
Dalam sekejap berita mengenai Olivia benar-benar menjadi perbincangan hangat setiap orang. Dia dan ayahnya benar-benar menjadi orang terkenal, sehingga saat ayah dan anak itu meninggalkan hotel, pandangan semua orang tertuju pada mereka berdua.
"Papa, bagaimana ini? Sekarang semua orang melihatku seperti seorang gadis nakal yang suka menemani setiap pria kaya" bisik Olivia pada sang ayah yang berjalan beriringan dengannya. Dia terlihat gelisah dan sangat tidak nyaman.
"Ini semua salahmu sendiri. Kenapa kamu mengganggu Kenzo?" ujar pak Hardi dengan nada yang sinis.
"Papa, aku tidak tahu kalau dia orang yang kejam seperti itu. Aku hanya tahu kalau aku menyukainya sejak aku melihatnya direstoran beberapa waktu yang lalu. Aku semakin ingin mendapatkannya setelah tahu kalau dia adalah salah satu keturunan dari keluarga konglomerat. Bukannya ini juga akan bagus untuk Papa jika aku bisa dekat dengan Kenzo?" Olivia membela diri dengan nada bicara yang manja saat mengatakan pemikirannya pada sang ayah.
"Jelas-jelas kamu tahu dia itu bukan seseorang yang bisa kamu ganggu seenaknya. Kenapa kamu tidak mundur saja begitu dia menunjukkan sikap penolakan? Mereka bisa melakukan apapun yang mereka mau tanpa ada yang menghalangi. Untungnya Kenzo hanya menargetkanmu saja. Rumor itu akan hilang dengan sendirinya. Tapi jika dia juga menargetkan Papa sebagai sasaran balas dendamnya, maka sudah pasti kalau kita akan kehilangan semuanya".
Pak Hardi memberitahu Olivia dengan nada yang sinis karena kesal dengan sang anak. Dia tidak tahu selain apa yang diterima oleh Olivia, kejutan besar juga telah menantinya diperusahaan JB Company.
Begitu pak Hardi tiba dikantor, pandangan semua karyawan kembali tertuju padanya. Dia hanya mengira semua itu terjadi karena ulah Kenzo kepada Olivia sampai rapat direksi mendadakpun diadakan.
"Permisi, Pak. Semua orang sudah menunggu anda diruang rapat". Sekertaris pak Hardi memberitahunya begitu dia tiba dikantor.
"Ruang rapar? Ada masalah apa? Apa ada rapat mendadak?". Pak Hardi bertanyadengan raut wajah bingung.
"Benar, Pak. Ada rapat darurat yang diadakan untuk para dewan direksi. Semua orang sudah hadir disana, hanya tinggal anda sendiri saja yang belum datang" ujar sekertaris memberitahu dengan sikap yang sopan.
"Baiklah. Saya akan segera kesana. Terimakasih" Hardi langsung berbalik dan pergi meninggalkan sekertarisnya dan berjalan menuju ruang rapat. Sambil memikirkan apa yang sedang terjadi.
"Ada masalah apa ya? Kenapa sampai diadakan rapat mendadak seperti ini? Apa telah terjadi sesuatu yang serius diperusahaan ini? " gumam pak Hardi selama dalam perjalanan menuju ruang rapat.
Tok tok tok
__ADS_1
"Maaf saya terlambat" ujar pak Hardi dengan senyum tipis begitu dia memasuki ruang rapat.
Dikursi pemimpin, Kenzo sudah duduk dengan didampingi 2 asistennya yang berdiri dibelakangnya.
"Akhirnya anda datang juga. Silahkan duduk, kami hanya tinggal menunggu anda saja untuk memulai rapat ini" Kenzo bicara dengan sikap yang tenang dan penuh wibawa.
"Apakah terjadi sesuatu? Saya baru saja tahu kalau ada rapat mendadak hari ini". Pak Hardi bicara sambil menoleh pada rekannya yang lain yang menatapnya dengan tatapan yang terasa aneh.
"Apa anda belum lihat harga saham kita? Harga saham kita anjlok dalam sekejap setelah rumor mengenai putri anda mencuak kepermukaan" Kenzo menjelaskan sedikit mengenai alasannya diadakan rapar mendadak saat ini.
"Tidak mungkin. Ini adalah masalah pribadi saya. Bagaimana bisa ini berpengaruh pada harga saham dari perusahaan ini?" pak Hardi tidak percaya dengan apa yang dikatakan Kenzo barusan. Tapi jika dia mengatakan itu adalah ulah Kenzo, maka apa yang terjadi diantara mereka akan terbongkar.
