Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Malaikat Tampan Berhati Iblis


__ADS_3

Kenzie dan Meisya keluar bersama meninggalkan gedung untuk makan siang bersama. Mereka berjalan beriringan sambil berbincang dengan senyum mengembang diwajah masing-masing. Pasangan ini sama sekali tidak mempedulikan para karyawan lain yang saat ini sedang memperhatikan mereka sambil berbisik satu sama lain.


“Itu … Pak Kenzie dengan siapa?”


“Bukannya dia karyawan bagian produksi ya?”


“Benarkah? Kukira pak Kenzie mempunyai hubungan special dengan sekertarisnya karena sikapnya yang berbeda pada gadis itu. Ternyata dia malah dekat dengan karyawan produksi”


“Aku juga tidak tahu mana yang benar. Yang jelas aku tidak setuju jika pak Kenzie pacaran dengan gadis manapun” ujar salah seoarang gadis dengan ekspresi wajah polosnya


“Kenapa?” Tanya semua orang dengan raut wajah bingung


“Karena aku jadi tidak punya kesempatan untuk jadi pendampingnya” jawab gadis itu lagi dengan senyum ceria diwajahnya


“Huuuh!” semua orang pun menyoraki gadis yang tadi bicara.


Sementara mereka sedang membicarakan mengenai Kenzie dan Meisya, Noey baru saja kembali dengan wajah kusut dan sedihnya.


“Kenapa juga aku harus datang kesana? Sekarang aku sendiri yang merasa malu karena pergi begitu saja” gumam Noey yang berjalan masuk keperusahaan dengan pikiran yang kosong dan terlihat seperti orang linglung. Wajahnya terlihat kusut dengan langkah kaki seperti orang malas.


Dari kejauhan, Kenzie dan Meisya memperhatikannya.


“Sya, lihatlah Noey. Apa yang terjadi padanya ya? Kenapa dia terlihat seperti orang yang sedang kebingungan begitu?” Kenzie bertanya pada Meisya sambil menoleh pada Noey yang terlihat kebingungan.


“Entahlah. Tapi bukannya dia bilang ada urusan diluar? Kenapa sekarang dia sudah kembali?” Meisya pun terlihat bingung melihat Noey kembali dengan cepat dan wajah yang ditekuk. Padahal sebelumnya dia bilang ada urusan diluar dan mungkin kembali terlambat.


“Apa kamu baik-baik saja? Kenapa wajahmu seperti itu?” Tanya Kenzie pada Noey yang berjalan menghampirinya.


“Aku tidak baik-baik saja. Entah kenapa hari ini aku merasa kalau aku ini aneh” Noey menanggapi dengan ekspresi bingung dan malas


“Bukannya setiap hari … kamu memang selalu bersikap aneh ya?" Kenzie menanggapi Noey dengan nada bercanda


“Sudahlah. Aku tidak ingin membahasnya lagi. Bukannya kalian akan keluar? Kenapa masih berada disini?” Noey menanggapi dengan sikanya yang dingin kemudian balik bertanya pada Kenzie dan Meisya.


“Kami baru saja akan keluar. Karena melihatmu dengan wajah seperti itu, jadi kami penasaran dengan apa yang terjadi padamu" Kenzie menjawab dengan senyum yang tipis


"Tidak terjadi apa-apa. Jadi kalian bisa pergi sekarang" Ujar Noey sambil berlalu meninggalkan Kenzie dan Meisya dengan kepala tertunduk dan wajah ditekuk.


"Ada apa dengannya ya? Aneh sekali" ujar Kenzie sambil melihat punggung Noey yang semakin menjauh

__ADS_1


"Entahlah, aku juga tidak tahu" Meisya menanggapi sambil mengangkat kedua bahunya bersamaan


"Ayo kita pergi!" Meisya pun mengangguk setuju dengan ajakan Kenzie. Saat mereka akan meninggalkan kantor, tiba-tiba ponsel Meisya berdering


Drrt drrt drrt


"Ada apa papa menghubugiku?" ujar Meisya saat melihat layar ponsel tertulis nama papanya


"Angkat saja dulu" Kenzie menanggapi dengan sikap tenang dan senyum tipis dibibirnya.


"Iya" Meisya pun mengangguk lalu menjawab telepon sang ayah


"Halo, papa" Sapa Meisya dengan sikap yang tenang


"Sya, diamana kamu sekarang?" tanya pak Arseno yang terdengar panik


"Tentu saja di kantor. Memang ada apa, Pah?" tanya Meisya lagi penasaran dengan tujuan sang ayah


"Papa mau kamu kemari setelah pulang kerja nanti. Ajak Kenzie juga bersama denganmu. Ada sesuatu yang harus kalian berdua jelaskan pada papa" ujar pak Arseno dengan nada bicara yang serius


"Ada masalah apa Pah, sampai Papa ingin bertemu dengan kami berdua?" Meisya semakin penasaran dengan apa yang akan dikatakan sang ayah padanya dan juga Kenzie


"Papa? Papa?" Pak Arseno langsung menutup teleponnya setelah dia selesai bicara. Dia sama sekali tidak mengatakan apapun lagi pada Meisya.


