
Hari ini tiba saatnya dimana Risha akan melakukan presentasi didepan beberapa calon investor yang datang keperusahaan untuk produksi film yang akan diproduksi. Pagi-pagi sekali Risha sudah terlihat gugup sebelum dia melakukan presentasi. Kini dia sedang berada diruang Diaz sambil menunggu waktu presentasi dimulai.
"Pih, aku gugup sekali. Bagaimanan kalau aku tidak mendapatkan ivestor ini? Aku tidak bisa bayangkan kalau aku harus kalah dari pak Daniel itu" Tanya Risha dengan ekspresi wajah yang tegang
"Ada apa denganmu? Ini hanya presentasi proposal yang kamu buat sendiri Sha. Jadi kamu tenang saja. Kalau kamu panik begini, semua persiaoanmu akan berantakan" Diaz berusaha menenangkan Risha yang kini terlihat gugup
"Papi benar Aku sudah menyusun dan mambuatnya sendiri. Aku sudah hafal dengan seluk beluk dari proposal yang aku buat. Aku tinggal menjelaskannya pada yang lain saja agar mereka bisa tahu maksud yang ingin aku sampaikan" Risha terlihat yakin setelah dia mendapatkan dukungan dari Diaz
"Bagus. Itu baru anak papi" Diaz pun tersenyum melihat putrinya sudah bisa tenang
Tok tok tok
"Permisi pak, beberapa calon investor sudah datang dan menunggu diruang konfrensi" Ujar asisten Diaz dengan sikap yang tenang
"Ya, kami akan kesana sekarang. Ayo Sha!"
"Baik pih"
Diaz pun beranjak pergi dari ruangannya diikuti Risha yang berjalan dibelakangnya
Mereka berjalan menyusuri beberapa ruangan dengan langkah yang anggun dan elegan menuju ruang konfrensi. Sementara itu dilantai bawah Rendra baru saja tiba dan langsung memasuki gedung perusahaan Sanjaya. Dia di dorong oleh Billy dengan Alan berjalan di sampingnya sambil membawa dokumen yang dibutuhkan. Ada juga beberapa orang lain mengikuti Rendra dari belakang
"Eh eh, bukannya itu pria yang pernah menjemput bu Risha? Ada perlu apa dia kemari? Melihat dari penampilannya, sepertinya bukan dari kalangan biasa"
"Benar, saat itu kita hanya melihat sekilas dari kejauhan. Setelah dilihat dari dekat, ternyata sangat tampan meskipun dia menggunakan kursi roda"
"Benar, dari yang dia pakai, sepertinya dia orang kaya"
"Permisi, ruang konfrensinya ada di sebelah mana ya?' Alan bertanya pada resepsionis yang berjaga, namun disaat yang sama asisten Diaz datang untuk menyambut mereka
"Selamat pagi pak Rendra, pak Sukma, dan pak Fadli. Pak Diaz sudah menunggu anda semua diruang konfrensi, mari ikuti saya" Asisten Diaz menyapa dengan sopan yang dibalas oleh anggukan kepala oleh Rendra dan juga yang lainnya. Mereka pun berjalan mengikuti asisten Diaz
"Sepertinya memang bukan orang sembarangan. Bahkan asisten pak Diaz saja sampai menghormatinya. Tapi, bagaimana bisa bu Risha menduakan pak Diaz dengan seseorang seperti dia? Dan sekarang malah mereka akan saling berhadapan untuk jadi investor"
Para karyawan terus membicarakan Rendra yang datang ke perusahaan untuk jadi investor. Namun mereka membayangkan bagaimana 2 orang pria yang dekat dengan Risha akan saling berhadapan satu sama lain
Diruang konfrensi, Daniel telah duduk menunggu bersama beberapa orang yang dia hubungi untuk menjadi investornya. Dia akan melakukan presentasi dihadapan mereka dan juga calon investor yang dihubungi Risha. Saat ini mereka akan menentukan atas nama siapa mereka akan berinvestasi apakah Daniel atau Risha
"Selamat pagi" Diaz menyapa semuanya saat dia memasuki ruangan, diikuti Risha berjalan dibelakangnya.
"Selamat pagi" Mereka menjawab Diaz dengan sopan. Saat Risha hendak duduk di kursi sebelah Diaz, terlihat Daniel menatapmua dengan tatapan sinis dan senyum mencibir. Risha pun terlihat kesal dan menatapnya dengan sinis. Mereka terus saling menatap dengan penuh kebencian
Tok tok tok
__ADS_1
"Permisi, tamu lainnya sudah datang" Asisten Diaz memberitahu kalau Rendra dan yang lainnya juga sudah datang
"Selamat pagi semuanya, maaf kami datang terlambat" Rendra menyapa semuanya begitu dia memasuki ruang konfrensi
"Itu kan ... pemuda yang waktu itu menjemput Risha. Kenapa dia bisa berada disini? Apa Risha sengaja meminta bantuannya?" Pikir pak Daniel begitu melihat Rendra masuk keruang konfrensi
"Tidak papa pak Rendra, selamat datang di perusahaan Sanjaya, kami senang karena anda tertarik untuk berinvestasi dalam film yang akan segera kami produksi" Diaz menyambut Rendra dengan sopan karena saat ini mereka adalah kolega bisnis
"Terimakasih pak Diaz" Rendra pun menyambut Diaz dengan sopan
"Kenapa kamu terlambat?" Risha bertanya dengan suara pelan pada Rendra yang duduk di sebalahnya
"Ada sedikit kemacetan tadi, apa semuanya sudah siap?" Rendra pun menjawab Risha dengan sedikit berbisik
"Ya, aku sudah menyelesaikan semuanya" Jawab Risha dengan senyum percaya diri
"Karena semua sudah disini, kita bisa mulai presentasinya sekarang" Setelah semua mengangguk setuju, Daniel mulai presentasinya lebih dulu
"Selamat pagi semuanya. Terimakasih atas waktunya. Saya tidak akan membuang waktu lebih lama lagi. Film ini akan mengisahkan tentang bla bla ...
