
Kenzo pergi kerumah utama setelah dia bertemu dengan Rendra. Mereka berincang mengenai banyak hal yang telah mereka alami. Mereka juga membahas mengenai Kenzie dan juga Noey.
“Selemat malam semuanya”. Kenzo menyapa ketika dia baru saja tiba dirumah utama. Keluarga Kusuma sedang berkumpul dan membicarakan masalah pernikahan Risha.
“Kemana Kenzie?”. tanya Kenzo setelah menyadari kalau saudara kembarnya tidak berkumpul bersama keluarga besarnya disana.
“Zie sedang berada didalam kamarnya. Akhir-akhir ini dia lebih banyak menyendiri dan sangat jarang bertemu dengan kami”. Risha menanggapi Kenzo dengan sikap yang tenang namun raut wajah yang terlihat sedih.
“Baiklah. Aku akan menemui dia lebih dulu. Permisi semuanya”. Kenzo berbalik dan pergi dari hadapan keluargamya setelah menyapa satu persatu. Kini dia bergegas pergi ke kamar Kenzie untuk bicara dengannya.
Tok tok tok
“Sepertinya kamu sedang merenungkan nasib percintaanmu ya?”. Kenzo mengetuk pintu dan langsung masuk meskipun Kenzie belum memberikan izin padanya.
“Zo, kapan kamu sampai?” Kenzie langsung bertanya begitu dia melihat Kenzo yang berdiri diambang pintu kamarnya
“Baru saja. Sebenarnya aku datang bersama Safira, tapi tadi aku menemui Rendra lebih dulu. Bagaimana kabarmu?”.
Kenzie mengernyitkan dahi dengan senyum tipis diwajahnya.
“Sejak kapan kamu jadi perhatian seperti ini? Aneh!”. Daripada menjawab pertanyaan Kenzo, Kenzie malah tersenyum mencibir dengan nada bicara yang mengejek.
“Terserah. Padahal aku sudah sangat perhatian menanyakan keadaanmu, tapi apa jawabannya? Menyebalkan!”. Kenzo pun terlihat sangat kesal dan menanggapi Kenzie dengan nada bicara yang dingin.
“Ya ya maafkan aku. Seperti yang kamu lihat. Aku baik-baik saja”. Akhrinya Kenzie manjawab pertanyaan Kenzo sambil menertawakannya.
“Ya, aku bisa melihatnya. Hanya saja aku juga mendengar hal lainnya”. Kenzo langsung duduk didekat Kenzie dan bicara dengan sikap yang dingin.
“Apa yang sudah kamu dengar?” Kenzie memicingkan mata penasaran dengan apa yang akan dikatakan Kenzo.
“Ku dengar kamu putus dari Meisya? Kamu tidak ingin mempertahankan cintamu?” ujar Kenzo dengan sikap yang tenang.
“Untuk apa dipertahankan jika aku harus kehilangan keluargaku demi cintaku? Aku tidak akan melakukan hal bodoh seperti itu”
Kenzo tersenyum mendengar jawaban Kenzie
__ADS_1
“Haha ternyata kamu masih waras. Ku kira kamu akan melakukan apapun demi cinta”
“Terus saja tertawa. Aku tidak seperti kamu yang rela menunggu cinta Safira dengan sangat lama”
“Aku menunggunya karena dia juga mencintaiku. Tentu saja aku tidak memiliki masalah aneh sepertimu yang mengharuskanku kehilangan cintaku” ujar Kenzo dengan sikap acuh tak acuh.
“Karena itu aku memilih untuk mengakhirinya dan fokus pada pekerjaanku. Aku harus bisa memajukan perusahaan seperti kamu” Kenzie bicara sambil menatap Kenzo dengan tatapan serius.
“Kamu tidak akan bisa sepertiku. Setiap orang punya kemampuan yang berbeda. Tentu saja kemampuanku jauh diatasmu. Aku bisa langsung memegang kendali 2 perusahaan besar sekaligus dan membuatnya stabil. Sedangkan kamu, kamu harus fokus pada perusahaan utama lebih duu" Kenzo menasehati Kenzie dengan sikap yang tenang dan dingin.
"Cih. Aku tahu kalau aku tidak bisa disamakan denganmu, tapi lihat saja nanti. Aku pasti akan menjadi pemimpin Kusuma yang diakui oleh semua orang". Kenzie bicara dengan penuh keyakinan kalau dia akan jadi pemimpin yang diakui oleh semua orang.
