Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Kedatangan Panji Kerumah Sakit


__ADS_3

Kenzo, Kenzie dan Rendra datang ke restoran di resort Arumi. Mereka kesana untuk melihat langsung seperti apa usaha yang dimiliki Arumi. Dan sangat kebetulan sekali Arumi sedang berada di resort dengan sang ayah. Dia sedang menunggu mobil barunya dikirimkan


"Kamu kenal gadis itu , Zie?" Tanya Kenzo yang melihat Arumi dengan sorot mata yang tajam


"Itu kan ... tunangannya dosen yang waktu itu menampar Risha. Iya, dia gadis yang menampar Risha waktu itu" Kenzie masih mengingat wajah Arumi yang pernah menampar Risha. Dia langsung tersenyum mencibir


"Oh, kalau begitu biar dia sendiri yang mengakui perbuatannya" Ujar Kenzo yang menatap Arumi dengan sorot mata yang tajam


"Apa yang kamu rencanakan?" Rendra kini penasaran dengan rencana Kenzo


"Apa dia sudah tahu keadaan Risha?" Tanya Kenzo pada Kenzie


"Sepertinya belum? Kita belum mengonfirmasi keadaan Risha pada pihak luar" Jawab Kenzie yang sedikit berpikir lebih dulu sebelum menjawab Kenzo


"Kalau begitu jangan sebarkan pada pihak luar kalau Risha baik-baik saja. Aku akan sedikit meneror Arumi sampai dia mengaku sendiri. Tapi sepertinya itu tidak cukup. Bagaimana kalau kita hancurkan juga sikap sombongnya dengan goyangkan sedikit bisnis ayahnya?" Kenzo tersenyum tipis sambil mengesap kopi yang dia pesan


"Apalagi yang kamu rencanakan?" Tanya Kenzie dengan raut wajah penasaran


"Didekat sini ada resort juga kan? Kenapa kita tidak bantu resort sebelah saja untuk menarik pengunjung mereka?" Ujar Kenzo dengan saran yang dia pikirkna secara mendadak


"Ren, bukannya kamu tidak punya tempat tinggal? Kali ini gunakan nama keluargamu saja untuk menjatuhkan resort ini" Kenzo menatap Rendra dengan tatapan yang mencurigakan dan senyum yang membuat Rendra mulai menatap tajam padanya


"Kamu ingin jadikan aku tumbal? Kenapa tidak kamu gunakan saja nama keluargamu? itu akan lebih efektif untuk menekan mereka" Jawab Rendra atas saran Kenzo


"Jika aku gunakan nama keluargaku sudah pasti mereka akan tahu siapa kami sebenarnya. Kami ini masih kuliah, terlebih lagi tunangan gadis itu adalah dosen Kenzie san Risha, menurutmu apa itu bagus?" Kenzo mengangkat kedua alisnya saat bertanya pada Rendra


"Jika aku gunakan nama keluargaku, maka keluargaku juga akan menemukanku. Mereka bisa membawaku pulang secara paksa" Rendra menjawab dengan sikap yang sinis


"Tinggal pulang saja. Mereka juga tidak akan menggantung kepalamu dipintu masuk. Bisa jadi mereka memujamu karena tuan muda mereka sudah pulang setelah bertahun-tahun menjadi pengemis" Kenzo bicara dengan sikap yang acuh tak acuh disertai senyum tipis. Cara bicara Kenzo membuat Rendra mengerucutkan bibir karena kesal


"Sebenarnya kamu dibayar berapa oleh mereka? Kenapa selalu memintaku untuk pulang?" Rendra bertanya dengan sikap yang sinis


"Mana mungkin mereka sanggup membayarku. Uang yang kumiliki sendiri saja tidak akan habis, belum lagi harta milik keluarga kami"  Kenzie terdiam menatap Kenzo dan Rendra yang terus berdebat sedangkan dia tidak mengerti apa-apa

__ADS_1


"Sebenarnya apa yang kalian berdua bicarakan? Zo, memang siapa dia? Apa Rendra berasal dari negara ini?"


