Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Zoester, Hacker Paling Ditakuti Dan Juga paling Diburu


__ADS_3

"Pak Kenzie, apa ada sesuatu yang anda butuhkan?" Deby bertanya dengan nada lembut dan senyum tipis dibibirnya


"Tidak. Kamu bisa kembali ke meja kerjamu. Jika aku butuh sesuatu, aku akan memanggilmu" Kenzie bicara dengan sopan dan ramah. Ada senyum tipsi juga dibibirnya


"Baik pak. Kalau begitu saya permisi" Deby meninggalkan ruangan Kenzie setelah dia menganggukkan kepala meskipun tanpa menatap Deby


"Sekarang waktunya sedikit mencari info" Kenzie pun mulai menggunakan sedikit kemampuannya melacak postingan itu dan menyelidiki sumber gosip tersebut


"Tapi ... bagaimana bisa ada yang tahu kalau aku memasukan seorang gadis kerumah sakit jiwa ya? Sepertinya saat dipesta kemarin aku sama sekali tidak bertemu dengan karyawan perusahaan ini?" Kenzie mulai berpikir kembali untuk mengingat kejadian saat di pesta pak Arseno


"Hmn ... sebaiknya aku tanyakan pada pak Har saja"


Kenzie pun meraih ponselnya yang tergeletak diatas meja dan langsung menghubungi Har, asisten pak Arseno


Tuut tuut tuut


"Halo tuan muda" Pak Har menyapa dengan sopan begitu dia menerima telepon dari Kenzie


"Halo pak Har, apa anda sedang sibuk?" Kenzie pun bicara degan sopan pada Har


"Tidak tuan muda. Apa ada yang bisa saya bantu?" Suara Har yang sedikit berat dan rendah terdengar di telinga Kenzie. Dia adalah pria paruh baya yang sudah mengikuti pak Arseno sejak usianya masih sangat muda.


"Ya, saya butuh bantuan anda"


"Silahkan anda katakan. Jika saya bisa membantu, maka akan saya lakukan"


"Bisa pak Har periksa daftar tamu saat pesta kemarin dan juga lihat CCTV saat pesta berlangsung? Saya membutuhkan dua barang itu" Kenzie meminta dengan sopan pada pak Har


"Apa ada masalah tuan muda?" Har memicingkan mata  karena penasaran dan menunggu jawaban dari Kenzie


"Ya, ada gosip murahan mengenai kejadian saat dipesta hari itu. Aku hanya ingin memastikan apakah ada orang yang ku kenal atau tidak" Kenzie sedikit menjelaskan mengenai apa yang sedang dia selidiki


"Ehm ... sepertinya ada tamu yang berasal dari perusahaan tempat anda bekerja" Har sedikit mengingat-ngingat beberapa tamu yang hadir saat pesta


"Benarkah pak? Bisa anda kirimkan bukti kehadirannya?" Kenzie tersenyum ceria saat dia mendapatkan petunjuk mengenai orang yang membuat gosip tentangnya


"Baik, akan segera saya kirimkan pada anda daftar tamu dan juga rekaman CCTV di sekitar tempat pesta


"Terimakasih pak" Kenzie dan Har pun mengakhiri panggilan telepon mereka. Kenzie kembali fokus pada dokumen di hadapannya sembari menunggu pak Har mengirimkan apa yang dia minta.

__ADS_1


Tring


Tak berselang lama Har mengirimkan apa yang Kenzie minta melalui pesan singkat dalam bentuk lampiran. Kenzie pun langsung membuka apa yang dikirimkan Pak Har padanya dan melihat isinya.


"Eh! Ini kan ... orang yang bersama dengan Aldo?" Kenzie menatap dengan seksama wajah seorang pria paruh baya yang wajahnya kini muncul dilayar ponsel miliknya


"Jadi kalian bekerja sama? Baiklah, aku ingin lihat bagaimana cara kalian menangani gosip tentang diri kalian sendiri. Sudah cukup kalian menjadikanku bahan gosip murahan begini" Kenzie sedikit tersenyum tipis melihat foto orang itu


"Tapi, bagaimana aku bisa mendapatkan informasi yang lengkap mengenai mereka? Aku tidak ingin selalu melibatkan Kenzo dalam setiap masalahku. Tapi tetap saja aku butuh bantuannya"


Akhirnya Kenzie pun menghubungi Kenzo untuk meminta bantuan darinya.


Tuut tuut tuut


Cukup lama Kenzie menunggu sampai Kenzo menerima telepon darinya


"Apa yang sedang dia lakukan sih? Kenapa dia tidak menerima telepon dariku?" Gerutu Kenzie setelah cukup lama menunggu Kenzo


"Halo" Akhirnya terdengar suara Kenzo setelah menerima telepon darinya


"Halo Zo, kenapa lama sekali? Apa yang sedang kamu lakukan?" Kenzie langsung mengeluh begitu dia mendengar suara Kenzo


"Hei, sekarang aku tidak bekerja digedung yang sama dengan Meisya. Dia berada di gedung lain" Kenzie membela diri dengan nada bicaranya yang tenang dan penuh canda.


