Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Pertarungan Kenzie Melawan Pak Arseno


__ADS_3

Malam harinya Kenzie masih berada ditaman belakang rumah pak Arseno. Dia menunggu tantangan yang disediakan pak Arseno untuknya.


"Apa yang kita lakukan disini pak?" Tanya Kenzie sambil menoleh kesana kemari melihat taman yang gelap dan hanya diterangi lampu dibeberapa titik saja.


"Aku ingin tahu apa kamu bisa membela anakku saat sedang bahaya atau tidak. Aku ingin kamu mengalahkan mereka" Kenzie mengernyitkan dahi mendengar penjelasan ayah Meisya. Tak berselang lama, keluarlah beberapa pria bertubuh tinggi dan berbadan besar


"Mereka orang atau tumpukan lemak?" Kenzie memicingkan mata melihat para pria yang mendekat kearahnya itu.


"Mereka adalah atlet profesional dan aku ingin kamu melawan mereka" Kenzie semakin bingung


"Mereka atlet apa? Taekwondo? Judo atau silat? Tapi kenapa badan mereka besar sekali ya?" Tanya Kenzie yang bingung dengan ukuran tubuh para atlet


"Mereka atlet sumo, kamu harus bisa menjatuhkan mereka" Kenzie semakin bingung dengan permintaan pak Arseno


"Apa? Sumo? Saya bisa berkelahi dengan baik tapi untuk menjatuhkan pria dengan badan besar seperti itu ... apa saya kuat ya?" Kenzie terdiam memperhatikan para pria itu dan melihat tubuhnya sendiri yang memiliki postur tubuh tinggi dan kurus


"Pak, apa anda tidak punya tantangan lain untuk saya? Saya bisa saja rata dengan tanah kalau mereka menimpa tubuh saya yang kurus ini" Kenzie bertanya dengan sikapnya yang ramah dan tenang disertai ekspresi yang lucu.


"Tidak ada. Aku ingin kamu melawan mereka!" Pak Arseno bersikeras agar Kenzie melawan orang-orang itu.


"Kalau begitu saya menyerah saja. Saya tidak mau semua tulang saya remuk karena tertimpa tubuh mereka yang besar" Kenzie menjawab dengan sikap yang tenang dan kedua bahu diangkat


"Apa? Kamu menyerah begitu saja?" Pak Arseno dan Har sangat terkejut mendengar kalau Kenzie langsung menyerah begitu saja


"Kamu bilang ingin hidup bersama anak saya. Bagaimana bisa kamu langsung menyerah begitu saja huh?" Tanya pak Arseno yang kesal


"Memang benar, tapi jika saya melawan mereka tetap saja saya tidak bisa hidup dengan Meisya, kerena saya bisa kehilangan nyawa saat melawan mereka. Atau mungkin saya bisa patah tulang dan cacat. Tapi jika begitu saya tidak perlu khawatir karena Meisya akan tetap memilih saya dan merawat saya seumur hidup" Kenzie menjawab dengan senyum manis dibibirnya dan itu justru membuat pak Arseno terdiam memikirkan perkataan Kenzie.


"Meisya merawatmu yang cacat?" Pak Arseno langsung membayangkan anaknya yang merawat Kenzie yang duduk dikursi roda dan tidak bisa bergerak sama sekali


"Tidak boleh... Kalau begitu ganti saja. Suruh mereka pergi dan panggil atlet yang lain!" Ujar pak Arseno dengan sikap tegas.


Para atlet sumo pun pergi dari hadapan pak Arseno dan berganti dengan beberapa orang yang berseragam putih.


"Kali ini apa? Oh, ini atlet taekwondo ya?" Pikir Kenzie begitu melihat mereka keluar


"Mereka tidak ada masalah kan? Aku ingin kamu mengalahkan mereka" Ujar pak Arseno dengan senyum tipis dibibirnya

__ADS_1


Kenzie kembali memicingkan matanya menatap para atlet


"Pak, apa tidak ada matras? Mereka tidak akan memberikan ampun padaku saat kami bertanding. Mereka bisa saja membantingkan tubuhku dengan keras ke lantai ini" Ujar Kenzie dengan sikap yang tenang sambil menunjuk lantai di bawah kakinya


"Tulangmu tidak akan patah jika hanya dibanting oleh mereka" Pak Arseno menjawab dengan sikap acuh tak acuh


"Tapi tetap saja badanku bisa sakit semua setelah melawan mereka, sedangkan besok aku harus pergi ke kantor. Kalau Meisya menyadari ada yang aneh denganku dan aku mengatakan kalau semalam ayahnya memintaku berkelahi dengan para atletnya, bukannya dia akan marah pada anda? Kurasa itu tidak baik apalagi kalian berdua jarang bertemu"


Kenzie bicara dengan sikap yang tenang disertai gelengan kepala perlahan berkali-kali.


"Lalu apa yang kamu inginkan?" Tanya Pak Arseno dengan sikap yang datar


"Hemn … bagaimana kalau sebaiknya kita main catur saja? Ini sudah malam tidak baik jika berkelahi. Lagipula, bukannya orang seusia anda sangat suka main catur ya? Saya selalu main catur dengan ayah atau kakek buyut saya" Kenzie menyarankan dengan sikap yang tenang dan senyum yang ramah


"Baiklah kalau begitu. Kamu tidak boleh mundur di tengah pertandingan ya? Saya tidak suka dengan anak muda yang plin plan" Pak Arseno pun menyanggupi dengan sikap yang tenang, sedangkan Kenzie tersenyum puas karena berhasil melewati malam yang hampir melelahkan


"Tentu. Saya akan temani anda main catur sampai puas. Anda juga tidak boleh melarikan diri saat pertandingan kita berlangsung" Kenzie bicara dengan jari telunjuk yang digerakkan kekanan dan kekiri serta gelengan kepala mengikuti arah jarinya.