"Tentu saja. Jika bukan dari negara ini, mana mungkin aku mengenal saudara kembarmu yang gila dan menyebalkan ini?" Rendra menanggapi dengan sikap yang sinis dan mata mendelik pada Kenzo


"Kau benar. Ah aku sama sekali tidak mengerti dengan apa yang kalian berdua bicarakan. Lebih baik katakan saja apa yang akan kita lakuakn pada Arumi!" Kenzie terlihat kesal karena dia sama sekali tidak bisa bergabung dengan pembicaraan Kenzo dan Rendra


"Pertama-tama kita pergi ke toko mainan" Jawab Kenzo sambil beranjak dari tempat duduknya


"Kenapa lagi harus ke toko  mainan?" Kenzie dan Rendra terlihat bingung namun mereka tetap mengikuti Kenzo dari belakang


Beberapa saat kemudian


"Apa yang akan kita lakukan disini?' Tanya Kenzie setelah mereka  bertiga tiba di toko mainan yang letaknya tidak jauh dari resort milik pak Tegar


"Cari mainan mobil yang bentuknya sama dengan mobil yang digunakan Arumi saat menabrak kalian, dan juga cari boneka yang menyeramkan" Jawab Kenzo sambil mulai melihat mainan yang ada disana


"Apa lagi yang kamu rencanakan?" Rendra bertanya dengan wajah bingung dan kesal


"Aku hanya ingin main-main saja sebagai pemanasan sebelum kita benar-benar bermain dengan mereka" Kenzo menjawab dengan senyum tipis yang jadi ciri khasnya


***


Kabar kecelakaan Risha tentu sudah menyebar di kampus dan itu juga telah sampai ke telinga Panji. Dia datang kerumah sakit setelah selesai dengan kelasnya


"Permisi, kamar pasien bernama Risha ada disebelah mana ya?" Tanya Panji pada bagian informasi


"Dia ada dikamar VVIP" Jawab perawat dengan sikap yang sopan


"Terimakasih" Ujar Panji dan mulai beranjak menuju kamar Risha


"VVIP? Ada disebelah mana ruangannya?" Panji pun menoleh kesana kemari mencari dimana ruangan VVIP tempat Risha dirawat.


"Itu dia ruangannya. Tapi siapa mereka?" Panji terlihat bingung saat melihat 2 orang pengawal yang ditempatkan di depan ruang Risha

__ADS_1


"Permisi, apa ini ruangan Risha?" Tanya Panji pada pengawal ketika dia hendak masuk ke dalam


"Benar, anda siapa?" Tanya salah satu pengawal pada Panji


"Saya dosennya. Apa saya boleh menjenguknya?" Panji kembali bertanya dengan sikap yang tenang


"Tolong tunggu sebentar" Salah satu pengawal pun masuk untuk bertanya pada Risha kalau ada yang ingin menemuinya


"Nona, ada yang ingin menjenguk anda. Katanya dia dosen anda" Ujar pengawal pada Risha. Saat ini dia sedang sendiri, karena itu ditempatkan pengawal disana. Terlebih lagi Diaz sangat khawatir jika masih ada yang ingin mencelakai Risha, karena ada kemungkinan kalau kecelakaan yang dialami Risha karena disengaja


"Biarkan saja dia masuk!" Jawab Risha dengan sikap yang tenang


"Baik nona" Pengawal itu pun keluar untuk memberitahu panji kalau dia diizinkan masuk


"Silahkan masuk pak" Ujar pengawal pada Panji


"Terimakasih" Panji mengangguk dan masuk keruang Risha. Disana dia melihat Risha yang masih terbaring dengan menggunakan penyangga leher serta kepala dan kaki diperban. Ditangannya juga ada sedikit perban namun tidak separah kepala dan kakinya


"Bagaimana kedaanmu?" Tanya Panji yang kini berdiri disamping Risha


"Sudah lebih baik pak. Terimakasih" Jawab Risha dengan senyum lembut meskipun wajahnya masih terlihat pucat


"Sebenarnya bagaimana kamu bisa tertabrak mobil? Apa kamu tidak melihat kekanan kekiri dulu sebelum menyeberang jalan?" Tanya Panji dengan lembut


"Kami sudah menoleh kanan kiri saat itu, tapi mobil itu tiba-tiba saja melaju ke arah kami dengan kecepatan tinggi" Risha menjelaskan dengan tenang


"Oh, iya. Ini aku bawakan buah untukmu" Panji memberikan pardel buah yang dia bawa kepada Risha


"Tolong taruh di atas meja saja. Maaf merepotkan" Jawab Risha dengan nada yang sopan


"Tidak masalah. Hanya sekedar buah saja" Jawab Panji dengan sneyum lembut


Tak berselang lama Kenzo, Kenzie dan Rendra datang kerumah sakit. Mereka langsung masuk ke kamar Risha tanpa mengetuk pintu terlebih dulu

__ADS_1


"Apa yang anda lakukan disini?" Tanya kenzie dengan sikap yang dingin


__ADS_2