"Ya, aku menunggu sampai namamu bisa bersanding denganku dalam bisnis, jadi aku tidak malu memiliki kembaran sepertimu"
"Apa maksudnya itu?! Kamu berani meremehkanku?! Lihat saja aku pasti bisa bersanding denganmu"
"Sudah sudah. Apa kamu tidak ingin berkumpul dengan yang lainnya? Bukannya kamu selalu senang jika ada banyak orang yang berkumpul?"
"Tidak kali ini. Aku masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan. Jadi sebaiknya kamu pergi sekarang. Jangan menggangguku lagi" Kenzie bicara sambil menggelengkan kepala dia juga langsung berdiri dan membukakan pintu kamarnya agar Kenzo segera keluar.
***
Keesokan harinya.
Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh semua orang terutama Risha dan Rendra. Hari ini Rendra dan Risha akan
melangsungkan pernikahan mereka. Semua anggota keluarga Kusuma telah berangkat
ke kantor urusan agama untuk meresmikan hubungan mereka, dan setelah selesai,
mereka akan langsung pergi ke hotel untuk mengadakan resepsi pernikahan pasangan muda itu.
“Apa semuanya sudah siap? Kita harus bersiap untuk segera masuk kedalam karena sebentar lagi adalah giliran Risha dan Rendra” Kenzie memberitahukan dengan sikap yang tenang karena sebentar lagi adalah waktunya
Risha dan Rendra untuk mengikat janji cinta mereka berdua.
__ADS_1
“Tentu saja kami semua sudah siap. Kamu tidak lihat kalau kita sedang menungu sampai giliran Risha dan Rendra masuk kedalam?” Kenzo menanggapi Kenzie dengan sikap yang acuh tak acuh.
“Aku hanya bertanya saja” ujar Kenzie dengan senyum mencibir
“Selanjutnya calon mempelai Arisha Nedzara Kusuma dan Rendra Adelio Dirga, silahkan masuk kedalam”
Semua menoleh pada Risha dan Rendra begitu petugas memanggil nama mereka berdua untuk masuk kedalam ruangan.
“Giliran kalian berdua. Cepat masuk!” ujar Cheva yang bicara dengan sikap yang tenang dan lembut.
“Haah, baiklah. Apa kamu sudah siap? Ayo kita masuk!” Rendra menarik napas panjang terlebih dulu sebelum dia mengulurkan tangan pada Risha untuk masuk kedalam.
"Ya aku sudah siap".
Hanya beberapa orang saja yang masuk sebagai perwakilan karena anggota keluarga Kusuma terlalu banyak
“Saksi siap? Semua siap?!” Tanya petugas KUA sebelum mulai menikahkan Rendra dan Risha
“Ya!” Semua orang menjawab dengan serempak pertanyaan dari petugas. Dia pun memastikan nama Risha dan Rendra terlebih dahulu sebelum semua dimulai. Setelah dipastikan semuanya, barulah petugas KUA meminta Diaz menjabat tangan Rendra untuk mulai melakukan akad nikah.
“Saudara Rendra Adelio Dirga, saya nikahkan dan kawinkan saudara dengan putri saya, Arisha Nedzara Kusuma dengan mas kawin satu set berlian dibayar tunai”.
Diaz langsung menghentakkan tangan Rendra begitu dia mengucapkan ijab kabul dengan menantunya itu.
“Saya terima nikah dan kawinnya Arisha Nedzara Kusuma dengan mas kawin tersebut dibayar tunai”
Semua saling menoleh dan menunggu sampai petugas KUA mengatakan kalau pernikahan Rendra dan Risha telah sah
"Bagimana saksi? Sah?"
"Sah!" ujar semua menjawab dengan serempak. Merek pun saling bersorak gembira dan bertepuk tangan setelah dinyatakan kalau Risha dan Rendra sudah sah menjadi suami istri.
Terlihat Kegembiraan terpancar jelas dari wajah Risha dan Rendra. Mereka saling menoleh dengan senyum dan mata yang berbinar penuh cinta.
Tak hanya Risha dan Rendra, kebahagiaan juga terpancar jelas dari wajah semua orang yang hadir dan menjadi saksi cinta pasangan baru itu.
__ADS_1