
“Jangan kamu pikir, aku akan diam saja” Risha menanggapi Sean dengan nada yang sinis. Dia sama sekali tidak memiliki rasa takut meskipun Sean adalah seorang lelaki.
“Sebagai perempuan, kamu terlalu sombong! Dasar kurang ajar!” Sean mengangkat sebelah tangannya dan hendak menampar Risha. Namun Risha dengan cepat meraih tangan Sean dan menahannya. Lalu Sean pun menarik tangannya lagi dengan keras
“Kamu ini laki-laki. Kamu berani main tangan pada perempuan? Dasar pecundang!” ujar Risha dengan nada mencibir yang membuat Sean semakin kesal.
Dug dug dug
“Sean! Buka pintunya! Jangan berani macam-macam pada temanku!” Mariana berteriak memanggil Sean sambil memukul pintu berkali-kali karena Sean menguncinya di dapur.
Sean dan Risha menoleh ke arah dapur setelah mendengar suara Mariana yang berteriak
“Kenapa kamu melakukan ini pada Mariana? Bukannya kamu bilang dia kekasihmu?” Risha bertanya dengan nada yang dingin dan sikap acuh tak acuh.
“Melakukan apa maksudmu? Aku ini mencintai Mariana, tentu saja aku akan melakukan apapun untuknya” Sean bicara dengan sikao yang sombong seakan dia melakukan hal yang benar
“Kamu bilang cinta? Kamu selalu memukulnya dan membuat dia ketakutan dan itu kamu bilang cinta?!" Risha terlihat heran dan tidak mengerti dengan cinta seperti apa yang dimaksud Sean
“Itu karena dia melakukan kesalahan. Aku hanya mengingatkan dia agar tetap menjadi gadis baik yang aku sayangi, tapi semenjak dia menjadi
artis dia telah berubah. Dia banyak dekat dengan lelaki dan rela dipeluk atau dicium oleh lelaki lain. Dia itu pacarku, kenapa dia mau dipeluk dan dicium oleh lelaki lain selain aku? Bukankah itu seperti dia seorang jal*ng?” Sean mencurahkan apa yang dia rasakan dan pikirkan selama ini tentang Mariana pada Risha. Itu
membuat Risha semakin tak habis pikir dengan jalan pikiran pria itu.
“Kamu gila? Mariana itu seorang artis, dia melakukan itu karena tuntutan pekerjaan. Itu hanya karena profesionalitas saja!” ujar Risha
berusaha memberi pengertian pada Sean.
“Kamu terlalu banyak bicara! Ini semua karena perusahaan kalian itu! Karena kalian Marianaku berubah, karena kalian Mariana tidak memiliki
waktu untukku, dan karena kalian juga Mariana berani berselingkuh di belakangku dan ingin mengakhiri hubungan denganku!” Sean terus saja berteriak pada Risha. Dia terus berusaha memukul Risha, namun Risha selalu bisa menghindar.
“Mariana tidak pernah selingkuh darimu. Dia hanya bekerja dan melakukan tugasnya dengan baik. Harusnya kamu bersyukur memiliki pacar yang cantik dan baik seperti dia, tapi kamu malah menyia-nyiakannya! Memar diwajah
dan tubuhnya bisa hilang seiring berjalannya waktu, tapi luka dihati dan pikirannya belum tentu akan hilang meskipun dia telah melewati waktu bertahun-tahun!” Risha terus berusaha menenangkan Sean dan memberikan penjelasan
padanya, namun Sean sama sekali tidak bisa menerimanya dan semakin merasa kesal.
“Aku tidak suka jika Mariana dekat dengan orang lain selain aku. Dia hanya boleh jadi milikku saja!”
Set
__ADS_1
“Aku juga tidak suka kamu berteman dengannya. Dia hanya boleh berada disampingku saja!” Sean mengeluarkan belati dari dalam saku celananya dan mengarahkannya pada Risha
Risha terdiam melihat Sean, apa yang akan dia lakukan dengan pria bodoh ini? Dia sama sekali tidak bisa diajak bicara. Pemikirannya terlalu
sempit dan sifatnya sangat posesif
Bak buk bak buk
Sat set sat set
Prang
“Ah!”
Mereka mulai bertengkar dan Sean melemparkan vas bunga dan apa saja yang ada disana pada Risha. Tangan Risha terluka dan memar saat dia menangkis vas bunga yang mengarah pada wajahnya.
