Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Perdebatan Rendra Dan Panji


__ADS_3

Setelah masalah yang ditimbulkan Rendra, resort dan resto pak Tegar mengalami penurunan drastis. Banyak tamu yang sebelumnya memesan kamar untuk akhir pekan, membatalkan pesanannya setelah melihat postingan Kenzo. Saat ini pak Tegar sedang bingung mencari solusi untuk menyelesaikan masalahnya.


Tuut tuut tuut


Saat pak Tegar sedang berpikir tiba-tiba ponselnya berdering. Disana terdapat nomor tidak dikenal. Pak Tegar langsung menerima panggila telepon tersebut


"Halo" Jawab pak Tegar saat menerima telepon


"Halo, dengan pak Tegar?" Tanya polisi dari ujung telepon


"Benar saya sendiri. Ini dengan siapa ya?" Pak Tegar terlihat bingung karena dia sama sekali tidak mengenal nomor panggilan tersebut


"Kami dari kepolisian. Saat ini putri anda berada dikantor polisi" Ujar polisi yang menghubungi pak Tegar


"Apa?! Putri saya dikantor polisi?" Tanya pak Tegar dengan panik


"Benar pak. Anda bisa langsung kemari bersama pengacara untuk mendampingi putri anda" Jelas sang polisi lagi


"Baik pak, saya akan segera kesana" Pak Tegar langsung menutup panggilan teleponnya dan beranjak pergi ke kantor polisi. Sebelumnya dia menghubungi pengacara untuk bertemu di sana


***


Kenzo dan Rendra baru saja tiba dirumah sakit setelah mereka merasa puas dengan apa  yang dilakukan pada resort pak Tegar.


"Dimana Kenzie?" Tanya Kenzo dengan sikapnya yang dingin sambil berjalan mendekati Risha


"Dia ... ke kantor polisi" Risha menjawab dengan ragu-ragu pertanyaan Kenzo


"Apa yang dia lakukan di kantor polisi?" Kenzo mengernyitkan dahi semakin bingung dengan apa yang dilakukan saudra kembarnya


"Dia melaporkan Arumi. Kenzie terlihat sangat marah, bahkan dia tidak mendengarkan perkataanku" Risha kembali ragu-ragu saat mengatakan yang sebenarnya pada Kenzo

__ADS_1


"Apa Arumi datang kemari? Dia mencoba melukaimu lagi?" Kenzo bertanya dengan sorot mata yang tajam


"Ya, dia datang kesini dan kembali menyalahkanku. Dia juga hendak menamparku lagi, karena itu Kenzie marah dan melaporkan dia saat itu juga" Ujar Risha dengan sikap yang tenang


"Kalau begitu aku akan menyusulnya. Rendra, kamu temani Risha disini. Jangan sampai ada yang berani mendekati Risha, apalagi menyakitinya. Kamu bebas melakukan apapun jika itu terjadi!" Ujar Kenzo sebelum dia berbalik dan pergi dari hadapan mereka


"Tentu saja. Aku akan jadi penjaga yang memegang tanggung jawab penuh, jika aku melakukan sesuatu maka kamu yang akan tanggung jawab ya?" Jawab Rendra dengan senyumnya yang tipis dan nada bicaranya yang tenang


"Tidak perlu banyak bicara! Cukup lakukan saja apa yang aku minta" Kenzo berkata dengan nada sinis namun bukan berarti dia membenci Rendra. Itu karena mereka terlalu dekat


"Ya ya ya. Aku mengerti apa yang kamu katakan" Jawab Rendra dengan sikap acuh tak acuh.


Kenzo pun beranjak pergi meninggalkan rumah sakit dan menuju kantor polisi. Dia ingin tahu apa yang dilakukan Kenzie disana


"Apa yang dilakukan Kenzie? Aku harap dia tidak melepaskan Arumi begitu saja" Gumam Kenzo sambil melajukan salah satu mobil keluarganya yang dia gunakan selama ada di negara A


***


"Apapun itu, terserah kamu saja" Rendra menjawab dengan sikap yang datar namun berusaha tenang


"Kalau begitu aku akan panggil Rendra saja, sama seperti Zie dan Zo" Ujar Risha lagi dengan senyum  yang ramah, namun Rendra menanggapi dengan sikap yang datar


Tak berselang lama Panji kembali datang menemui Risha. Penjaga mengizinkannya masuk, karena mengingat Panji adalah dosen Risha


