Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Keluarga Kusuma Sangat Suka Provokasi


__ADS_3

Kenzo terlihat sangat marah saat ini. Dia yang sebelumnya tetap terlihat tenang, kini mulai mengintimidasi dengan tatapannya.


"Pak Kenzo, bagaimana bisa anda mengatakan putri saya seperti batu usang? Putri saya adalah herta paling berharga yang saya miliki" Pak Hardi pun terlihat kesal karena Kenzo mengatakan Olivia seperti batu usang dimatanya.


"Kalau begitu tanyakan saja pada putri anda, apa kami tidur bersama atau tidak!" Kenzo pun menanggapi pak Hardi dengan sikap yang tenang dan dingin.


Kini mereka menoleh pada Olivia dan menunggu jawaban dari gadis itu.


"Oliv, katakan pada papa, apa dia melecehkan mu?" Pak Hardi bertanya pada Oliv dengan sikap yang lembut.


"Jika aku mengatakan tidak, maka aku tidak akan punya kesempatan untuk bisa bersama dengan pak Kenzo, tapi jika mengatakan iya …" pikir Oliv yang sedang mempertimbangkan jawaban yang akan dia berikan pada sang ayah.


"Pak Kenzo, kenapa anda seperti itu? Bukannya anda meminta papa kemari karena ingin membicarakan tentang hubungan kita?" Olivia bicara dengan nada yang manja sambil mendekati Kenzo dengan raut wajah sedih. Dia tidak membenarkan ataupun menyangkal masalah tidur bersama.


Kenzo mengernyitkan dahi hingga kedua alisnya hampir menyatu.


"Hah? Sejak kapan kita memiliki hubungan?" Kenzo bicara dengan senyum mencibir dibibirnya.


"Kamu masih ingin menyangkal setelah kalian berada dikamar hotel yang sama dengan penampilan putriku seperti ini?!" Pak Hardi bicara dengan meninggikan suara karena kesal pada Kenzo.


"Jadi benar kalian bersekongkol untuk menjebakku? Meskipun aku berada disini dengan penampilan anakmu yang menggunakan lingerie seperti ini, bukan berarti aku akan tergoda olehnya. Kamu pikir bisa melakukan itu padaku dengan mudah? Max, panggilkan staf hotel ini dan minta rekaman CCTV tentang kedatangan Olivia. Aku tidak akan biarkan nama baikku tercoreng begitu saja". Kenzo bicara dengan senyum mencibir Olivia dan juga pak Hardi, kemudian dia beralih pada Max yang berdiri didekatnya.


"Baik, Pak"


Selagi menunggu Max yang memanggil staf hotel untuk meminta rekaman CCTV, Kenzo menghubungi Jack yang ada di perusahaan Anggara. Dia masih mempertahankan sikapnya yang tenang meskipun sedang dipojokkan oleh ayah dan anak itu.


"Halo, Jack. Tolong datang ke tempatku sekarang juga. Aku akan kirimkan lokasinya padamu"


"Baik, Pak" Kenzo langsung menutup teleponnya setelah dia bicara dengan Jack.


Tak berapa lama, Max datang bersama dua orang staf hotel dibelakangnya.


Tok tok tok

__ADS_1


"Permisi pak, saya datang bersama orang yang bertugas mengawasi kamera CCTV hari ini dan juga kemarin" ujar Max yang masih berdiri diambang pintu karena belum mendapatkan izin untuk masuk.


"Masuklah!" Kenzo bicara dengan sikap yang tenang. Diapun menatap kedua pria yang berdiri tidak jauh dari Max itu dengan wajah serius.


“Aku ingin kalian menunjukkan bukti rekaman CCTV ketika gadis ini datang ke hotel" Kenzo bicara pada staf hotel dengan penuh wibawa.


“Baik pak”. Salah satu staf itu pun mengeluarkan laptop untuk bisa menunjukkan hasil rekaman CCTV yang ada dihotel.


Olivia dan ayahnya saling menatap satu sama lain menunggu rekaman itu diputar.


“Ini, Pak. Nona ini datang ke hotel tadi pagi sedangkan anda baru tiba disini sekitar hampir 1 jam yang lalu” ujar salah satu staf sambil menunjukkan hasil rekamannya.


“Oliv, apa maksudnya semua ini?” Pak Hardi bertanya pada Oliv yang hanya menundukkan kepala setelah mendengar penjelasan dari kedua staf hotel.


“Pak Hardi, Jika aku memang tidur dengan putri anda, bagaimana bisa itu hanya beberapa menit saja? Sedangkan anda tahu sendiri kalau untuk berhubungan itu setidaknya membutuhkan waktu kurang lebih sekitar setengah jam” Kenzo menjelaskan dengan singkat mengenai pendapatnya pada pak Hardi.


“Kalian berdua sudah boleh pergi sekarang” ujar Kenzo pada kedua staf hotel setelah tugas mereka selesai


“Baik, Pak. Permisi” Kedua staf itu pergi setelah Kenzo menganggukkan kepala tanda setuju.


