Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Gosip Buruk Tentang Risha


__ADS_3

Lusi terus mengawasi Risha dikampus. Dia selalu mencari celah untuk membuat masalah dengan Risha. Bahkan dia diam-diam mengambil foto Risha saat sedang membahas makalah dengan Panji dan membuatnya tampak seperti mereka memiliki hubungan khusus


"Apa kamu lihat berita terpanas hari ini? Seorang mahasiswi menjalin hubungan dengan dosennya sendiri agar mendapatkan nilai bagus dalam mata kuliahnya. Bahkan katanya gadis ini selalu mendekati mahasiswa kaya dan mendapatkan barang-barang yang dia inginkan"


Semua orang menatap Risha begitu mereka melihatnya


"Bukankah dia orangnya?"


"Ya jika dilihat dari foto ini, sepertinya dia orangnya"


"Zie, kenapa orang-orang menatapku seperti itu ya? Apa ada yang salah dengan penampilanku?" Risha bertaya pada Kenzie karena merasakan tatapan aneh dari setiap orang yang  mereka lewati


"Aku juga tidak tahu. Memangnya kamu tidak mandi ya? Atau mungkin pakaianmu ada yang robek?" Kenzie mengendus dekat tubuh Risha kemudian memeriksa pakaian yang dia kenakan


"Mana mungkin aku tidak mandi. Dan pakaian ini baru aku kenakan jadi tidak mungkin ada yang robek. Memangnya kita ini siapa sampai harus menggunakan pakaian robek? Lagipula kita tidak pernah menggunakan pakaian kita lebih dari 3 kali, jadi mana mungkin menggunakan pakaian robek" Risha mnejawab dengan nada manja dan merengek


"Kalau begitu apa yang membuat mereka bersikap seperti itu?" Gumam Kenzie sambil terus menoleh kesana kemari memperhatikan sikap orang disekitarnya pada Risha


"Kita tanya saja pada mereka!" Kenzie pun mendekati salah seorang rekan satu fakultasnya


"Ada apa ya? Apa ada gosip terbaru tentang aku dan Risha?" Tanya Kenzie yang tidak tahu harus bertanya apa


"Kalian belum membaca forum kampus hari ini?" Rekannya itu menatap heran pada Kenzie dan Risha kemudian menoleh bingung pada rekannya yang lain


"Forum kampus? Ada apa dengan forum kampus?" Kenzie semakin bingung lalu merogoh ponsel disakunya dan membuka website forum kampus mereka. Matanya langsung membelalak kesal melihat apa yang sedang diperbincangkan disana


"Gila! Siapa yang berani membuat gosip murahan seperti ini?" Ujar Kenzie dengan nada kesal. Rekan disekiarnya terkejut melihat ekspresi Kenzie yang tidak biasa


"Ada apa Zie?? Kenapa kamu marah begitu?" Risha pun terkejut lalu mendekati Kenzie dan melihat postigan yang sedang trending di forum kampus mereka


"Atas dasar apa mereka melakukan itu padaku?! Ini benar-benar gila! Siapa yang berani melakukan ini padaku?!" Risha pun kesal dengan apa yang dia lihat


"Kita harus cari ini! Ayo Sha, kita kembali saja ke kelas kita! Kenzie berjalan lebih dulu dengan langkah kaki yang cepat karena kesal


"Hei, tunggu aku!" Risha pun sedikit berlari untuk bisa mengejar Kenzie dan menyamakan langkah mereka


Tanpa mereka sadari, Panji berdiri tidak jauh dari sana dan mendengarkan apa yang mereka bicarakan


"Risha, siapa kamu sebenarnya? Kenapa begitu banyak rahasia yang tidak aku ketahui tentangmu? Bagaimana aku bisa mendekatimu jika aku tidak tahu apa-apa tentangmu?"

__ADS_1


Kenzie langsung membuka laptopnya begitu dia tiba dikelas. Dia melacak alamat IP milik postingan tersebut


"Raja aktor? Siapa pemilik akun ini? Kamu kenal dia Sha?" Tanya Kenzie pada Risha setelah dia mendapatkan alamat IP akun tersebut


"Aku tidak tahu" Jawab Risha sambil mengangkat kedua bahunya


"Raja aktor? Bukannya dia itu mahasiswa dari jurusan seni?" Timpal salah seorang rekan mereka yang ada dikelas


"Jurusan seni? Kamu tahu nama aslinya?" Tanya Kenzie dengan wajah panik


"Agung, setahuku itu namanya" Jawab rekannya itu


"Kita kesana sekarang, Sha!" Kenzie pun langsung mengajak Risha ke fakultas seni


"Apa kalian lihat Agung?" Tanya Kenzie pada mahasiswa seni


"Agung, biasanya dia duduk ditaman dekat pohon besar" Jawab rekan Agung


"Terimakasih. Ayo Sha" Kenzie pun kembali melangkahkan kaki menuju taman diikuti Risha dibelakangnya. Tak lama mereka tiba ditaman dan terlihat seorang pemuda tengah duduk disalah satu kursi dekat pohon besar


