Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Kegalauan Noey


__ADS_3

Noey masih kebingungan dengan apa yang harus dia lakukan untuk bisa mendekati Mariana. Dia terus saja melamun saat pekerjaannya sedang menumpuk.


“Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku ingin menemuinya tapi aku tidak tahu apa yang harus aku bicaraka padanya. Ditambah lagi aku malu karena kejadian kemarin. Mau ditaruh dimana mukaku ini? Sudah jauh-jauh datang kesana tapi aku pergi begitu saja. Sekarang aku menyesal dengan apa yang telah


aku lakukan waktu itu. Jika saja aku tidak merasa gugup, aku pasi bisa berbicara dengannya seperti orang kebanyakan” Noey terdiam dengan kepala tertunduk karena tidak tahu harus melakukan apa untuk mendekati Mariana.


“Sebaiknya aku tanyakan saja pada Rendra. Dia lebih baik dalam hal bergaul dengan orang lain daripada Kenzo. Meskipun dia juga tidak terlalu pandai mendekati wanita. Yah daripada tidak sama sekali” Noey pun meraih ponselnya dan menghubungi Rendra.


Tuut tuut tuut


Nomor yang anda tuju tidak dapat menerima panggilan anda


“Apa yang sedang dia lakukan? Kenapa lama sekali?” Gerutu


Noey karena Rendra tidak menerima teleponnya langsung


Tuut tuut tuut


Noey pun kembali menghubungi nomor Rendra


“Halo” Setelah menunggu cukup lama, akhirnya terdengar suara Rendra dari ujung telepon.


“Akhirnya kamu mengangkat teleponnya. Kenapa lama sekali?” Noey pun menggerutu kesal karena Rendra terlambat menerima teleponnya.


“Memangnya kenapa? Kamu pikir aku ini seorang pengangguran? Aku juga sedang sibuk diperusahaanku” Rendra menanggapi dengan sikap yang sinis serta nada bicara yang mencibir


“Sejak kapan kamu sibuk bekerja? Bukannya kamu hanya sibuk pacaran saja?!” Noey menanggapi Rendra dengan nada bicara yang sinis.


“Ya ampun … sebenarnya ada salah apa aku ini? Kenapa hari ini aku diganggu 2 makhluk paling menyebalkan didunia?” Rendra mengeluh dengan wajah sedih sambil bersandar di kursi dan menatap ke langit langit ruangannya.


“Apa maksudnya itu?” Noey kembali bertanya dengan nada yang bingung.


“Sebelumnya Kenzo sudah menghubungiku dan memintaku untuk mencarikan asisten untuknya dalam waktu 3 hari. Sekarang kamu juga menghubungiku. Entah apa yang akan kamu minta padaku kali ini” Rendra pun menanggapinya dengan sikap yang malas.


"Aku tidak akan minta macam-macam padamu. Aku hanya ingin bertanya saja".


"Bertanya? Bertanya apa?". Rendra memicingkan mata menunggu pertanyaan yang akan diajukan Noey


"Ehm … Bagaimana saat kamu mendekati Risha?" Noey bertanya dengan ragu-ragu.

__ADS_1


"Apa?" Rendra kembali bertanya karena bingung dengan apa yang ditanyakan Noey.


"Iya. Bagaimana caranya saat kamu mendekati Risha?"


"Kamu sedang menyukai seorang gadis?" Rendra bertanya dengan senyum tak percaya.


"Jangan mengejekku. Cukup beritahu aku bagaimana caranya agar aku bisa dekat dengan gadis itu!" ujar Noey yang bicara dengan ketus karena dia malu pada Rendra.


"Sebenarnya banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk dekat dengan wanita. Kamu bisa membuat alasan kalau kamu memiliki sesuatu yang ingin diberikan atau mungkin ada yang ingin kamu bicarakan dengannya" Rendra menjelaskan dengan sikap yang tenang seakan dia memang berpengalaman dalam hal itu.


"Sesuatu yang ingin diberikan atau dibicarakan? Kemarin aku kerumahnya dengan alasan melihat kondisinya dan setelah itu... aku pulang begitu saja saat dia mengambilkan minuman untukku karena aku gugup. Sekarang aku semakin malu jika harus bertemu dengannya" Noey bercerita pada Rendra dengan raut wajah sedih. Dia menceritakan apa yang dia lakukan dirumah Mariana sebelumnya dengan sebelah tangan memegangi kepalanya yang terasa pusing


"Kamu pergi begitu saja tanpa pamit?!" Rendra bertanya pada Noey untuk memastikan apa yang baru saja dia dengar. Dahinya berkerut nada bicaranya sedikit meninggi seakan dia kesal dan juga tak percaya.