Tok tok tok


Risha dan Rendra menoleh secara serempak begitu mendengar suara ketukan pintu


"Risha, bagaimana keadaanmu? Apa sudah lebih baik?" Tanya Panji sambil mendekati Risha


"Pak Panji, apa yang bapak lakukan disini?" Risha terlihat bingung saat dia melihat Panii kembali mengunjunginya

__ADS_1


"Aku hanya ingin mengunjungimu, apa itu tidak boleh?" Panji menjawab dengan ramah, semantara Rendra hanya duduk diam dengan sikap acuh tak acuh pada Panji dan Risha


"Oh boleh pak. Aku sudah lebih baik, mungkin dalam waktu beberapa hari lagi, aku sudah bisa pulang" Risha menjelaskan dengan senyum lembut di bibirnya


"Eum" Panji terlihat canggung dengan sesekali melirik ke arah Rendra


"Kenapa menatapku seperti itu? Kalian ngobrol saja. Anggap saja tidak ada aku disini" Ujar Rendra yang bersikap cuek sambil memainkan ponselnya. Saat ini dia sedang mengawasi bank yang akan bekerja sama dengan Pak Rudi


"Apa kamu akan membutuhkan waktu lama untuk penyembuhanmu?" Tanya Panji dengan ragu-ragu


"Sepertinya iya, tapi aku juga belum tahu berapa lama waktu yang aku butuhkan untuk menyembuhkan kakiku secara total" Risha menundukkan kepala dengan raut wajah sedih, mengingat dia harus menggunakan kursi roda untuk sementara waktu


"Aku minta maaf. Ini semua terjadi karena kesalahanku" Panji menundukkan kepala menyesal dengan apa yang dialami Risha


"Kenapa bapak yang minta maaf? Kan bukan bapak yang menabrakku, melainkan Arumi" Risha menjawab dengan senyum lembut dan berusaha menenangkan Panji


"Ya, memang Arumi yang menabrakmu. Tapi itu terjadi karena dia cemburu akan kedekatan kita. Jadi secara tidak langsung itu terjadi karena salahku"


"Jika memang merasa seperti itu, kenapa masih mendekati Risha? Harusnya kamu menjaga jarak dengannya" Rendra menyela dengan nada bicara yang datar dan mata yang terus menatap pada ponsel. Risha dan Panji langsung menoleh kearahnya


"Justru karena aku ingin bertanggung jawab, makanya aku ingin menjaga Risha sampai dia sembuh dan kembali berjalan dengan normal" Jawab Panji dengan penuh keyakinan


"Tanggung jawab atau kasihan? Aku yakin keluarga Risha mampu menyewa suster untuk merawatnya. Terlebih ada Kenzie yang sudah pasti akan selalu menemaninya. Jadi, kamu menjaganya sebagai apa?" Rendra bertanya dengan sorot mata yang tajam dan nada bicara yang tenang dengan senyum yang sedikit mencibir


"Sebagai.... sebagai... anggap saja aku melakukannya untuk menebus dosa dan sebagai rasa permintaan maaf" Ujar Panji yang tidak tahu harus menjawab apa pada Rendra


"Disini terlihat kalau kamu itu orang jenius dengan pemikiran yang rumit. Jika kamu ingin mendekati Risha harusnya kamu bisa bersikap tegas pada wanita gila itu. Bukan hanya memberikan peringatan yang sama sekali tidak berguna!" Rendra kembali mencibir sikap Panji


"Aku sudah memutuskan hubungan kami sebelum aku mengenal Risha, hanya saja dia tidak pernah bisa mengerti dan akhirnya menjadikan Risha sebagai pelampiasan kecemburuannya" Jawab Panji dengan sikap yang tenang


"Itu berarti kamu tidak bisa melindungi Risha. Maka kamu tidak pantas mengatakan akan menjaga Risha. Menjaga dia dari satu wanita saja tidak bisa, bagaimana menjaga Risha dari persaingan bisnis keluarga?" Rendra yang selalu bersikap hangat pada Kenzo, kini terlihat sangat dingin dan tegas. Risha pun terkejut dengan sikapnya

__ADS_1


"Apa ini? Mana sifat dia yang asli? Sepertinya saat bersama Kenzo, dia pria yang hangat dan ceria. Tapi kenapa sekarang … dia seperti ini? Pantas saja dia cocok dengan Kenzo dan bisa bertahan disampingnya. Ternyata mereka berdua memiliki sifat dan karakter yang sama" Pikir Risha sambil tersenyum dan menatap Rendra


__ADS_2