Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Chapter 128 (Wisuda Kenzie Dan Risha)


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama Rendra masuk ke perusahaan. Bastian sudah datang lebih dulu untuk memperkenalkan Rendra. Jajaran petinggi perusahaan pun sudah menunggu untuk menyambut kedatangan Rendra


"Pak Bastian, apa adik anda akan mulai bekerja hari ini? Apa ada sesuatu yang harus kami perhatian agar adik anda tidak tersinggung?" Tanya Anton yang merupakan salah seorang manajer diperusahaan Dirga Electronik


"Aku juga tidak tahu. Sudah lama dia tinggal diluar negeri. Kami tidak banyak berinteraksi setelah dewasa" Jawab Bastian dengan senyum yang lembut dibibirnya. Anton dan yang lainnya hanya menganggukkan kepala menanggapi ucapan Bastian.


Tak berselang lama sebuah mobil SUV warna putih berhenti di depan pintu masuk. Seorang pemuda tampan bertubuh tinggi turun dari mobil itu dan berjalan masuk kedalam perusahaan. Dia terlihat gagah dengan rambut ditata rapih, setelan jas lengkap dengan dasi dan sebelah tangan dimasukkan kedalam saku celana.


"Siapa itu? Apa dia direktur baru kita?"


"Tampan sekali. Aku pasti akan semangat bekerja"


"Aku juga bisa lebih semangat untuk bisa lihat dia setiap hari"


Para Karyawan wanita mulai berbisik melihat Rendra yang memang memiliki paras yang tampan.


"Selamat pagi" Rendra menyapa dengan sikap yang dingin tanpa ada senyum sedikitpun di bibirnya


"Selamat pagi. Sebaiknya kita segera pergi keruang rapat untuk pengenalan resminya" Bastian menyarankan pada Rendra dan seluruh petinggi perusahaan. Mereka pun mulai melangkah pergi menuju ruang rapat setelah Rendra dan yang lainnya setuju.


"Semuanya, perkenalkan ini Rendra. Mulai hari ini dia yang akan memegang kendali perusahaan ini. Jika ada sesuatu kalian bisa langsung menghubunginya. Dan … Rendra ini Elisa, sekertarismu. Kamu bisa menanyakan pekerjaanmu padanya" Bastian memperkenalkan gadis yang akan jadi sekertarisnya Rendra


"Aku tidak suka bekerja dengan seorang gadis. Aku ingin sekertaris pria, jadi aku harap kalian bisa secepatnyua mengganti sekertarisku" Ujar Rendra dengan sikap yang dingin


"Baiklah, kami akan segera carikan sekertaris pria. Tapi untuk sementara, Elisa tetap jadi sekertarismu sampai kami menemukan sepertaris lain"  Rendra hanya diam sambil memperhatian setiap wajah para petinggi perusahaan. Sedangkan Elisa hanya diam dan menatap Renrda dengan wajah kesal


"Cih. tampan tapi sombong" Pikir Elisa yang berdecih kesal dengan sorot mata yang tajam


"Baiklah, sekian perkenalan kita. Ku harap kalian bisa bekerja sama dengan baik" Ujar Bastian yang membubarkan semua peserta rapat


"Ren, aku akan menemanimu pergi keruang kerja milikmu" Ujar Bastian dengan sikap yang ramah. Bastian memang orang yang ramah dan sopan sehingga banyak orang yang menyukainya dan dekat dengannya. Berbanding terbalik dengan Rendra yang pendiam dan dingin. Dia tidak suka bergaul dengan banyak orang


Semua orang menatap Rendra dan Bastian yang berjalan beriringan diikuti Elisa dibelakangnya. Bastian terus melemparkan senyum setiap berpapasan dengan karyawannya, sedangkan Rendra tetap berjalan dengan wajahnya yang datar tanpa menghiraukan mereka yang terus membicarakannya


"Mereka memang sama-sama tampan, tapi sangat berbeda. Pak Bastian begitu sopan dan ramah, sedangkan pak Rendra sangat dingin dan menyeramkan. Apalagi tatapan matanya itu"

__ADS_1


"Kamu benar. Bahkan yang kudengar dia tidak ingin Elisa jadi sekertarisnya, dia ingin sekertatis laki-laki. Padahal siapa yang tidak suka sama Lisa, dia cantik, pandai dan selalu bekerja dengan baik"


"Apa dia punya kelainan ya?"


Semua mulai berspekulasi mengenai Rendra, dan rumorpun beredar dengan cepat kalau pemimpin perusahaan Dirga Elektronik adalah bos tampan yang galak dan dingin, dia juga membenci wanita


***


Tiba saatnya untuk Risha, Kenzo dan Kenzie wisuda. namun mereka tidak membiarkkan anggota keluarga mereka datang ke kampus.