"Ya, aku pergi begitu saja. Saat itu aku tanpa sadar datang kerumahnya, saat aku hendak kembali... Secara kebetulan dia keluar dari rumah hingga kami bertemu begitu saja. Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan jadi saat dia menyiapkan minuman untukku... Itu adalah kesempatanku untuk pergi, karena saat dia ada dihadapanku, aku tidak bisa mengatakan apapun" Noey bercerita dengan ragu dan juga takut. Dia benar-benar tidak tahu bagaimana caranya mengambil sikap.


Rendra hanya bisa menggelengkan kepala tak percaya setelah mendengar cerita dari Noey


"Kamu benar-benar tak tertolong. Bagaimana bisa kamu mendekati perempuan dengan sikap seperti itu?! Kamu pikir perempuan mana yang mau memiliki hubungan dengan pria bodoh sepertimu?! Kamu ini jauh lebih bodoh dari Kenzo. Dia yang seperti es saja sudah memiliki istri" Rendra dibuat kesal dengan sikap Noey yang sangat pemalu dan dingin terhadap perempuan itu.


"Berhentilah mengomel seperti nenek-nenek. Karena itu aku menghubungimu. Aku ingin kamu membantuku untuk bisa mendekati gadis itu" ujar Noey dengan sikap yang tenang.


"Namanya Mariana Rininta"


"Mariana Rininta? Namanya seperti tidak asing. Aku pernah dengar dimana ya?" Rendra berpikir dengan keras mengenai nama yang disebutkan Noey.


"Tentu saja tidak asing. Dia adalah seorang artis dari perusahaan Risha" ujar Noey dengan sikap tenang.


"Apa katamu? Artis dari perusahaan Risha? Jangan bilang kalau dia itu... Artis yang belakangan ini terlibat skandal dengan pacarnya?!" Rendra terdengar sangat terkejut setelah mengetahui siapa gadis yang disukai Noey.


"Memang dia orangnya" Noey menanggapi dengan sikap tenang.


"Bagaimana bisa? Kenapa harus gadis itu?"


"Mana ku tahu? Bukan aku yang memilihnya, tapi hatiku sendiri yang tergerak padanya" ujar Noey dengan sikap yang sinis.


"Kamu harus pikirkan lagi. Mungkin itu bukan suka melainkan rasa simpati"


Noey terdiam mendengar ucapan Rendra padanya.

__ADS_1


"Apa benar kalau ini hanya sekedar rasa simpati?" pikir Noey yang bertanya pada diri sendiri


"Noey! Noey! Kamu masih disana?" tanya Rendra karena Noey hanya diam saja.


"Ya, aku masih mendengarkanmu" Noey pun kembali tersadar dari lamunannya setelah mendengar panggilan Rendra.


"Kalau begitu, nanti aku akan tanya Risha mengenai jadwal Mariana. Kamu bisa menemuinya dan mencari alasan sendiri untuk mendekatinya" Rendra kembali bersikap tenang saat ini. Dia sadar kalau tidak mungkin baginya untuk melarang Noey suka pada seseorang.


"Benarkah?" Noey sangat antusias begitu Rendra mengatakan akan membantunya


"Hmn" Rendra menanggapi Noey dengan malas


"Baiklah kalau begitu. Aku akan menunggu kabar baik darimu" ujar Noey dengan senyum ceria


"Ya, akan kuhubungi lagi nanti. Sampai jumpa" Rendra menanggapi dengan tenang kemudian menutup telepon darinya.


"Apa yang harus kulakukan? Bisa-bisanya dia menyukai seorang artis. Ah sebaiknya aku hubungi Risha dulu dan bicarakan padanya"


Rendra pun menekan nomor Risha dan setelah menutup telepon Noey.


Tuut tuut tuut


"Halo" Tak perlu menunggu lama, suara Risha langsung terdengar diujung telepon.


"Halo sayang. Apa kamu sedang sibuk?" Rendra bicara pada Risha dengan suara yang lembut.


"Tidak. Hanya beberapa dokumen saja. Apa kamu tidak sibuk?" Suara Risha pun terdengar sangat lembut dan manja


"Tidak. Aku baru saja selesai bicara dengan Noey melalui telepon. Dia sedang bingung dengan perasaannya" Rendra sedikit membicarakan tentang Noey


"Apa yang terjadi pada Noey?" Risha pun terdengar penasaran dengan apa yang terjadi pada Noey


"Dia sedang mabuk asmara. Apa kamu tahu pada siapa?"


"Memangnya siapa?"


"Mariana Rininta"


"Apa?"

__ADS_1


__ADS_2