
Risha dan Kenzie hari ini tidak berangkat bersama karena mereka memiliki kelas yang berbeda, jadi Risha berangkat sendiri ke kampus. Risha mengendarai mobil merah dengan kecepatan sedang. Namun saat dipertengahan jalan tiba-tiba ada seekor kucing yang hendak menyeberang
"Ahh ....!"
Brak
"Aduuuh" Karena menghindari kucing, Risha akhirnya membanting stir dan menabrak sebuah pohon besar
"Aduh kepalaku"
Tok tok tok
Saat Risha sedang meringis kesakitan sambil memegangi kepalanya, kaca jendela mobilnya diketuk oleh seseorang. Perlahan Risha menoleh meskipun merasakan sakit dan menurunkan kaca jendelanya
"Kamu tidak papa?" Seorang pemuda menundukkan badannya dan menanyakan keadaan Risha dari luar jendela
"Tidak papa. Hanya saja lumayan sakit" Risha menjawab dengan nada yang sedikit manja
"Biar aku bantu kamu keluar dulu"
Ceklek
Pemuda itu langsung membuka pintu mobil dan membantu Risha keluar
Risha menerima uluran tangannya dan ikut keluar dengan sangat hati-hati. Dia sedikit berjalan kedepan dan melihat keadaan mobil bagian depannya yang cukup parah dan tidak mungkin bisa digunakan lagi saat ini
"Haah ... sial, sudahlah" Gumamnya melihat mobilnya dan menunjukkan wajah kecewa. Lalu dia menoleh pada pemuda di sebelahnya dan berterimakasih padanya
"Terimakasih sudah membantuku. Tapi aku harus pergi sekarang"
"Bagaimana kalau …"
Drrt drrt drrt
Belum selesai pemuda itu bicara, ponsel Risha berdering. Dan itu telepon dri Kenzie
"Halo Sha. Kamu dimana? Tadi berangkat lebih dulu tapi kenapa aku tidak menemukanmu dikampus?" Kenzie langsung bicara panjang lebar pada Risha karena tidak menemukannya dikampus
"Zie ... mobilku menabrak pohon" Risha merengek manja pada Kenzie saat menerima teleponnya
"Apa? menabrak pohon? Lalu bagaimana keadaan mobilmu? Tidak parah kan?" Bukannya menanyakan keadaan Risha, Kenzie malah menggodanya dengan menanyakan kondisi mobilnya
"Kenzie ... kenapa kamu malah menanyakan mobilku? Kamu tidak sayang padaku? Kamu lebih sayang pada mobilku? Aku benci kamu. Dimana Kenzo? Aku minta dia saja yang menjemputku" Risha yang kesal terus saja menggerutu manja pada Kenzie
"Baiklah, baiklah. Apa ada yang terluka? Kirim lokasinya dan aku akan kesana sekarang" Kenzie kini bersikap lembut dan perhatian
__ADS_1
"Tidak perlu, kamu kan ada kelas. Aku akan hubungi Kenzo saja. Tapi sepertinya aku tidak jadi pergi ke kampus. Aku akan pulang saja" Ujar Risha sambil berkaca dan melihat luka di dahinya
"Ya sudah. Langsung hubungi Kenzo saja. Sepertinya dia mau berangkat ke kampus"
"Hemn ... sampai jumpa" Risha menutup teleponnya dan kembali menghubungi Kenzo
Tuut tuut tuut
Cukup lama Risha menunggu teleponnya diangkat oleh Kenzo. Dia terus mengabaikan pemuda yang telah menolongnya
"Ah menyebalkan" Risha mengeluh karena Kenzo tak kunjung menerima teleponnya
Tak lama ponselnya berdering
Drrt drrt drrt
Ternyata itu panggilan dari Kenzo
"Hei Zo, tolong jemput aku" Ujar Risha begitu dia menerima telepon dari Kenzo
"Kamu dimana? Bukannya tadi kamu bawa mobil sendiri?" Kenzo bertanya dengan nada yang datar
"Mobilku nabrak pohon. Tidak mungkin aku bisa mengendarainya lagi" Risha bicara dengan nada yang manja pada Zo
"Kamu ... kenapa masih disini?" Tanya Risha heran pada pemuda yang menolongnya
"Disini cukup sepi, jarang ada kendaraan yang lewat. Jadi aku akan menemanimu sampai ada yang menjemputmu" Jawab pemuda itu dengan sikap yang tenang.
Risha menatap pemuda itu lekat. Postur tubuh tinggi, kulit putih bersih dan raut wajah yang lembut membuat Risha terpana "Cukup tampan" pikirnya sambil menatap pria itu. Mereka terus diam tanpa saling bicara, bahkan tidak saling menyebutkan nama masing-masing.
