Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Aku Ingin Pindah Ke Negara F


__ADS_3

Kenzo sedang berada di salah satu sudut perpustakaan kampusnya. Sambil mendengarkan musik melalui earphone, dia membaca buku dengan serius. Namun musik yang dia putar tidak terlalu kencang, kadi masih mendengar apa yang dikatakan orang-orang disekitarnya


"Hei itu Kenzo kan? Cepat undang dia ke pesta ulang tahunmu! Jika dia mau datang kesana, maka pestamu pasti akan sangat meriah dan bisa saja masuk ke berita kampus kita"


Beberapa orang gadis terdengar saling berbincang sambil menatap ke arah Kenzo


"Apa kamu yakin kalau dia akan datang? Kamu tahu sendiri kalau dia itu terlalu dingin dan tidak pernah mempedulikan orang lain" Jawab gadis yang akan berulang tahun


"Ya kita coba saja dulu. Jika kamu berhasil, maka pestamu akan jadi sangat populer, karena mahasiswa paling populer dikampus bisa datang ke pestamu"


"Hemn… begitu ya? Baiklah, kalau negitu aku akan mencobanya"


Gadis itu pun berdiri dan menarik napas panjang sebelum menghampiri Kenzo


"Permisi"


Perhatian Kenzo teralihkan begitu seorang gadis berdiri dihadapannya. Kenzo hanya diam dan menatap gadis itu dengan raut wajah datar tanpa ekspresi, lalu dia melepaskan sebelah earphonenya agar bisa mendengar ucapan gadis itu


"Apa ... kamu punya waktu?" Tanya gadis itu terlihat ragu-ragu


"Ada apa? Katakan saja!" Kenzo menanggapi dengan sikapnya yang datar


"Aku ingin memberikan ini padamu" Gadis itu memberikan sepucuk surat padanya


"Apa ini?" Kenzo menatap surat itu dan bertanya dengan dahi berkerut


"Ini undangan untuk pesta ulang  tahunku. Aku harap kamu bisa datang karena banyak teman fakultas kamu yang juga datang nanti" Ujar Gadis itu menerangkan dengan gugup


"Terimakasih, tapi aku tidak suka pesta" Kenzo menjawab dengan sikapnya yang acuh tak acuh, lalu kembali fokus dengan bukunya sambil memikirkan mengenai rencananya untuk memulai keinginannya


Gadis itu hanya menundukkan kepala dengan raut wajah kecewa lalu pergi meninggalkan Kenzo sendiri.


"Sepertinya aku memang harus pindah dari sini. Jika aku tetap ingin hidup biasa saja namun berada disini, sepertinya percuma saja. Karena meskipun mereka tidak tahu identitasku yang sebenarnya tapi mereka tahu aku anak orang kaya. Dan tetap saja ingin menempel padaku"


Pikir Kenzo sambil menganggukkan kepala berkali-kali


Setelah berpikir cukup lama dengan buku dihadapannya, akhirnya Kenzo memantapkan niatnya untuk bekerja dan menjadi orang biasa setelah banyak gadis yang mendekatinya. Kenzo beranjak dari duduknya dan meninggalkan perpustakaan. Dia lalu kembali mengendarai motornya dan pulang kerumah


***

__ADS_1


Kenzie dan Risha sudah tiba dirumah lebih dulu. Mereka sedang duduk bersama di balkon sambil berbincang.


"Kenapa Kenzo belum sampai juga ya? Biasanya dia sudah pulang lebih dulu" Kenzie sedang menunggu Kenzo dengan raut wajah gelisah


"Tenanglah. Mungkin dia sedang dijalan. Sebentar lagi juga pasti sampai" Risha menenangkan Kenzie yang sedang khawatir pada Kenzo


Tak berselang lama terdengar suara motor Kenzo


Brum brum


"Tuh kan dia pulang" Ujar Risha dengan senyum manis


"Benar. Pergi temui dia dulu. Bisa-bisanya dia terlambat pulang tanpa memberitahuku sebelumnya" Kenzie langsung beranjak pergi menemui Kenzo yang baru saja masuk ke dalam rumah


"Zo, kemana dulu kamu? Kenapa pulang terlambat tapi tidak memberitahu padaku sebelumnya? Aneh sekali" Kenzie terus saja bicara namun Kenzo hanya diam dan tidak menanggapi


"Apa papi dan mami sudah pulang?"