"Ya sudah. Ada apa kamu menghubungiku di jam kerja begini?"


Kenzo tidak ingin basa basi lagi dan langsung bertanya mengenai tujuan Kenzie menghubunginya.


"Apa kamu mengenal seseorang yang bisa dipercaya untuk mencarikanku informasi penting? Dia juga harus bisa menjaga rahasia"


Kenzo memicingkan mata karena heran mendengar apa yang dikatakan Kenzie


"Kenapa bertanya padaku? Kamu tidak meminta bantuan pada mami dan papi? Mereka pasti mengenal orang-orang yang handal untuk dijadikan asisten pribadi" Kenzo tetap bicara dengan sikap yang dingin


"Zo, kamu juga kan mengenal banyak orang hebat. Apalagi kamu juga jadi hacker ternama di negara ini. Sudah pasti kamu bisa merekomendasikan seseorang untuk aku jadikan asisten"


"Tunggu. Darimana kamu tahu kalau aku hacker di negara A?" Kenzo bertanya pada Kenzie dengan nada yang seakan mencurigai


'Aku pernah masuk ke situs hacker . Disana ada salah satu nama yang cukup familiar ditelingaku, Zoester. Bukannya itu nama yang selalu kamu gunakan untuk akun yang kamu rasa sangat rahasia? Nama Zoester tercatat pernah masuk ke 89 database perusahaan dan juga pasukan militer, Zoester juga membuka informasi pegawai pemerintahan yang melakukan kecurangan dan membuat mereka ditangkap polisi, Aku yakin kalau itu kamu"

__ADS_1


Kenzie berusaha menebak kalau Zo adalah satu satu hacker yang ditakuti dan juga selalu diburu untuk diajak bekerjasama. Kenzo terdiam dan tidak langsung menanggapi apa yang dikatakan Kenzie


"Kamu salah. Itu bukan aku" Setelah cukup lama, Zo akhirnya menanggapi dengan sikap yang dingin


"Aku tidak mungkin salah. Aku yakin kalau kamu yang melakukannya. Sejak kecil kamu sangat suka game dan selalu mempelajari semua hal mengenai komputer. Kamu juga mengambil dua jurusan saat kuliah, teknik informatika dan manajemen bisnis. Jadi aku sangat yakin 100% kalau itu adalah kamu" Kenzie bersikeras kalau hacker yang dibicarakan itu adalah Kenzo


"Terus sekarang apa maumu?" Kenzo bertanya dengan sikap yang tenang dan mengalihkan pembicaraan mereka


"Aku butuh seseorang yang bisa setia padaku. Seseorang yang bisa melakukan apa saja untuk membantuku"


"Jika kamu butuh informasi, katakan saja padaku. Aku akan mencarikannya untukmu" Ujar Kenzo yang tidak ingin repot-repot mencari orang lain.


"Tidak, aku ingin orang lain. Jika aku terus mengandalkanmu, maka itu akan menambah pekerjaanmu" Kenzie tetap menginginkan orang lain untuk membantunya


"Baiklah, aku akan memperkenalkanmu pada rekanku. Dia juga temannya Rendra, nanti akan ku tanyakan padanya apa dia mau jadi asistenmu atau tidak"


"Terimakasih Zo. Kamu adalah saudaraku yang pa … ling baik. Muach muach muach"


Kenzie langsung memuji Kenzo dengan antusias saat Kenzo meyetujui apa yang dia minta


"Hentikan. Meskipin Safira sedang tidak ada, tapi aku tidak akan pernah melakukan hal gila dibelakangnya"


Kini Kenzie yang merasa bingung dengan apa yang dikatakan Kenzo


"Apa maksudnya?" Tanya Kenzie dengan kedua alis berkerut


"Aku tidak ingin jadi jeruk yang makan jeruk" Kenzo mengatakannya dengan sikap yang tenang dan tanpa ekspresi


"Kamu gila?! Mana mungkin aku melakukan itu, Aku pria normal yang sudah memiliki pacar yang cantik. Lagipula … kamu itu saudaraku sendiri, mana mungkin aku bersedia main gila denganmu"


Awalnya Kenzie berteriak histeris, namun setelah cukup lama suaranya kembali lembut


"Jadi jika aku bukan saudaramu, kamu akan melakukan hal gila padaku?


"Tidak tidak tidak. Sudahlah, cepat hubungi temanmu dan aturkan jadwal untuk kami bertemu"


"Ya, aku akan menghubunginya sekarang juga. Tapi ingat, akan lebih baik jika kamu tidak membuka identitasnya. Dia tidak suka terlalu diekspose" Kenzo mengingatkan Kenzie sebelum dia meminta bantuan pada temannya


"Ya, aku mengerti. Aku paham betul kenapa kalian menutup rapat mengenai identitas kalian"

__ADS_1


__ADS_2