“Lihatlah, Wanita itu lemah dan tidak bisa melakukan apa-apa. Kenapa kalian tidak berdiri samping lelaki saja dan tidak membuat
masalah? Mariana juga membutuhkan aku! Dia tidak perlu berdiri disamping laki-laki lain selain aku!”
Sean terus bicara dengan sombong dan senyum menyeringai dibibirnya. Dia perlahan berjalan mendekati Risha yang terjatuh sambil memegangi tangannya. Dia berjalan mendekat dengan memainkan pisau belati ditangannya.
Risha menoleh pada tasnya yang jatuh tak jauh darinya. Perlahan dia bergeser dan berusaha meraih tas untuk mengambil senjata sambil
“Ah!” Risha tidak mempedulikan lukanya yang kini telah mengalirkan darah segar dan mengelurkan pistol dalam tasnya. Sean terdiam
sesaat, kemudian tersenyum dan kembali melangkah pada Risha dengan perlahan
“Kamu ingin menakutiku? Itu tidak akan berhasil. Kalian hanya bisa menggertak saja” ujar Sean yang tak percaya kalau senjata Risha adalah pistol asli
“Jangan mendekat atau aku akan menembakmu!” Risha mengarahkan pistol pada Sean yang kembali berjalan mendekat padanya
“Aku tidak takut. Tembak saja kalau memang kamu berani, aku akan melaporkanmu dan menuntutmu” ancam Sean yang terus berjalan dengan belati yang telah berlumuran darah ditangannya. Risha terus mengarahkan senjatanya pada Sean yang semakin mendekat.
Dor
“Aaaahhh!” tembakan Risha mengenai tangan Sean hingga dia menjatuhkan belati ditangannya kelantai. Dia pun menjerit kesakitan sambil
memegangi tangannya.
“Dasar jal*ng! Aku tidak akan melepaskanmu!” teriak Sean pada Risha
__ADS_1
“Akan aku buat kamu mendekam di penjara karena telah melukaiku!” teriak Sean lagi pada Risha.
Risha berdiri dari duduknya dan berjalan menuju dapur untuk melepaskan Mariana yang dikunci oleh Sean disana.
Ceklek
“Mariana? Apa kamu tidak papa?” tanya Risha setelah pintu dapurnya terbuka
“Aku tidak papa. Bu Risha, tangan anda berdarah! Anda terluka ...” Mariana terlihat terkejut dan panik melihat sebelah bahu Risha
yang berlumuran darah. Dia terus memegangi tangan Risha dengan air mata yang mulai mengalir
“Aku tidak papa. Ini hanya luka goresan saja” ujar Risha berusaha menenangkan Mariana
“Kita harus segera pergi dari sini dan melapor pada polisi” Mariana menganggukkan kepala setuju dengan apa yang dikatakan Risha padanya
“Mau pergi kemana kalian? Kalian pikir bisa lari dariku begitu saja, hah?! Ana, kamu itu milikku, aku tidak akan memberikanmu pada siapapun didunia ini!” ujar Sean dengan senyum yang terlihat menyeramkan.
Risha dan Mariana semakin panik. Risha bisa saja kembali menembak Sean, namun itu bisa saja menghilangkan nyawanya karena kini Sean
sudah mengeluarkan banyak darah dari luka tembaknya
“Apa yang harus kita lakukan?” ujar Mariana yang semakin panik. Risha hanya bisa diam dan menoleh kesana kemari untuk melihat situasi.
***
Noey baru saha tiba dan bergegas masuk ke dalam rumah Mariana. Dia terkejut melihat kondisi rumah yang berantakan dengan barang dan pecahan vas bunga yang berserakan dimana-mana. Ada juga jejak darah menetes yang mengarah kebagian dapur
“Risha!” panggilan Noey membuat Risha, Mariana dan Sean terkejut dan serempak menoleh.
Sret
Bugh
Risha tidak melewatkan kesempatan saat Sean sedang lengah. Dia mendorongnya dengan kuat hingga terjatuh dan menarik tangan Mariana
“Lari!” Mereka berdua lari menuju ruang tamu dimana Noey berada
“Risha!” Teriak Noey dengan wajah terkejut saat melihat Risha memegangisebelah tangan Risha berlumuran darah
“Noey! Hubungi polisi sekarang juga!” ujar Risha saat dia dan Mariana berdiri dihadapannya
__ADS_1
“Baik!” Noey pun langsung menghubungi polisi seperti yang dipinta Risha padanya
"Risha?! Apa yang terjadi denganmu?!"