"Sepertinya itu dia" Gumam Kenzie melihat pemuda itu


"Permisi, apa kamu Agung?" Tanya Kenzie yang berdiri dihadapan pemuda yang tengah membuat sketsa lukisan itu


"Kamu yang membuat postingan ini?" Kenzie langsung bertanya sambil menunjukkan postingan mengenai Risha padanya


"Kalau iya kenapa? Bukannya dia memang terlalu dekat dengan dosen ya? Bahkan dosen itu dikatakan sangat susah dalam memberikan nilai. Aku juga suka melihat kalian bersama. Bahkan aku pernah melihat sendiri kalian berbelanja di mall. Dan kamu membayar semua belanjaan miliknya" Kenzie dan Risha saling menatap satu sama lain, sebelum mereka akhirnya tertawa bersama


"Hahaha, jadi karena itu dia jadi gadis matre?" Ujar Kenzie disela gelak tawanya


"Kamu berani menertawakan aku Zie? Siapa yang berani mengatakan aku memiliki hubungan dengan dosen?" Risha bertanya pada Kenzie sebelum akhirnya dia mendekati Agung dan menarik baju bagian dadanya


"Lepaskan! Apa-apaan kamu?!" Agung berusaha menepis tangan Risha dari bajunya


"Katakan padaku siapa yang mengatakan gosip murahan padamu kalau aku memiliki hubungan khusus dengan seorang dosen?!" Risha semakin kesal karena Agung tidak menjawabnya


"Tenang Sha. Jangan gunakan kekerasan!" Kenzie meminta Risha melepas cengkeramannya pada baju Agung. Kemudian dia berjalan mendekati Agung dan menarik sebelah tangannya ke belakang


"Aw aw aw. Lepaskan tanganku! Kalian tidak takut melakukan kekerasan dikampus?!" Teriak Agung sambil meringis kesakitan

__ADS_1


"Karena itu cepat katakan siapa yang menyebarkan gosip murahan itu padamu?" Ujar Kenzie dengan sikap yang tenang


"Lusi, aku tahu itu dari Lusi. Karena itu aku memasukkannya dalam forum kampus" Agung menjawab Kenzie sambil meringis


"Itu kan lebih baik. Coba kamu bicara sejak tadi, aku pasti tidak akan gunakan kekerasan" Kenzie dan Risha pun beranjak pergi meninggalkan Agung


"Kamu bilang tidak boleh pakai kekerasan. Tapi malah kamu yang lebih kasar" Ujar Risha dengan bibir mengerucut


"Itu tidak sakit, bahkan tidak sampai tangannya patah" Kenzie menjawab dengan santai dan Risha hanya bisa menggelengkan kepala melihat sikap Kenzie.


Kenzie dan Risha meninggalkan taman dan bergegas mencari Lusi


"Sepertinya hari ini aku belum melihat Lusi? Coba kamu hubungi dia Zie!" Kenzie langsung menatap Risha dengan sorot mata yang tajam


"Kenapa harus aku yang hubungi dia?" Tanya Kenzie dengan dahi mengernyit heran


"Karena dia tertarik padamu, jadi dia pasti memberi tahumu tentang keberadaannya" Ujar Risha dengan senyum manis dibibirnya


"Haah, baiklah. Memang susah jika punya wajah tampan. Selalu saja jadi umpan para gadis" Kenzie bicara sambil menggelengkan kepala


"Cih. Menyebalkan!" Risha tidak menanggapinya dan terus melangkah didepan Kenzie


"Cepat hubungi dia!" Ujar Risha kesal


"Ya, baik" Kenzie pun mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Lusi


Tuut tuut tuut


"Halo, Kenzie" Terdengar suara Lusi begitu panggilan tersambung


"Halo, Lusi. Kamu dimana?" Tanya Kenzie dengan sikap yang tenang dan ramah


"Aku di mall. Ada apa?" Lusi menjawab dengan nada ceria


"Di mall? Ada yang ingin aku bicarakan. Aku akan kesana sekarang"


"Kamu akan kemari? Benarkah? Oke, aku tunggu" Lusi terdengar sangat senang begitu Kenzie mengatakan akan mengusiknya ke mall


"Ya sampai jumpa" Kenzie pun menutup panggilan teleponnya

__ADS_1


"Ayo Sha. Tapi apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Kenzie bingung


"Karena dia seorang selebgram, jadi kita akan melakukan live streaming agar penggemarnya tidak merasa kecewa. Pasti mereka akan sangat senang melihat pertunjukan langsung dari idolanya" Ujar Risha sambil menunjukkan senyum menyeringai dibibirnya


__ADS_2