengan santai sambil menunggu. Dia mulai kesal dengan rekan bisnisnya yang terlambat datang.
“Tidak papa aku bisa berangkat sendiri. Kamu ada direstoran mana? Kirimkan alamatnya padaku sekarang” ujar Safira dengan sangat antusias.
“Baiklah, akan aku kirimkan padamu lokasinya”
“Oke. Tunggu aku disana” ujar Safira dengan senyum ceria
"Baiklah. Sampai jumpa"
Kenzo dan Safira pun mengakhiri panggilan teleponnya. Setelah itu, barulah Kenzo mengirimkan lokasinya berada sekarang pada Safira.
__ADS_1
Kenzo pun kembali menggelengkan kepala disertai senyum yang manis membayangkan wajah sang istri.
“Permisi, bolehkah aku bergabung disini?”
Senyum Kenzo kembali menghilang ketika mendengar suara seorang wanita berdiri dihadapannya. Dia mengalihkan pandangannya dari ponselnya dan mengangkat kepala menatap wajah gadis itu.
“Apa saya mengenal anda?" tanya Kenzo dengan nada bicara yang dingin
“Saya Olivia. Kita pernah bertemu beberapa hari yang lalu disebuah restoran” ujar gadis itu dengan senyum manis dibibirnya.
Kenzo memicingkan mata dan menatap wajah gadis itu dengan sinis
“Benarkah? Aku tidak tahu itu. Tapi untuk apa anda disini? Ada banyak kursi yang kosong ditempat lain” Kenzo menanggapi dengan sikap yang dingin dan acuh tak acuh.
“Ehm … saya tidak suka makan sendiri, dan saya rasa anda juga tidak suka makan sendiri" Olivia bicara dengan malu-malu pada Kenzo.
"Maaf, tapi saya sedang menunggu orang lain. Saya tidak bisa membiarkan anda duduk disini" ujar Kenzo dengan sikap yang dingin
"Orang lain? Apa itu kekasih anda?" Olivia terus bertanya dengan senyum manis yang menggoda.
"Saya ada janji untuk meeting penting. Bisakah anda meninggalkan saya sendiri dan tidak mengganggu saya?" ujar Kenzo dengan sikap yang dingin dan tatapan yang sinis
"Permisi. Pak Kenzo, maafkan saya karena datang terlambat"
Saat Kenzo sudah terlihat kesal dengan Olivia, 2 orang pria datang menghampirinya. Dan ternyata dia adalah orang yang akan meeting dengan Kenzo.
Kenzo menoleh pada orang itu dan berdiri menyambut kedatangannya.
"Pak Andre, tidak masalah. Silahkan duduk" Kenzo menanggapi dengan sikap yang tenang dan penuh wibawa.
"Ini... Apakah dia teman anda?" Andre bertanya pada Kenzo mengenai Olivia.
Mereka pun menoleh pada Olivia.
"Tidak. Saya tidak mengenalnya" Kenzo menanggapi dengan sikap acuh tak acuhnya
"Apa kita akan mulai meeting dulu atau anda mau makan siang dulu?" Sambung Kenzo pada Andre dan mengabaikan keberadaan Olivia
"Sebaiknya kita pesan makan terlebih dahulu. Kita bisa membahasnya sambil makan" Andre pun ikut mengabaikan Olivia yang masih berdiri disana
__ADS_1
"Apa ini? Mereka mengabaikan aku? Seorang Olivia diabaikan?" Pikir Olivia yang masih berdiri dengan salah tingkah karena diabaikan.
"Aku tidak akan menyerah. Kenzo, aku pasti bisa mendapatkanmu"