Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Kamu Terlalu Picik


__ADS_3

Mark, Aldo dan Panji langsung digelandang ke kantor polisi. Sesuai yang dijanjikan sebelumnya, Noey membuat gosip di sosial media mengenai keluarganya, karena mau bagaimanapun keluarga mereka juga pasti ikut andil dalam kejahatan yang dilakukan Mark, Aldo dan Panji.


"Tiga orang manajer dari perusahaan cabang Kusuma ditangkap polisi karena melakukan penggelapan dana. Ketiga manajer itu berinisial MA, AN dan PS. Mereka diduga sudah bertahun-tahun melancarkan aksinya, mengingat bukti transaksi bank yang mengalami kejanggalan sudah terjadi beberapa tahun lalu. Kediaman pribadi mereka kini di jaga ketat oleh polisi dan kejaksaan sebelum dilakukan penyitaan terhadap, semua aset yang mereka miliki disita karena mereka telah menyebabkan perusahaan mengalami kerugian sebanyak puluhan milyar"


Noey menyertakan foto keluarga Mark, Aldo dan Panji. Meskipun wajah keluarga mereka disamarkan namun tetap saja masih bisa dikenali meskipun itu samar-samar.


"Noey, tolong keruanganku sekarang?" Kenzie meminta Noey untuk masuk keruangannya


"Anda memanggil saya?" Noey bertanya pada Kenzie ketika dia melangkah masuk ke ruangannya


"Ya, kemarilah. Kamu yang melakukan ini semua?" Kenzie bertanya pada Noey setelah melihat postingan yang menjadi trending topik. Padahal Noey sama sekali tidak membuat itu berada didaftar atas. Mengingat kalau keluarga Kusuma tidak pernah ada yang berani mengusik mereka … mungkin itu yang menjadi alasan postingan Noey langsung treding


"Ya, saya yang melakukan itu semua. Apa ada masalah?" Noey bertanya dengan sikap yang tenang dan dingin


"Kenapa? Keluarga mereka kan tidak bersalah" Kenzie memicingkan mata menunggu jawaban yang akan diberikan Noey


"Apa kamu yakin kalau keluarga mereka tidak bersalah? Kamu yakin kalau keluarga mereka tidak terlibat dengan penggelapan dana ini? Kamu terlalu picik. Memang bisa saja mereka tidak ikut andil secara langsung, tapi tidak menutup kemungkinan kalau mereka juga ikut andil secara tidak langsung"


Noey kembali membalikkan pertanyaannya pada Kenzie. Dia cukup lama mengikuti Kenzo dan Rendra sebelum mereka kuliah keluar negeri, jadi Noey sudah terbiasa melihat Kenzo menyelesaikan masalah yang dia hadapi.


Kenzie kembali memicingkan mata mendengar pertanyaan Noey


"Apa maksudnya?" Tanya Kenzie yang semakin bingung


"Mereka bekerja untuk keluarga, bisa saja keluarga mereka yang menuntut banyak dengan meminta ini dan itu. Kalau memang tidak ... apa keluarganya tidak tahu dan tidak curiga mengenai sumber uang itu? Aku melakukan sesuatu sesuai dengan keinginanku. Tidak adil jika hanya 1 orang yng mendapatkan hukuman. Setidaknya mereka harus bersama dalam suka dan duka"


Kenzie tersenyum kemudian mengangkat ibu jari tangannya


"Selamat, kamu talah dinobatkan menjadi salah satu reman dekat Kenzie" Kenzie mengatakannya dengan ceria dan bangga, namun Noey menanggapinya dengan sikap yang dingin dan tatapan mencibir


"Kamu tidak senang? Sekarang kita berteman. Tidak hanya menjadi teman dekat Kenzo, tapi kamu juga jadi teman dekatku" Kenzie bertanya setelah melihat Noey yang diam saja


"Tidak sudi. Terimakasih. Aku akan kembali ke meja kerjaku. Kupikir ada masalah apa, ternyata hanya bicara omong kosong" Noey menjawab dengan nada yang dingin sambil berbalik meninggalkan ruangan Kenzie sambil terus menggerutu.


Dia meninggalkan Kenzie yang masih menatap punggungnya dengan wajah bingung.

__ADS_1


"Apa dia tidak ingin jadi temanku?"


Tuut tuut tuut


Noey menghubungi Kenzo setelah dia keluar dari ruangan Kenzie


"Halo" Tak berapa lama terdengar suara dingin Kenzo dari ujung telepon


"Halo Zo, saudara kembarmu gila ya? Bisa-bisanya dia mengucapkan selamat karena kami berteman dengan senyum ceria begitu?"