“Ini, Pak” Max menyerahan laptop pada Kenzo dengan hati-hati


“Pak Kenzo, apa yang akan anda lakukan?” Tanya pak Hardi yang wajahnya kini terlihat pucat setelah melihat Kenzo mulai memainkan laptop miliknya


“Tidak perlu panik begitu. Aku hanya akan memberikan hadiah kecil pada kalian berdua sebagai ucapan selamat karena berani memprovokasiku. Aku bukanlah orang yang tidak tahu terimakasih dan mengabaikan hasil kerja keras orang lain begitu saja. Bukankah kalian sangat ingin dikenal sebagai rekan satu malamku?”.


Kenzo bicara dengan sikap yang


tenang dan senyum tipis dibibirnya. Tangannya masih menari dengan lincah diatas keyboard laptop tanpa menoleh sedikitpun pada Hardi dan Oliv.


Kenzo terlihat menyeramkan dengan senyum tipis yang terlihat seperti orang licik.


Tok tok tok

__ADS_1


"Permisi, Pak"


Semua menoleh kearah pintu masuk, dimana Jack baru saja tiba disana


"Baguslah kamu sudah sampai. Kemarilah dan lihat ini. Aku ingin kamu membuat pak Hardi dan juga putrinya menjadi orang terkenal. Kamu tahu kan apa yang harus kamu lakukan? " ujar Kenzo dengan sikap yang dingin dan senyum tipis dibibirnya.


"Baik, Pak. Saya mengerti" Jack pun mulai memindahkan data yang ada di laptop Kenzo kedalam ponsel miliknya dan akan menjadikannya trending topik dalam beberapa hari ini.


Jack terlihat sangat serius melakukannya. Dia tidak mempedulikan kehadiran Hardi, Oliv dan juga Max yang bardiri tidak jauh dari mereka.


"Pak Kenzo, aku secara pribadi minta maaf pada anda atas masalah ini. Tapi kumohon, bisakah anda memaafkan putriku untuk kali ini saja dan melupakan masalah ini? Kami janji tidak akan mengusik ketenangan anda lagi" Pak Hardi Memberanikan diri memohon pada Kenzo dengan wajah memelas.


Kenzo menanggapi dengan senyum mencibir dibibirnya. Kemudian dia menoleh pada pak Hardi dan Oliv yang berada tidak jauh darinya.


"Pak Hardi, sepertinya anda sedikit salah paham tentang bagaimana aku? Aku tidak pernah memberikan yang namanya pengampunan pada siapapun. Dan aku juga tidak suka berhutang budi. Karena putri anda sangat ingin dikenal memiliki pacar orang kaya, maka aku akan mengabulkan keinginan kalian berdua untuk bisa terkenal. Aku akan jamin kalau semua orang akan mengenal anda berdua sebagai ayah dan anak yang saling mendukung satu sama lain untuk bisa dekat dengan pewaris keluarga konglomerat" ujar Kenzo dengan senyum tipis yang tidak pernah hilang.


"Pak Kenzo, saya mohon ampuni saya. Saya akui saya salah, tapi itu saya lakukan karena saya mencintai anda" Olivia bersimpuh dihadapan Kenzo dan memohon dengan derai air mata yang mengalir membasahi kedua pipinya.


"Mencintaiku? Seingatku kita baru 2 kali bertemu dan itu pun saat aku sedang bersama dengan istriku. Bagaimana bisa kamu tidak mengerti dengan mana yang bisa kamu perjuangkan dan mana yang tidak boleh kamu perjuangkan? Atau mungkin … anda mendidiknya seperti itu, Pak Hardi?"


Pak Hardi terdiam mendengar apa yang dikatakan Kenzo padanya. Dia memikirkan kembali bagaimana caranya mendidik anaknya. Sejak Olivia masih kecil, dia hanya sibuk bekerja dan tidak memperhatikan Olivia. Bahkan dia sengaja menyekolahkan Olivia diluar negeri.


"Dari reaksi anda, sepertinya anda mulai mengerti dimana letak kesalahan anda?" ujar Kenzo menebak dengan senyum mencibir, namun pak Hardi tidak menanggapi Kenzo dan terus saja menundukkan kepala.


"Saya sudah selesai, Pak. Anda bisa melihatnya di pencarian teratas". Jack menyela pembicaraan Kenzo dengan pak Hardi.


"Sepertinya hadiah anda sudah siap". Kenzo bicara dengan senyum manisnya.


Kini mereka meraih ponsel masing-masing dan melihat hasil pekerjaan Jack. Disana terlihat vidio Olivia yang sedang berada dibar bersama beberapa pria.


Max menatap Jack dan Kenzo secara bergantian.


"Jadi ini yang dimaksud pak Kenzo waktu itu? Sepertinya memang asisten pribadinya harus sigap dalam segala hal" pikir Max menatap Kenzo lebih lama.

__ADS_1


"Selamat menikmati ketenaran kalian, Pak Hardi dan Olivia. Ayo Jack, Max. kita pergi darisini" Kenzo bicara pada kedua asistennya sambil berjalan lebih dulu. Kemudian dia menghentikan langkahnya dan berbalik menatap pak Hardi dan Olivia


"Oh, kalian berdua harus selalu ingat kalau keluarga Kusuma selalu suka dengan provokasi. Kami akan selalu mengembalikan apa yang kalian berikan pada kami"


__ADS_2