Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Hari Pertama Noey


__ADS_3

Perusahaan Anggara yang sebelumnya hanya dihebohkan dengan kedatangan pemimpin baru saja, kini semakin heboh dengan kejadian yang baru saja terjadi. Dalam sekejap jajaran petinggi perusahaan dirombak habis-habisan dan diganti dengan orang baru.


"Apa yang terjadi? Kenapa tadi para karyawan dengan jabatan tinggi dibawa oleh polisi?"


"Aku juga tidak tahu. Tapi sepertinya itu bagus. Kalian tahu sendiri bagaimana buruknya manajemen kita sebelumnya kan?"


"Ya, mereka bertingkah seenaknya sebagai atasan. Karena mereka lebih berkuasa, semua bisa mereka lakukan sesuai keinginan mereka. Meskipun itu jelas sekali tidak menguntungkan perusahaan ini"


Para karyawan kini kembali ribut dan mengungkit apa yang dilakukan oleh atasan mereka yang sudah diusir keluar oleh Kenzo dengan cara tidak hormat, bahkan mereka harus berurusan dengan polisi atas tuduhan penggelapan dana perusahaan"


"Pemimpin kita yang baru benar-benar mengesankan. Baru beberapa hari disini sudah melakukan perombakan besar"


"Kamu benar. Entah apalagi yang akan berubah nantinya. Tapi ... bagaimana dengan pemegang saham perusahaan? Bukannya mereka mulai menjual sahamnya satu persatu ya? Yang kutahu harga saham kita berada ditingkat paling rendah"


"Kita lihat saja kemampuan direktur baru kita. Apa dia bisa memperbaiki perusahaan atau hanya ingin memporak porandakan perusahaan ini saja"


"Ya, itu bukan urusan kita juga, Yang penting kita tetap bekerja dan mendapatkan bayaran kita"


"Betul"


Kenzo sedang berada diruangannya setelah melakukan pembersihan mengenai petinggi tidak kompeten diperusahaannya.


"Apa kamu tidak keterlaluan sampai mengganti 7 orang petinggi perusahaan sekaligus? Kamu tidak hanya mengganti manajer dan wakilnya saja, tapi sampai mengganti direktur juga"


Pram bicara dengan santai karena kini mereka hanya berdua saja diruang Kenzo.


"Aku sudah bilang kalau aku tidak ingin memelihara tikus diperusahaanku. Mereka itu semua sampah. Tidak ada gunanya mempertahankan orang seperti mereka" Kenzo menanggapi dengan tenang sambil menatap Keluar jendela kantornya dan memainkan ponsel.


"Tapi ini bisa merusak citramu sebagai pemimpin baru dan tentu saja ini juga akan berpengaruh pada perusahaan kita" Pram berusaha meyakinkan Kenzo bahwa keputusannya kali ini salah


"Om, jika mereka dibiarkan begitu saja, maka sudah pasti kalau mereka akan terus mencari cara untuk menggelapkan dana perusahaan. Apa om tidak pernah curiga pada mereka?"


Kenzo tetap bersikap tenang meskipun kini dari nada suaranya terdengar sedikit kesal.


"Aku pernah memeriksanya, namun aku sama sekali tidak menemukan ada yang mencurigakan didalamnya. Aku tidak pandai dalam hal komputer seperti kamu dan ayahmu. Jadi aku tidak mengerti terlalu jauh mengenai itu" Pram menjawab dengan sikap yang acuk tak acuh dan sedikit mengeluh


"Tapi Zo, apa orang yang kamu pilih itu dapat dipercaya? Kita sama sekali tidak tahu tenantang mereka"


Pram terlihat khawatir mengenai 7 orang karyawan baru yang dipilih oleh Kenzo


"Aku sudah mencari informasi lengkap mereka dan kinerja mereka dalam melakukan pekerjaan yang sudah-sudah, jadi kurasa tidak ada masalah. Toh mereka juga tidak akan berani bermain-main denganku"


Zo menjawab dengan tenang namun terdengar sedikit sombong.


"Baiklah, aku percaya padamu. Setelah jam makan siang nanti, kita memiliki rapat penting dengan Sheila Wiguna. Kamu jangan sampai lupa itu, aku akan mengatur rapat di restoran sekitar sini saja" Pram mengingatkan dengan nada yang sedikit mengancam


"Haah ... kenapa harus meeting pribadi? Padahal ini bisa diadakan dikantor saja" Kenzo mengeluh dengan nada malas

__ADS_1


"Dia ini susah ditemui, kamu harus membangun kepercayaan dengannya untuk proyek kita selanjutnya"


"Cih, aku  bisa dengan mudah membuat dia percaya pada perusahaan kita"


"Jangan lakukan hal macam-macam dan ikuti saja apa yang aku sarankan!"


"Ya ya ya. Aku mengerti"


***


Hari ini adalah hari pertama Noey datang keperusahaan Kenzie. Dia terlihat rapi dengan setelan jas meskipun tanpa menggunakan dasi.