"Ini memang masalah pribadi anda, tapi bagaimana orang akan percaya kalau ternyata wakil direktur JB Company yang juga merupakan pemegang saham terbesar kedua setelah direktur utama mendidik putrinya dengan tidak baik dan juga memiliki banyak skandal dengan wanita? Bagaimana jika nanti anda rela melakukan apa saja untuk para perempuan anda yang justu merugikan perusahaan ini?". Kenzo bicara dengan senyum menyeringai dan seakan dengan sengaja ingin memprovokasi pak Hardi.
"Pak Kenzo benar, terlebih lagi kami menemukan sesuatu yang mencurigakan saat anda sangat bersemangat untuk menangani proyek dengan salah satu perusahaan. Anda tetap memilih perusahaan dengan kinerja standar untuk dijadikan rekan akibatnya kita yang mengalami kerugian karena kualitas yang buruk, ternyata anda telah menerima suap dari mereka untuk mau bekerja sama"
Kini semua orang berbisik membicarakan pak Hardi, sedangkan Kenzo hanya memperhatikan keributan yang terjadi didepannya dengan senyum tipis dibibirnya.
"Jadi ... keputusan apa yang kalian inginkan untuk Pak Hardi? Kita semua tahu kalau beliau adalah dewan direksi sekaligus pemegang saham diperusahaan ini, tentu kalian ingin membuat contoh untuk yang lain agar tidak melakukan hal yang sama bukan?" ujar Kenzo dengan nada mencibir
"Kalian tidak perlu khawatir, kalian pasti pernah dengar kalau aku mengganti beberapa petinggi diperusahaan Anggara sekaligus kan, jadi tidak masalah untukku jika harus menganti orang-orang disini juga. Daripada memperbaiki barang rusak, aku lebih memilih untuk mengganti dengan yang baru".
Kenzo bicara dengan sikap yang tenang dan berwibawa. Mendengar ucapan Kenzo membuat para anggota rapat menjadi ketar-ketir. Mereka takut jika sampai apa yang mereka katakan tidak sesuai dengan apa yang Kenzo inginkan. Tentu saja resikonya sudah pasti kehilangan pekerjaan mereka.
"Ehm ... kalau begitu, lebih baik pak Hardi dikeluarkan saja dari perusahaan ini" ujar salah satu anggota rapat dengan nada bicara yang terdengar gugup
__ADS_1
"Hei! Apa maksudmu?! Kamu ingin menyingkirkanku?! Kamu sengaja kan mengajukan hal itu dan ingin melimpahkan semuanya padaku?!". Pak Hardi terlihat sangat kesal ketika seorang yang selalu bekerja sama dengannya mengusulkan untuk mengeluarkannya dari perusahaan JB Company.
"Aku setuju. Jika memang pak Hardi tidak dikeluarkan dari sini .... Bisa saja citra perusahaan juga akan hancur". Sambung yang lain ikut mengeluarkan suara.
"Sekarang kalian ingin bersekongkol untuk menjatuhkanku?!" ujar pak Hardi yang semakin kesal.
"Pak Hardi, jaga sikap anda". Pak Hardi langsung diam ketika Kenzo memperingatkannya.
"Kalau begitu, Pak Hardi bisa mengurus surat pengunduran diri anda sekarang juga. Saya tidak suka menunda lama-lama. Dan, aku juga ingin memperingatkan kalian semua. Siapapun yang berani bermain curang dibelakangku, maka pasti akan membayar lebih atas apa yang kalian lakukan padaku. Kalian sudah lihat sendiri contohnya".
Kenzo langsung beranjak pergi meninggalkan ruang rapat diikuti Zack dan Max setelah dia selesai bicara.
Semua anggota rapat saling menatap satu sama lain mendengar ucapan Kenzo. Mereka jelas mengerti dengan apa yang dimaksud Kenzo.
Pak Hardi masih berada diruang rapat saat semua orang telah pergi. Dia termenung memikirkan apa yang terjadi padanya..
"Sangat disayangkan karena aku harus kehilangan saham diperusahaan besar seperti ini. Tapi tidak papa, aku masih bisa menanam saham dan bekerja diperusahaan lain" pikir pak Hardi menenangkan dirinya. Diapun pulang kerumahnya setelah menyerahkan surat pengunduran diri pada perusahaan.
"Papa... hiks … hiks … rumah kita …". Pak Hardi sangat terkejut ketika tiba dirumah dan disambut dengan derai air mata Olivia
"Apa yang terjadi? Kenapa kamu menangis? Ada apa dengan rumah kita?" tanya pak Hardi dengan wajah serius
"Semua aset yang kita miliki telah disita. Pak Kenzo melaporkan Papa atas kasus suap yang telah merugikan perusahaan JB Company bernilai puluhan milyar. Semua disita sebagai jaminan. Hiks… hiks … hiks…"
Pak Hardi terkulai lemas ditanah mendengar penjelasan putrinya.
__ADS_1
"Habis … semua telah habis. Dia benar-benar tidak membiarkanku lolos sedikitpun. Kenzo Osterin Anggara, kamu benar-benar iblis"