"Baik. Har, siapkan papan stirnya. Kota akan main diruang keluarga" Ujar Pak Arseno dengan sikapnya yang tenang


"Baik tuan. Saya juga akan siapkan cemilan an juga teh untuk teman main caturnya" Pak Har tersenyum tipis melihat Kenzie bisa dengan mudah menaklukkan Arseno


Kenzie dan pak Arseno pun mulai bermain catur sambil berbincang


"Apa pekerjaan orang tuamu?" Tanya Arseno sambil memainkan bidak caturnya


"Orang tua saya mengelola perusahaan kecil. Selain mengelola perusahaan, ayah saya juga seorang pelukis dan membuka galeri seni" Jawab Kenzie tenang


"Aku tidak bohong, karena mereka memang hanya mengelola 1 perusahaan dan yang lain dipegang oleh orang kepercayaan masing-masing" Pikir Kenzie membenarkan ucapannya sendiri


"Diperusahaan mana mereka? Mungkin saja saya kenal orang tuamu?" Tanya pak Arseno lagi


"Tentu saja kalian pasti saling kenal. Aku yakin kalau kalian selalu bertemu setiap menghadiri perjamuan para pebisnis" Batin Kenzie menjawab dengan mata yang tetap fokus pada bidak caturnya


"Skak matt. Pak Arseno, anda kalah" Kenzie tersenyum puas dengan kedua alis diangkat bersamaan


"Bagaimana bisa? Kamu pasti main curang?" Ujar pak Arseno yang tidak percaya kekalahannya

__ADS_1


"Mana mungkin saya curang. Anda sendiri yang tidak fokus pada permainan kita. Saya kan sudah bilang kalau saya selalu bermain dengan ayah dan juga kakek buyut saya. Saya sudah hafal betul cara bermain catur" Jawab Kenzie dengan bangga


"Kita main lagi!"


"Baik"


Kenzie dan pak Arseno pun kembali mengatur bidak catur ditempatnya masing-masing dan bersiap melanjutkan permainan.


"Sepertinya aku pernah melihat wajahmu, tapi dimana ya?" Tanya pak Arseno lagi dengan sorot mata yang penasaran


"Mungkin anda melihatnya di televisi?" Kenzie kembali bertanya untuk memastikan


"Memangnya kamu ini artis atau model? Kenapa aku melihatmu di televisi?" Tanya pak Arseno dengan senyum mencibir


"Bukan begitu. Tadi anda bilang pernah melihat saya? Saya hanya memastikan apa anda lihatnya di televisi. Kalau memang iya, berarti yang anda lihat itu saudara kembar saya. Akhir-akhir ini dia sedang jadi perbincangan hangat di media sosial dan kalangan pebisnis" Kenzie bersikap tenang menghadapi pak Arseno


"Benarkah? Memangnya siapa saudara kembarmu sampai-sampai dia jadi bahan perbincangan?" Pak Arseno kembali tidak percaya dengan apa yang dikatakan Kenzie


"Anda tidak tahu Kenzo? Saya yakin kalau saudara kembar saya sedang viral akhir-akhir ini" Kenzie berkata dengan sikap yang sombong


"Apa iya? Aku penasaran dengan saudara kembarmu. Har, apa kamu tahu tentang saudara kembarnya?" Pak Arseno pun bertanya pada Har yang terus berdiri disampingnya


"Pantas saja saya merasa kalian sangat mirip. Ternyata memang saudara kembar ya?" Har yang sejak tadi hanya diam dan tidak berani mengeluarkan pendapat, kini mulai bicara


"Dia adalah Kenzo Osterin. Akhir-akhir ini menjadi perbincangan karena rancangan software miliknya diakui oleh perusahaan yang bekerja sama untuk menerbitkannya. Namun karena dia programer handal, dia mampu membuktikan kalau itu adalah rancangannya dan membuat perusahaan itu bangkrut karena harus mengganti rugi atas kekurangan saat uji coba" Har menjelaskan dengan detil mengenai masalah Kenzo


"Ganti rugi? Kenapa?" Arseno terlihat bingung dengan penjelasan Har


"Dia membuat virus sementara pada software itu dan kembali memperbaikinya setelah pemimpin perusahaan mengkonfirmasi kalau dia mencuri rancangannya"


"Woow, mengagumkan! Apa kamu juga menguasai bidang IT seperti saudaramu?" Kini pak Arseno penasaran pada Kenzie


"Tidak terlalu, tapi kemampuan saya tidak terlalu buruk untuk bisa mengetahui tikus yang bersembunyi dalam perusahaan saya" Jawab Kenzie dengan senyum penuh keyakinan


"Kamu ini terlalu percaya diri atau memang narsis?" Ujar ak Arseno dengan senyum mencibir


"Entahlah. Menurut anda?"

__ADS_1


Kenzie menjawab dengan senyum sambil mengangkat kedua bahu serempak


__ADS_2