"Permisi, ruangan pak Kenzie disebelah mana ya?" Noey sedang bertanya pada resepsionis mengenai letak ruangan Kenzie.


"Apa anda sudah memiliki janji sebelumnya?" Tanya resepsionis dengan sikap sangat sopan


"Aku …"


Disaat yang bersamaan, Kenzie baru saja tiba dan sedang berjalan memasuki loby perusahaan


"Selamat pagi pak"


"Pagi"


"Itu Pak Kenzie"


"Kamu sudah disini?" Sapa Kenzie begitu dia melihat Noey yang berdiri dihadapannya


"Ya, saya tidak ingin terlambat dihari pertama saya masuk kekantor" Noey menanggapi dengan sikap yang tenang


"Kalau begitu kita langsung keruanganku sekarang. Meja kerjamu akan berada di luar ruanganku"


"Hemn ..."


Kenzie menjelaskan pada Noey dengan sikap yang ramah dan senyum yang manis. Namun Noey hanya menanggapinya dengan sikap yang dingin


"Ya ampun ... kenapa aku harus menghadapi gunung es lagi? Kenzo ... bagaimana bisa kamu bergaul dengan teman-teman yang sangat pediam dan dingin? Bagaimana cara kalian berkomunikasi?" Kenzie menggerutu dalam hati sambil sesekali menggelengkan kepala


"Deby, perkenalkan ini Noey, mulai hari ini dia akan jadi asistenku"


"Halo, saya Deby sekertaris pak Kenzie"


"Ya salam kenal"


Kenzie memperkenalkan Noey pada Deby begitu mereka tiba di depan ruang Kenzie.


"Ayo Noey"

__ADS_1


Kenzie dan Noey melangkah masuk keruanganya dan meninggalkan Deby disana


"Apa kamu sudah mendapatkan apa yang aku minta?" Kenzie bertanya pada Noey setelah mereka tiba diruangnya.


"Sudah, ini bukan hal yang sulit untukku. Aku sudah menulisnya semua. Kamu tinggal periksa saja informasi tentang mereka. Mereka benar-benar kotor"


Noey bicara sambil menunjukkan informasi mengenai Mark, Aldo dan juga Panji.


"Ini semua tentang mereka?"


"Ya"


Kenzie melihat hasil kerja Noey dengan teliti dan semua informasi yang dia kumpulkan sepertinya lengkap dan sangat berguna.


"Bagus, ini bisa jadi senjata untuk kita menyerang balik. Mereka yang membuat masalah, maka mereka juga yang harus menutup masalah ini"


Kenzie bicara dengan senyum mencibir dibibirnya. Matanya mendelik seakan seperti dia sudah merencanakan sesuatu


"Apa yang akan kamu lakukan dengan itu? Apa kamu akan langsung menyerang mereka?" Noey terlihat sangat penasaran dengan apa yang akaj dilakukan Kenzie


"Aku akan melakukan klarifikasi terlebih dulu mengenai apa yang terjadi saat dipesta waktu itu. Kamu bisa melakukannya kan?"


Noey hanya menanggapi dengan anggukan kepala


"Dan ini … akan aku tunjukkan pada rapat nanti. Harusnya ini jadi hadiah yang bagus untuk mereka bertiga" Kenzie kembali menunjukkan seringai tipis dengan sorot mata yang terlihat licik


"Noey, kamu bisa melakukannya sekarang. Katakan kalau gadis itu membuat keributan dengan berteriak dipesta dan mengatakan kalau aku ini pacarnya. Aku tidak mengenalnya dan itu adalah pertemuan pertama kami, lagipula aku sudah punya pacar"


Noey menganggukan kepala mengerti dengan apa yang dijelaskan oleh Kenzie


"Kalau begitu, aku akan pergi ke mejaku dan mengerjakan apa yang kamu minta"


"Ya terimakasih"


Noey beranjak pergi dari ruangan Kenzie untuk menulis klarifikasi mengenai gosip sebelumnya dan berharap itu dapat menaikkan kembali harga saham mereka.


Noey terlihat sangat serius di depan laptopnya. Dia memainkan jari jemarinya dengan sangat lincah di atas papan keyboard


"Noey, apa yang sedang kamu lakukan? Apa ini pekerjaan dari pak Kenzie?" Deby mendekati Noey dan mulai melihat apa yang sedang dikerjakan olehnya


"Ini kan … klarifikasi mengenai gosip pak Kenzie?" Ujar Deby dengan wajah terkejut


"Tolong jangan ganggu aku dan sebaiknya kamu kerjakan saja pekerjaanmu!" Noey megusir Deby dengan sikap yang dingin


"Kenapa kamu begitu? Kita kan sama-sama bekerja untuk pak Kenzie" Deby mengeluh dengan wajah manja agar Noey bersimpati padanya


"Aku tidak suka jika ada yang mengganggu. Jadi sebaiknya kamu jangan terlalu ikut campur dan pergi ke meja kerjamu!"

__ADS_1


__ADS_2