Dahi Kenzie mengernyit karena Kenzo tidak menjawab pertanyaannya melainkan menanyakan orang tua mereka


"Cih, bukannya menjawab pertanyaanku lebih dulu malah balik bertanya lagi" Kenzie berdecih kesal pada Kenzo


"Jawab saja mami dan papi sudah pulang atau belum?" Kenzo kembali bertanya dengan sikap dingin


Tok tok tok


"Siapa?" Terdengar suara Cheva dari dalam kamar


"Zo, mih" Jawab Kenzo dengan sikap tenang


Cheva pun membuka pintu kamarnya


"Ada apa Zo?" Cheva yang berdiri diambang pintu bertanya pada putranya dengan raut wajah penasaran


"Ada yang ingin Zo bicarakan dengan mami dan papi" Kenzo terlihat tenang, namun saat ini dia juga cukup gugup karena takut Cheva dan Lian tidak setuju dengan rencananya


"Ada apa? Kenapa kamu terlihat serius sekali?" Cheva mengernyitkan dahinya semakin penasaran dengan apa yang akan dikatakan Kenzo


"Siapa? Kenapa malah berdiri didepan pintu seperti itu?" Lian keluar kamar untuk melihat siapa yang telah mengetuk pintu kamarnya

__ADS_1


"Zo, ada apa?" Tanya Lian heran


"Aku ingin bicara sesuatu dengan mami dan papi" Jawab Kenzo dengan sikap yang tenang


"Ya sudah, ayo kita bicara di dalam" Lian mengajak Kenzo masuk ke kamar mereka dan bicara


"Bicaralah!" Ujar Lian setelah mereka masuk ke dalam kamar


"Aku ingin pindah ke negara F" Ujar Kenzo setelah menarik napas panjang. Lian dan Cheva saling menatap satu sama lain setelah mendengar keinginan Kenzo


"Lalu, bagaimana dengan kuliahmu?" Tanya Lian memastikan


"Aku akan tetap kuliah disana. Aku akan kuliah sambil bekerja. Aku juga akan mengejar beasiswa dikampus ternama agar mereka tidak curiga dengan identitasku" Kenzo berusaha meyakinkan orang tuanya agar menyetujui keputusan yang telah dia ambil


"Kamu sudah bicara dengan Kenzie? Meskipun kalian tidak pernah bersama-sama namun kalian juga tidak pernah hidup terpisah jauh" Cheva mengkhawatirkan kedua anak kembarnya karena mereka tidak pernah berjauhan


"Aku akan bicara dengannya setelah mami dan papi memberiku izin" Lian dan Cheva kembali saling menatap satu sama lain mendengar jawaban Kenzo


"Apa kamu akan tinggal dengan kakek nenekmu disana?" Tanya Cheva yang mulai khawatir meskipun Kenzo sudah cukup dewasa


"Tidak. mami dan papi tidak perlu memberitahu kakek dan nenek kalau aku akan pindah kuliah disana. Aku hanya ingin mencoba hidup dengan kerja kerasku sendiri" Kenzo terlihat sangat serius tanpa ada keraguan dimatanya


"Mami dan papi tidak akan melarangmu. Karena kami tahu kalau kamu pasti akan kembali kerumah ini. Anggap saja ini sebagai latihan untukmu sebelum mengambil alih perusahaan keluarga kita"


Lian bicara pada Kenzo sambil menepuk pundaknya dengan lembut. Karena dulu dia tidak pernah dapat perhatian dan dukungan dari ayahnya, kini Lian berusaha menjadi ayah yang baik untuk kedua putranya


"Iya pih, aku tahu. Aku pasti akan kembali kerumah ini setelah mendapatkan apa yang aku cari. Kalian tenang saja, karena aku tidak akan lupa identitasku yang sebenarnya. Setidaknya aku tahu bagaimana rasanya hidup seperti orang biasa" Kenzo teguh dengan pendiriannya untuk menjadi orang biasa


"Kamu harus tetap membawa semua kartu milikmu untuk antisipasi. Setidaknya mami bisa tenang meskipun kamu berada diluar rumah ini" Wajah Cheva terlihat sedih saat menatap Kenzo


"Mami, jika aku membawa semua kartu milikku, aku bisa saja menggunakannya saat mendesak" Jawab Kenzo dengan acuh tak acuh


"Bawa saja, jadi kamu bisa menggunakannya untuk keperluan mendesak. Papi percaya kalau kamu bisa mengatur semuanya" Lian kembali menepuk pundak Kenzo tanpa ragu


"Baiklah, aku akan tetap membawanya" Kenzo menjawab dengan senyum tipisnya


"Kapan kamu kembali? Mami harap kamu kembali bersama calon istrimu nantinya"


"Mami, aku ini bahkan belum berangkat, bagaimana mami menanyakan kepulanganku?" Mereka saling tersenyum saat berbicara, tanpa mereka sadari Kenzo mendengar percakapan terakhir mereka

__ADS_1


"Berangkat? Berangkat kemana? Kenapa tidak bicara padaku sebelumnya?"


"Kenzie?"


__ADS_2