Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Keanehan Sikap Ilana


__ADS_3

"Kamu masih berhubungan dengannya?" Tia bertanya pada Johan dengan bibir mengerucut dan wajah yang ditekuk kesal.


"Sayang, aku masih belum mendapatkan sisa uangnya, jadi pekerjaan ini belum selesai. Lagipula aku hanya mengucapkan rasa bela sungkawa saja karena saudaranya baru saja meninggal dunia. Jadi agar dia tidak curiga, aku harus tetap bersikap manis dan lembut padanya" Johan berusaha menjelaskan pada Tia dengan sikapnya yang lembut dan perhatian sambil menyingkapkan rambut Tia yang sedikit menutupi wajahnya yang cantik


"Kamu tidak benar-benar suka padanya kan?" Tia memicingkan mata menatap sang kekasih dengan tatapan penuh tanya


"Apa sekarang kamu tidak percaya padaku?" Johan kembali membalikkan pertanyaannya pada Tia sebagai jawaban dari apa yang dia tanyakan


"Tidak. Tentu saja aku sangat percaya padamu" Tia pun luluh dan tersenyum lembut dalam pelukan Johan


"Sayang, kita sudah lama bersama, dan kamu selalu ada saat aku sedang membutuhkan tempat bersandar. Tentu aku tidak akan mudah melepaskanmu begitu saja hanya demi gadis sombong yang baru saja ku kenal dan hanya tahu tentang kemewahan. Aku akan tetap bersama denganmu" Johan meyakinkan Tia sambil membelai rambutnya yang panjang dan lembut


"Terimakasih" Jawab Tia dengan suara penuh haru dalam dekapan Johan


***


Sementara itu Kenzo, Kenzie dan Risha sedang makan bersama di sebuah kafe untuk mengganti makan siang mereka yang tertunda karena Kenzo sibuk bermain game.


"Zo, apa kamu pernah bertemu Ilana setelah kejadian direstoran waktu itu?" Risha bertanya dengan sikap yang lembut dan tenang


"Siapa itu Ilana?" Tanya Kenzo yang sejenak diam dan menatap Risha dengan tatapan bingung.


"Itu, gadis yang waktu itu kita tolong" Sudah tidak aneh untuk Risha dan Kenzie kalau Kenzo sama sekali tidak mengingat Ilana, karena dia memang tidak pernah peduli pada orang lain kecuali keluarganya sendiri.


"Tidak. Memangnya aku harus bertemu lagi dengannya ya?" Tanya Kenzo dengan sikapnya yang acuh tak acuh dan seakan tak mengerti apapun.


"Tapi dia selalu menanyakan tentangmu" Kenzie pun memberi tahu Kenzo alasan dia dan Risha menanyakan Ilana padanya


"Ah tidak penting. Aku tidak peduli dia mau menanyakanku atau tidak" Risha dan Kenzie pun saling menatap satu sama lain sambil mengangkat kedua bahu


"Ada apa dengan kalian berdua?" Kenzo meletakkan ponselnya dan menatap Arisha dan Kenzie secara bergantian dengan tatapan penuh keheranan


"Tidak ada. Kami kira kamu pernah bertemu lagi dengannya karena dia juga menanyakan dimana sekolahmu dan tempat kamu selalu menghabiskan waktu" Risha kembali memberitahu apa yang ditanyakan Ilana padanya

__ADS_1


"Kamu memberitahunya?" Kenzo kembali bertanya pada Risha


"Tentu saja tidak. Kami tahu kalau kamu tidak suka diganggu oleh orang baru. Jadi kami tidak akan membocorkan informasi apapun tentangmu" Risha bicara dengan senyum penuh rasa bangga seakan dia menunggu pujian dari Kenzo


"Bagus, aku tahu kalau kalian mengerti apa yang aku mau" Kenzi tersenyum tipis pada Kenzie dan Risha.


Namun saat mereka sedang berbincang dan membicarakan banyak hal tiba-tiba seseorang datang menghampiri mereka.


"Hai...! Jadi kalian sedang makan siang disini?" Arisha, Kenzo dan Kenzie langsung menoleh kearah sumber suara dan ternyata itu suara Ilana


"Lana? Apa yang kamu lakukan disini?" Risha bertanya dengan raut wajah heran


"Aku kebetulan sedang jalan-jalan. Apa aku boleh bergabung dengan kalian?" Ilana bertanya dengan memasang wajah polos dan senyum ceria


Mereka bertiga saling menatap. Dan tentu saja Kenzo langsung menatap Arisha dan Kenzie dengan tatapan tajamnya seakan dia bertanya "Kenapa bersama orang lain? Kalian sengaja?"