Keuntungan darinya bla bla bla ...
Dengan anda berinvestasi pada film ini, artinya anda juga membantu keuangan orang-orang karena ini membutuhkan banyak orang dan itu akan membantu mereka bla bla bla ..."
Rendra pun terkejut dan menatap Daniel dengan tatapan sinis, lalu dia menoleh pada Risha
"Ini yang aku maksud sesuatu mungkin terjadi diakhir. Apa kamu sudah merevisi semua bagian yang aku minta?" Rendra kembali berbisik pada Risha
"Ya, untungnya aku sudah merevisi semua bagian-bagian yang kamu minta. Jadi hasilnya tidak akan sama persis dengan yang dilaporkan pak Daniel. Tapi tetap saja aku kesal dibuatnya" Risha menggerutu kesal karena apa yang dilakukan Daniel padanya.
"Demikian presentasi dari saya, terimakasih atas semua perhatian anda sekalian"
Prok
Prok
Prok
"Sekarang giliran bu Risha memulai presentasi. Silahkan bu Risha" Risha pun maju ke depan dan memulai presentasinya
Film ini akan mengisahkan tentang kisah cinra segitiga dimana nantinya pemeran pria akan pergi berperang bla bla ...
Keuntungan darinya sudah jelas, karena ini kisah cinta bertema remaja, drama dan juga perang bla bla bla ...
__ADS_1
Dengan anda berinvestasi pada film ini, artinya anda juga membantu keuangan orang-orang karena ini membutuhkan banyak orang dan itu akan membantu mereka bla bla bla ..."
Semua orang kini saling berbisik dengan orang yang ada disebelah mereka dan saling menatap bingung dengan presentasi yang dilakukan Risha. Presentasinya hampir sama diawal, namun ada beberapa bagian yang Risha jelaskan lebih rinci daripada pak Daniel
"Kenapa presentasi mereka sama saja?"
"Tidak, presentasi bu Risha lebih rinci daripada pak Daniel"
"Tapi apa yang mereka sampaikan hampir sama saja" Kini para tamu undangan saling berbisik membicarakan presentasi Risha dan Daniel
"Permisi. Kenapa materi presentasinya sama saja ya? Jika memang begitu, untuk apa kamu harus mendengarkannya. Cukup bagi kami langsung berinvestasi saja disini, benarkan?" Salah satu calon investor akhirnya membuka suara
"Ada perbedaan diantara presentasi mereka. Jika kita teliti, bu Risha lebih merincikan bagian-bagian yang bisa membuat kita tertarik dengan film ini. Sedangkan pak Daniel membuat kita penasaran dengan film ini. Menurut kalian kenapa ini bisa terjadi?" Rendra yang sejak tadi diam akhirnya menyatakan pendapatnya
"Maksud anda ..." SAlah seorang calon investor kembali meminta penjelasan dari Rendra
"Mungkin salah satu dari mereka menjiplak hasil orang lain. Tidak mungkin seorang pesaing memiliki pemikiran yang sama persis, bahkan hingga sama pada setiap kata yang digunakan" Rendra bicara dengan sikap yang tenang
"Jadi maksud anda saya meniru proposal bu Risha!" Pak Daniel langsung berteriak kesal pada Rendra
"Kenapa ada bereaksi seperti itu? Apa saya mengatakan kalau anda seorang pencuri?" Rendra kembali menanggapi Daniel dengan sikap yang dingin
"Itu ... saya tidak mungkin melakukan itu. Jelas saya yang lebih dulu melakukan presentasi"
"Meskipun anda melakukannya lebih dulu, bukan berarti saya mencuri ide anda kan?" Risha pun kini ikut menanggapi dengan sikap sinis
"Kapan anda mulai menyusun proposal ini?" Rendra kembali bertanya dengan sikapnya yang dingin
"Sekitar 10 hari yang lalu" Daniel menjawab dengan sikap yang tenang namun terlihat sedikit canggung
"Saya mulai menyusunnya sudah hampir seminggu yang lalu" Jawab Risha dengan sikap yang tenang
"Nahkan, bu Risha pasti melihat proposan saya dan menirunya!" Daniel langsung berteriak sambil menunjuk Risha
"Itu tidak mungkin. Saya bisa jamin kalau bu Risha tidak melakukan itu" Rendra kembali bicara dengan sikap yang tenang
"Cih, bagaimana anda bisa begitu yakin? Memang anda tahu betul bagaimana bu Risha saat dikantor?" Daniel bicara dengan nada mencibir
"Tentu saya yakin, karena saya yang membantunya menyusun dan merevisi proposalnya sebelum dipresentasikan dihadapan semua orang, jadi sudah pasti kalau anda yang mencurinya" Rendra menunjuk Daniel dengan nada bicara yang sinis dan sorot mata yang dingin
"Saya tidak melakukan itu. Anda tidak bisa asal menuduh saya begitu saja" Teriak Daniel untuk membela diri
"Bagaimana kalau saya bilang saya punya bukti?" Ujar Risha lagi dengan sikap yang tenang dan senyum yang ramah
__ADS_1
"Bukti?!"