Tak lama Kenzo datang dengan mengendarai motornya. Dia melihat Risha duduk dipinggir jalan ditemani seorang laki-laki. Kenzo langsung berhenti tepat di depan Risha
"Zo" Ujar Risha yang langsung berdiri menyambut Kenzo
Kenzo mematikan mesin motornya dan membuka helnya
"Apa ada yang terluka? Kita kerumah sakit sekarang!" Zo langsung memegang tangan Risha dan menatapnya dari ujung kepala hingga kaki. Kenzo memegang pipi Risha begitu melihat ada luka didahinya
"Ini hanya luka kecil. Kita pulang saja" Ujar Risha memegang tangan Kenzo. Meskipun Kenzo, Kenzie dan Risha selalu berdebat, namun mereka selalu mempedulikan satu sama lain.
Sikap Kenzo dan Risha yang begitu dekat membuat pemuda itu salah paham pada hubungan mereka
"Ternyata ini pacarnya. Tidak heran karena dia sangat cantik" Gumam pemuda itu yang terus menundukkan kepala tidak ingin melihat Risha dan Kenzo
"Sha, siapa ini?" Kenzo bertanya dengan sikapnya yang datar dan dingin, sorot matanya juga terlihat sinis menatap pemuda itu
__ADS_1
"Oh, tadi dia yang menolongku Zo" Risha menoleh pada pemuda itu dan mengatakannya pada Kenzo
"Terimakasih karena sudah menolong Risha " Kenzo mengulurkan sebelah tangannya untuk berjabat tangan, namun nada bicaranya tetap saja dingin
"Tidak masalah. Aku hanya kebetulan lewat saja tadi" Jawab si pemuda itu sambil menerima uluran tangan Kenzo
"Baiklah kalau begitu kami permisi" Kenzo memapah Risha naik ke motornya
"Kenapa kamu harus pakai motor butut ini? Kamu kan bisa beli motor keluaran terbaru" Keluh Risha karena Kenzo menggunakan motor keluaran lama
"Ini tidak terlalu mencolok. Aku akan hubungi bengkel untuk membawa mobilmu"
Kenzo merogoh ponsel disaku celananya dan menghubungi bengkel. Setelah selesai dia kembali mendekati Risha
"Apa kita perlu kerumah sakit?" Kenzo bertanya sekali lagi untuk memastikan kondisi Risha sambil memakaikan helm padanya
"Tidak perlu. Ini hanya luka ringan dan dirumah juga ada kotak p3k. Cukup di bersihkan dan diberi obat saja" Risha menjawab dengan sikap yang tenang
"Ya sudah kalau begitu. Kita langsung pulang sekarang. Pegangan!" Kenzo pun mulai menyalakan mesin motornya dan bergegas pergi meninggalkan pemuda itu sendiri
"Bagaimana bisa kamu menabrak pohon begitu? Kamu seperti baru pertama kali menyetir saja" Kenzo bertanya pada Risha sambil terus fokus pada jalanan di depannya
"Tadi tiba-tiba ada kucing yang mau menyeberang. Aku terkejut, jadi membanting stir ke kiri" Risha yang memeluk Kenzo menjelaskan kronologi kejadiannya
"Lain kali harus fokus saat mengemudi. Lagipula biasanya kamu berangkat bareng Kenzie, kenapa hari ini malah berangkat sendiri?"
"Mana aku tahu kalau aku akan mengalami kecelakaan begini? Kalau aku tahu, pasti aku akan pergi dengan Kenzie dan tidak mengendarai mobil sendiri" Gerutu Risha dengan nada yang manja
"Ya sudahlah. Yang penting kamu tidak papa" Kenzo dan Risha tidak memperdebatkan masalah kecelakaan lagi dan diam selama perjalanan
"Zo, kamu sudah memikirkan lagi mengenai rencanamu?" Risha membuka percakapan lagi mengenai keinginan Kenzo
"Keinginanku yang mana? Maksudmu... masalah aku jadi tentara atau pilot?" Tanya Kenzo lagi memastikan maksud Risha
"Iya, yang mana lagi" Risha menjawab dengan sikap acuh tak acuh
"Aku tidak tahu. Aku ingin coba sesuatu yang baru. Tapi jika tentara … aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja dan memegang kendali perusahaan nantinya. Jika jadi pilot … itupun sama, aku hanya akan menghabiskan waktu di udara saja" Kenzo terdengar bingung dengan apa yang akan dia lakukan karena rasa jenuh yang dia alami
"Lagipula, kenapa kamu berpikir untuk melakukan hal aneh lain? Sudah jelas kalau kita dilatih untuk bisnis. Selama ini, kamu juga menyukainya, karena memang kita tidak dipaksa untuk melakukannya" Risha mengutarakan pendapatnya pada Kenzo untuk tahu pemikirannya
"Aku hanya bosan. Ini sama sekali tidak menantang. Kita sudah diajarkan mengelola bisnis, membuat strategi bisnis dan cara menyelesaikan masalah apapun. Tapi itu terasa mudah karena kita punya kekuasaan. Aku ingin tahu kalau jadi orang biasa itu seperti apa"
"Jadi itu masalahnya? Kenapa tidak jadi orang miskin saja dan bekerja di perusahaan lain? Pasti lebih menantang karena tidak ada yang tahu siapa kamu sebenarnya"
"Hah, jadi orang miskin?"
__ADS_1