"Kalian jahat sekali, masa kami tidak bisa menghadiri wisuda anak kami sendiri?" Cheva mengeluh pada Kenzie dan Risha yang tidak mengizinkan mereka datang ke kampus.


"Jika mami datang, maka seluruh dunia akan heboh dan tentu saja usaha kami menutupi identitas selama ini akan sia-sia" Jawab Kenzie dengan sikap yang tenang dan senyum manis dibibirnya. Dia dengan lembut meyakinkan Cheva agar tidak marah.


"Saat kalian sekolah dulu kami tidak diperbolehkan datang dan sekarang kuliah pun sama. Rasanya tidak adil karena kami terus kehilangan momen pertumbuhan kalian" Cheva terus menggerutu dengan bibir mengerucut


"Sudahlah Va. Toh kamu juga setuju membiarkan mereka tidak menunjukkan identitas aslinya. Kita bisa berfoto dan makan-makan setelah mereka pulang. Kita akan booking restoran mewah untuk makan malam bersama" Ujar Diaz yang ikut menenangkan Cheva


"Kak Diaz ini selalu saja melindungi mereka. Mereja jadi manja" Kini Diaz yang kena imbasnya


"Risha itu anakku dan Kenzie keponakanku, tentu saja aku akan melindungi mereka" Jawab Diaz membela diri


"Aku akan pergi besok dan mulai bekerja lusa" Risha menjawab dengan sikap yang tenang


"Aku belum tahu yang jelas aku akan mulai bekerja minggu ini juga" Jawab Kenzie setelah Risha menjawab pertanyaan Ibunya


"Oh jadi begitu. Yah kuharap kalian bisa menunjukkan hasil belajar kalian"


"Mami tenang saja, kami pasti bisa membuktikan kemampuan kami" Jawab Kenzie sambil menoleh pada Risha


"Ya, mami tunggu bukti nyatanya"


"Kami harus pergi sekarang. Ayo Sha!" Ajak Kenzie pada Risha yang dibalas dengan anggukan kepala. Mereka berdua pun mulai bergegas pergi ke kampus untuk acara wisuda.


"Tunggu. Bagaimana penampilanku?" Tanya Risha sebelum mereka berangkat

__ADS_1


"Sudah cantik. Tidak perlu khawatir lagi" Kenzie tersenyum menanggapi Risha


"Baiklah, kita berangkat sekarang"


"Oke" Kenzie dan Risha pun mulai berkendara menuju kampus mereka, dimana wisuda dilangsungkan


Acara wisuda dilangsungkan di aula kampus. Semua mahasiswa dan mahasiswi mulai berkumpul. Banyak yang datang adalah senior Risha dan Kenzie karena mereka berdua mengambil kelas cepat sehingga waktu yang dibutuhkan untuk lulus jadi lebih cepat


"Lihat, itu Kenzie dan Risha kan? Mereka sangat tampan dan cantik"


"Iya, mereka terlihat seperti pasangan yang serasi"


"Tapi aku dengar mereka adalah saudara"


"Ya ku dengar juga begitu"


Semua orang membicarakan Kenzie dan Risha yang datang bersamaan sambil bergandengan tangan


"Seperti kita baru pertama kali masuk kampus saja" Bisik Risha pada Kenzie


"Kamu benar. Kenapa mereka memperhatikan kita seperti itu?" Jawab Kenzie dengan sikap yang tenang


"Abaikan saja. Kita kesini hanya untuk wisuda" Jawab Kenzie dengan senyum tipis dibibirnya


"Risha!" Kenzie dan Risha menghentikan langkahnya mendengar seseorang memanggil Risha. Mereka pun menoleh secara bersamaan


"Pak Panji" Sapa Risha melihat Panji yang berjalan mendekat padanya


"Selamat karena kalian berdua telah lulus dengan nilai sempurna" Panji memberikan selamat pada Kenzie dan Risha sambil mengulurkan sebelah tangan untuk berjabat tangan


"Terimakasih" Risha menjawab dengan senyum lembut sedangkan Kenzie hanya menganggukkan kepala


"Apa setelah ini kamu ada acara?" Tanya Panji lagi pada Risha


"Maaf, kami memiliki acara makan bersama keluarga setelah ini" Kenzie menjawab sikap yang dingin dan senyum yang tipis

__ADS_1


"Maaf kalau begitu. Aku tidak akan mengganggu kalian lagi. Sekali lagi selamat karena telah lulus kuliah"


"Terimakasih pak" Kenzie dan Risha pun kembali ke aula untuk perayaan wisuda mereka


__ADS_2