Risha menggelengkan kepala perlahan seakan mengisyaratkan jawabannya pada Kenzo "Kami juga tidak tahu. Aku sama sekali tidak mengajaknya bertemu disini"


"Aku senang bisa bertemu kalian disini. Aku sangat bosan tadi karena harus berkeliling sendirian" Ujar Ilana dengan senyum cerianya


"Kenzo, apa kabar? Lama tidak bertemu"


"Aku baik, makasih" Jawab Kenzo singkat tanpa mengalihkan pandangannya dari gamenya. Dari wajahnya terlihat jelas kalau dia sedang kesal


"Kenzo, apa yang kamu mainkan? Apa aku bisa main game denganmu?" Ilana langsung mendekati Kenzo dan melihat ponsel ditangannya


"Jangan melewati batasmu! Kita tidak dekat untuk melakukan ini!" Kenzo menjawab dengan sikap yang dingin tanpa membiarkan Ilana melihat game yang sedang dimainkannya


"Maaf, aku hanya penasaran saja karena aku melihatmu sangat asyik saat bermain game" Ilana menundukkan kepala dengan wajah sedih penuh penyesalan.


Namun Kenzo bukan orang yang mudah, ketika dia kesal maka itu akan langsung merubah mood yang dia miliki


"Pelayan, bawakan billnya!" Kenzo yang kesal memanggil pelayan dengan melambaikan sebelah tangannya

__ADS_1


"Ini tagihan semuanya" Pelayan itu memberikan bill yang diminta Kenzo dengan sangat ramah dan sopan


"Mau kemana Zo?" Kenzie sudah tahu kalau Kenzo marah, tapi dia tetap bertanya sekedar ingin tahu


"Mencari tempat lain untuk melanjutkan permainanku. Moodku sudah hilang disini, jadi nikmati saja makanan kalian!" Zo hendak pergi dari sana setelah selesai membayar semua tagihannya


"Zo, kamu sedang bertanding atau hanya pemanasan biasa?" Tanya Risha memastikan alasan sikap Kenzo, agar dia bisa menggunakanya sebagai alasan meminta maaf pada Ilana


"Aku sedang bertanding, dan gara-gara seseorang konsentrasiku hilang" Zo tidak bicara lagi dan langsung pergi darisana


"Maafkan aku. Aku benar-benar tidak tahu kalau Kenzo akan semarah itu ketika aku dekati. Aku hanya ingin tahu pertandingan apa yang sedang dia mainkan. Kenzie, percayalah padaku. Aku benar-benar tidak sengaja melakukan itu" Dengan air mata yang mengalir di pipinya Ilana berusaha mengambil simpati Kenzie dan Risha


"Kami tidak bisa mengatakan apapun, karena Kenzo memang seperti itu kalau dia sedang bertanding. Jadi kamu tolong mengerti dia dan maafkan sikapnya itu" Risha bicara dengan nada yang lembut dan sikap yang ramah


"Tapi dia jadi marah dan pergi begitu saja. Ini salahku, harusnya aku tidak mengganggu dia. Tidak, harusnya aku tidak bergabung dengan kalian disini... hiks.... hiks... hiks.... "


"Tidak perlu khawatir. Dia sama sekali tidak marah. Saat kami bertemu dirumah dia akan bersikap seperti biasa lagi" Kenzie berusaha menenangkan Ilana dengan senyumnya yang ramah


"Benarkah?!" Tanya Ilana dengan wajah ceria


"Tentu saja" Kenzie kembali menanggapi dengan sikap ramah


"Fyuuh... Syukurlah kalau begitu" Ujar Ilana dengan menghela napas lega dan diapun kembali tersenyum ceria


"Kalau begitu kita bisa nikmati makanannya sekarang" Kenzie dan Risha menanggapi dengan senyuman tipis yang terlihat dipaksakan


"Ya, kamu juga makanlah!" Ujar Kenzie yang selalu diberikan lauk pauk dan makanan oleh Ilana


"Tentu aku akan memakan makanan yang diambilkan Kenzie untukku"


Dahi Kenzie pun berkerut heran mendengar perkataan Ilana padanya. Dia langsung menoleh pada Risha seakan matanya dapat bertanya padanya


"Kenapa? Apa dia memang suka bersikap seperti ini?"

__ADS_1


__ADS_2