"Ada apa?" Kenzie pun terlihat penasaran setelah melihat ekspresi yang ditunjukkan Meisya setelah dia menutup telepon sang ayah


"Papa meminta kita pergi menemuinya setelah pulang kerja. Tapi papa sama sekali tidak memberitahukan padaku ada masalah apa" Meisya menjelaskan dengan sikap  yang terlihat bingung


"Ya sudah. Kita akan tahu saat bertemu dengan papamu nanti" Kenzie menanggapi dengan sikap yang tenang disertai senyum tipis sambil kembali menggandeng Meisya menuju mobil untuk pergi makan bersama.


***


Sementara itu dunia maya telah dihebohkan dengan berita mengenai Kenzo  yang telah mengungkapkan identitasnya.


"Berita terhangat. Ternyata programer handal bernama Kenzo Osterin yang terkenal di negara F atas ketampanan dan kercedasannya adalah salah satu cucu dari keluarga konglomerat. pemuda yang bernama lengkap Kenzo Osterin Anggara adalah putra dari Chevania Sayna Krisnajaya dan juga Erliansyah Anggara. Jadi dia merupakan cucu dari Jingga dan juga Edward. Saat ini Kenzo menjabat sebagai direktur utama didua perusahaan milik keluarganya, yaitu perusahaan Anggara dan juga JB Company"


Sebuah postingan bertuliskan tentang identitas Kenzo yang telah terungkap, ramai jadi perbincangan. Postingan itu dibanjiri oleh ribuan komentar dan juga like dalam waktu singkat.


"Apa? Kenzo siprogramer tampan adalah bagian dari keluarga Kusuma?"

__ADS_1


"Benarkah yang aku baca ini? Kenzo adalah keturunan Kusuma? Pantas saja dia sangat tampan dan juga cerdas. Tidak heran juga kalau dia bisa memegang dua perusahaan besar"


"Benar. Jika itu keluarga Kusuma … aku tidak ragu lagi dengan kemampuan bisnisnya"


"Tampan, cerdas dan juga kaya. Kenzo adalah contoh pemuda sempurna untuk dijadikan seorang pendamping"


"Haah … bisakah aku mendaftarkan diri jadi calon pendampingnya? Aku ingin mendapatkan pendamping seperti dia"


Chevapun telah membaca postingan tersebut. Dia langsung menghubungi Kenzo untuk meminta konfirmasi atas kebenaran yang terjadi.


Tuut tuut tuut


"Halo, mami" Tak perlu menunggu lama, Kenzo langsung menerima telepon dari sang ibu


"Zo, apa maksudnya ini?! Kamu sudah mengungkapkan identitasmu?!" Cheva langsung bertanya pada Kenzo dengan suara yang tinggi sampai Kenzo menjauhkan ponselnya dari telinga


"Mami, tenanglah dulu. Sebenarnya ada apa? Kenapa mami sampai berteriak seperti itu?" Kenzo bertanya dengan sikapnya yang tenang dan nada bicara yang dingin. Dia sama sekali tidak tahu mengenai postingan dirinya yang sedang menjadi topik utama


"Kamu tidak baca postingan di media sosial?! Ada sebuah artikel tentang identitasmu yang sebenarnya" Cheva terus bicara dengan nada bicaranya yang tinggi dan manja


"Oh, aku sama sekali tidak tahu. Memang apa yang tertulis disana?" Kenzo masih terus bersikap tenang meskipun Cheva telah menggebu-gebu karena gosip itu


"Haah. Kamu sudah mengungkapkan identitasmu yang sebenarnya? Apa yang terjadi?" Kini Cheva mulai bersikap tenang setelah dia menarik napas panjang terlebih dahulu


"Ya, aku sudah mengungkapkan identitasku pada karyawan disini. Rasanya aku tidak memberitahu media. Mungkin ada salah atu karyawanku yang mulutnya ember atau mungkin jari tangannya gatal ingin memberitahu orang lain" ujar Kenzo dengan sikap tenang dan acuh tak acuhnya


"Apa terjadi sesuatu?" Cheva kembali bertanya setelah sebelumnya tidak mendapatkan jawaban dari sang putra


"Hanya insiden kecil. Beberapa orang datang keperusahaan Anggara dan membuat keributan. Tapi tidak perly khawatir karena mereka telah ditahan dikantor polisi"


"Apa benar tidak masalah?" Cheva masih khawatir jika saja terjadi sesuatu sampai Kenzo mengungkapkan identitasnya sendiri


"Mami, Mami pikir aku anak kecil yang tidak bisa mengatasi masalah? Mami tidak perlu mengkhawatirkan aku. Aku tidak hanya bisa menyelesaikan masalah, tapi aku juga pandai dalam membuat masalah" Kenzo menanggapi Cheva dengan penuh percaya diri


"Kamu ini, benar-benar sama seperti papimu" Cheva tersenyum mencibir Kenzo


"Mami lupa kalau aku ini anak kalian berdua? Karena itu, aku bisa menjadi iblis dan juga manjadi malaikat"


"Ya ya ya. Kamu memang cocok dengan itu. Malaikat tampan berhati iblis"

__ADS_1


"Terserah Mami"


__ADS_2