Noey mengeluh pada Kenzo dengan nada kesal


"Ku kira ada apa, ternyata hanya masalah seperti itu saja" Kenzo menanggapi Noey dengan sikap yang tenang disertai senyum mencibir dibibirnya


"Dia dan Risha adalah orang ramah dan mudah bergaul. Mereka berdua juga sangat baik hati, berbeda denganku yang tidak pernah menggunakan hati dalam urusan pekerjaan. Jadi kamu harus lebih mengerti dia. Bukankah aku pernah bilang kalau aku memiliki saudara kembar dengan sifat yang saling bertolak belakang?" Kenzo bicara dengan sikap yang dingin


"Kamu benar. Sangat bertolak belakang. Saat melihat kamu tersenyum, aku bisa menghitungnya dengan jari. Tapi Kenzie, dia selalu saja tersenyum. Itu membuatku merasa aneh karena terbiasa denganmu yang kaku dan dingin" Noey masih terus saja mengeluh tentang Kenzie pada Zo


"Aku tahu itu, tapi aku yakin kalau kamu akan terus membantunya dengan baik. Benarkan?"


"Ya, karena dia saudaramu jadi mau tidak mau aku harus melakukan itu" Noey pun menanggapi dengan malas


"Katakan, apa itu?" Noey terdengar sangat yakin dan bersemangat saat Kenzo meminta bantuannya


"Tolong kamu selidiki keluarga Wiguna. Aku tidak bisa meminta Rendra menyelidikinya" Kenzo meminta bantuan Noey dengan sikap yang tenang


"Kenapa tidak bisa minta bantuan pada Rendra?" Noey mengernyitkan dahi saat dia bertanya pada Kenzo. Sudah lama mereka tidak saling berkomunikasi, karena itu Noey tidak tahu apa yang terjadi pada Rendra


"Rendra mengalami musibah, dia jatuh dari balkon lantai dua rumah omnya Bastian. Sekarang dia masih dalam masa pemulihan agar kakinya bisa berjalan seperti semula lagi"


Kenzo menjelaskan dengan singkat mengenai apa yang terjadi pada Rendra


"Dia sampai tidak bisa berjalan?! Ini pasti bagian dari rencana si tua bangka itu. Rasanya ingin kucabik-cabik dia" Noey terdengar marah setelah mendengar cerita Kenzo


"Aku sudah membalasnya. Kamu tidak perlu khawatir lagi" Kenzo langsung menimpali begitu Noey selesai bicara

__ADS_1


"Benarkah? Baguslah kalau begitu. Sekarang dimana Rendra tinggal? Aku akan pergi menemuinya" Noey terdengar kembali tenang begitu tahu kalau omnya Bastian telah mendapatkan ganjarannya


"Dia tinggal dirumah pribadinya yang dulu. Dan sekarang, dia juga memegang kendali perusahaan Dirga Electronik"


"Baiklah, nanti aku kesana. Masalah keluarga Wiguna juga akan segera aku selidiki. Kurasa kamu tidak perlu informasi pribadinya, jadi aku akan membiarkanmu mengamati sendiri keluarga itu"


"Ternyata kamu sangat cepat mengerti maksudku" Kenzo memuji Noey dengan sikapnya yang datar.


"Aku tutup teleponnya. Sekertaris Kenzie sejak tadi terus saja memperhatikan aku"


"Ya berhati-hatilah, karena seorang gadis bisa sangat nekad kalau sudah memiliki obsesi"


"Ya kamu benar. Mereka tidak berpikir dengan benar ketika mereka menginginkan sesuatu. Sampai jumpa"


Noey pun langsung kembali ke meja kerjanya setelah dia selesai bicara dengan Kenzo.


"Sepertinya kamu sangat sibuk?" Deby bertanya dengan senyum lembut dibibirnya.


"Ya, aku harus menyelesaikan beberapa pekerjaan" Noey menanggapi dengan sikap yang dingin


"Perlu aku bantu? Aku bisa mengambil alih sebagian pekerjaan milik pak Kenzie"


Noey memicingkan mata menatap Deby, kemudian dia mengalihkan pandangannya pada meja kerja Deby


"Pekerjaanmu saja masih banyak. Bagaimana bisa kamu mengambil alih pekerjaan yang aku miliki? Kerjakan saja pekerjaanmu sendiri. Aku bisa menghandel pekerjaan ku dan juga milik pak Kenzie"


Noey menanggapi Deby dengan sikap yang sinis. Dari sorot matanya terlihat jelas kalau dia sangat tidak menyukai Deby.


"Kenapa kamu sangat marah? Aku hanya ingin menawarkan bantuan saja. Apa salahnya?" Deby mengerucutkan bibirnya dengan nada bicara yang manja


"Berhenti bersikap seperti itu. Aku paham betul bagaimana gadis-gadis sepertimu melakukan banyak trik untuk mendapatkan perhatian dan simpati dari para pria" Noey menanggapinya dengan sikap dingin dan sinis


"A-aku tidak seperti itu. Aku benar-benar ingin membantu pekerjaanmu" Deby sedikit tergagap dengan wajah panik ketika Noey menebak apa maksud Deby


"Sudahlah. Lebih baik kerjakan pekerjaan kita masing-masing. Jika aku butuh bantuan, aku akan mengatakannya langsung padamu" Noey bicara sambil berlalu melewati Deby

__ADS_1


"Baik"


"Cih, aku tidak ingin mengambil perhatianmu. Jika aku membantumu mengerjakan pekerjaan pak Kenzie, maka dia pasti akan melihatku. Aku tidak peduli dengan pekerjaanmu" Batin Deby menggerutu dengan mata terus mendelik pada Noey


__ADS_2